TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Senyuman dan Pesan Kakek.


__ADS_3

Sore telah tiba Efi dan Eva telah selesai menata semua barang dia di kamar biasa mereka berdua menginap.


Setiap cucu di rumah itu memiliki kamar masing masing tidak ada yang satu kamar berdua orang walau itu saudara karena itu di lakukan buat menjaga privasi masing masing agar tidak terganggu.


Sedekat apa pun antar sama saudara pasti butuh privasi sendiri juga buat mencari kenyamanan sendiri.


Kevin juga setelah mengantar Eva langsung balik tidak mampir dulu karena selesai isya akan datang lagi buat menghadiri undangan makan malam bersama.


Dan sesuai permintaan Efi tadi sampai sekarang Kakek belum tau kalau mereka berdua sudah pindah kesana.


Sore ini Efi dan Eva serta yang lainnya akan memasak buat makan malam dan Sarah di tugaskan buat menjaga Kakek agar tidak datang ke dapur atau menuju ruang keluarga sebab ruang keluarga dan dapur tidak ada pembatas jadi akan melihatan kegiatan di dapur.


"Kita mau masak apa Mi,ini ada daging,ayam sama udang."


Efi binging kalau harus mengolah makanan dalam jumlah banyak bukan tidak bisa tapi bingung memvariasikan mau di jadikan apa.


Kalau satu menu tidak perlu pusing karena hanya membutuhkan satu macam di temani sayur sudah cukup.


"Dagingnya kita semur gimana,ayamnya buatkan soap aja dan untuk udang buat udang tepung aja."


Hanya itu yang terlintas di ingatan Yona karena menu masakan kali ini akan lebih banyak dari biasanya dan akan mengundang orang terdekat saja tidak lupa para calon mantu mereka semua.


"Ide bagus juga ma,kalau untuk sayur buat Eva aja yang bikin ya dek biar cepat selesai."


Berbagi dalam mengerjakan sesuatu akan cepat selesai dan tidak akan banyak menghabiskan waktu.


Mereka semua memasak setelah membagi apa saja yang perlu di kerjakan.


Sama sama sibuk sama masakan masing masing sebelum menjelang magrib semua hasil masakan sudah tertata rapi di atas meja.


Setelah siap semua mereka masuk kamar buat membersihkan diri buat shalat magrib tapi kali ini tidak ada yang berkumpul di ruang keluarga menjelang isya hanya dalam kamar masing masing setelah isya baru akan berkumpul lagi.


Isya telah berlalu tamu yang mereka undang sudah mulai datang hanya sedikit yang di undang termasuk orang tua Sisi sebagai calon besan mereka.


"Assalamu'alaikum."


Mereka datang hampir berbarengan semua hingga tidak membutuhkan waktu lama semua sudah berkumpul di ruang keluarga.


"Ada apa ini kenapa semua pada berkumpul semua?."


Kakek kaget melihat semua orang berkumpul di rumahnya seingat dia lagi tidak mengadakan acara tapi kenapa semua pada berkumpul.


"Kita lagi mengadakan syukuran kecil kecilan aja kel untuk menyambut kedatangan Efi dan Eva di rumah ini."


Jelas Marta biar Kakek tau kalau kedua cucunya sudah mau bergabung tinggal bersama.


"Alhamdulillah Kakek senang dengarnya,jadi semua cucu Kakek sudah berkumpul semua."


Kakek tersenyum senang melihat semua cucunya sudah lengkap tidak ada yang ketinggallan.


"Kenapa tidak bilang dari tadi?kenapa baru ngasih tau sekarang?.'


Di usianya yang tidak muda lagi masih bisa melihat semua cucunya berkumpul dan satu persatu sudah mulai menemukan calon pendamping hidup sendiri.


" Kan kejutan buat kakek,kakek senang ngak?."


Timpal Efi ikut senang melihat kakek tersenyum,keluarga impian sudah dia dapatkan dan kebahagian terasa begitu nyata tidak seperti dulu yang hanya ada dalam angan angan.


