
Di sebuah rumah yang besar dan mewah di sana tumbuhi besar bersama lima bersaudara dengan rukun.
Hidup mereka dari dulu penuh dengan limpahan kasih sayang dari ke dua orang tua mereka yang tidak pernah membeda bedakan mereka dalam hal apa pun walau hal sekecil apa pun.
Sebagai orang tua berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik serta membanggakan mereka serta bisa jadi panutan buat anak anak mereka kelak.
Didikan yang baik serta lingkungan yang baik kadang ada saja hal dari luar yang akan mempengaruhi mereka baik dari pola fikir,cara bicara,cara berpakaian juga ada pengaruh bahkan bisa sampai menentang hal yang di anggap tidak di sukai.
Dengan kasih sayang yang sama serta didikan yang baik Sarah entah kenapa bisa punya kepribadian yang berbeda dari saudaranya yang lain bahkan memiliki sifat keras kepala sejak dia menginjak usia remaja.
Sejak kecil sifat itu sudah mulai ada dalam dirinya namun belum begitu terlihat karena usia anak anak bisa saja berubah suatu saat tapi seiring berjalan waktu sifat itu kian nampak.
"Kesayangannya papa bagaimana Sekolah nya hari ini?."
Setiap hari papa selalu menanyakan tentang kegiatan anaknya selama Sekolah apakah berjalan lancar atau tidak.
"Lancar pa."
"Asik pa temannya baik semua."
"Biasa saja ngak ada yang baru."
"Enak pa Sena jadi punya banyak teman."
"Masih sama pa."
Jawaban beragam yang mereka berikan serta dari sini Sarah sudah mulai nampak beda dari yang lain.
"Ya sudah sekarang kalian bersih bersih habis itu kita makan malam bersama mama pasti sudah masak yang enak buat kita.
" Iya pa."
Semua masuk kamar tidak ada yang membantah satu pun .
Hingga makan malam tiba mereka semua sudah duduk berkumpul di meja makan,duduk sesuai urutan mereka masing masing dan Sena mandapat tempat di dekat mamanya.
"Ma Sena mau itu."
Tunjuk Sena pada sambal kesukaannya yang selalu mama buatkan buat dia.
"Punya tangan sendiri ambil sendiri."
Bukan mama yang menjawab tapi Sarah yang mengomentari ucapan Sena.
"Udah Sarah jangan mulai saat makan ngak baik."
Cuma Salman sebagai kakak pertama yang berani menasehati Sarah kadang sudah ke lewat batas.
"Jangan debat,Sarah mau apa biar mama ambilkan?."
Mama tidak mau ribut dan akhirnya mengambil makanan juga buat Sarah biar adil.
Selesai makan semua berkumpul lagi di ruang keluarga sambil bercerita tapi beda dengan Sarah yang memasang wajah biasa saat semua saudaranya asik bicara.
Itu aja pakai cerita segala dasar cari muka.
Memandang Sena yang bersandar pada mamanya dan menceritakan kalau dia dapat nilai bagus saat ulangan tadi.
Kakak dan adik Sena memuji kepintaran Sena hanya Sarah yang diam saja tidak bicara satu patah kata pun.
Sekarang ini Sena sudah mulai masuk Sekolah Menengah Pertama cuma Yona yang masih di Sekolah Dasar.
\=
Pagi Hari mereka sudah rapi dengan seragam Sekolah masing masing Salman yang sudah kuliah,Sarah kelas tiga SMA,Arta kelas satu SMA,Sena kelas satu SMP dan Yona Kelas lima SD.
Mereka di antar satu mobil hanya Salman yang berbeda berangkat menggunakan sepeda motor pemberian papanya tahun lalu.
"Sena ingat jangan suka pamer sama papa mama,jangan pernah sok cari muka di depan mereka."
Sekarang Sarah bisa bicara bebas tidak akan ada yang berani membantah dia atau yang membela Sena.
