TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Pertunanganan KEVA.


__ADS_3

Waktu yang mereka miliki liburan itu sudah berakhir kini mereka sudah kembali ke kota.


Liburan singkat itu sangat mereka nikmati,bagaimana tidak itu liburan yang berkesan selain asri juga pemandangan yang menyejukkan mata bagi siapa saja yang memandang.


Selama berada di sana waktu berlalu cepat hingga dengan berat hati harus kembali lagi buat memulai aktifitas yang mereka tinggalkan beberapa hari.


Dan untuk rumah itu Efi dan Eva sudah tau siapa dalang di balik semua itu.


Flashback On.


Malam itu setelah mereka semua kembali dari rumah orang tua Sandra,selesai makan malam mereka berkumpul di teras rumah sambil membakar jagung dan ubi yang di beli Efi pada tetangga di sana.


Saat asik acara bakar bakar hp Efi berdering di lihatnya nama Sarah yang tertera sebagai nama penelpon.


"Mama."


Ucap Efi melihat hpnya.


"Halo assalamu'alaikum ma." Saat panggilan itu tersambung pada orang yang berada di ujung sana.


"Wa'alaikumsalam gimana liburannya seru ngak?." Tanya Sarah sebab kalau di dengar dari suara Efi sudah pasti senang.


"Alhamdulillah seru ma tapi aku bingung ma." Jeda Efi ragu buat cerita sama Sarah takut akan menimbulkan salah paham.


"Ada apa sayang cerita sama mama,kan mama pernah bilang kalau ada apa apa cerita sama mama,ya kan." Imbuh Sarah ingin tau terdengar suara Efi berat buat cerita.


"Ini mah maaf bukan maksud aku gimana gimana gitu tapi saat aku sampai di sini rumah Bunda udah berdiri lagi dan aku ngak tau siapa yang melakukannya serta ngak bilang juga sama aku." Jelas Efi takut takut Sarah akan marah pada dia.


"Mama kira apa sayang,memangnya kamu ngak suka rumahnya kalau ngak suka nanti mama rehab lagi deh." Jawab Sarah hingga Efi terdiam di seberang sana sambil mencerna ucapan Sarah.


"Jadi maksud mama kalau rumah Bunda mama yang." Efi tidak melanjutkan lagi ucapannya karena kaget sama jawaban Sarah padahal dia tidak pernah berfikir kalau Sarah yang melakukan itu.


"Iya sayang mama sengaja mendirikan lagi rumah itu ingin buat kejutan buat kalian.


Gimana kaget ngak pas liat rumahnya?


Mama merasa bersalah udah merobohkan rumah itu makanya mama dirikan lagi tanpa sepengetahuan kalian.


Kan mama robohkannya ngak bilang makanya pas membangun lagi ngak bilang juga biar seri." Jelas Sarah sejak awal baikan lagi sama keluarga dia sudah bertekad membangun rumah itu lagi menjadi lebih kokoh.


"Maaf ma aku ngak maksud gitu dan makasih tapi mama ngak usah bangun sebesar ini juga tapi sekali lagi makasih ma.


Ya udah ma aku tutup dulu telponnya dan titip salam buat semua assalamu'alaikum." Efi mengakhiri panggilan itu.


"Iya nanti mama sampaikan wa'alaikumsalam." Balas Sarah dan panggilan itu terputus.


Efi terdiam setelah panggilan telpon itu terputus,dia masih tidak menyangka kalau Sarah yang melakukan itu semua dan kalau di lihat lagi rumah itu biaya yang di keluarkan buat mendirikan tidak sedikit.


Lagian Efi juga ingin mendirikan rumah itu tidak akan sebesar yang ada sekarang karena sederhana sudah cukup yang penting ada tempat berteduh jika saat pulang kampung.


"Kenapa kak?kok diam setelah mama telpon?.


Apa ada yang terjadi di sana?."


Eva menghampiri Efi yang lagi terdiam dan suara Eva membuyarkan lamunan Efi.


"Ngak ada apa apa dek,hanya aja tadi mama bilang kalau rumah ini mama yang mendirikan lagi."


Eva juga tidak kalah kaget karena selama ini Sarah tidak pernah membahas perihal rumah itu dan terlihat biasa saja.


