
Eva mulai tenang karena Kevin yang mengenggam terus tangan Eva,walau masih ada tersisa sedikit ketakutan dalam dirinya tapi Eva mencoba melawan.
Beruntung itu Kevin beneran terasa dari hangatnya sentuhan tangan kekar itu kalau tidak pasti Eva akan berteriak histeris lagi.
Eva terdiam dalam genggaman Kevin masih belum mengeluarkan suaranya setelah tau itu Kevin.
Tapi semua orang bisa bernafas lega karena Eva sudah tenang dan Efi bisa melihat langsung kalau rasa yang Kevin punya buat Eva begitu besar terbukti dengan bisa menenangkan Eva tadi teriak minta di lepaskan.
Air yang Eva minum tadi sudah bisa menyejukkan tenggorokan yang sempat mengering karena banyak teriak dan juga kurang dahaga karena sering berlari.
"Sayang!."
Panggil Kevin tidak mau membiarkan Eva terlalu lama diam bisa saja ingatan dia kembali pada kejadian tadi dan membuat Eva histeris balik.
Eva melihat Kevin intens seolah matanya mengatakan apakah kamu beneran Kevin,antara masih ragu atau harus percaya sama orang yang duduk sambil mengenggam tangannya.
"Ini aku beneran sayang,kamu jangan kwatir ya,jangan takut lagi aku akan jagain kamu.
Gimana habis dari sini kita jalan jalan kan udah beberapa hari kita ngak ketemu aku kangen tau sama kamu."
Kevin mencoba mengalihkan perhatian Eva supaya cepat lupa sama kejadian tadi.
Lebih baik itu di lakukan dari pada bertanya hal tadi dan membuat dia mengingat lagi bisa bukan histeris lagi tapi syok sama kejadian itu.
Tidak membahas hal itu adalah cara terbaik dan mencari topik lain yang membuat dia lupa jika pernah mengalami hal yang menyeramkan itu.
"Kita mau kemana?."
Tanggapan Eva sungguh sangat senang Kevin mendengarnya jadi secara tidak langsung Eva sudah mulai melupakan kejadian tadi.
"Kamu maunya kemana sayang? (Eva menggeleng sebab tidak tau mau kemana juga) gimana kalau kita ketemu mama ku dia udah lama mau bertemu kamu sayang."
Tidak mungkin Kevin mengajak Eva ke tempat rame dalam kondisi yang belum pulih bisa saja tiba tiba Eva teriak saat melihat orang banyak.
Kejadian yang menimpa Eva sekarang jauh lebih menakutkan dari yang dulu karena selain tempat itu menyeramkan dan juga tidak ada yang datang menolong dia seperti dulu yang pernah Evan lakukan pada dia.
"Vin buat beberapa hari ini Eva jangan di ajak keluar dulu ya biar dia istirahat di kos aja."
Efi tidak mau melepaskan adiknya keluar jika belum pulih bisa saja nanti histeris dan lari tidak tau kemana jadi buat mengantisipasi hal itu lebih baik berjaga jaga sebelum terjadi.
"Iya kak aku ngerti tapi aku akan datang tiap hari buat jaga Eva juga dan akan pulang jika udah malam aja."
Sebelum kejadian ini terjadi Kevin juga datang tiap hari kesana jadi tidak di kasih tau pasti semua orang sudah tau kebiasaan Kevin yang satu itu.
Mulai dari zaman masih mengejar cinta Eva hingga mendapatkan masih sama seperti dulu akan mendatangi Eva tiap hari.
__ADS_1
Jika ingin bertanya apa Kevin tidak bosan tiap hari datang ke kos Eva maka jawabnya sangat sederhana saja yang akan Kevin jawab yaitu apa kah makan kita pernah merasa bosan maka seperti itu juga jika Kevin mendatangi Eva kata bosan itu tidak ada.
Biarlah orang menganggap Kevin terlalu bucin tapi jika buat Eva jangankan kata bucin kata lebih dari bucin akan biasa saja bagi Kevin karena jika sudah melabuhkan hati pada seseorang makan tidak ada kata kata yang lebih pantas di ucapkan selain jangan pernah bosan dengan perhatian ku sebab kamu tidak akan mendapatkan selain dari aku.
"Va."
Panggil Sisi menoleh kebelakang melihat Eva.
"Pergi jangan mendekat."
Usir Eva mengibaskan tangannya ke arah Sisi yang seketika memasang wajah sedih.
Bagaimana bisa sahabatnya tidak mengenali dia juga dan takut melihat wajahnya.
Sedih sudah pasti tapi tidak bisa memaksakan kehendaknya sekarang dan memahami keadaan Eva yang belum stabil.
