TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Calon Mantu.


__ADS_3

Selesai membahas tentang perihal menyangkut Efi dan Renal,para perempuan pergi ke dapur buat memasak makan siang buat mereka semua.


Dan lebih tepatnya di kerjakan oleh yang lebih muda dan juga anak Ibu Marta yang baru pulang bernama Kesyi yang usianya sama dengan Eva.


Lagi asik memasak hp Eva berdering di lihatnya Kevin lah yang menghubungi dia,lalu Eva beranjak dari sana buat mengangkat dulu panggilan itu.


"Assalamu'alaikum sayang ada apa?."


"Wa'alaikumsalam kalau nelfon pacar sendiri harus ada apa apa dulu ya?."


"Bukan gitu juga,gitu aja kesal.Kenapa?."


"Jalan yuk bosan di rumah sayang."


"Bisa sih tapi ngak sekarang,aku lagi kumpul sama yang lain nih buat makan siang bersama,kalau mau kesini aja aku sharelock deh."


"Ya udah aku berangkat,tunggu ya bye sayang love you assalamu'alaikum."


"Iya hati hati love you too wa'alaikumsalam."


Panggilan berakhir Eva mengirim lokasi dia sama Kevin lalu bergabung lagi sama yang lain.


"Siapa Va,babangnya ya?."


Tanya Sisi penasaran sama siapa Eva telfonan tanpa di jawab saja sudah pasti tau jawabannya.


"Iya ngajak jalan,aku suruh kesini aja jemput."


Jawab Eva membantu yang lain dengan masakan yang hampir selesai.


\=\=


"Mau kemana lo Vin?."


Bastian datang ke rumah Kevin di lihatnya Kevin sudah rapi siap siap akan pergi.


"Nemuin Eva di rumah tantenya."


Balas Kevin siap beranjak masuk ke dalam mobilnya.


"Dimana kok gue ngak tau."


Heran Bastian belum tau jalan cerita tentang Eva.


"Kepo amat lo,emang lo siapa dia harus tau segala.Di jalan xx,bye gue pergi."


Pamit Kevin melajukan mobil menuju alamat yang Eva beri tadi dan ternyata Bastian ngikutin dari belakang.


"Ini kayak jalan ke rumah bebeb gue,apa mungkin sama ya."


Bastian masih bingung dengan jalan yang di lewati itu sama dengan alamat Sisi.


Beberapa saat Kevin sampai di alamat yang Eva kasih di susul mobil Kevin dari belakang.


"Lo ngapain ikutin gue sampai sini,mau jadi obat nyamuk."


Heran Kevin saat turun mobil ternyata Bastian ada juga di belakangnya.


"Siapa yang ngikutin lo,gue kesini mau ke rumah Sisi,tuh rumahnya."


Tunjuk Bastian pada rumah yang di depan mereka berdiri.


"Kok bisa sama alamatnya?."


Tanya Kevin mendapat gelengan kepala dari Bastian,dia juga tidak tau kenapa sama.


"Permisi pak,Sisi nya ada?."


Tanya Bastian pada satpam penjaga rumah orang tua Sisi.


"Maaf den non Sisi lagi ada di rumah depan."


Kasih tau pak satpam menunjuk rumah depan yang ternyata rumah yang akan di tuju Kevin.


"Makasih pak,yuk Vin."


Ajak Bastian menuju rumah itu hingga satpam penjaga membuka pintu menyuruh keduanya masuk.


Tok...


Tok....


Tok...

__ADS_1


"Iya cari siapa?."


Tanya Yona yang membuka pintu,Yona belum kenal mereka berdua.


"Assalamu'alaikum tante aku Kevin,Eva nya ada tante?."


Tanya Kevin sopan menyalami Yona di ikuti Bastian bergantian.


"Wa'alaikumsalam oh mencari Eva,mari masuk Eva ada di dalam."


Mengajak keduanya masuk ke dalam dengan disana hanya para orang tua lagi berkumpul.


"Silahkan duduk tante panggilkan dulu Eva nya."


Yona menuju dapur memberi Eva jika ada yang datang mencarinya.


