
Rasa kaget itu tidak bisa Eva sembunyikan saat sebuah kepala menyembul dari arah luar jendela.
Kaget bukan takut ya karena Eva belum lihat itu kepala punya siapa.
"Untung aku udah biasa sama yang kayak gini,jadi ngak perlu terlalu kaget saat mengalami ini."
Mengusap dada pelan karena irama jantung bekerja cepat dari biasanya.
Mulut Eva terkunci hanya mengeluarkan suara sedikit saja hingga tidak sampai membangunkan Sandra yang lagi tertidur.
Eva membuka jendela lagi buat memastikan siapa itu.
Hingga dia bisa melihat dia lagi berdiri dengan jarak dekat sama Eva.
"Kamu!."
Tunjuk Eva tepat berada di depan wajah itu untung tidak sampai kena juga.
"Iya aku,kenapa?kaget atau apa?."
Balas dia santai seolah tidak ada masalah yang pernah terjadi di antara ke duanya.
Eva kaget karena tiba tiba dia menemui Eva setelah sekian lama tidak pernah muncul lagi tapi kini datang dengan wajah tanpa dosanya.
Iya lah tanpa dosa diakan bukan manusia yang tidak pernah lepas dari yang nama salah dan khilaf.
"Udahlah aku ngak mau liat atau bicara sama kamu."
Eva menutup kembali jendela lalu melangkah menuju ranjang buat melanjutkan tidur yang terganggu tadi.
"Tapi aku mau."
Berjalan di samping Eva dengan santai mengikuti langkah Eva.
Eva diam tidak mau menjawab dan juga ada Sandra di sana yang akan bisa mendengar Eva bicara namun tidak melihat lawan bicara Eva,kan bisa gawat nanti malah di sangka gila lagi.
"Kenapa ngak di jawab?udah mulai bisu atau malas bicara."
Pasti dia tidak tau kalau di dalam kamar itu bukan Eva sendiri karena dia belum melihat ke arah ranjang kalau ada orang yang lagi tidur di sana.
"Tuh."
Tunjuk Eva ke arah ranjang hingga dia mengerti apa kenapa Eva diam tidak menjawab ucapan dia.
"Aku rindu."
Ucap dia singkat mengikuti Eva duduk di sofa agak jauh dari ranjang.
"Aku ngak."
Balas Eva sinis,tidak itu memiliki banyak arti kalau di jabarkan.
Tapi tidak mau menjelaskan maksud kata tidak itu biar dia sendiri yang menerka arti kata tidak itu.
"Jauh jauh aku kesini malah di cuekin."
__ADS_1
Memasang wajah pura sedih biar Eva simpati tapi nyatanya tidak juga.
"Aku ngak nyuruh kamu ke sini kalau jauh dan juga siapa yang mau bertemu kamu."
Bukan itu jawaban yang dia mau tapi juga tidak bisa menolak sebab memang benar apa kata Eva kalau tidak ada yang menyuruh dia datang ke sana.
"Iya kamu benar,aku pergi."
Setelah kata itu terlontar dia menghilang dari pandangan Eva meninggalkan Eva duduk sendiri do sofa itu dengan melirik ke arah jendela.
"Bohong kalau aku ngak rindu."
Lirih Eva hampir tidak terdengar tapi Eva salah suara itu malah menyaut.
"Iya aku tau."
Bisik dia tepat depan telinga hingga Eva terlonjak kaget dia datang tiba tiba jarak dekat.
"Emang ya makhluk seperti dia suka seenak hatinya aja.
Beruntung aku ngak punya penyakit riwayat jantung kalau ngak udah nginap di UGD aku.
Orang nginap minimal di hotel malah aku nginap di rumah sakit."
Mengusap dada buat ke dua kalinya karena kaget.
Setelah di buat spot jantung dia tidak terlihat batang hidungnya.
Ingin rasanya Eva timpuk saat itu juga atau teriak tapi takut seisi rumah mendatangi kamarnya dan Eva akan jawab apa saat di tanya nanti.
Awas kamu kalau bertemu lagi,aku balas."