"Sena ngak cari muka kak,Sena cuma cerita aja dimana salahnya coba."
Bela Sena dia merasa tidak ada yang salah kalau cerita sama orang tua mereka sendiri.
"Kamu di bilangin bukannya nurut malah ngejawab.Ingat kamu akan menyesal nanti telah membantah kakak."
Sarah dan Arta turun dulu karena melewati Sekolah mereka duluan tinggal Sena dan Yona yang Sekolah mereka berdekatan.
Perselisihan di antara dua saudara itu semakin nampak terlihat dengan Sarah yang selalu mencari celah buat menjatuhkan Sena tapi adiknya itu terlalu baik tidak pernah membantah atau melawan sedikitpun.
Sebagai seorang adik dia harus lebih banyak bersabar menghadapi sifat kakaknya yang mungkin dia sendiri merasa kurang nyaman namun harus apa lagi sebagai adik tidak mungkin ikutan seperti itu juga dan hanya bisa menasehati sebisa saja.
\=
Saat Sena tamat Sekolah pertama dia ingin masuk di Sekolah tempat Sarah dulu dan itu mendapat penolakan langsung dan mengatakan Sekolah itu kurang cocok buat Sena dan menyuruh Sena Sekolah do Sekolah swasta yang berada di bawah Sekolah Sarah dulu.
Itu di lakukan bukan tanpa alasan Sarah ingin Sena jelek di depan mata orang tua mereka tapi semua itu gagal karena Sena bisa menyesuaikan diri dan tidak terjerumus pada pergaulan yang kurang baik sebab Sekolah itu terkenal dengan sis was nakal.
Di sana Sena menjadi siswa teladan dan banyak mengukir prestasi yang membuat Sarah makin membenci Sena yang selalu berhasil setiap apa yang mau dia gapai.
Hingga Sena mewakilkan Sekolah ikut olimpiade tingkat Sekolah dan mendapatkan juara satu itu membuat Sarah marah hingga malam hari mendatangi kamar Sena buat bicara berdua saja tanpa ada yang tau.
"Seharusnya kamu ngak perlu melakukan itu semua cukup Sekolah saja ngak perlu sok ikut olimpiade segala,mau cari muka terus hah.
Apa perlu kamu aku singkirkan dari rumah ini hingga kamu baru akan menyadari bahwa kamu ngak begitu penting."
Marah Sarah pada Sena semakin hari apa yang Sena dapat selalu salah di mata Sarah.
Hingga Sena dekat dengan seorang laki laki tampan dan cukup berada juga,Sarah ternyata tidak menyukai laki laki itu sebab dengan kehadiran dia akan membuat Sarah akan sulit menjatuhkan Sena karena lelaki itu bisa jadi penyemangat Sena buat menggapai cita cita.
"Liat saja sampai mana kamu akan bertahan dengan dia,apa kamu akan memilih dia atau pergi meninggalkan rumah dengan sendiri."
Melihat kedekatan Sena dengan lelaki bernama Farhan itu membuat Sarah semakin benci dan sudah merencanakan sesuatu buat mereka berdua.
"Sena bagaimana kalau kita mulai buat usaha kecil kecilan buat mengisi waktu luang kita seperti sekarang dari pada terbuang ngak jelas."
Tawar Farhan mempunyai ide buat usaha dengan modal seadanya saja bisa bukan usaha apa saja yang harga terjangkau serta banyak di minati para anak muda sekarang.
"Boleh deh bang,tapi usahanya yang kekinian bang menyesuaikan sama selera anak muda gimana."
Usul Sena yang sudah lama punya ide itu tapi belum ada teman buat merintis itu jika sendiri akan sulit dalam hal pengerjaan.
__ADS_1
"Ide bagus itu kamu memang paling pintar makin sayang deh."
Mereka hanya sekedar dekat saja belum mempunyai status yang jelas.
