TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Berita Bahagia


__ADS_3

Eva terus melangkah menuju rumah dia sudah sabar memberitahu kabar bahagia hari ini yang dia dapatkan bahkan kabar itu bukan satu melainkan dua sekali gus rasanya itu sebuah mimpi bagi dia, selama ini dia tidak pernah membayangkan akan mendapatkan itu tidak perlu usaha ektra seperti mencari tahu sendiri, pergi ke tempat yang menyediakan semua itu tapi dia dapatkan melalui usaha yang ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan.


Sampai rumah keadaan sepi tidak ada orang disana wajah Eva tampak murung padahal dia mau memberitahu langsung saat sampai rumah tapi malah ketunda juga.


"Yah kakak mana kok ngak ada. "


Keluh Eva masuk rumah lalu mengganti pakaian lalu pergi kedapur buat minum .


Lalu dia pergi ke ruang tengah buat istirahat sambil menunggu kakaknya balik lagi sambil memegang amplop itu yang tidak lepas dari gengamannya.


"Tunggu dulu siapa tau cuma keluar sebentar. "


Membolak balikkan amplop itu sambil tersenyum.


Dulu dia pernah berfikir apa bisa melanjutkan Sekolah menimal tingkat atas mengingat biaya yang mahal dan juga tanpa ada bantuan dari orang lain tapi sekarang semua dia dapatkan lebih dari apa yang dia bayangkan.


Tamat tingkat atas saja sudah bersyukur sekali apa lagi sekarang dia malah dapatkan di luar fikirannya, tidak sia sia belajar giat selama ini bahkan harus kurang istirahat demi belajar dan sekarang dia sudah mulai mendapatkan hasilnya dan itu nyata adanya.


"Sudah pulang dek, syukurlah kamu pulang dengan selamat. "


Efi masuk rumah dan adiknya sudah ada dalam keadaan utuh tanpa ada luka sedikit pun.


Menghampiri Eva yang sedang duduk dengan tersenyum, senang sudah ada teman lagi, kalau soal lomba dia tidak terlalu berharap banyak yang penting adiknya balik dengan selamat.


"Iya kak baru juga sampai ini. "


Ikut tersenyum rasa lelah dalam perjalanan sehari ini hilang sudah melihat senyum damai kakaknya.


Bahagia itu sederhana dengan melihat senyum damai itu setiap saat sudah lebih dari cukup sebab itu sangat berarti menandakan semuanya baik baik saja.


"Gimana capek ya habis jalan jauh, kakak sepi tau ngak ada kamu di rumah ada kurang aja gitu. "


Keluh Efi pada adiknya ikut duduk di samping sejajar sambil senderan.


"Iya kak capek banget apa lagi acara kemarin selesai sore tapi pagi pagi udah balik lagi.Aku ada kabar bahagia buat kakak. "


Eva ingat harus memberitahu kabar bahagia yang dia bawa pulang.


"Apa itu kamu menang lomba ?. "


Antusias Efi apa yang akan adiknya sampaikan.


"Kalau itu sudah pasti kak, Eva gitu pasti menang.

__ADS_1


Tapi ini ada satu lagi kak. "


Eva menyombongkan diri atas kemenangannya tapi dia lihatkan cuma pada kakaknya saja bukan pada orang lain sebab itu sama saja dengan sombong dan ingin di puji.


"Kalau itu kakak juga sudah bisa tebak kamu pasti menang. "


Memang selama ikut lomba Eva selalu membawa kemenangan pulang bukan tanpa alasan tapi memang dia terbilang pintar dan teliti dalam setiap apa yang dia lakukan.


"Tapi ini kak. "


Menyerahkan amplop yang dia pegang dari tadi pada kakaknya dan Efi menerima dengan kening berkerut penasaran sama isi amplop itu.


"Apa ini?. "


"Itu amplop kak dan isinya kertas. "


Jawab nyeleneh Eva pada kakaknya, masa masih ditanya apa itu padahal sudah tau amplop, anak SD juga tau itu.


"Kakak juga tau ini amplop tapi isinya apa, ngak aneh aneh kan ?. "


Lama banget tinggal buka, baca lalu akan tau isinya apa.


