TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Sarapan Spesial.


__ADS_3

Jam pulang kerja Eva sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang tadi sempat di tinggal walau tadi Kevin sudah bilang kalau sudah di gantikan sama teman lain dia juga tidak enak hati jika ada orang lain yang menggantikan dia selagi masih bisa sendiri.


Eva cuma berharap tidak akan ada yang tau mengenai hubungan dia sama Kevin takut nanti ada yang segan atau hormat karena dia kekasih bos mereka.


Biar semua seperti biasa tidak ada yang spesial di diri Eva.


"Ah akhirnya selesai juga kerjaan ku, balik dulu juga badan ku sudah capek. "


Mengambil tas lalu melenggang keluar caffe setelah pamitan sama teman lain.


"Va tunggu!. "


Kevin ternyata sudah menunggu Eva pulang kerja sudah menjadi kebiasaan Kevin menunggu Eva termasuk pagi hari.


"Vin kamu ngapain ?. "


Walau itu caffe Kevin ngapain nunggu di luar kenapa tidak masuk kedalam saja.


"Aku nunggu kamu pulang, yuk aku antar . "


Berjalan di samping Eva, seharusnya tidak perlu seperti itu juga lagian kos Eva dekat cuma beberapa menit sudah sampai dasar Kevin saja yang lebai mau mengantar Eva pulang.


"Makasih udah ngantarin aku, maaf kamu ngak bisa mampir sudah malam juga. Hati hati baliknya ya. "


Saat sudah sampai depan kos Eva, sengaja tidak mengajak Kevin mampir tidak enak sama tetangga sudah malam juga kalau cewek tidak apa bahkan nginap sekalipun.


"Iya istirahat gih,jangan lupa baca dia dulu sebelum tidur . "


Kevin pergi beranjak dari sana, memaklumi apa yang Eva katakan hingga memutuskan pulang saja dia juga butuh istirahat.


Malam berlalu begitu indah ditemani bertabur bintang menggambarkan suasana hati dua sejoli yang lagi berbunga bunga, jika saja Kevin tidak melakukan hal seperti tadi mungkin Eva masih mengabaikan dia hingga sekarang.


Kadang cewek butuh ketegasan supaya dia tau bahwa tidak semua yang dia lakukan benar dan tidak semua yang dia lihat kenyataan sebenarnya.


Jika bintang mewakili kebahagian mereka lalu bagaimana mereka yang masih berubah mencari keberadaan cucu yang selama ini mereka cari bahkan belum pernah mereka temui sejak mulai lahir hingga sekarang.


Sudah ada sedikit titik terang sejak mereka mengikuti Sarah beberapa saat lalu mengunjungi tempat itu. Berharap semua bisa berjalan sesuai rencana mereka hingga penjelasan nanti bisa di terima.


\=\=


Pagi menjelang sang surya masih tampak malu malu memancarkan sinar, jika saja ini di kampung pasti kicauan burung terdengar merdu menyambut pagi seolah mengatakan selamat pagi dunia.


Dan juga tetesan embun masih menetes di ujung dedaunan.


Sejauh mana kita merantau pasti akan merindukan suasana kampung yang sejuk nan asri.


"Pagi kak. "


Sapa Eva saat baru keluar kamar menggunakan baju rapi siap berangkat ngampus.

__ADS_1


Pagi ini dia merasa sangat bahagia, beda dari hari biasanya.


"Sini kak aku bantu sekalian mau buat lebih . "


Membantu Efi membuat sarapan sekalian buat seseorang yang akhir akhir ini sudah dia cuekin, sebagai permintaan maaf Eva mau membuatkan sarapan.


"Tumben bantu dan juga buat apa di lebihin ?. "


Tidak seperti biasa di bantu dan buat lebih sarapan biasanya Eva akan terima beres saja tapi ini dia berniat membantu, mungkin ingin memberikan masakan yang dia buat bukan masakan kakaknya.


"Lagi mau aja kak, emang ngak boleh ya ?. "


Setiap orang melakukan sesuatu pasti punya alasan makanya Efi menanyakan apa alasan Eva membantu dia.


Tanpa di bantu dia juga bisa hanya membuat sarapan saja.


"Udah kakak duduk aja biar aku selesaikan. "


Menyuruh Efi duduk sambil menunggu sarapan jadi, cuma beberapa menit sarapan sudah tertata di atas meja dengan tiga piring dan satu kotak bekal makanan.


Semua sarapan dengan tenang setelah itu cuci piring lalu berangkat menuju tempat tujuan masing masing.


