TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Ternyata ..!


__ADS_3

"Permisi saya mau cari teman, apa masih ada murid yang punya keperluan sama guru Pak ?. "


Tempat tujuan Evan tadi yaitu kantor Guru karena walau kurang yakin tapi dia tetap aka memastikan dulu biar tidak jadi bahan fikiran.


"Tadi ada siswa cewek tapi Bapak kurang tau juga, kamu tunggu sebentar lagi juga keluar.


Bapak pamit dulu. "


Guru yang Evan temui itu setidaknya ada mengasih sedikit harapan walau belum pasti juga.


Setelah itu berpamitan pada Evan buat pulang.


"Iya Pak makasih. "


Evan menunggu duduk di kursi teras yang sudah di sediakan disana. Hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit ada seseorang keluar dari dalam.


"Makasih ya kamu sudah mau bersedia ikut Olimpiadenya, untuk kapan waktu berangkat nanti Ibu kabari lagi dan jangan lupa belajar lebih giat lagi. "


Seorang Guru dan siswa bicara depan pintu saat mau keluar.


"Iya Bu pasti, aku ngak akan mengecewakan Sekolah juga, doa in aja buk, kalau gitu aku balik dulu sudah sore juga. "


Pamit siswa itu menuju kelas buat mengambil tas dan balik pulang takut ke sorean kali.


"Va tunggu. "


Teriak Evan saat yang keluar itu ternyata Eva yang dia cari dari tadi.


Ternyata hanya filing saja yang salah tapi hasilnya benar ada nya.


"Loh kamu kenapa ada disana Van ?. "


Heran saja bukannya jam pulang sudah dari tadi kenapa dia belum balik juga.


"Aku dari tadi nyariin kamu tau, ternyata disini. Ngapain disini Va ?. "


Lega yang Evan rasakan ternyata Eva baik baik saja bahkan masih sama saat terakhir dia tinggalkan di perpustakaan tadi.


"Ini aku lagi ada urrusan dikit aja, di minta Guru mewakilkan Sekolah buat Olimpiade sains. "


Jelas Eva karena dari raut wajah Evan tampak jelas kalau dia khawatir mencari dirinya.


"Kenapa ngak kasih tau sih Va kalau lagi disini dari tadi aku cari kamu."


Keluh Evan pada Eva, capek juga dia keliling Sekolah apa lagi hanya mencari satu orang saja.


"Sorry Van aku lupa, yuk balik barengkan?. "


"Iyalah balik bareng datangnya saja tadi barengan juga. "


Mengikuti Eva ke kelas untuk mengambil tas setelah itu balik pulang bersama sama.


Sepanjang jalan mereka banyak diam entah apa yang mereka saling fikirkan.


"Va kamu kenapa diam saja ?. "

__ADS_1


Evan heran sejak keluar Sekolah Eva banyak diam entah apa yang lagi mengganggu fikirannya.


Jika tidak bertanya maka tidak akan tau juga jawaban.


"Ngak Van, ngak ada apa apa kok. "


Kilah Eva, dia sendiri juga bingung gimana caranya mau cerita sama Evan.


"Yakin Va tapi aku lihat kamu seperti lagi mikirin sesuatu gitu. "


Selidik Evan kalau tidak ada apa apa tidak mungkin seperti orang bingung.


Mulut bisa bohong tapi wajah bicara lain kadang wajah bisa lebih jujur dari pada yang lain Karena disaat yang lain tidak mampu mengungkapkan masih ada wajah yang akan memberi isyarat.


Cukup lama mereka berjalan akhirnya sampai rumah juga dengan selamat. Tapi sebelum itu.


"Van kamu tinggal dimana kalau Sekolah ?, kalau biasanya kamu kan ngilang aja terus muncul lagi. "


Pingin tau juga dimana Evan tinggal sebab dia juga sudah bisa dia lihat orang lain selain dirinya.


"Kenapa kamu tanya gitu ? Emang kalau aku ngak punya tempat tinggal kamu mau kasih aku tumpangan. "


Bukan jawab malah kasih pertanyaan juga itu bukan solusi yang bagus.