"Kebanyakan tanya kakak ini, buka lalu baca maka akan tau apa isinya. "


Titah Eva gemas sama tingkah kakaknya itu, tinggal buka kan gampang kenapa banyak tanya.


Sungguh dia sangat bahagia sekali rasanya seperti mimpi tapi jika mimpi dia tidak mau bangun, ini terasa indah buat di tinggalkan begitu saja.


"Ini beneran dek, kamu dapat beasiswa full buat kuliah ? Ah kakak bahagia sekali akhirnya kamu bisa kuliah untuk mencapai cita cita kamu selama ini. Selamat ya. "


Eva hanya menganggukkan kepala bahwa semua itu benar dan Efi memeluk Eva erat karena bahagia, biar dia putus Sekolah sampai tingkat atas tapi jangan adiknya juga sebab hidup makin ke depan makin sulit dari sekarang.


"Iya kak aku senang sekali bisa kuliah bahkan kalau full gini kakak ngak perlu capek lagi kerja buat Sekolah aku, tapi. "


Eva bingung tidak mau meninggalkan kakaknya sendiri di rumah jika dia kuliah ke kota karena beasiswa yang dia dapatkan di UI jauh sekali dari kampung.


"Tapi apa, apa ada yang salah ?. "


Bingung Efi dengan ucapan tidak sampai Eva apa lagi yang dia bingungkan bahwa dia bisa melanjutkan Sekolah hingga perguruan tinggi.


Semua orang pengen kuliah termasuk dirinya tapi apa mau di kata takdir tidak berpihak pada dia malah pada adiknya.


Ada orang mencari beasiswa kesana kemari tapi tidak kunjung dapat sebab untuk mendapatkan butuh proses dan syarat tertentu juga.

__ADS_1


Nah dia sekarang hal yang tidak pernah di bayangkan malah datang sendiri tanpa perlu di jemput.


"Kalau aku kuliah di kota terus kakak sama siapa dirumah kan ngak ada temannya. "


Sedih Eva meninggalkan kakaknya sendirian sebab selama ini mereka selalu bersama berpisah pun cuma sebentar seperti Eva pergi lomba.


"Kamu tenang saja kakak akan ikut kamu, kan bisa cari kerja apa saja disana nanti, ok. "


Efi juga tidak mau membiarkan adeknya sendirian di kota besar tanpa tau siapa disana cukup bahaya juga dan yang jelas dia tidak akan tenang melepas pergi sendiri.


"Beneran kakak ikut tapi bagaimana dengan rumah kalau kita pergi semua. "


Tidak mungkin kosong juga tapi jika tidak ada cara lain harus terpaksa di tinggalkan dan orang tua mereka pasti akan mengerti juga.


"Ngak apa kok, kakak bisa pulang jika libur kerja. "


Lebih baik meninggalkan rumah sejuta kenangan itu untuk sementara waktu dari pada membiarkan adiknya pergi sendiri dan jika hal buruk terjadi malah yang tinggal sejuta penyesalan.


(Sebab yang datang di akhir namanya penyesalan kalau di awal namanya pendaftaran atau resepsionis). 🆗


"Iya kak makasih sudah mau menemani aku kemana saja. "


Girang Eva jadi nanti saat kuliah tidak akan kesepian dan merindukan kakaknya.


Akan lebih baik mereka selalu bersama dan saling melindungi satu sama lain.


"Iya, kakak mau masak dulu udah mau sore. "


Melangkah ke dapur buat makan malam meninggalkan Eva sendirian tapi tidak sendiri juga sudah ada makhluk jail yang datang.


"Oh jadi tadi ngak mau ngasih tau itu kabar bahagia ini, selamat ya. "


Evan sudah ada dari tadi dia juga penasaran apa isi amplop itu sampai Eva tidak mau memberitahu tadi.


Mungkin dia mau kakaknya jadi orang pertama yang tau kabar bahagia itu begitu fikir Evan.


\=\=\=\=


Mampir ke cerita baru author ya


jangan lupa juga like rate komen and vote


Makasih

__ADS_1


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tbc.


__ADS_2