
Eva masuk rumah tidak lupa mengucapkan salam di lihat nya orang rumah lagi berada di dapur lagi masak buat makan malam,Eva buru menaruh tas ke kamar lalu balik lagi ke dapur buat bantu memasak.
"Udah sayang kamu mandi sana udah ini bentar lagi juga mau selesai."
Sarah menyuruh Eva mandi karena masakan juga hampir selesai dan juga sudah ada para asisten rumah tangga yang membantu mereka memasak.
"Ngak apa biar cepat juga selesainya."
Eva tetap mau membantu merasa tidak enak kalau hanya tidak melakukan apa pun dan juga itu tidak berat juga malah dia senang kalau ikut memasak bersama.
"Akhirnya selesai juga."
Menata makanan ke atas meja lengkap dengan segala alat makan serta tidak ketinggalan buah buahan.
"Sekarang kita mandi ini juga udah mau magrib."
Masuk kamar masing masing buat membersihkan diri serta shalat magrib.
Di kamar Eva langsung mandi serta ambil wudhu buat shalat saat keluar kamar mandi Eva di kejutkan sama sosok yang lagi duduk bersantai di atas ranjangnya.
Sosok itu duduk membelangi Eva dengan rambut panjangnya serta dengan baju putih.
Eva tidak bisa melihat wajah sosok itu tapi yang jelas Eva tidak bisa menebak siapa itu karena baru melihat juga serta biasanya cuma Evan yang suka nongol tiba tiba tapi kenapa sekarang berbeda.
"Kamu siapa?."
Eva mendekat ingin tau siapa itu dan berharap bukan hal yang membahayakan dia atau menakutkan karena kalau lagi kaget Eva akan reflek berteriak maka bisa di pastikan orang rumah akan mendengar suara dia.
"Kamu siapa?ngapain di kamar aku?."
Jarak mereka berdua kian dekat cuma tinggal beberapa meter lagi.
Dia masih diam duduk disana tanpa ada niat menjawab pertanyaan Eva atau menoleh.
Rasa penasaran Eva makin tinggi karena sudah sering menghadapi hal semacam itu jadi rasa takut itu tidak begitu terasa lagi.
Saat dia tak kunjung menoleh atau menjawab jarak Eva juga sudah dekat.
Eva mengangkat tangan buat menggapai dia tapi urung karena pintu kamar dia keburu terbuka.
"Kak Eva di tunggu di bawah buat makan bersama."
Nana yang datang karena kamar mereka bersebelahan jadi akan saling ingatkan jika mau turun ke bawah.
"Iya bentar lagi kakak turun."
Nana pergi dan Eva menoleh lagi tapi dia sudah tidak ada lagi duduk di sana.
"Hah kebiasaan belum juga tau udah pergi aja."
Eva buru buru buat shalat selesai shalat Eva turun ke bawah tidak lupa memakai kerudungnya buat menutupi kepala.
"Maaf lama ya akunya."
Mereka semua sudah berkumpul hanya menunggu yang belum turun dan tempat kakek biasa duduk makan di gantikan sama Salman karena dia sekarang yang lebih tua di antara mereka semua.
"Ngak apa kita maklum kalau perempuan mandi suka lama."
__ADS_1
Eva hanya bisa tersenyum malu padahal bukan mandi dia yang lama tapi ada sosok pengganggu yang memperlambat Eva turun.
Bukan cuma Eva yang terakhir masih ada Ken dan Rani yang belum turun.
Mereka semua makan tanpa ada suara hingga selesai,para perempuan membereskan piring kotor sisa makan dan langsung di cuci.
Kini mereka berkumpul di ruang keluarga dengan di temani cemilan yang sudah di buat tadi sore yaitu puding jagung.
"Semua aku mau bicara tentang hubungan aku sama Kevin."
Eva membuka suara karena ini moment yang pas buat bicara sebab semua orang lagi berkumpul.
"Mau bicara apa Va kayaknya ini serius."
Salman sudah bisa menebak apa yang akan Eva bicarakan tapi menunggu Eva bicara saja.
"Iya Ayah Kevin meminta pernikahan kami mau di langsungkan setelah kami wisuda,gimana menurut ayah?."
Salman menyuruh kedua kakak beradik itu memanggil dia ayah supaya mereka merasa punya ayah lagi sebab umur ayah Eva dengan Salman tidak jauh berbeda.
Semua orang yang mendengar Eva bicara cukup kaget merasa berita ini dadakan.
"Kenapa cepat sekali Va apa ngak bisa menunggu sebentar lagi?."
Yona cukup kaget juga mengenai rencana itu tapi tidak keberatan juga.
"Apa sudah di fikirkan lagi sayang,ini ngak ada yang maksa kan?."
Sarah juga buka suara karena setuju sama Yona karena bisa di bilang kecepatan.
"Ngak kok ini ngak kecepatan dan juga ngak ada yang maksa.
Lagian ngak baik hubungan ini terlalu lama tanpa ikatan halal apa lagi kami sering berdua hampir tiap hari."
Jelas Eva panjang lebar menjelaskan bahwa rencana ini sudah mereka fikirkan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.
