
Hari Hari berikutnya Eva masih menghindari Kevin setiap kali bertemu, entah kenapa pemandangan yang menyakitkan mata sering Eva lihat akhir akhir ini membuat dia makin membuat jarak dengan Kevin.
Kevin yang di hindari merasa bingung tanpa penjelasan Eva menghindari dia.
Kalau dia salah bisa bicara baik baik tidak perlu menghindari dia seperti sekarang.
Selesai ngampus Kevin buru buru ingin mengunjungi Eva di kampusnya mau bicara langsung sama Eva, dia butuh penjelasan juga.
Setelah di rasa semua tidak ada lagi yang ketinggalan Kevin segera pergi.
"Tian gue duluan ada urusan penting. "
Meninggalkan Bastian yang kesal sendiri dengan kepergian Kevin.
Kenapa sahabatnya itu sekarang suka sekali meninggalkan dia apa dia punya masalah biasanya juga cerita.
Kalau tentang Eva bukannya dia juga sudah kasih solusi apa belum dia lakukan juga ya.
Punya sahabat kok buta soal asmara naklukin cewek saja lama banget apa perlu dia turun tangan bantuin.
"Kebiasaan Vin main tinggalin gue. "
Gerutu Bastian sama Kevin, lebih baik dia gabung sama teman lain dari pada melihat sahabat yang lagi memperjuangkan cintanya.
Tidak butuh waktu lima menit Kevin sudah sampai di kampus Eva, dia bisa bernapas lega Eva belum keluar kelas kalau tidak bisa sia sia saja dia kesana Eva pasti akan pulang cepat buat menghindari dia.
Kevin harus repot memperjuangkan Eva padahal banyak cewek yang mau sama dia tapi hati dia menolak hanya Eva yang dia mau.
Kadang hati tidak bisa tenang sebentar saja kenapa harus sibuk mengejar apa kehendaknya kadang tubuh lelah tapi hati menyuruh untuk bergerak.
"Va tunggu, kenapa akhir akhir ini lo menghindari gue sih. "
Kevin mengejar Eva yang baru keluar kelas.
Eva mengabaikan saja panggilan itu tetap terus berjalan bersama Sisi.
Kevin juga punya batas sabar untuk berjuang dan berjuang sendiri tidak enak hanya capek sendiri, bisa bisa dia nyerah juga.
"Apa Vin aku lagi buru udah mau masuk kerja. "
Tidak Eva selalu begitu banyak alasan menolak Kevin padahal jika dia bilang pasti tidak akan seperti ini dan masalah cepat selesai.
Alasan demi alasan Eva lontarkan buat menghindari Kevin sebisa mungkin dia tidak mau bertemu Kevin tapi jika keadaan seperti dia hanya bisa memberi alasan menghindar.
Bahkan Eva sempat berfikir apa dia tidak punya kerjaan lain selain mengikuti Eva.
Eva melangkah meninggalkan Kevin dia ingin cepat segera pergi lagian dia juga harus kerja.
Eva sampai kos membersihkan diri lalu siap siap berangkat kerja.
Tidak terasa waktu kerja Eva sudah selesai dia pamitan sama temannya pulang.
"Bye aku duluan ya. "
Pamit Eva meninggalkan temannya dia tau ada Kevin hanya cuek saja tidak mau bicara atau hanya sekedar membalas sapaan Kevin.
"Va tunggu . "
Panggil Kevin yang di hiraukan Eva seolah tidak mendengar.
"Va lo kenapa menghindari gue mulu ?. "
__ADS_1
Dengan diamnya Eva membuat Kevin makin bingung apa dia nyerah saja, apa sampai disini dia berjuang, dia lelah juga tidak ada tanggapan.
Perempuan kadang minta di mengerti tanpa harus bicara banyak hanya memberi kode saja tanpa bicara dan sebagai cowok harus peka dan sabar menghadapi.
\=\=\=
Esoknya Kevin tidak ada jam kuliah dia lagi bersantai sama Bastian di rumah orang tua Bastian yang sudah di anggap anak sama seperti Bastian begitu juga orang tua Kevin pada Bastian.
"Tian gue mau ke caffe dulu mau lihat keadaan caffe. "
Pamit Kevin dia jarang memantau langsung kadang mampir hanya sekedar makan sama teman temannya.
"Mantau caffe atau Eva. Kalau caffe ngak akan pergi kemana akan tetap disana kecuali Eva bisa saja di embat orang. "
Goda Bastian buat apa caffe di pantau tidak akan lari juga tu caffe. Kecuali Eva takutnya sudah punya cowok lain makanya selalu menghindari Kevin atau Kevin punya salah tanpa dia sadari.
Sampai caffe Kevin langsung di suguhkan dengan senyum manis Eva tapi sayang senyuman bukan di tujukan buat dia jadi Kevin harus menelan pahitnya kecewa.
Seketika senyum Eva sirna saat melihat keberadaan Kevin pada salah satu meja di sudah caffe . Apa ada yang salah kalau Kevin manikmati senyum itu walau dia tau bukan buat dia.
