
Di kosan tadi sebelum Eva pergi.
Dia masih berdiri agak jauh dari Eva namun masih jelas kalau dia itu anak seusia Sekolah Menengah Pertama, menggunakan baju seragam Sekolah dengan berlumur darah yang hampir mewarnai baju putih itu, wajah pucat tatapan mata kesedihan.
"Kak bantu aku ?. "
Dengan suara lirih bicara pada Eva, terdengar menyedihkan bahkan mata itu mengatakan jika dia ingin kembali belum siap menerima semua itu sekarang dengan usia yang masih kecil.
"Ba bantu a ap ?. "
Kenal tidak, tau nama apa lagi datang datang minta bantuan,mau di bantu apa dia juga baru disana bahkan belum dua puluh empat jam.
Tidak di bantu kasian mau di bantu tidak tau bagaimana caranya.
"Aku ingin pulang kak . "
Hati Eva terenyuh mendengar ingin pulang, tapi pulang kemana bukannya dia sudah beda alam dan juga tidak tau dimana rumahnya.
"Pulang, pulang kemana ?. "
Sebagai sesama ada keinginan untuk membantu jika bisa, bukan sekarang mungkin bisa nanti juga jika sudah tau caranya.
"Aku rindu mama . "
Lirihnya lagi menahan tangis, jika dia pulang orang rumahnya pun tidak akan bisa melihat juga tapi setidaknya dia pergi nanti dengan tenang.
"Bagaimana cara aku bantu kamu, tau kamu saja tidak dan rumah kamu dimana . "
Eva jadi ingat orang tua yang sudah lama pergi dan merasakan sesak jauh dari orang tua walau itu sudah lama sekali berlalu.
Kadang hanya Allah yang tau bagaimana sulitnya menahan rasa sabar tanpa harus bercerita panjang lebar
Setiap apa yang di rasa tidak perlu di ceritakan juga , ada kala harus memendam sendiri dan juga orang cuma ingin tau apa yang kita rasakan bukan karena rasa simpati.
"Aku tau kak, tapi aku ingin kembali sama mereka sebab jasad ku ada di sebuah rumah sakit dan keluarga ku tidak bisa menemukan. "
Jelas dia ingin kembali pada jasadnya yang berada di sebuah rumah sakit di kota itu.
"Kamu kan bisa balik lagi kesana dan sadar dari koma mu itu lalu balik ke keluarga kamu, kenapa harus aku. "
Kenapa harus dia yang di repotkan buat menemui keluarga dia lalu mengantar kerumah sakit sungguh merepotkan fikir Eva.
"Aku belum mau balik sebelum keluarga ku menemukan pelaku dari kejadian yang menimpa ku kak, mereka ingin menyingkirkan aku sebab selama ini aku cucu kesayangan opa dan mereka iri sehingga ingin menyingkirkan aku. "
Menjelaskan secara detail lagi biar Eva paham dan mau membantu.
__ADS_1
"Aku ngak tau bisa atau tidak tapi jika ada waktu akan aku bantu. "
"Dan juga aku baru disini ngak tau jalan sini. "
Jika ingin membantu harus tau jalan dan kondisi dulu jangan asal bantu malah akan kesasar nanti bikin repot kakaknya saja.
"Biar aku tunjukin jalan yang penting kakak mau bantu aku. "
Tidak sekarang juga tidak apa, mencari orang yang bisa membantu dia akan susah juga sudah beberapa kali di coba tapi tidak ada yang bisa lihat dia hingga akhirnya menemukan Eva itu merupakan kesempatan.
"Tidak sekarang aku juga mau keluar sama teman nanti. "
Menutup jendela lagi buat istirahat tidak mau lama bicara dan orang menilai jelek tentang Eva yang bicara sendiri.
Hingga sore menjelang Eva bangun tidur lalu mandi bersiap pergi bersama Sisi sesuai janji tadi siang.
Efi juga belum pulang dari mencari kerja tadi lagi, apa sungguh sulit mencari kerja dengan ijazah Menengah Atas saja bisa saja iya.
"Sudah siap sekarang temui Sisi dulu takut dia nunggu lama. "
Mengambila tas slempang dan mengunci pintu lalu menuju kosan Sisi di sebelah.