Pernah suatu hari Farhan mengungkapkan perasaan tapi Sena tidak mau pacaran dia lebih senang hubungan seperti ini tapi bukan tidak punya rasa juga pada Farhan.
Sena hanya bilang jika sudah waktunya tiba datang lah lagi maka Sena akan menerima dengan status yang jelas dan ingat Sena akan menjaga hati ini selalu.
Sejak saat itu Farhan tidak pernah membahas tentang hubungan mereka lagi,dia mengerti maksud Sena dan juga mereka makin dekat walau status masih sebatas teman baik Farhan maupun Sena selalu menjaga jarak dari lawan jenis sebab sudah ada hati yang perlu mereka jaga.
Usaha mereka mulai di jalani hingga berjalan lancar dan mulai membuka toko sendiri yang awalnya hanya mengambil atau membawa barang sedikit kini sudah punya toko sendiri.
Kabar itu sampai ke telinga Sarah serta pujian yang keluarga lontarkan buat Sena makin membuat Sarah iri dengan semua usaha Sena berjalan lancar.
"Usaha mu itu akan bertahan sebentar saja,nikmati waktu mu yang tinggal sedikit lagi bukan hanya itu yang akan hilang tapi kamu juga akan tersingkir dari sini."
Sarah sudah sangat muak dengan semua itu padahal semua keinginan dia selalu di penuhi tanpa perlu usaha yang keras seperti yang Sena lakukan tapi dalam hatinya selalu mempunyai sifat iri yang entah datang dari mana.
Orang tua mereka sangat baik mendidik mereka dengan penuh kelembutan serta kasih sayang berlimpah.
Hanya Sarah yang sangat mencolok sifatnya dari yang lain,bukan baiknya tapi sifat jelek yang sangat nampak.
Hingga Salman dan Sarah menikah lalu di susul Sena juga maka tinggal Arta dan Sena yang belum sebab mereka berdua masih ingin bekerja dan melanjutkan Sekolah lebih tinggi lagi.
Pernikahan Sena mendapat kata kata pedas dari Sarah yang mengatakan bahwa.
"Cih kamu menikahi Sena mau kasih makan apa,belum nikah aja kamu udah ajak dia hidup susah dan banting tulang bersama apa jangan jangan kamu menikahi dia supaya kamu hidup enak dan menyuruh dia bekerja sendiri.
Karena selama ini dia yang giat bekerja sedangkan kamu hanya membantu sebisa saja yakin Sena akan bahagia hidup sama kamu,ingat dia ngak biasa hidup susah."
"Lebih baik kamu mundur sebelum menyesal telah pernah hadir dalam kehidupan kami,ingat saya orang pertama yang akan bertindak."
Ancam Sarah yang di hiraukan Sena dan Farhan bagi mereka seburuk apa pun Sarah dia tetap seorang kakak buat Sena yang tidak akan pernah membalas perbuatan itu jika masih tidak ada yang di rugikan atau celaka karena ulah Sarah.
Awal pernikahan Sena berjalan hingga beberapa bulan ke depan hingga Sarah makin gencar mengusik rumah tangga Sena yang bahagia bersama Farhan.
Sarah terus mencari celah memisahkan mereka,Sena hamil anak pertama membawa berita bahagia buat semua orang di rumah itu.
Tengah malam tiba saat semua orang tertidur nyenyak Sena keluar kamar mengambil minum tanpa sengaja mendengar percakapan Sarah dan suaminya.
"Jika mereka ngak bisa di pisahkan maka anak yang berada dalam kandungan itu yang akan aku pisahkan dari mereka biar mereka sadar bahwa mereka itu ngak pantas bersama."
Setelah mendengar itu Sena tidak jadi mengambil minum dan balik kamar lagi menemui Farhan yang masih belum tidur juga menunggu Sena balik.
Sena menceritakan apa yang dia dengar tadi Farhan cemas memikirkan nasib anak dan istrinya yang tidak pernah tenang selalu di usik Sarah.
