TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Bersiap dan Berangkat.


__ADS_3

Dirumah yang tampak asri dan sederhana itu dua kakak beradik itu lagi mempersiapkan keperluan mereka untuk berangkat menuju kota tempat Eva kuliah si ikuti Efi juga yang tidak mau membiarkan adiknya sendirian di kota besar itu.


Sebagai keluarga satu satunya Efi akan selalu bersama adiknya.


Bukan tidak percaya tapi ada rasa khwatir jika berjauhan dan lagi dia akan kesepian sendirian jika di rumah.


"Dek bawa barang yang di butuhkan jangan lupa ya nanti ketinggalan kita jauh ini kalau harus bolak balik. "


Dari kemarin selalu Efi ingatkan yang harus di bawa yaitu keperluan untuk kuliah itu yang paling penting.


"Iya kak, ini lagi di cek juga takut lupa. "


Memang benar mereka tidak mungkin bolak balik juga karena jarak yang jauh juga memakan biaya dan waktu serta tenaga.


Mulai memasukkan baju dalam tas, surat penting bahkan barang bawaan mereka agak banyak.


"Va kamu yakin mau kuliah disana ?. "


Evan dari tadi cuma memperhatikan Eva yang lagi membereskan barang bawaannya.


Acuh saja sama keberadaan Evan disana bukan tidak lihat tapi waktu dia lagi tidak banyak buat bicara sekarang.


"Iya lah Van, kalau tidak disana mau dimana lagi aku dapat beasiswa disana dan mau kuliah di tempat lain mana ada uang aku Van. "


Bisa kuliah saja sudah bersyukur mau milih juga sama saja tidak tau diri sebab orang lain saja harus susah payah mengumpulkan uang buat bisa kuliah.


"Tapi aku ngak bisa ikut kesana kuliah sama kamu Va, aku aku. "


Keluh Evan tidak bisa kuliah juga di tempat Eva sekarang dan sepertinya dia ada masalah yang sulit buat dia ungkapkan.


"Kenapa Van ? kamu lagi ada masalah. "


Tidak seperti biasa Evan seperti itu.


Bukannya bagus jika mereka bersama terus lalu alasan apa Evan tidak bisa ikut kali ini.


"Ngak Va tapi kamu akan tau nanti jika sudah waktunya dan waktu mendatang kita akan bertemu lagi. "


Jelas Evan belum bisa cerita sekarang ada waktunya nanti buat Eva tau semuanya.


"Tapi apa Van ? jangan buat aku penasaran. "


"Dek kamu bicara sama siapa kok dari tadi bicara terus. "


Teriak Efi dari kamar sebelah sebab bingung karena Eva bicara sendirian tanpa dirinya ajak bicara.


"Eh ngk kok kak, kakak salah dengar kali. "

__ADS_1


Alibi Eva tidak mungkin jujur kalau ada Evan bersama dia sekarang.


Iya kalau kakaknya lihat kalau tidak dia bilang apa nanti kan Evan bisa saja jahil tidak pada tempatnya.


ΒΆΒΆ


Hari yang di tunggu datang juga Eva sudah rapi siap berangkat menuju kota.


Pagi ini dia memilih waktu berangkat biar bisa melihat pemandangan selama di jalan kerena hari masih siang.


Mereka berangkat menggunakan bis umum dan juga membawa sedikit hasil kebun dia buat persiapan disana kalau sampai malam jadi tidak perlu keluar dulu buat beli makanan.


Duduk di kursi no dua membuat mereka dapat menikmati selama di perjalanan.


Jika lapar tinggal makan mereka membawa bekal dari rumah sebab jika menunggu bis berhenti istirahat akan lama.


Sepanjang jalan begitu indah dengan pemandangan yang begitu indah mulai dari hambaparan pesawahan, hutan sampai gedung gedung tinggi beraneka ragam.


"Dek kalau ngantuk tidur saja. "


Tawar Efi walau sebenarnya dia yang ngantuk.


"Aku belum ngantuk kak, lagi menikmati perjalanan ini.