Eva beranjak menuju ranjang melanjutkan tidur tidak peduli lagi sama kejadian tadi baginya sekarang tidak begitu berpengaruh juga.
Kejadian seperti itu membuat Eva semakin kuat dalam setiap yang akan dia alami.
Kadang di balik itu semua Eva tidak pernah menyesal mengalami itu sebab dengan ada hal ini membuat dia jadi Eva yang lebih kuat lagi serta mengasah mental.
Memejamkan mata melanjutkan mimpi yang tertunda tadi atau mengarungi mimpi yang baru,entah tidak tau juga yang jelas tidur pilihan terbaik sekarang.
"Emang selama ini apa yang bisa kamu balas,palingan juga akan terjebak lagi."
Ternyata dia tidak pergi dari kamar Eva,hanya bilang dari pandangan Eva saja agar membiarkan Eva istirahat sebab sudah sangat larut buat di ajak bicara.
"Kamu masih sama seperti dulu,ngak pernah berubah ya walau sudah lama aku tinggal.
Kenapa mereka masih suka mengganggu kamu sih.
Keliatan kalau mereka ngak pemberani saat aku ngak ada mereka berani bergerak."
Duduk di sisi ranjang yang kosong sambil memperhatikan wajah tenang Eva lagi tidur.
Lalu sebuah gerakan di samping Eva mengalihkan pandangan dia pada apa yang ada di samping Eva.
Seorang gadis yang dulu berama Eva di Sekolah dulu.
__ADS_1
Bukan sama Eva saja juga sama dia dulu dan lebih tepatnya teman debat dia dulu,walau yang mereka debatkan tidak ada guna yang jelas membuat kelas bising kala itu.
"Hey kamu kenapa ada di sini juga sekarang,ngukutin Eva ya atau kamu ngak bisa jauh dari Eva juga.
Ngak rindu aku apa?ngak rindu kita berdebat lagi apa?ngak rindu kita aku mulut lagi?ngak rindu mendebatkan hal yang tidak penting?."
Dia dapat melihat orang yang lagi tidur di samping Eva sangat jelas orang itu yang dulu suka merecoki dia.
Ah jika mengenang masa itu ingin rasanya dia kembali dan tidak mau waktu berlanjut.
Ke dua temannya itu sudah tampak jauh berbeda dari waktu dulu bahkan jika di lihat dari wajah sudah jelas lebih cantik sekarang.
"Apa kita bisa mengulang masa itu lagi atau kamu masih ingat ngak sama aku.
Aku rasanya kamu pasti sudah lupa sama aku kan?."
"Andai waktu itu aku ngak ada kepentingan mendadak mungkin sekarang kita ngak akan ada jarak seperti ini.
Apa aku datang lagi ya?tapi gimana caranya.
Kenapa tiba tiba otak ku jadi lemot gini."
Mengusap kepala yang merasa otaknya berjalan lambat.
Apa ada pengaruh karena sudah lama otaknya tidak pernah di gunakan buat hal macam ini.
Bahkan dia tidak menyangka akan bisa kembali dalam waktu dekat kalau di terka menggunakan perjalanan waktu dunia dia yang berjalan lambat.
Dia berdiri menjauh dari tempat kedua gadis itu tertidur hingga kian lama langkah dia sudah makin jauh lalu benar benar pergi dari sana.
Beberapa saat kemudian suasana di sana hening tidak ada suara sama sekali hanya sunyi dan dentingan jarum jam dindind menghiasi kamar itu.
Hingga sebuah suara terdengar di salah satu sudut kamar itu.
"Kamu datang bukan berarti bisa menghalangi segalanya.
Jika bisa seperti dulu maka buktikan."
\=\=\=\=\=\=
*Ini up terpendek buat bulan ini,maaf telat up seharusnya tengah malam tadi.
Komen apa atuh buat semangatin atau mau tau ngak author orang mana hhmm jangan jangan udah pada tau ya author orang mana.
jangan lupa
like
Komen
vote
Makasih
I LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤😍😘😙😗🤗*
__ADS_1
Tbc.