"Beneran kak tapi selama ini mama santai aja gitu ngak pernah bahas ini."


Eva mendengar cerita saja kaget tidak percaya bagaimana Efi yang mendengar langsung dari sang empu.


"Kakak juga ngak nyangka dek tapi inilah kenyataannya sekarang."


Ya memang benar apa kata Efi kalau tidak percaya lalu apa yang berdiri kokoh di depan mereka sekarang kalau bukan kenyataannya.


"Nanti kita bahas ini lagi,sekarang nikmati malam terakhir kita disini."


Kini acara itu berlanjut hingga pukul sepuluh malam sebab pagi selesai sarapan harus berangkat lagi ke bandara.


Setelah membereskan semuanya mereka masuk kamar lagi buat istirahat.


Tengah malam setelah semua orang terlelap tidur,seketika ada langkah kaki yang berjalan di tengah rumah yang berjalan hilir mudik hingga Eva terbangun karena terusik tidak bisa tidur lagi.


"Ini siapa sih tengah malam gini jalan jalan ngak jelas?."


Eva bangun dari pembaringan lalu melangkah hendak keluar tapi baru saja tangan Eva meraih gagang pintu suara langkah kaki itu tidak terdengar lagi.


"Kok ngak ada lagi ya atau salah satu dari mereka keluar ada perlu ya."


Eva memilih melanjutkan tidur sebab suara langkah kaki itu tidak terdengar lagi.


Hingga Eva bisa tidur dengan tenang tapi semua itu tidak berlangsung lama baru saja Eva akan memasuki alam mimpi langkah kaki itu terdengar lagi namun kini terdengar di depan kamar Eva.


"Siapa ya?ngapain depan kamar tengah malam gini?.


Ada yang iseng kayaknya."


Eva bangun perlahan lalu melangkah pelan biar tidak terdengar kalau dia lagi melangkah menuju kamar.


Membuka pintu secara perlahan dan Eva dapat melihat seseorang berdiri tidak jauh dari pintu kamarnya tapi hanya punggung orang itu saja yang terlihat sehingga tidak bisa melihat wajahnya.


"Kamu ngapain depan kamar ini?tengah malam lagi."

__ADS_1


Tegur Eva tapi dia tidak menoleh atau menjawab pertanyaan yang Eva lontarkan.


"Kamu bisu atau lagi puasa bicara?."


Lanjut Eva saat dia belum juga membuka suara hingga Eva memilih mendekat tapi sama dengan Eva dia juga melangkah maju hingga jarak mereka dengan tapi bukan semakin dekat tapi menjauh.


"Kamu kenapa?dia tanya ngak jawab didekati malah menghindar."


Eva berhenti tidak melanjutkan lagi langkahnya karena merasa percuma juga.


"Sudahlah percuma bicara sama kamu,mungkin benar kamu bisu."


Eva berbalik arah mau masuk kamar lagi lagian orang yang dia ajak bicara tidak merespon juga dia butuh istirahat buat berangkat besok lagi jadi tidak mau meladeni hal yang tidak penting.


Saat Eva dia ambang pintu kamar sebuah tangan memegang pundak Eva hingga membuat Eva kaget beruntung tidak berteriak.


"Hah aku kira siapa?."


Membalikkan badan buat melihat siapa yang memegang pundaknya ternyata cuma Kevin.


"Kamu kenapa sayang?kok kayak orang kaget gitu?."


Bagaimana tidak kaget Eva merasa orang tadi juga yang memegang pundaknya karena cuma mereka berdua dia ruangan itu maka wajar Eva berekpresi gitu.


"Aku kaget sayang,aku kira siapa tadi kan ngak ada kamu terus tiba tiba kamu nongol,megang pundak aku lagi kan kesannya horror."


Alasan Eva biar Kevin tidak curiga sama apa yang dia bilang.


Lagian Kevin datang bukannya nyapa dulu ini langsung megang siapa yang tidak kaget.


"Maaf kalau aku buat kamu kaget,abisnya dari tadi aku liat kamu kayak orang bingung berdiri di sini.


Ngapain tengah malam di sini,tidur lagi sana besok kita kan balik."


Pinta Kevin menyuruh Eva masuk kamar lagi buat melanjutkan tidur.


