
Eva terbangun dari tidur nyenyaknya karena pijitan Evan yang bisa buka usaha pijit tapi di tolak. Dia harus terpaksa membuka mata lelahnya berjalan jauh, usil tentu saja tadi becanda tidak pada tempat dan sekarang malah usil di waktu yang tidak pas.
"Kamu kenapa sih Van, kamu dendam sama aku dari tadi bikin emosi aja"
Siapa yang tidak akan marah kalau lagi tidur di ganggu.
Semut saja kalau di ganggu pasti akan gigit apalagi manusia yang kalau emosinya cepat naik kalau di pancing (ikan kali di pancing, iya lah ikan di kali masa di di rumah) .
"Kamu enakan tidur aku udah bicara sendiri kayak orang gila, kamu kira aku tukang urut apa. "
Nyolot balik tidak tau salah, kan bisa di bangunkan baik baik kenapa harus dengan cara usil.
"Bisa baik baik kan Van di bangunkan nya, kenapa harus di kelitikin sih, kalau aku pingsan ngak tahan gimana. "
Cerocos Eva, dia paling tidak bisa di kelitikin apalagi kalau lama bisa kencing dalam celana.
"Kan buktinya ngak pingsan dan kalau pingsan aku tinggal aja sendiri disini. "
Main tinggal saja kalau mau di tinggal kenapa tidak dari tadi juga, aneh.
"Ya udah tinggalkan saja tapi,,. "
Menggantungkan ucapan melihat raut wajah Evan dulu sebelum di lanjutkan.
"Tapi apa ?. "
Paling bisa bikin penasaran , langsung saja bisa kali bicaranya.
"Tapi setelah sampai rumah ha ha. "
Siapa juga mau di tinggalkan di tempat asing bisa beneran mati dia.
"Itu sih mau kamu. "
"Emang mau aku. "
Setelah itu mereka saling diam larut dalam fikiran masing masing.
Kapan aku akan keluar dari sini, lama lama aku dekat Evan beneran bisa mati berdiri aku di kerjain dia terus. Nie anak kenapa sekarang bisa jadi usil begini sih, bikin kesal aja tapi setidaknya dia selalu lindungi aku, makasih Van.
Kalau aku bilang langsung bisa besar kepala dia .
Eva bicara dalam hati dengan pandangan lurus kedepan tanpa mengjiraukan Evan yang duduk di samping.
Jangan lupakan Evan bisa dengar semua yang Eva bilang dan pendengar hanya tersenyum simpul saja.
Tapi Evan kemana selama ini kenapa waktu itu ninggalin aku di tepi hutan ya, untung aku ngak nyasar lagi.
Eh tunggu itu siapa duduk disana, kenapa sendirian kayak anak kecil deh, apa samperin aja ya tapi takut juga kalau ngak di deketin takut dia nyasar juga.
Eva melangkah mendekat ke arah duduk anak kecil itu.
"Bodoh kenapa pergi kesana, dia fikir ini di dunia dia apa. Lupa dia disini bahaya."
Evan cuma memperhatikan apa yang akan Eva lakukan walau dia tau itu bukan hal baik, salah dia sendiri juga main pergi aja.
__ADS_1
"Kita lihat saja, satu, dia, tig,,. "
"Aaaaaa,,,,. "
Eva berlari balik ke tempat Evan duduk di sambut senyum ejekan Evan buat Eva.
"Apa itu tadi Van ?. "
Malah nanya sama Evan kan dia yang lihat sendiri.
"Emang kamu lihat apa barusan, kamu yang lihat malah nanya aku. "
Kilah Evan padahal tadi dia sudah tau itu apa.
Di tempat itu memang banyak hal begituan, Eva saja sok berani.
"Ih kamu pasti tau, kenapa ngak bilang aku, malah biarin aja. "
Memukul bahu Evan kuat melepaskan emosi dia barusan membiarkan dalam bahaya.
"Kamu lupa ini dimana, malah main lihat aja. "
"Tadi aku reflek aja Van, ngak tau kenapa kaki ku melangkah sendiri kesana. "
"emang kamu lihat apa?. "
Penasaran juga apa yang Eva lihat sama tidak dengan yang dia lihat.