"Kakek senang banget,makasih kalian semua mau berkumpul di rumah ini menemani orang tua ini yang hanya akan menyusahkan kalian saja."


Terkekeh sendiri di ujung ucapannya yang menyatakan dirinya tua tapi itu semua memang sudah jalannya juga dan semua akan menuju masa tua juga.


"Kan sekarang kakek tua kalau dulu pasti lebih tampan dari abang iya kan."

__ADS_1


Mulut David sudah mulai beroperasi pasti akan ada saja yang dia ungkapkan nanti.


"Kalau dulu jangan di tanya lagi,nenek kalian sampai tergila gila sama kakek tapi ngak sampai gila beneran."


Semua orang tertawa sama ucapan kakek yang menceritakan masa mudanya bersama nenek.


"David percaya kalau kakek muda itu pasti sangat tampan kalau ngak mana mungkin David ngak tampan juga."


Narsis David mulai keluar juga di saat yang tempat menambah susana semakin hangat.


"Iya nenek cantik juga waktu muda makanya mami cantik turunan nenek."


Yona tidak mau ketinggallan kalau soal memuji diri sendiri.


"Jangan lupa Ibu ngak kalah cantik juga kalau ngak mana mungkin di terima jadi mantu."


Lengkap sudah aksi unjuk diri yang tidak ada menang kalah sebab mereka semua tidak ada yang mau mengalah.


"Mama ngak ikutan juga?."


Lexa heran kenapa mamanya tidak ikutan memuji diri sendiri.


"Kalau mama ngak deh sayang karena orang yang memuji diri sendiri itu sebab orang lain ngak ada yang mau muji dia."


Jawab Sarah santai sama pertanyaan anaknya sedangkan yang di sindir biasa saja seolah ucapan itu bukan di tujukan pada diri mereka.


"Kakek harap kalian semua akan tetap selalu berkumpul seperti ini sampai anak kalian lahir juga,tetap jaga persaudaraan kalian hingga akhir hayat sebab hanya ikatan darah yang akan selalu saling menjaga.


Jangan jadikan masalah memutuskan tali kekeluargaan tapi jadikan keluarga sebagai pemutus masalah.


Jangan pernah dengarkan omongan orang yang ingin memecah belah kalian,sebab akan banyak orang yang iri melihat kalian bersatu maka saling percaya agar tetap bersatu."


"Selalu ajarkan pada anak kalian kalau persaudaraan itu lebih penting dari segalanya dan tidak bisa di gantikan oleh apa pun termasuk harta dan tahta.


Kebahagian kakek sudah lengkap makasih sudah mau mewujudkan keinginan kakek buat berkumpul bersama."


Entah apa maksud kakek mengucapkan kata kata itu tapi seperti kata kata perpisahan terakhir dari kakek buat mereka semua.


"Kakek jangan bilang gitu kek,aku ngak suka.


Aku baru bertemu kakek sudah besar dan kakek mau ninggalin aku ngak ngak itu ngak boleh terjadi.


Pokoknya kakek harus tetap sehat buat melihat semua anak anak kami lahir dan akan menemani kakek bermain.


Keinginan ku dari dulu ingin berkumpul bersama keluarga dan saat semua sudah terwujud kakek mau pergi."


Eva tidak sanggup mendengar penuturan kakek yang menyatakan siap di jemput tuhan sekarang itu akan jadi pukulan terberat dalam hidup Eva jika itu benar benar akan terjadi.


"Umur tidak ada yang tau sayang kamu ngak boleh menantang itu."


Kakek sedih mendengar ucapan Eva apa dia salah bicara atau terdengar egois jika dia ingin menemui istrinya yang sudah lama pergi.


"Pokoknya kakek jangan ngomong itu lagi,kalau kakek pergi aku akan keluar lagi dari rumah ini dan akan meninggalkan kalian semua."


Air mata Eva tidak bisa di bendung lagi hingga mengalir begitu deras.


Walau dia tidak bisa menentang takdir tuhan tapi mendengar ucapan kakek dia merasakan dunia dia akan hancur lagi sama saat kepergian kedua orang tuanya.