"Sepertinya Eva akan hanya tenang dekat lo Vin."
Sedari tadi Bastian hanya jadi pendengar setia saja tidak ikut bergabung sama perbincangan mereka yang bisa di bilang dia bingung juga mau bilang apa.
"Iyalah gue kan pacarnya kalau dia tenang sama lo baru di pertanyakan.
Kadang otak lo ngak sebesar badan lo Tian."
Balas Kevin iya memang Eva tenang karena dia jadi bukan jadi rahasia lagi tapi Tian saja yang aneh menyebut hal yang tidak penting.
Jelas Kevin perlahan seperti mengajarkan anak kecil belajar harus penuh kesabaran dan menguji iman.
"Sandra! dia ada di sini?."
Kenapa Eva bisa lupa sama Sisi sedangkan sama Sandra dia ingat mungkin karena Sandra sahabat Eva yang paling lama dan juga waktu hilang dulu dia masih ingat Sandra bahkan semua orang.
Apa sebegitu menakutkan kejadian yang Eva alami sendirian di dalam hutan itu hingga sedikit mempengaruhi jiwanya.
"Iya Sandra di sini di mobil satu lagi sampai kos akan bertemu."
Biar saja Eva mengingat secara perlahan tentang teman temannya tidak bisa terlalu di paksakan sebab sesuatu yang di lakukan secara terpaksa tidak akan berdampak baik.
"Vin aku capek."
Keluh Eva yang lupa jika masih ada kakaknya di samping tapi sejak tadi hanya bicara sama Kevin saja.
"Ya sudah kamu tidur aja sayang."
Mengambil bantal boneka lalu menarok di belakang kepala Eva agar bisa bersender dengan nyaman sebab tidak mungkin menyenderkan kepala Eva pada bahunya itu sangat tidak mungkin.
__ADS_1
Jika tadi menyentuh Eva secara berlebihan karena situasi genting tapi sekarang sudah beda lagi karena bisa mencari akal lain supaya tidak menyentuh Eva lebih.
"Tapi aku takut,nanti saat aku tidur kamu pergi."
Lirih Eva menolak bantal yang Kevin letakkan supaya dia tidak jadi tidur.
"Aku ngak akan pernah ninggalin kamu sayang jadi jangan cemas ya,sekarang tidur kamu pasti lelah."
Kevin mengusap kepala Eva pelan hingga Eva benar benar tidur setelah mendapat jawaban menenangkan dari Kevin.
Biar tak apa kalau hanya mengelus kepala saja itupun masih di batasi sama hijab yang Eva gunakan jadi mereka tidak bersentuhan secara langsung masih ada pembatas.
Setelah memastikan tertidur lelap Kevin memberhentikan usapannya di kepala Eva lalu membiarkan Efi yang merangkul bahu Eva sebab dia sudah sangat rindu menyentuh adiknya itu.
"Damai sekali kamu tidur dek,maafkan kakak yang lalai menjaga kamu.
Kakak akan lebih berhati hati lagi menjaga kamu dan akan memastikan kamu akan selalu baik baik saja."
Mengelus wajah Eva yang terlihat lelah dan sedikit kotor serta baju yang sangat berantakan tapi tidak memperlihatkan aurat sebab Eva masih memakai daleman.
"Sisi sedih deh Eva ngak ingat Sisi lagi."
Memasang wajah sedih saat Eva hanya mengingat Kevin dan Sandra saja.
"Emang begini yang harus kita terima Si tapi kita harus selalu berdoa agar Eva cepat pulih lagi dan ingat sama kita."
Efi juga sedih tapi harus bagaimana lagi musibah tidak bisa di hindari semua terjadi secara mendadak dan tanpa di sangka sangka.
\=\=\=\=\=
*Ada yang nanya Evan kemana thor karena sejak Eva lulus Evan juga ngak ada muncul lagi.
Menurut reader apa Evan di keluarkan lagi atau tetap di gantikan sama posisi Kevin tapi kalau Evan keluar nanti Eva yang akan bingung.
Aku sengaja hilangin sosok Evan di ganti sama Kevin karena dari awal aku mau pasangin mereka berdua oleh karena itu Evan ngak ada lagi kalau Evan di pasangin sama Eva kan mereka beda maka alam jadi kurang pas gitu .
Tapi sebenarnya di sini aku jadikan Kevin reinkarnasi Evan dan aku munculin sedikit kelebihan Evan pada diri Kevin.
Makasih atas masukannya tapi kalau mau Evan di munculin lagi akan aku usahakan tergantung respon reader juga.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Like Vote udah cukup kok apalagi komennya aku tunggu terus buat penyemangat.
MAKASIH
__ADS_1
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*
Tbc.