
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩 KE-75
Pak Angga ke rumah bu Nesia
Tidak lama datang pak Dika
Karna kita bangsa Indonesia
Sekali merdeka tetap merdeka.
Maaf telat up selamat membaca.
\=\=\=\=
Waktu tidak terasa begitu cepat berlalu kini telah tiba waktunya Eva ujian akhir tingkat menengah atas.
Satu bulan ini Eva manfaatkan untuk belajar lebih giat lagi mengulang pelajaran lagi dari kelas sepuluh hingga dua belas sebab ujian akhir ini akan mengujikan kembali pelajaran dari awal masuk Sekolah hingga akhir tingkat kelas atau kelas dua belas.
Berusaha semaksimal mungkin tidak lupa di iringi doa dan tawakal.
Hasil akhir di serahkan pada yang kuasa sebab usaha tidak akan menghianati hasil apa yang kita usahakan itu pula yang akan kita dapat.
Jika usaha setengah setengah maka hasilnya juga akan setengah jika hasil maksimal maka harus berisaha ektra.
Pagi ini Eva sudah rapi dengan seragam Sekolah lengkap dengan atributnya.
Ujian kali ini terasa begitu mendebarkan ini akan menjadi bukti dari kesungguhan selama ini dengan hasil yang akan di dapatkan nanti.
"Rasanya kok deg deg kan banget ya kak, padahal aku sudah sering ujian atau bahkan olimpiade dan lomba lomba lainnya kenapa rasanya ini lebih cemas, coba kakak pegang tangan aku dingin rasanya. "
Karena cuma Efi yang Eva punya maka semua keluh kesah dia sampaikan pada Efi.
Mengungkapkan rasa gelisah menjelang ujian bahkan tangannya sekarang terasa dingin dan gemetaran takut nanti hasilnya kurang memuaskan atau mengecewakan.
"Tarik nafas buang, tarik nafas buang, gimana udah enakan.
Percaya sama kakak semuanya akan berjalan jangan lupa berdoa, berfikiran positif dan yang penting nanti fokus ya. "
Efi juga pernah berada di posisi itu, dia bisa maklum jika Eva mengeluhkan hal yang dulu pernah dia rasakan.
Jika dulu menjelang ujian dia hanya bisa diam sebab tidak mungkin bicara sama adiknya, Eva belum pernah berada di posisi itu tapi sekarang dia bisa bertindak bijak menenangkan sang adik.
"Pasti dulu kakak juga merasakan ini juga kan. "
__ADS_1
Eva bicara sambil melanjutkan sarapan dia harus mengisi tenaga buat ujian nanti biar bisa fokus kalau perut kosong fokus pun akan terganggu.
"Bahkan kakak dulu hanya bisa menahan sendiri beda sama kamu sekarang bisa cerita sama kakak, cepat habiskan sarapan kita berangkat bareng kakak mau belanja ke pasar "
Efi mencari alasan buat bisa menemani adiknya pergi Sekolah di tambah tidak ada teman buat jalan.
Selesai sarapan membereskan tapi tidak mencuci waktu yang tidak keburu dan bisa di kerjakan nanti siang saat pulang.
Mengunci pintu lalu mulai mengayunkan langkah biar cepat sampai.
Waktu ujian telat tiga puluh menit dari hari biasa memang itu sudah peraturan dari dulu.
"Kak aku Sekolah dulu doain lancar ujianya. "
Eva pamit duluan turun angkot tadi Efi mengantar sampai Sekolah setelah itu baru balik lagi ke pasar.
Padahal pasar lewat duluan baru Sekolah tapi bagi Efi tidak masalah.
"Iya pasti kakak akan doakan, yang fokus ujian jangan lupa berdoa. "
Angkot yang Efi tumpangi melaju balik lagi sebab Sekolah Eva merupakan rute terakhir dan tidak melanjutkan lagi pada daerah yang melewati Sekolah
Sampai kelas sudah ada Sandra dan Evan sudah duduk di bangku masing masing.
Eva duduk juga pada posisi yang sudah di tentukan dua hari yang lalu dia mendapatkan posisi antara Sandra dan Evan.