Seperti biasa di depan kos Eva, Kevin sudah menunggu buat mengantar Eva ke kampus. Terdengar berlebihan tapi tidak buat Kevin itu dia lakukan hanya ingin dekat dengan Eva dan juga mereka tidak punya banyak waktu di tambah beda kampus serta Eva juga harus kerja membuat waktu Eva tidak banyak buat Kevin.


"Cie udah di tungguin aja. "


"Udah ah kamu ngomong apaan sih, udah yuk berangkat. "


Sela Eva tidak mau terlalu jauh di goda Sisi apa lagi jika Sisi sampai tau kalau mereka jadian akan makin heboh.


"Va pangeran kamu di cuekin aja ? ntar di ambil orang loh . "


Melihat Eva tidak menanggapi keberadaan Kevin dia tau Kevin akan mengerti juga, biasanya juga begitu dan pasti akan ikutin Eva sampai kampus baru dia akan pergi.


"Biarin aja di ambil orang, toh siapa juga yang mau ambil. "


Menoleh ke arah Kevin lalu tersenyum tanpa Sisi sadari. Kevin membalas senyum manis Eva dia tidak tersinggung dengan perkataan Eva barusan, mungkin Eva belum bisa membicarakan hubungan keduanya.


Sampai pada akhirnya mereka bertiga sampai di kampus Eva dengan Kevin masih mengikuti, Kevin benar benar memastikan jika Eva sampai kampus dengan selamat.


"Ini buat kamu . "


Menyodorkan kotak makan yang Eva bawa tadi pada Kevin.


Kevin menerima walau sedikit bingung buat apa Eva mengasih dia itu.


"Ini apa Va ?. "


Itu kotak makan Vin dan jelas itu isinya makananlah masih saja nanya kadang kadang minta di jitak itu kepala.

__ADS_1


"Bom Vin awas meledak. Yuk Si masuk. "


Meninggalkan Kevin yang masih mencerna ucapan Eva.


Sampai dia tersadar kalau Eva sudah tidak ada lagi di sana meninggalkan dia seorang diri.


"Makin sayang deh, pagi saja udah di buatkan sarapan. Makasih Va. "


Bicara sendiri sambil menatap kotak makan itu lalu pergi menuju kampus takut telat sebab kelamaan melamun tadi mendapat sarapan dari Eva.


Kevin sampai kampus ternyata dosen dia tidak masuk alhasil dia bisa memakan sarapan special dari sang pujaan.


"Tumben Vin bawa bekal, biasanya kalau ngak sarapan pasti sarapan di kantin. "


Bastian datang duduk di samping Kevin lagi asik makan.


"Iya tapi ini bukan dari rumah tapi ini dari orang special. "


Lanjut Kevin tetap makan tanpa mau menawarkan Bastian bahwa dia tidak mau berbagi kali ini walau hanya satu suapan.


"Bagi dong Vin penasaran gue rasanya, kayaknya enak deh. "


Mau mengambil sendok yang di pegang namun secepatnya Kevin menghindar juga mengamankan kotak makan itu supaya Bastian tidak bisa mengambil.


"Pelit amat Vin, juga biasanya lo bagi gue. "


Kesal Bastian kenapa sekarang sahabatnya itu pelit berbagi sama dia bahkan itu hanya sarapan biasa bagi Bastian tapi tidak untuk Kevin itu merupakan sarapan spesial bagi dia dibuat oleh sang pujaan hati.


"Kalo yang ini gue ngak bisa bagi bagi Tian, sorry. "


Menikmati sarapan itu yang terasa begitu nikmat di lidah Kevin , sarapan itu sampai habis tidak tersisa sedikit saja.


"Terserah lo deh, kesal gue. "


Bastian pergi meninggalkan Kevin dengan perasaan kesal lebih baik sekarang dia ke kantin dari pada menunggu sahabat yang kurang ajar yang tidak mau berbagi sama dia.


"Maaf Tian ini pujaan gue yang ngasih masa gue bagi bagi sama lo sih.


Lo akan tau nanti apa yang gue rasa di saat lo berada di posisi gue sekarang rasanya begitu indah.


Lo kan tau gue gimana mengejar dia sampai dia dia cuekin saja masih gue hiraukan ternyata berbuah manis juga, baru jadian sudah di buatkan sarapan. "


Menatap Bastian yang melangkah pergi tidak bermaksud juga menyakiti Bastian.


Dia tau Bastian tidak beneran marah hanya sesaat saja nanti juga baikan lagi seperti biasa.


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2