TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Merasakan yang Sama.


__ADS_3

Kini kalang kabut lagi Kevin mencari Eva,kenapa sekarang kekasihnya itu punya hobi baru membuat orang pusing saja,untung sayang kalau tidak di biar kan mungkin.


Dia yang teledor atau Eva yang suka menghilang,bagaimana bisa baru beberapa saat pandangan teralih sudah tidak kelihatan lagi.


Apa perlu Eva di pegang terus atau ikuti kemana dia pergi,ah kalau itu di lakukan apa yang ada dalam fikiran orang kalau sampai itu Kevin lakukan atau mungkin sekalian saja orang bilang ikat atau kurung dalam kamar.


"Kemana lagi lagi?cepat banget hilangnya.


Apa harus di pegang terus biar ngak hilang."


Jika bukan lagi di acara pesta mungkin Kevin sudah berteriak memanggil Eva biar cepat bertemu atau minta bantuan pada yang lain.


Kalau sekarang minta bantuan yang lain bisa bisa pesta itu berubah haluan dan fokus mencari Eva saja.


Dan bagaimana kalau keluarga Kevin juga tau tentang Eva apa mungkin akan bisa menerima Eva lagi.


Memikirkan itu saja sudah membuat Kevin pusing,seharusnya tadi langsung dia ikuti biar tidak kehilangan jejak gini.


"Untung sayang kalau ngak ya harus pokoknya di sayang."


Hingga langkah Kevin tertuntun pada sebuah tempat yang tidak jauh dari sana serta samar samar Kevin mendengar ada orang yang lagi berbicara.


"Kamu jangan mendekat! kamu siapa?buat apa membawa ku kisini?."


Itu suara Eva,sangat jelas itu suara Eva tidak salah lagi tapi tunggu sama siapa dia bicara.


Karena penasaran Kevin makin mendekat lagi ke asal suara itu tapi tidak ada lagi yang bicara hingga Kevin memberhentikan langkahnya.


Apa yang harus dia lakukan jika Eva terus bicara mungkin dia bisa cepat menemukan tapi kalau diam seperti ini dia juga bingung buat mendekat.


"Kenapa ngak ada lagi suara Eva?."


Harus apa Kevin?dia sendiri juga bingung,begitu banyak kejutan buat dia selama menjalin hubungan sama Eva.


Apa harus terus melangkah ke depan atau mempertimbangkan lagi buat maju.


Tapi rasa yang sudah pernah ada terlanjur tertanam indah dalam jiwanya akan sangat sulit untuk menghapusnya.


Kevin diam di tempat,bukan bingung sama hubungan yang dia jalin sama Eva tapi bingung di zaman yang sudah serba canggih ini masih ada hal seperti ini.


Dia saja yang sejak lahir ke dunia belum pernah mengalami hal ini dan sejak bertemu Eva baru bisa melihat langsung bahkan berada di dunia yang berbeda.


Eva,gadis cantik itu ke adaannya tidak sebaik tadi,kadang dia hanya pura pura baik di depan semua orang agar tidak ada yang cemas terutama kakaknya.


Akhir akhir ini sosok itu sudah mulai menampakkan diri baik secara langsung atau sekilas saja.


"Lepaskan aku,aku ngak mau lihat kamu."


Pakaian Eva sedikit berantakan karena di seret tadi sebab Eva memberontak buat di bawa.


Apa lagi Eva tidak tau siapa yang membawa dia pergi,kenapa dia bisa terkecoh lagi.


Dia yang kurang hati hati atau orang itu yang terlalu pintar.


"Seharusnya kamu tau aku sudah lama membiarkan kamu bebas dan sudah saatnya aku membawa kamu."


Suara itu hanya Eva yang bisa mendengar sendiri sedangkan Kevin tidak jadi hanya ada kesunyian setelah Eva bicara.


"Sampai kapan pun aku ngak mau ikut kamu,ingat dunia kita berbeda dan hidup kita akan tetap seperti ini selalu berdampingan tapi ngak bisa bersama,ingat itu."


Jika ingin tau siapa yang bicara sama Eva dia adalah sosok yang dulu pernah membawa Eva pergi dari Evan.


Sosok itu datang lebih dulu dari dia yang masih bingung sama pilihannya hingga melupakan Eva yang lagi dalam incaran sesama dia yang berniat jahat.


Sosok itu sama seperti manusia pada umumnya ada yang baik ada juga yang jahat.