"Aku ke dalam dulu ya, kamu hampiri ya pelanggan itu . "
Eva masuk ke dalam membiarkan temannya saja yang menghampiri Kevin dia malas lagian caffe juga tidak rame jadi dia bisa menghindar.
"Kenapa bukan dia yang menghampiri gue. Apa perlu gue panggil ke ruangan saja biar dia tidak bisa menghindar.
Itu ide cemerlang. "
Kevin bangkit dari duduknya masuk ke dalam ruangannya yang berada di caffe itu.
"Pak tolong panggilkan karyawan bernama Eva suruh masuk ke dalam ruangan saya ya. "
"Baik Kevin tunggu sebentar ya. "
Manager itu hanya panggil nama sesuai permintaan Kevin dan juga dia lebih tua dari Kevin.
Kevin menunggu sambil membelakangi pintu masuk jadi tidak akan ada yang tau kalau dia yang duduk disana.
Dia sudah tidak tahan dengan sifat Eva yang selalu menghindari dia, ingin semua jelas hari ini jika tidak ada kesempatan lagi maka semua perjuangan dia cukup sampai disitu.
"Va kamu di panggil bos di ruangannya. Cepat ya bos tidak suka menunggu lama. "
Manager menghampiri Eva yang sedang membawa piring kotor.
"Iya pak ada apa bos panggil aku ? apa aku ada salah perasaan ngak ada deh . "
Kaget Eva kenapa tiba tiba bos dia datang dan memanggil dia ke ruangannya.
Selama Eva bekerja disana dia belum pernah bertemu bos sekali pun. Bahkan tau nama saja belum pernah dia hanya tau yang bicara sama dia sekarang ini bosnya.
"Saya juga tidak tau, cepat tarok piring itu lalu temui bos. "
Suruh manager yang sama sekali juga tidak tau kenapa bos dia memanggil Eva.
Bos dia jarang ke caffe hanya memantau sesekali dan dia hanya mengirim email tentang perkembangan caffe jadi mereka jarang bertatap muka.
"Iya pak. Makasih aku akan segera kesana. "
Eva masih bertanya tanya kenapa dia di panggil, di merasa tidak ada melakukan kesalahan selama bekerja selalu baik dalam bekerja dan juga datang tidak pernah terlambat.
Lalu buat apa dia panggil membuat dia makin penasaran ditambah dia juga tidak tau siapa bos dia sebenarnya.
__ADS_1
"Ada apa bos manggil aku, bikin aku deg deg an saja.
Apa aku buat salah tanpa aku sadari ya?nanti juga akan tau juga sudah bertemu bos, semoga semuanya baik baik saja.
"
Menuju ruangan yang di tunjukan manager tadi berbeda dengan ruangan manger yang selama ini Eva tau sebab kalau mengambil gaji ke ruangan itu.
Tok,,,
Tok,,,
Eva mengetuk pintu dari luar hingga terdengar suara menyuruh dia masuk. Eva membuka ruangan itu dengan sedikit takut.
Eva mengedarkan pandangan pada seluruh isi ruangan itu. Ruangan yang rapi dan bersih tidak banyak isi ruangan itu hanya ada rak buku, sofa tamu, meja kerja dan hanya ada satu lukisan tidak ada foto apa pun.
"Maaf Bapak ada apa memanggil saya. "
Eva dapat menyimpulkan orang yang duduk membelakangi dia adalah bosnya.
Orang itu masih diam belum menjawab pertanyaan Eva membiarkan Eva bingung kenapa dia di panggil.
"Ada apa Bapak memanggil saya, apa saya ada kesalahan saat bekerja. "
Eva heran kenapa bosnya hanya diam saja jadi buat apa dia panggil mengahadap dia jika hanya saling diam.
"Kalau tidak ada lagi saya pamit Pak, masih ada kerjaan. "
Izin Eva ingin keluar dirasanya dia tidak ada yang penting juga.
"Siapa yang izinkan kamu keluar. "
Suara yang tidak asing lagi sama Eva, suara yang ingin Eva hindari tapi kenapa dia ada disini.
Jika dia tidak salah apa benar dia bos tempat dia bekerja tapi kenapa dia tidak tau selama ini, apa dia sengaja.
Apa aku tidak salah dengar itu Kevin, apa benar itu dia. Batin Eva kaget masih tidak percaya sama apa yang dia ketahui sekarang.
"Iya ini gue. "
Membalikkan kursi dia menghadap ke arah Eva.
Eva kaget ternyata benar kenapa semua harus dia diantara banyak orang.
Apa dia menyesal sekarang kerja disana apa perlu dia berhenti kerja disana dan cari kerjaan lain.
"Kevin . "
Hanya itu yang mampu Eva ucapkan. Sudah sering Eva hindari Kevin kenapa sekarang jadi satu ruangan sama Kevin apa dia sengaja melakukan itu biar Eva tidak punya alasan lagi menghindari dia.
"Iya Va ini gue. "
\=\=\=\=
*Tetap dukung terus kasih like, rate, Komen and vote ya
Makasih
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc.
__ADS_1