"Kamu juga ngapain tengah malam keluar kamar?."


Sebelum masuk malah bertanya sama Kevin,sedangkan apa juga tengah malam.


"Tadi aku ambil air pas balik liat kamu kayak kebingungan gitu,makanya aku samperin."


Jelas Kevin memang tadi dia bangun karena haus makanya pergi Kevin dapur buat ambil air.


"Oh gitu,aku balik kamar lagi,kamu juga istirahat ya sayang."


Eva masuk kamar setelah merasa Eva masuk baru Kevin memasuki kamar lagi.


Flashback off.


Kini di sini Eva berada sekarang di kamarnya lagi di rias sama saudaranya yang lain sedangkan Eva hanya pasrah saja mau di apakan.


Untuk Sandra ternyata dia duluan yang bertunangan di banding Eva karena waktu berkunjung ke rumah keluarga Sandra tanpa di duga David langsung melamar Sandra di depan keluarga Sandra namun sebelum sudah minta izin sama Salman papanya dan Marta mamanya makanya David berani melamar anak gadis orang.


Rencana itu hanya orang tua David yang tau,orang yang akan di lamar saja tidak tau kalau hari itu David berani melamar.


Dan keluarga Sandra lebih terkejut lagi karena dadakan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu hingga acara lamaran itu di adakan secara sederhana saja tapi yang terpenting niatnya sudah tersampaikan.


"Ih kalian berdua udah ada kepastian tentang hubungan lah Sisi masih aja di gantung sampai sekarang kayak jemuran."


Sisi sedikit iri sama sahabatnya yang sudah melangkah maju mengenai hubungan mereka cuma dia yang belum pasti.


"Ingat Si jangan berburuk sangka,siapa tau Bastian lagi mempersiapkan juga untuk mu atau siapa tau langsung di nikahkan.


Kan kita ngak ada yang tau."


Jawab kakak ipar Sisi yang paling cantik itu siapa lagi kalau bukan Efi.


"Iya Si kita ngak tau apa rencana Bastian buat kamu.


Jangan suudzon sama pasangan sendiri,lagian kita cuma tunangan bukan nikah.


Siapa tau kita yang tunangan duluan malah Sisi yang nikah duluan kan kita ngak tau."


Tambah Eva biar sahabatnya itu tidak berfikir jauh tentang Bastian,lagian Bastian iya juga sampai sekarang belum ada rencana ke depan tentang hubungan mereka maka wajar saja Sisi parno.


"Jangan bicara hanya untuk menenangkan Sisi aja.


Sisi ngak apa kok,kalau dia ngak pasti siapa tau yang lain pasti kan."


Ini ucapan Sisi mengandung makna dalam.


Semua cewek pasti menginginkan sebuah hubungan pasti bukan sekedar main main dan menghabiskan waktu.


"Jangan ngomong gitu Si,kalau Tian dengarkan kasian pasti sedih.


Dia udah banyak berubah buat mu jangan kembalikan dia pada masalalu dia yang ngak bener itu."


Masa lalu yang di maksud adalah suka gonta ganti pasangan dan menyakiti hati banyak cewek karena dia permainkan saja.


Secara tidak langsung Sisi sudah menyelamatkan hati para cewek dengan menerima Bastian sebagai kekasihnya.


Maka Bastian tidak lagi berada di zona icip icip perasaan cewek.


"Si semua cowok punya rencana sendiri buat menyenangkan hati pasangan contohnya bang David mendadak melamar Sandra tanpa kita tau kan.

__ADS_1


Kakak aja juga gitu tiba tiba di lamar sama dia saat kalian liburan di kampung.


Padahal sore itu hanya mengantar kakak pulang kerja tau tau di lamar aja."


Tambah Kesya biar fikiran Sisi tidak berkelana jauh kemana.


Cara,rencana atau cara mengungkapkan rasa sayang pada pasangan berbeda pada tiap orang.


Maka kita tidak perlu menuntut lebih terhadap pasangan karena setiap pasangan sudah punya cara sendiri.


"Iya kak Sisi ngerti sekarang."


Sisi bernafas lega setelah mendengar penjelasan mereka semua.


Mungkin benar Bastian sudah punya rencana sendiri buat dia dan yang perlu dia lakukan hanya menunggu tanpa harus mendesak.