Yang baik akan tidak akan mengusik sedangkan yang jahat akan selalu punya cara buat mengganggu ketenangan siapa saja.


"Tapi itu tidak berlaku buat sekarang bagi kamu,siapa yang akan membantu mu semua orang sibuk dengan dunianya sendiri."


Pintar dia memanfaatkan ke adaan yang sedang sibuk sehingga perhatian orang tidak lagi fokus pada satu objek.


Eva melangkah mundur buat menghindari orang itu yang sudah kian mendekat,kaki itu terasa berat buat melangkah karena dia dia yang ada di depan Eva.


Dia yang sudah lama hilang kini muncul lagi,apa maunya sekarang?.


Eva hanya bisa berdoa dalam hati buat segera bebas dari sana,memang tempat itu tidak terlalu jauh dari area pesta tapi yang jadi masalah sekarang tidak ada orang disana selain dia,bahkan orang lewat saja tidak ada hingga tidak ada yang bisa mendengar Eva bicara.

__ADS_1


Vin kamu dimana?


"Kaburpun kamu tidak bisa sekarang."


Sudah bisa melihat gelagat Eva yang hendak ingin kabur.


Semua gerakan Eva sudah terbaca sedangkan di tidak jauh dari mereka berdua ada sepasang mata yang masih memperhatikan mereka.


Tidak mendekat atau tidak ada niat buat menghampiri.


Mungkin hanya ingin jadi penonton saja.


Eva membalikkan badan hendak pergi dari sana baru beberapa langkah dia menabrak sesuatu hingga terjatuh ke tanah.


BBUUKKK....


Eva memejamkan mata belum mau melihat apa yang dia tabrak,takut yang ada di depan dia lagi hingga kesempatan bebas Eva jadi semakin sedikit.


Yang jadi objek tabrakan Eva barusan hanya diam berdiri tidak memberi reaksi sama sekali.


Hingga sebuah tangan memegang pundak Eva membuat Eva kaget.


"Aaaa,,,."


Eva gemetar sama sesuatu yang bertengger di pundaknya masih takut buat menengadahkan kepala.


Takut jika yang dia lihat sesuatu yang dia hindari.


Di dalam sana semua orang menunggu kedatangan mereka berdua yang sudah hampir satu jam pergi tapi belum balik juga.


Buat apa mereka berdua memisahkan diri segala sedangkan yang lain pada berkumpul.


Apa mereka belum cukup waktu buat bersama,bahkan bisa di bilang mereka selalu bersama hampir tiap hari bukan hampir lagi tapi memang tiap hari selalu bersama.


Mereka seperti anak Sekolahan yang baru mengenal cinta hingga dimana saja selalu ingin berdua.


Andai mereka semua tau apa yang terjadi mungkin tidak akan berfikir jelek sama kedua orang itu.


"Mereka pada kemana ya?berduaan terus."


Semua orang setuju pendapat itu,memang sepasang kekasih itu akan selalu menempel jika sudah bertemu walau masih tau batasan tapi tetap saja bukan sekarang juga waktunya.


Bela Sandra tidak mau sahabatnya itu jadi bahan omongan yang tidak tau kejadian apa yang sedang terjadi.


Sandra jauh lebih banyak tau tentang Eva dari pada mereka semua hingga tidak pernah berburuk sangka sama sekali.


"Bukan begitu San,kita semua pada ngumpul di sini dan mereka berdua ngapain memisahkan diri."


Sisi juga setuju ngapain Eva tiba tiba pergi setelah baru beberapa saat bergabung di tambah Kevin juga ikutan pergi yang membuat mereka semua curiga jika mereka berdua memilih berduaan saja.


"Iya San,Sisi benar ngak baik Eva pergi gitu aja apa lagi ini pesta kakaknya dan dia malah asik pacaran aja."


Kesyi ikut menambahi tidak setuju dengan sikap Eva sekarang yang menghilang tanpa alasan.


"Jangan berburuk sangka pada hal yang belum tentu terjadi."


Sandra bukan membela Eva sepenuhnya tapi dia tau Eva tidak mungkin melakukan itu sebab mengingat mereka berdua yang tiap hari bersama.


Eva tidak mungkin tidak menikmati hari bahagia kakaknya ini,mungkin dia orang pertama yang sangat bahagia melihat kakaknya menikah.


"Kita ngak berburuk sangka tapi memang kenyataannya seperti itu."


Hah hampir semua orang nenyalahkan Eva yang menganggap Eva lagi berduaan sama Kevin.