Dan sekarang anak yang tidak berdosa itu akan jadi korban kebusukan hati saudara Sena.
"Kalau begini ngak ada cara lain lagi kita harus pergi dari sini untuk melindungi anak kita sayang,dia ngak bersalah.
Kita pergi dari sini kamu setujukan jauh dari keluarga mu untuk sementara waktu hingga anak kita besar."
Membelai perut Sena yang mulai membuncit,sekarang yang lebih penting anak mereka.
"Tapi gimana dengan yang lain jika kita pergi apa lagi mama sangat menanti anak kita lahir dan kita akan pergi kemana?."
Sena berat hati juga harus meninggalkan keluarga yang sudah dari kecil selalu bersama.
Sena akhirnya setuju buat pergi dari rumah itu tanpa sepengetahuan yang lain dan memilih malam hari buat pergi hanya meninggalkan sepucuk surat yang letakkan di atas meja kamarnya.
Kabar kepergian Sena membuat semua orang panik terutama mamanya yang syok dengan kepergian Sena tanpa kabar dan pamit pada siapa pun.
Sedangkan Sarah tersenyum senang dengan kepergian Sena dari rumah itu belum dia menjalan rencananya Sena sudah pergi duluan.
Mama masuk rumah sakit sejak Sena pergi dan kesehatannya terus menurun hingga tidak bisa melakukan apa pun lagi.
Dia terbaring di kasur sejak saat itu tidak mau berusaha bangkit lagi jika sena belum kembali.
"Kita harus segera menemukan Sena, aku ngak tega melihat mama terbaring lemah kayak gitu."
"Tapi aku bingung kenapa Sena pergi ngak pamit sama kita semua."
"Kak Sena dimana sekarang,kita ingin kakak balik lagi apa lagi mama sangat terpukul dengan kepergian kakak."
Jejak Sena hilang bak di telan bumi tidak ada yang bisa yang menemukan dia hingga suatu hari mereka mendengar kabar Sena tinggal di daerah xx tapi saat mereka pergi menjemput kesana ternyata Sena sudah pindah beberapa hari yang lalu kata tetangga disana.
Malam itu Yona lagi susah tidur dan memutuskan menonton tv di ruang keluarga tidak lama setelah itu dia melihat gerak gerik Sarah yang mencurigakan lalu mengikuti Sarah yang berjalan ke arah taman belakang buat menelpon seseorang.
"Apa!bagaimana bisa kalian kehilangan jejak Sena.Jika dia menghilang saya akan kesulitan lagi buat menyingkirkan dia dan kalian tau kan keluarga saya masih berusaha mencari dia.
Cari sampai bertemu dan bawa ke tempat yang sudah saya tentukan."
Tanpa Sarah sadari Yona sudah merekam percakapan Sarah dan pergi menemui kakaknya buat memberi tau apa yang dia dengar barusan.
Salman dan Arta yang mendengar itu murka ternyata itu semua ulah Sarah sendiri selama ini mereka dia apa yang Sarah katakan pada Sena sebab tidak ada yang di rugikan tapi kali ini perbuatan dia sudah melampaui batas.
Siangnya saat jadwal periksa mama hanya Yona yang pergi menemani sedangkan yang lain ingin mengintrogasi Sarah buat mendengar pengakuan dari mulutnya.
"Sekarang kamu jujur atau abang yang akan bertindak tegas Sarah,apa maksud kamu ingin menyingkirkan Sena.
Apa salah dia selama ini sama kamu hingga kamu ingin menyingkirkan dia bukannya selama ini kamu yang selalu mencari masalah sama dia."
Salman tidak ingin basa basi lagi jika Sarah tidak ingin mengaku juga sudah ada rekaman suara dia buat jadi bukti.
"Maksud abang apa?."
Sarah pura pura tidak tau kemana arah pembicaraan abangnya itu selagi bisa mengelak akan dia lakukan.