"Nak Kevin kamu kesini,mau ketemu Eva ya? tunggu saja bentar lagi dia selesai masak kita makan bareng duku."


Marta datang dari kamar di lihatnya Kevin lagi ada di sana juga.


"Iya tante."


Jawab Kevin singkat masih bingung dengan orang yang rame lagi berkumpul disana.


"Kevin ini siapa Marta,kamu kenal juga?."


Tanya kakek yang belum pernah juga bertemu Kevin.


"Ya kenal lah pa,dia kan calon mantu juga."


Jelas Marta pada semua orang yang ada disana.


"Pacar Eva,ternyata pintar sekali cari pendamping semua pada tampan,lalu yang satunya lagi siapa?."


Tanya kakek memandang Bastian yang duduk di samping Kevin.


"Kenalkan saya Bastian,pacarnya Sisi."


Sopan Bastian membuat semua orang disana terdiam apa lagi orang tua Sisi yang tidak tau kalau anaknya sudah punya pacar juga.


"Beruntung sekali kita hari ini di datangi para calon mantu."


Ucap Salman senang di datangi calon mantu mereka semua.


"Iya cuma kamu Dav yang jomblo disini, ngak malu sama adik mu yang sudah punya gandengan."


"Aku tinggal pilih aja banyak yang mau kok tante,hanya saja ngak ada yang cocok."


Bela David tidak mau di rendahkan lagi hanya karena status jomblonya itu,ngenes amat kalau berada di posisi sekarang.


Mereka terus ngobrol sambil menunggu masakan selesai,membahas tentang hubungan anak anak mereka,perihal sudah lama menjalani hubungan sampai menanyakan masih kuliah atau sudah kerja.


Mereka terus bertanya seperti orang mau masuk kerja banyak pertanyaan yang mereka lontarkan sampai ejekan itu balik lagi pada David.


Sedangkan Yona yang dari dapur tadi balik sendiri tanpa Eva bersamanya ikut bergabung lagi dengan membawa minuman buat tamu yang baru datang tadi.


"Kakek semuanya masakan sudah selesai mari kita makan dulu,nanti lanjut lagi ngobrolnya."


Efi datang mengajak semua orang makan bersama,di atas meja sudah tersaji segala jenis makanan yang mereka masak tadi,jangan tanya apakah muat atau tidak semua orang karena di rumah kakek memiliki meja makan yang besar untuk semua anggota keluarga yang sering berkumpul.


"Kayaknya enak semua masakannya."


Timpal David duduk di kursi di samping Salman Papanya.


Mereka duduk bersama sama pasangan masing masing hanya dan terpaksa David bersama adiknya biar tidak kelihatan jomblonya.


"Andai aja Efi bukan saudara gue,pasti bakal gue tikung buat jadikan istri."


Goda David melirik Renal yang duduk tenang di samping Efi bahkan tidak terpengaruh sama ucapan David.


"Iya dan itu cuma dalam mimpi lo."


Balas Renal sengit sebenarnya kesal tapi tetap berusaha tenang toh semua itu tidak akan pernah terjadi.


"Sudah makan dulu,nanti lagi debatnya."


Lerai kakek menghentikan perdebatan yang tidak ada gunanya.


Hingga semua mulai mengambil makanan buat pasangan masing masing membuat wajah Davis kesal.


"Yang jomblo ambil sendiri."


Sindir Renal memandang David yang masih diam belum mengambil makanan buat dia.

__ADS_1


"Sabar bang ingat hari pembalasan itu pasti datang,akan ada pelangi setelah hujan bang kalau iya hujannya reda kalau ngak ya kebanjiran."


Kekeh Kesyi bukannya menyemangati abangnya malah ikutan menjatuhkan padahal kata Pertama sudah di bikin terbang lalu di jatuhkan,sakit yang tidak berdarah.


"Ku menangis membayangkan betapa sedihnya hati anak ku yang malang,mendapatkan dukungan lalu di jatuhkan,sabar bang harap maklum."


Marta sedikit bernyanyi mewakilkan perasaan David tapi bukannya senang malah makin kesal.


"Makasih ma,udah jatoh di timpa tangga.Nanti aku mau tes DNA deh ke rumah sakit."