"Nah sekarang udah cantik,pasti Kevin makin cinta deh sama Eva kalau cantik gini."


Kesyi salesai mendandani Eva yang terlihat berbeda dari biasa,aura kecantikan Eva keluar dengan sedikit sentuhan make up dan kelincahan tangan Kesyi mengaplikasikan di wajah Eva.


"Eva ngak di make up aja Kevin udah klepek klepek apa lagi udah cantik gini.


Yakin nanti malam Kevin ngak akan bisa tidur memikirkan Eva."


Mereka semua setuju melihat kecantikan Eva yang tidak bisa di ragukan lagi.


"Kak Eva di apa in aja udah cantik jadi ngak salah bang Kevin tergila gila sama kak Eva.


Makanya cepat cepat di pinang takut di salip orang dan berpindah haluan."


Canda Nana juga takjun sama kecantikan Eva sekarang jauh lebih cantik serta terlihat natural karena make up tidak berlebiha.


"Heh anak kecil tau apa,Sekolah yang benar dulu atau minta itu siapa namanya buat tunangan juga."


Kesya menimpali ucapan Nana yang nyeleneh gitu,Sekolah saja belum tamat sudah bahas begituan.


"Rasya kak namanya kalau kakak lupa.


Masa cowok Nana yang tampannya kemana mana bisa lupa sih."


"Lah ngapain juga ingat nama cowok kamu yang belum jelas itu,bisa aja nanti putuskan lagian mana tahan dia sama ABG labil kayak kamu.


Apa kata mu tadi Na tampan kemana mana siapa tau ceweknya dimana mana lagi ha ha."


Ledek Kesya biar Nana kesal sebab dalam badan Kesya masih mengalir darah Salman dan Marta yang suka meledek atau menggoda saudara sendiri.


"Kak Kesya jahat masa doanya gitu sih,mau apa adeknya yang cantik ini merana."


Nana memasang wajah cemberut dengan memajukan bibirnya ke depan.


"Ya elah Na cowok banyak lagi bukan dia doang.


Ngapain sedih coba,kalau perlu nanti kakak carikan ganti kalau kalian udah putus tapi kasih tau kakak kalau udah putus ya."


Balas Kesyi juga,pada senang melihat adeknya sengsara apa.


Punya hobi tidak ada bagusnya hanya meledek atau membuat orang kesal aja klop lah mereka di jadikan satu keluarga.


"Tau ah Nana kesal,mending Nana siap siap dulu."


Nana memilih keluar kamar dari pada makin jauh kena ledek yang tidak ada ujungnya.


"Lah si kecil ngambek."


Mereka semua tertawa setelah kepergian Nana.


Kini mereka lagi bersiap siap buat berangkat menuju gedung tempat akan di langsungkan acara pertunanganan Kevin dan Eva.


Malam ini mereka baju yang sama model hanya warna yang beda.


Sedangkan Eva menggunakan baju seragam dengan Kevin,semua itu sudah menjadi pilihan mama Kevin.


Segala persiapan mama Kevin yang banyak mengerjakan cuma cincin menyuruh Kevin mencari sehingga Kevin menerima beres saja.


Acara itu di buat semeriah mungkin mengingat Kevin anak bungsu serta terakhir menikah sehingga mama Kevin tidak tanggung tanggung mengadakan acara.


Semua harus perfek tidak mau ada kesalahan dan kakak Kevin juga pulang dua hari sebelum acara di adakan.


"Semua sudah siap?."


Kini mereka semua berada di ruang keluarga lagi berkumpul dengan pakaian rapi.


"Udah Ma,kita tinggal berangkat aja."


Di rasa tidak ada lagi yang ke tinggalan mereka semua berangkat menuju tempat acara.


Mereka berangkat menggunakan mobil masing masing sehingga tidak perlu menggunakan jasa supir apa lagi tempat acara tidak terlalu jauh sehingga masih bisa nyetir sendiri.


Hanya akan menggunakan supir kalau lagi perjalanan jauh atau lagi malas nyetir,biasanya supir akan bekerja di rumah atau mengantar kakek pergi.


\=\=\=\=\=


*Setidaknya di like, komen and vote ya


Makasih.

__ADS_1


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*


Tbc.


__ADS_2