"Kamu ingin tau maksud abang dengar ini."
Memutar suara Sarah yang di dapat dari Yona semalam.
"A abang dapat itu dari mana?."
Wajah Sarah pucat mendengar suara dia sendiri,dari mana abangnya itu mendapatkan itu lagian semalam setahu dia semua orang sudah tidur.
"Sarah papa sangat kecewa sama kamu,apa yang ada dalam fikiran kamu Sarah sampai saudara sendiri kamu zolimi.
Apa kamu belum puas selama ini,semua keinginan kamu papa turuti Sarah bahkan Sena orang pertama yang meminta papa buat mengikuti kemauan kamu yang selalu iri sama Sena.
Seharusnya sebagai kakak kamu bangga punya adik yang pintar dan man diri bukan malah iri sama apa yang dia gapai."
"Ngak perlu kamu tau ini dapat dari mana,yang jelas perbuatan kamu sudah keterlaluan Sarah.
__ADS_1
Ingat jika kamu ngak bisa membawa Sena kembali lagi ke rumah ini maka silahkan kamu angkat kaki dari rumah ini.
Kami ngak ingin hidup satu atap sama orang busuk hati seperti kamu."
Cerca Salman hanya dia yang bisa bicara lepas pada Sarah sebagai seorang kakak.
Arta hanya diam saja tidak ingin ikut bicara takutnya kalau dia bicara juga akan lebih menyakiti lagi buat Sarah.
"Terus, terus terus saja kalian selalu membela Sena itu bahkan saat dia ngak ada di sini saja kalian tetap membanggakan dia,apa lebihnya dia itu hah.
Aku benci aku benci kalian semua dan aku senang dia ngak ada lagi disini jadi aku ngak perlu lagi melihat wajah dia yang sok polos itu.
Baik aku akan pergi meninggalkan rumah ini tapi ingat ini belum berakhir,tunggu pembalasan ku."
Sarah pergi menuju kamarnya buat membereskan semua pakaian dia dan suaminya serta anaknya yang masih berusia tiga tahun.
Setelah semua salesai Sarah meninggalkan rumah itu sesuai permintaan Salman tadi dengan senang hati Sarah lakukan.
"Papa ngak habis fikir sama Sarah apa papa salah dalam mendidik dia atau kurang menyayangi dia sampai punya sifat seperti itu."
Papa memijit kepala yang terasa pusing dengan masalah yang dia hadapi dalam sekajap harus kehilangan dua anaknya.
"Papa ngak salah kok pa,memang watak Sarah saja yang keras dan ingin menang sendiri.
Papa sudah benar mendidik kami semua bahkan kami ngak ada yang sekeras Sarah hanya dia yang entah dari mana dapat sifat itu."
"Papa ngak liat kami berempat jadi anak yang bisa membanggakan papa dan mama kan,kalau untuk Sarah kita doakan saja supaya dia bisa cepat berubah dan bisa berkumpul lagi sama kita.
Sebenarnya aku juga ngak tega ngusir dia pa tapi dia udah kelewatan sama saudara sendiri."
Walau bagaimana pun keluarga tetaplah keluarga yang sampai kapan pun tidak akan pernah menjadi mantan keluarga.
Yang mempunyai hubungan darah tidak akan pernah menyandang status menjadi mantan.
Di dunia ini tidak akan ada yang namanya:
-Mantan orang tua
-Mantan saudara
-Mantan anak
"Papa juga berharap begitu kita berkumpul seperti dulu lagi secepatnya,papa harap sifat kalian akan tetap seperti ini dan ngak akan pernah berubah."
Papa meninggalkan mereka berdua yang masih duduk di ruang keluarga.
"Kita harus segera menemukan Sena bang kasihan mama harus menderita begini."
"Iya abang sudah menyuruh orang mencari keberadaan Sena kamu tenang aja,kita berdoa aja supaya Sena cepat di temukan."