Ucap dramatis David di buat serius mungkin.


"Ngapain tes DNA?."


Tanya Salman heran sama ucapan putra sulungnya itu.


"Takut aku anak pungut pa,yang dapat di pinggir emperan toko. "


David mengambil makanan lalu makan dengan tenang setelah mengucapkan itu seolah barusan tidak lagi bicara.


"Ngak usah di tes Dav takut kamu kecewa nanti,kalau terbuktipun kamu masih boleh tinggal di sini kok sebagai tukang kebun."


Timpal tante Yona pada ponakannya itu,ada ada saja pemikiran dangkal ponakannya mana ada anak pungut.


"Udah kalian ini ngomongin apa?kalian itu semua sama, sama sama anak pungut puas."


Lerai kakek terganggu makan sama ocehan tidak bermutu itu,jika tidak ada bahan debatan mungkin garing kali.


Semua terdiam melanjutkan acara makan siang yang sedikit terganggu tadi.Selesai makan semuanya beranjak lagi menuju ruang keluarga cuma para Bibi yang membereskan meja makan.


Dan untuk pasangan muda mudi memilih taman belakang buat berkumpul sama pasangan mereka.


"Sejak kapan kalian berdua jadikan?."


Tanya Eva melihat Bastian yang nempel pada Sisi bahkan bisa di bilang kayak cicak ketemu dinding nempel mulu.


"Baru semalam."


Jawab singkat Bastian cuek yang masih menempeli Sisi hingga membuat Sisi risih di pandangi mereka yang ada disana.


"Baru pacaran aja udah nempel gitu,gimana sudah lama nanti.Geser dari adik gue belum nikah juga."


Renal memberi jarak antara adiknya dan Bastian membuat Bastian memberengut kesal melepaskan Sisi.


"Iya iya yang bentar lagi nikah mah bebas."


Kesal Bastian pada Renal,padahal dia tidak melakukan apa apa sama Sisi hanya nempelin saja sudah marah.


"Iri bilang bos."


Balas Renal duduk mendekat sama Efi yang lain geleng geleng kepala melihat tingkah dua laki laki itu.


"Kalau gue mau,bisa juga nikahin Sisi termasuk ngelangkahin lo bang."


Itu hanya perdebatan bukan pertikaian yang tidak akan ada ujungnya.


"Cih kayak lo akan di restui aja sama adek gue."


Sindir Renal ingin membuat lawan dia itu kalau dan tidak mungkin juga dia akan kalah sama anak kecil begitu fikir Renal.


"Udah Re ngapain debat ngak penting gitu."


Lerai Efi mulai jengah melihat mereka berdua,jika tidak di berhentikan akan berlangsung lama.


"Sayang jalan yuk,kamana gitu yang penting tidak lihat mereka yang ngak jelas gini."


Ajak Kevin yang di balas anggukan Eva,mereka berdua beranjak dari sana meninggalkan empat orang itu.


"Siapa yang lo bilang ngak jelas."


Teriak Bastian yang di hiraukan Kevin terus masuk ke dalam buat minta izin membawa Eva pergi dari pada pusing disana.


Perdebatan tidak akan selesai jika tidak ada salah satu dari mereka yang mengalah dan akan terus berlanjut sampai mereka merasa sama sama capek dan berhenti sendiri.


Keluarga adalah segalanya,keluarga sumber kebahagian,keluarga tempat kita berbagi cerita,keluarga orang yang paling peka tentang apa yang kita rasakan tanpa keluarga kita tidak akan pernah tau apa itu dunia.


Dan keluarga juga yang mengajarkan kita banyak hal serta keluarga yang orang pertama mengajak kita bicara dan keluarga yang tidak akan pernah meninggalkan kita sebab keluarga tempat kita akan pulang.


Baik buruk kita keluarga lah yang tau,semua kebaikan tentang kita akan selalu mereka bicarakan pada semua orang tapi kejelekan kita keluarga tutupi dari semua orang.


LOVE FAMILY😍💖💑💏


\=\=\=\=\=

__ADS_1


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tbc.


__ADS_2