"Tadi aku lihat dia pas angkat kepala ada taring panjang, mata putih sebelah dan sebelah lagi merah terus pas dia mau senyum keluar kuku panjang ketawa nya bikin aku merinding. "
"Oh berarti sama.Ayo lanjut lagi. "
Jawab singkat Evan terus berdiri melanjutkan perjalana lagi yang kurang jauh itu tapi akan tetap terasa jauh kalau terlalu lama berhenti.
"Iya aku udah baikan juga. "
"Lain kali kalau tempat asing jangan pernah peduli sama sekitar. "
Peringat Evan tidak selalu Evan bersama dia ada kala dia punya urrusan juga.
Yang akan menjaga diri ya kita sendiri kalau orang lain itu hanya kadang kebetulan. Gunakan kemampuan sendiri melindungi diri jangan andalkan orang lain sebab orang lain juga punya kemampuan terbatas.
"Iya bawel. "
Malah di ledek lagi saat di peringatkan.Kita tidak tau kapan bahaya akan datang menghampiri bisa saja saat kita lengah dia datang.
"Terserah yang jelas aku sudah ingatkan kamu. "
"Aku ngak selalu ada di samping mu. "
Langkah kaki itu seiring melaju kedepan satu per satu langkah pasti sudah jauh juga dari tempat istirahat tadi yang jelas sudah hampir sampai.
Sudah keluar dari tempat menyeramkan tadi sekarang lagi di dunia nyata tinggal beberapa saat lagi sampai di rumah Eva.
Lelah sudah tidak terasa lagi kala rumah Eva sudah tampak di depan mata, mereka keluar di belakang rumah hari sudah mulai pagi sudah menunjukan pukul empat pagi.
__ADS_1
"Akhirnya sampai rumah juga, lelahnya baru terasa sekarang. "
Masuk ke dalam lalu mengambil minum di bawa ke ruang tamu disana masih ada Evan lagi duduk memperhatikan gerak gerik Eva dari mulai masuk dapur hingga balik lagi.
"Minum dulu Van. "
Menuangkan air dalam gelas untuk mereka berdua.
"Aku kalau ngak minum ngak apa Va, buat kamu aja. "
Tolak Evan, dia biasa tidak minum mana ada makhluk kayak dia minum minuman manusia.
"Ya sudah. "
Ucap Eva minum air habis satu gelas lalu nambah lagi hingga habis mau tiga gelas.
"Leganya."
Menaruh lagi gelas yang tinggal setengah itu lalu duduk meluruskan kaki.
"Makasih Van sudah antar aku pulang, kamu memang teman terbaik ku. "
Ucap tulus Eva menghadap Evan dengan senyum manisnya.
Senyum mu selalu manis Va dan aku harap cuma untuk ku, biarlah aku egois aku ngak peduli. batin Evan memperhatikan senyum manis Eva.
"Itu gunanya teman Va, saling bantu kalau lagi butuh, cuma satu pinta ku selalu ada buat aku . "
"Pasti aku akan selalu ada buat kamu Van, kamu segalanya buat aku Van. "
Menutkan marina dengan jari Evan sebagai tanda mereka akan selalu ada satu sama lain.
"Tepati Va. "
Di balas anggukan mantap Eva sebagai jawaban.
"Kamu tidur dulu nanti aku bangunin buat Sekolah. "
Suruh Evan tidur, Eva cuma menggeleng kalau dia tidur pasti akan sulit bangun nanti kerana dia lelah dan jika kelelahan akan sulit bangun nanti.
"Kenapa ? Masih ada waktu istirahat biar nanti di Sekolah ngak ngantuk. "
"Ngak apa Van, aku temani kamu aja. Biar kita sama sama bangun, nanti bareng ya ke Sekolah. "
Pinta Eva biar ada teman jalan juga biar tidak sepi.
"Iya."
\=\=\=\=\=\=
Tinggalkan jejak sayang kuh berupa like, rate, komen and vote.
Makasih.
LOVE YOU❤😘
__ADS_1
Tbc.