Keberadaan Sena tidak bisa mereka temukan karena sudah tidak berada di kota itu lagi dan sudah memulai hidup baru bersama keluarga kecilnya di sebuah Desa kecil.
Hingga bertahun tahun sudah mereka lalui mencari Sena yang tidak kunjung mereka temukan,setiap dalam tidur mama selalu memanggil nama Sena hingga akhirnya hayatnya hanya nama Sena yang dia panggil.
"Maafkan kita ma yang ngak bisa menemukan keberadaan sena,kita sebagai anak ngak bisa membuat mama bahagia dengan keinginan terakhir mama buat bertemu Sena ma."
"Mama yang tenang perginya jika kak Sena sudah kami temukan kami akan membawa kak Sena menemui mama,kami janji."
"Kenapa mama ngak nunggu Sena pulang dulu ma,siapa tau dia lagi perjalanan kesini buat nemui mama tapi kenapa mama milih pergi secepat ini?.
Kalau Sena pulang kami mau bilang apa sama dia nanti kalau dia nanya mama dan mama ngak ada di rumah."
Suara haru mengiringi pemakaman mama mereka siang itu,Sarah yang datang di acuhkan mereka saja tidak menganggap Sarah hadir disana.
Selesai pemakaman mereka balik rumah dan menuju kamar masing masing buat menenangkan diri.
Usaha mereka sia sia tidak bisa menemukan Sena buat mama mereka untuk yang terakhir kali.
Walau mama sudah tiada mereka tetap melanjutkan mencari Sena hingga bertemu sebagai keluarga ingin berkumpul lagi.
Sampai pada saat itu Sarah mengetahui keberadaan anak Sena yang kuliah disana rasa benci itu muncul lagi karena dia berfikir gara gara Sena mamanya meninggal dunia tidak menyadari kesalahan yang pernah dia perbuat bahwa karena ulah dia Sena pergi.
\=\=
Sarah tidak bisa tidur lagi terbayang masa dia bersama dulu hingga membuat Sena pergi dari kehidupan semua orang.
Jika saja rasa iri dengki ini ngak menguasai diriku mungkin mama masih berada di antara kami sekarang,maafkan Sarah ma ngak jadi anak yang baik selama ini hanya menyusahkan semua orang saja.
Sarah menyesal mama,apa mama mau memaafkan anak mama yang penuh dosa ini.
Sarah menangis dalam diam tidak mau mengganggu suaminya yang sudah tidur di sebelah.
Mungkin ini sudah menjadi keputusan yang tepat buat minta maaf pada semua anggota keluarganya terutama sama anak Sena.
Kita tidak bisa mengulang waktu lagi yang bisa kita lakukan sekarang memperbaiki diri jadi lebih baik lagi sebab umur tidak ada yang tau sampai mana.
Seharusnya sebagai manusia harus banyak berbuat kebaikan buat bekal kita nanti di kehidupan mendatang.
Kita pernah khilaf melakukan kesalahan baik di sengaja mau pun tidak tapi kita masih punya kesempatan buat memperbaiki diri.
Ingat masih ada jalan bagi orang yang ingin berubah dan jadikan kejadian kemarin sebagai pelajaran supaya tidak melakukan kesalahan yang sama atau kesalahan yang lain.
\=\=\=\=\=\=
Part ini paling panjang up nya author jadikan satu eps saja biar ngak keputus putus ceritanya.
Semoga makin suka ya.
Author mau nanya sudah sejauh ini bagaimana penilaian readers pada karya author ini.
Boleh komen disini atau lewat chat juga boleh.
Author tunggu ya tanggapannya.
Tanggapan semuanya akan menjadikan author bisa memperbaiki tulisan ini lagi jadi lebih baik.
Author ingin segera menamatkan cerita ini bagaimana menurut reader??
Makasih.
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*
Tbc.
__ADS_1