Kadang yang ada di depan mata saja belum tentu kenyataannya,lah ini hal yang belum pasti malah ambil kesimpulan sendiri.


Sandra menoleh pada David buat minta pembelaan tapi apa yang Sandra terima sama dengan yang lain.


"Mungkin benar hun mereka lagi berdua."


Kini kekasih sendiri tidak membela dia juga,masa kini dia sendiri melawan mereka semua pasti tidak akan menang.


Hanya ada satu cara buat Sandra sekarang.


"Abang sama aja,firasat ku tiba tiba ngak enak ya.


Jangan menyesal nanti kalau tau kebenarannya.

__ADS_1


Aku sudah lama kenal Eva sudah tau bagaimana sifat dia luar dalam.


Jangan menyimpulkan sesuatu tanpa mencari tau dulu."


Setelah mengucapkan kata kata itu Sandra meninggalkan mereka semua tanpa permisi.


Yang ada dalam fikirannya sekarang,dimana Eva?tidak mungkin sahabatnya itu menghilang tanpa kabar.


Pasti sudah terjadi sesuatu atau hal lainnya.


Di atas pelaminan Efi juga merasakan hal yang sama dengan Sandra,perasaan dia tiba tiba tidak enak dan teringat sama adiknya.


Efi gelisah dan semua itu tidak luput dari mata Renal.


Tampak jelas wajah Efi yang tiba tiba tidak tenang.


"Honey kamu kenapa?apa kamu capek?."


Renal tau tidak mudah harus memakai semua itu pasti berat menggunakan gaun itu apa lagi high hills yang tingginya cukup lumayan.


"Perasaan aku tiba tiba ngak enak Re,aku ingat Eva."


Jujur Efi walau belum tau apa yang terjadi sama adiknya itu.


"Eva akan baik baik aja,mungkin dia lagi ngumpul sama yang lain.


Biar kamu ngak cemas lagi aku tanya Sisi dulu ya."


Ini cuma cara biar Efi tidak cemas lagi dan tidak memikirkan Eva lagi.


Sebagai kakak ikatan batin itu pasti ada hanya saja kejadian beberapa bulan yang lalu entah kenapa Efi tidak merasakan dan malah Kevin yang merasakan.


"Kata Sisi,Eva lagi sama Kevin."


Balas chat Sisi seperti itu ya kerena Sisi juga tidak tau keberadaan Eva dan Kevin dimana karena yang dia tau Eva di susul Kevin tadi.


Efi mengangguk tapi tetap saja perasaan dia masih ada yang mengganjal namun tidak mau bilang lagi.


Ingin rasanya dia mencari adiknya jika tidak mengingat ini acara pernikahan dia.


Matanya mengedar pada seluruh ruangan itu tapi Eva tidak ada hanya saudara dia yang lain saja lagi berkumpul.


Dan tunggu David hanya sendiri tanpa ada Sandra sama dia juga,pergi kemana Sandra.


Semoga benar Eva lagi sama Kevin,tapi perasaan ku masih belum tenang kalau belum melihat Eva.


Dek kamu dimana jangan buat kakak cemas.


\=\=\=\=\=


*Semalam author baca semua komen banyak yang mendukung tapi sebagian ada juga ya sedikit buat author sedih lah.


Menulis itu bukan hal mudah dan juga mencari ide buat di tuangkan itu yang sulit di tambah harus mengusahakan up tiap hari.


Maaf kalau ada yang sekiranya tersinggung cuma author mau bilang aja kalau tidak atau kurang suka sama cerita ini lebih baik tinggalkan tanpa komentar.


Jangan berkomentar seperti pelaku tabrak lari setelah orang terluka tanpa ada niat buat menolong.


Ada juga author baca kenapa waktu Eva terjebak itu tidak melakukan membaca surat pendek atau apalah author lupa komennya.


Tapi di fikirkan lagi jika kita berada pada situasi mendesak atau dalam bahaya maka otak kita bekerja lambat hingga bingung mau berbuat apa,maka itu yang Eva rasakan kala itu.


Dan maaf buat komennya yang tidak bisa author balas satu satu,tapi author ingat semua komen yang reader berikan.


Terima kasih atas dukungan nya.


Stay terus ya,author lihat kebanyakan suka yang horror ya karena pas up di eps horror viesnya naik lagi.


Budayakan like and Komen


Dan kalau bisa vote juga.


Karena nge like tidak sampai menghabiskan waktu satu detik.


Makasih


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2