Eva masuk kelas dilihatnya tidak seperti biasa yang mana Sandra dan Evan diam saja fokus sama buku masing masing.
"Lo kayaknya senang ya Va kalau kita berdua ribut, teman lucknat. "
Jengah Sandra dia cuma lagi ingin fokus pada ujian yang akan diakan beberapa hari kedepan.
Tapi salah dia gitu kalau baikan sama Evan masa mau ribut terus.
"Bukan gitu rasa ada yang beda aja gitu kalau kalian pada diaman rasanya dunia ini damai. "
Sanggah Eva dia tidak mau menghilangkan mood Sandra pagi pagi.
"Kan damai itu indah Va. "
Sela Evan ikut menimpali ucapan Sandra dan Eva.
Apa dia mau dua temannya itu ribut terus, ribut itu butuh tenaga juga dan persiapan, iya persiapan siap bakal ada yang kalah nanti.
"Nah itu tau. "
__ADS_1
Balas Sandra seperti ikut membela Evan mereka ribut cuma sekedar adu mulut tidak lebih , ribut itu manambah bumbu bumbu pertemana agar tidak monoton.
Eva tidak bicara lagi dia ikut belajar juga walau sudah belajar di rumah tapi masih merasa kurang apa lagi melihat semua temannya belajar tapi dia tidak seolah dia seperti sudah pintar sekali dan tidak perlu belajar begitu fikirnya.
"Selamat pagi anak, sudah siap untuk ujian sebelum itu silahkan simpan bukunya dan jangan lupa berdoa. "
Pengawas ujian masuk membawa map berisikan kertas soal dan lembar jawaban yang masih kosong, (Kalau sudah diisi buat apa ujian lagi).
Pengawas mulai membagikan lembaran ujian satu persatu hingga mendapatkan semuanya tanpa ada yang terlewatkan.
Semuanya mengerjakan dengan tenang dan damai tidak ada yang lihat sana lihat sini, fokus mereka pada kertas di atas meja masing masing.
Dua jam berlalu begitu cepat sudah tiba saatnya mengumpulkan lagi kertas tadi dan siap untuk istirahat.
"Lembar jawaban tarok di atas meja saja cuma lembar soal yang di kumpulkan ke depan dan silahkan istirahat dulu sebelum ujian berikutnya. "
Dengan tertip keluar kelas dan tidak ribut arah tujuan mereka berbeda ada ke kantin, ada yang cuma duduk sambil belajar, ke toilet atau ke perpustakaan.
Eva melangkah menuju taman seperti biasa membawa buku pelajaran untuk mengingat materi lagi.
"Yang rajin mah beda, kemana mana bawa buku mulu. "
Ledek Sandra ikut duduk di samping Eva dan juga membawa buku lalu membuka juga tapi bukan sekedar di buka saja juga dibaca dan di pahami isinya.
"Yang iri mah gini, padahal juga bawa bawa buku. "
Sindir balik Eva melirik Sandra sekilas melanjutkan lagi membaca buku.
Mereka bisa menempatkan diri ada waktu serius dan bercanda.
Jangan sampai bentrok atau ke balik dimana saat serius di ajak becanda dan becanda di kira serius lalu berakhir ribut dan salah paham.
Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi Eva dan Sandra menuju kelas siap melanjutkan ujian kedua yang makan ini sedikit sulit dari ujian pertama tadi.
Fokus saat ini memang di butuhkan sekali.
Eva selama ujian tidak ada sedikit pun mengangkat kepala yang ada di kepalanya sekarang hasil ujian yang tidak mengecewakan baik untuk diri sendiri, kakaknya atau pihak Sekolah sebab dia sudah di cap sebagai murid cerdas di Sekolah apa lagi tentang berita dia yang mendapatkan beasiswa full itu membuat dia tidak bisa lupa diri.
\=\=\=\=\=\=
Semoga tetap suka dan selalu dukung ya
dengan cara like , rate, komen and vote.
Makasih.
__ADS_1
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
Tbc.