Mereka semua mercerna penjelasan Eva yang ada benarnya karena hubungan mereka sudah lama dan juga mereka sudah bertunangan jadi tidak ada salahnya kalau segera di nikahkan.
"Baik ayah setuju nanti Eva kasih tau aja kapan mereka akan datang buat membahas lebih lanjut lagi."
Salman setuju sama Eva,mereka hampir tiap hari bersama jadi tidak baik terus bersama tanpa ikatan halal tidak baik juga di lihat orang
"Iya ayah nanti aku kabari lagi kapan mereka ke sini."
Senang selangkah demi selangkah sudah mulai mereka lewati menunggu waktu yang pas saja buat semuanya.
"Yah gue bakal di langkahin lagi."
David memasang wajah pura pura sedih bakal di langkahi Eva menikah.
"Itu derita lo bang."
Jawab mereka serentak merasa bahagia melihat wajah lesu David.
"Jahat."
Eva mengabari Kevin kalau keluarga dia sudah setuju hanya menunggu keluarga Kevin kapan bisa datang ke rumah.
__ADS_1
Di rumah Kevin selesai makan malam mereka juga berkumpul di ruang keluarga buat menghabiskan waktu bersama sebab siang hari mereka sibuk sama kegiatan masing masing.
"Pa ma Kevin sama Eva sudah membicarakan tentang pernikahan kami dan rencananya setelah kami wisuda,gimana menurut papa dan mama?."
Mama Kevin senang mendengar kabar yang di bilang Kevin ini yang dia tunggu tunggu akhirnya di bahas juga sebelum dia ingatkan.
"Mama setuju aja gimana baiknya,gimana menurut papa?."
Meminta pendapat papa Kevin karena semua harus setuju baru di bahas lebih lanjut.
"Papa setuju aja ma yang penting mereka tidak terpaksa atau di paksa, karena ini pernikahan mereka jadi yang terpenting mereka berdua harus siap dulu."
Papa Kevin setuju saja selama anaknya sudah siap buat membina rumah tangga dan juga kalau soal materi Kevin sudah siap maka tidak ada yang perlu di cemaskan lagi.
"Tunggu bentar Eva chat."
Membaca chat Eva dan Kevin tersenyum karena keluarga Eva juga setuju jadi satu jalan sudah terbuka buat mereka melangkah.
"Eva bilang keluarga nya udah setuju menunggu kita kapan bisa datang aka buat membahas kapan acaranya akan di laksanakan."
Memberi tau kalau keluarga Eva juga sudah setuju.
"Bilang sama Eva dan keluarga nya kita akan datang minggu besok."
Sekarang hari Kamis berarti dua hari lagi mereka akan kumpul keluarga buat membahas tentang pernikahan Kevin Eva.
"Iya sayang lebih cepat lebih baik kan,mama udah ngak sabar buat punya mantu apa lagi Eva baik juga pintar masak jadi di rumah mama akan ada teman."
"Tapi setelah nikah aku udah izinkan Eva buat kerja ma."
Mama Kevin langsung cemberut mendengar ucapan Kevin padahal dia sudah membayangkan punya anak perempuan lagi yang bisa di ajak ngobrol,masak bersama,pergi ke salon atau belanja tapi angan dia seketika hilang begitu saja.
"Kenapa di izinkan kerja sayang,emang kamu ngak sanggup nafkahi Eva sampai harus ikut kerja juga."
Tidak habis fikir sama Kevin masa nanti istri sendiri di biarkan bekerja padahal usaha Kevin saja sudah bisa buat menghisupi mereka berdua setelah menikah.
"Aku ngak tega ma harus liat wajah sedih dia kalau di larang kerja,waktu di suruh berhenti kerja di caffe aja susah sekali.
Lagian ngak semua cewek suka di rumah aja dan juga per cuma dia kuliah kalau ngak di manfaatkan.
Aku ngak mau mengekang Eva dan kami sudah sepakat kalau Eva akan berhenti kerja kalau udah ada Kevin junior."
Jelas Kevin dia ingin membebaskan Eva memilih apa yang di suka selama itu baik dan aman serta masih berada dalam pengawasan Kevin nanti.
"Ya udah deh kali ini mama ngalah tapi jangan pernah berfikir buat pindah dari sini,cukup kakak kamu aja yang ikut suami kamu jangan ikutan ya sayang."
Kalau Kevin ikut pindah rumah maka rumah sebesar itu akan terasa sepi di tambah kalau papanya ke kantor.
"Dan juga kamu harus segera buat Eva hamil supaya mama ada teman di rumah."
Pesan mama Kevin dan juga tidak mau Eva kerja yang akan membuat badan capek.
Buat apa punya suami kaya kalau harus ikut kerja,dulu mama Kevin juga kerja setelah nikah sebab tidak ada kegiatan buat mengisi waktu sambil menunggu suami pulang kerja.
Kevin setuju dia juga mau pas pulang kerja sudah ada istri yang menunggu di rumah apa lagi kalau sudah punya anak akan ada yang menanggil daddy menyambut dia pulang kerja.
Membayangkan saja Kevin sudah bahagia apa lagi nanti semua sudah terwujud maka lengkap sudah ke bahagiaan yang dia impikan selama ini.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.