"Di jawab Van, bukan nanya balik kamu kebiasan. "


Cibir Eva kesal kapan temannya itu tidak bikin dia kesal sekali saja.


"Sudah lah ngak punya tempat tinggal pun apa urusannya sama aku, terserah kamu mau tinggal dimana. "


Setelah mengucapkan kata kata itu Eva masuk rumah ternyata kakaknya juga belum pulang terbukti dari rumah yang masih terkunci.


"Kakak belum pulang juga apa masih ada kerja tambahan ya, semoga selalu dia lindungi amin. "


Masuk kamar mau ganti baju sebab sudah gerah seharian keringat dan malah ada yang ikutin dari belakang.


"Kamu ngapain ikutin aku masuk kamar Van, mau ngintip aku ganti baju. "


Cegah Eva saat Evan masuk juga apa dia tidak tau kalau Eva mau ganti baju.


" Ngapain ngintipin kamu sudah sering lihat juga. "


Canda Evan lalu keluar lagi sambil tersenyum meledek.


"Apa kata mu BBRRAAKK. "


Eva menutup pintu dengan kuat setelah mendengar ucapan Evan yang tanpa filter itu.


Di dalam kamar dia dapat mendengar ketawa Evan yang meledeknya, seperti ada kesenangan tersendiri buat dia dapat melihat wajah kesal Eva.


"Darah tinggi aku lama lama dekat kamu Van.


Bikin kesal, bikin marah, tapi bikin kangen juga. "


Eva bicara sendiri dan senyum senyum sambil ganti baju.

__ADS_1


Dia balik semua sifat dia yang suka bikin kesal masih banyak sisi banyak juga.


"Aku tau aku ngangenin Va. "


Balas Evan teriak dari luar sebab dia mendengar apa yang Eva bilang tentang dia.


"Pede kamu, pulang sana bikin ribut saja dirumah orang. "


Usir Eva terhadap Evan padahal dia senang juga ada Eva yang temani dia karena dia lagi sendiri dirumah.


"Beneran aku pulang, Nanti kamu rindu lagi."


"Iya pulang sana. "


Usir Eva lagi entah apa maksudnya beneran atau becanda tidak tau juga.


"Ok bye aku pulang. "


Suara Evan tidak terdengar lagi dari luar cuma ada kesunyian dan Eva melanjutkan ganti baju lalu keluar kamar dilihatnya sudah sepi tidak ada orang lagi.


"Beneran balik dia tadi aku cuma becanda saja suruh dia pulang eh malah di tinggal beneran.


Maksudnya aku tadi suruh diam bukan suruh pulang kalau teriak teriak kayak tadi kalau ada orang dengar bisa di sangka orang gila aku masa sendiri dirumah malah teriak. "


"Awas kamu ya kalau balik, nih sapu buat mukul kamu. "


Gumam Eva sambil menyapu rumah dan mengayunkan untuk memoraktekan cara memukul Evan nanti kalau balik.


Sok an mau pukul aku di tinggal sebentar saja sudah rindu masa pas ketemu mau di pukul.


Va Va lain di mulut lain di hati.


Ok kita lihat apa beneran tega kamu mukul aku.


Berdiri di belakang Eva dengan senyuman yang tidak luntur dari bibirnya.


Memperhatikan setiap kemana gerakan Eva yang tidak di sadari Eva bahwa ada sepasang mata lagi fokus sama dia.


"Dia saja ngak sadar aku di belakang nya, ini sifat ceroboh tidak hati hati dia yang selalu bikin aku repot terus kalau menghilang tiba tiba. "


"Katanya mau mukul aku, sini aku balik lagi "


Kata Evan keras membuat Eva membalikkan badan dan nampak Evan berdiri sambil tersenyum manis buat Eva yang membuat Eva tidak akan sanggup memukulnya nanti.


\=\=\=\=\=


*Makasih untuk dukungannya selama ini.


Makasih juga yang selalu setia kasih vote, like, komen.


Pokoknya makasih untuk semuanya.


Stay terus ya.


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2