Dia bukan egois tapi kehilangan orang yang dia sayangi sungguh buat sekarang belum siap buat Eva menerima.


Dan juga itu sama dengan keinginan semua orang dalam ruangan itu tapi takdir tidak ada yang tau akan seperti apa.


"Dek jangan ngomong gitu ngak baik nanti kakek jadi sedih.

__ADS_1


Kita sebagai manusia hanya menjalani takdir tuhan saja dan menyiapkan diri akan segala sesuatu hal yang akan terjadi.


Kakak ngak pernah ngajarin kamu bicara seperti itu,kita semua sayang sama kakek tapi jika tuhan sudah berkehendak kita ngak bisa menolak.


Doakan saja supaya kakek sehat selalu dan panjang umur."


Didikan serta tutur kata Efi yang lembut akan meluluhkan siapa saja.


Efi tidak mau adiknya egois akan keinginan sendiri sebab takdir tuhan lebih baik dari rencana manusia.


"Maafin aku kek."


Eva memeluk kakeknya erat menyesalk apa yang sudah di ucapkan.


"Ngak apa sayang kakek ngerti apa yang kamu rasakan.


Kakek ngerti kamu baru merasakan bagaimana hangatnya mempunyai keluarga utuh wajar kamu egois apa lagi dari kecil hanya kasih sayang seorang kakak yang kamu dapatkan."


Kakek membelai kepala Eva penuh kasih sayang,semua orang melihat ikut sedih melihat Eva menangis.


"Efi sini (Efi mendekati kakek) makasih sudah merawat dan mendidik adik mu dengan sangat baik kakek bangga sama kamu.


Kamu kakak terbaik yang pernah ada jadi orang tua tunggal buat adik mu memberikan yang terbaik buat dia.


Tanpa bantuan siapa pun kamu bisa sampai membawa adik mu pada titik ini dan sekarang sudah saatnya kamu bahagia juga bersama pilihan mu."


Kakek merangkul kedua cucunya itu yang dari dulu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dia beda dengan yang lain mendapatkan kasih sayang lengkap.


"Renal bahagiakan Efi selalu jangan buat dia sedih lagi sudah cukup dia menderita selama ini.


Jika suatu hari nanti kamu sudah ngak bisa lagi membahagiakan dia maka antarkan balik kesini jangan pernah berkata kasar yang menyakiti hatinya."


Kakek beralih memandang Renal yang menyaksikan betapa kakek menyayangi semua cucunya.


"Iya kek Renal janji akan selalu bahagiakan Efi selalu kakek jangan kwatir akan hal itu.


Jika Renal ingkar janji maka semua orang boleh melakukan apa pun pada Renal dan semua orang yang ada disini sebagai saksi."


Jawab Renal mantab tanpa ada keraguan sama sekali bahwa hubungan yang dia jalin bersama Efi tidak main main.


"Udah ya acara nangisnya mendingan sekarang kita makan tadi Efi dan Eva sudah masak enak buat kita semua sayang kalau cuma di anggurin."


Marta tidak sanggup melihat adegan seperti ini air mata dia tidak akan mau berhenti kalau drama itu masih berlanjut.


Lebih baik dia mengalihkan pembicaraan itu dan mengisi perut yang sudah mulai minta di isi.


Semua orang menuju meja makan duduk bersama pasangan masing masing bagi yang belum punya pasangan terpaksa duduk sendiri dan gigit jari.


Drama tangisan itu berakhir di meja makan dengan melahap makan yang sedari tadi sudah menunggu di meja makan minta di habiskan.


Keinginan kita tidak ada yang bisa melarang tapi takdir tuhan juga tidak bisa kita hindari.


Kesiapan diri harus kita siapkan jauh jauh hari sebelum waktu itu tiba dan jika masa itu datang kita tidak akan merasa terpukul begitu dalam.


\=\=\=\=\=


*Like, Komen, rate and vote readers jangan lupa ya.


Makasih.


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2