Baru sampai teras Sisi sudah keluar dengan pakaian rapi juga.
Yuk berangkat jalan kaki aja dekat ini ngak apa kan ?. "
Tawar Sisi memang toki buku tidak jauh dari kosan cuma butuh jalan lima menit sudah sampai jadi tidak perlu menggunakan angkutan.
"Ngak apa Si aku juga udah biasa jalan kok. "
Jalan dekat bukan masalah buat Eva, di kampung saja dari Sekolah Dasar hingga Menengah Atas selalu jalan ke Sekolah jadi tidak akan lelah juga.
"Va kak Efi sudah balik cari kerja ?. "
Percakapan di sela langkah mereka biar tidak hampa dan juga bingung mau bicara apa baru kenal juga jadi masih ada rasa canggung juga.
"Belum Si mungkin belum dapat kerja, susah juga cari kerja kakak juga tamat SMA pasti banyak yang nolak juga "
Lesu Eva, kenapa Kakaknya tidak mau kuliah jika masalah biaya mungkin bisa cari beasiswa karena mereka berdua sama sama pintar, Eva saja bisa dapat apa lagi Efi yang tidak jauh berbeda.
"Nanti Sisi bantuin ya Va tanya sama kakak Sisi yang punya cafe siapa tau butuh karyawan kalau tidak nanti sama temannya. "
Ingin membantu Sisi juga tidak tega melihat Efi kesusahan selama disana dan juga jika bisa membantu kenapa tidak.
Mereka terus berjalan hingga sampai di depan toko buku saat mau masuk Eva melihat dua cowok yang dia lihat saat di jalan kemarin.
__ADS_1
"Evan."
Lirih Eva melihat cowok yang mirip dengan Evan lagi berdiri depan toko buku itu dengan temannya tapi menampilannya agak beda dari biasa dan juga saat dia melihat ke arah Eva wajah dia biasa saja tidak ada reaksi sama sekali.
"Evan siapa Va ?. "
Sisi mendengar Eva menyebut nama seseorang dan melihat ke arah pandangan Eva lalu dia menyadari jika ada dua cowok tampan disana melihat juga ke arah mereka.
"Hhmm ngak Si yuk masuk takut kemalaman pulang nya. "
Ajak Eva dia mungkin salah lihat saja dan juga dia cuek seperti tidak kenal ada sesak di dada Eva saat melewati dia begitu saja.
Apa Evan sudah lupa sama aku kenapa dia biasa saja lihat aku, tapi penampilan dia juga beda. Batin Eva saat berpapasan tadi hingga masuk kedalam.
Kenapa dia melihat ke arah ku tapi siapa Evan itu ? Dia juga bingung kenapa gadis itu dari tadi memperhatikan dia ada keterkejutan di wajahnya saat datang tadi.
"Eh eh tunggu dulu . "
Cegah Tian yang mendapat penolakan bahkan tanpa melihat kearahnya dua cewek itu terus masuk saja menghiraukan panggilan Bastian.
"Apa ketampana gue ngak ngaruh buat mereka ya, apa ketampana gue sudah memudar gawat ini ngak bisa di biar kan, gue harus bagaimana ini Vin. "
Cerocos Bastian mendapat penolakan nyata barusan rasanya dia seperti mimpi jika ada cewek yang acuh sama dia.
"Mata mereka normal kali Tian. Mana yang tampan dan mana yang sok tampan. "
Ledek Kevin pada Bastian yang sudah memasang muka masam.
Senang masih ada cewek normal yang tidak tertarik sama pesona Bastian bahkan melirik saja tidak perlu di kasih penghargaan.
"Ah bodo ayo Vin ikut gue. "
Menarik tangan Kevin dari sana buat memastikan kejadian barusan yang belum bisa Bastian terima begitu saja ada yang tidak beres sama penglihatan cewek tadi dan harus di selesaikan.
\=\=\=\=\=\=\=
*Selamat siang up kadang ngak teratur sebab ngetik lewat HP dan hp nya lagi minta di servis jadi ada kesalahan terus saat mau ngetik.
Dukung terus ya tinggalkan jejak berupa like, rate, komen and vote
Makasih.
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc
__ADS_1