Kalau kakak ngantuk tidur saja nanti kita gantian. "


Jika di dalam bis apa lagi itu perjalanan jauh kita harus gantian tidur karena kita tidak tau apa yang akan terjadi jika sama sama tidur sebab waspada itu bagus di bandingkan kecolongan nanti.


Setelah itu Efi tidur dengan boneka sebagai senderan kepala biar enak saat tidur.


Sedangkan Eva masih setia memandang keluar jendela dengan senyum manis yang terbit di bibir manis dia. Sampai tiba waktunya bis berhenti mengisi bahan bakar di sebuah pom bensin Eva melihat seseorang yang dia kenal.


"Eh itu bukannya , ah tapi ngak mungkin juga dia disini katanya kan dia waktu itu.


Pusing aku mikirin dia. "


Antara penasaran dan ragu dengan apa yang dia lihat barusan, itu tidak terlalu jelas dan juga itu muatahil dia berada disini ini sudah sangat jauh dari kampung dia.


Sedangkan di tempat yang sama di lokasi itu orang yang Eva lihat lagi bersama orang yang tidak Eva kenal sama sekali.


"Eh bro loe mau kuliah disana juga kan, awas kalau tidak gue hajar lo. "


Dia bicara sama temannya sambil menunggu antrian juga sama dengan Eva walau beda stan saja.


"Iya lah sama dengan lo kalau tidak mau dimana lagi.


Tapi kira kira disana ada banyak cewek cantik ngak ya. "

__ADS_1


Hayal dia kalau soal cewek paling cepat respon beda dengan dia malas berhadapan sama yang namanya cewek bikin ribet.


"Soal cewek aja lo tanggep, servis tu otak biar bener dikit. "


Keluh dia kenapa punya teman yang dia tau cuma cewek saja bukan pelajaran, itu namanya normal kali.


"Ye emang lo liat cewek acuh kayak ngak normal, kadang gue takut jalan sama lo tau ngak. "


"Takut kenapa ?. "


Heran lihat temannya bicara gitu bukan dia tidak suka sama cewek tapi mau cari yang pas di hati menerima apa adanya dan yang pasti tulus sama dia.


"Takut gue di sosor sama lo ha ha ha. "


Ledek dia paling suka jika sudah meledek teman sendiri.


Selama ini mereka selalu bersama pergi kemana saja bahkan seperti orang pacaran saja tapi untung sama sama cowok.


"Gue masih bisa bedakan mana cewek mana cowok kali. Yuk lanjutkan perjalanan. "


Giliran mereka sudah tiba dan bahan bakar sudah terisi full, arah mereka juga sama dengan Eva.


Di dalam bis Efi sudah bangun dari tidur saat bus mau melanjutkan perjalanan yang masih jauh lagi tadi saat berhenti hampir semua penumpang turun ada yang ke toilet, beli cemilan atau makanan bahkan cuma sekedar duduk saja.


"Gantian tidur dek kamu belum tidur dari tadi. "


Suruh Efi saat di rasa sudah cukup tidur selama tadi.


Dia tidak bisa tidur lama juga di dalam keadaan duduk tapi setidaknya bisa memejamkan mata sudah cukup.


"Iya kak bentar lagi. "


Masih kefikiran apa yang dia lihat tadi, tidak mungkin salah juga.


Kenapa dia ada disini ya, apa cuma mirip saja kali ya mungkin iya cuma mirip.


Sudah lah mungkin lebih baik aku tidur saja lagi dari pada memikirkan hal itu buat aku pusing saja.


Perlahan Eva menutup mata yang sudah ngantuk jika tadi bisa menahan tapi sekarang matanya tidak bisa di ajak kompromi lagi sudah lima wat tidak kuat lagi dan cuma tidur solusinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Dalam kelanjutan nanti akan masuk tokoh baru juga dan beberapa tokoh juga untuk melengkapi jalan cerita.


Selalu kasih dukungan dengan like, rate, komen and vote


Makasih

__ADS_1


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❀


Tbc.


__ADS_2