
"Va ?. "
Yang menyusul Eva ke perpustakaan tadi yaitu Evan walau sudah di larang Eva tapi dia tetap kekeh menyusul Eva bukan tidak mau menurut cuma dia takut terjadi yang tidak diinginkan terjadi pada Eva.
Kehadiran Evan di hidup Eva banyak sedikit sudah mengubah hidupnya dimana sudah ada orang yang peduli sama dia selain kakak satu satunya.
Dalam hidup kita saling membutuhkan, saling bantu, saling menguatkan bahkan saling melengkapi.
Di saat kita merasa sendiri ada saja orang lain datang untuk menemani, rasa sedih melanda ada orang yang datang menghibur, disaat merasa tidak tahu arah akan selalu ada petunjuk buat jalan yang benar, yang jelas semua sudah ada yang mengatur skenario kita tinggal menjalankan dan melewati semua itu.
"Plis Van kali ini aku lagi ngak mau di ganggu. "
Pinta Eva memohon supaya di tinggalkan sendirian saja bukan marah atau kesal, kadang dia butuh waktu buat sendiri tapi sendiri bukan karena sedih itu semua datang dari dalam diri tanpa di pinta.
"Ya sudah aku pergi. "
Lirih Evan bergerak pergi meninggalkan Eva sendirian di perpustakaan dengan wajah lesu bercampur sedih.
Maafkan aku Van, aku cuma lagi pengen sendiri saja, aku ngak marah kok sama kamu, nanti pulang sekolah juga bareng. Memperhatikan Evan berjalan keluar tampak jelas sama Eva wajah sedih Evan, bukan maksud menyakiti temannya itu.
aku biarkan kamu sendiri tapi aku akan tetap mengawasi mu Va dari jauh. Balas Evan sendiri memilih mengawasi saja jika Eva sudah bilang gitu.
Waktu terus berlalu jam pelajaran Sekolah sudah berakhir lima menit yang lalu tapi Eva belum keluar lagi dari perpustakaan padahal pustaka sudah sepi pengunjung bahkan sudah mau tutup karena pengurusnya juga mau pulang sebab hari sudah mau menjelang sore.
Di kelas Evan masih menunggu Eva dia meninggalkan pustaka di saat merasa Eva aman saja dan memilih duduk dalam kelas. Dia bertemu Sandra lagi tapi tidak ribut sudah akur lagi entah apa penyebab mereka berdua yang sebentar baik sebentar ribut. Mungkin sehari saja tidak ribut seperti ada yang kurang.
"San kok Eva belum balik juga ya ? Apa dia baik baik aja. "
Evan bingung kenapa Eva belum balik juga padahal waktu Sekolah sudah habis dan murid dalam kelas sudah mulai meninggalkan kelas satu persatu.
"Iya ya Van, kemana lagi tu anak bikin cemas saja. "
Sandra ikut an cemas di karenakan Eva belum balik ke dalam kelas dan dia juga tidak tau Eva pergi kemana tadi.
"Kamu tau Van dia dimana, kamu kan tadi nyusul dia ?. "
Setelah Eva keluar tadi Evan mengikuti dari belakang tanpa tahu Eva walau akhirnya bertemu di perpustakaan juga tadi.
"Tadi aku ikutin dia sampai perpustakaan dan sempat bicara sama dia ya itu tadi di usir lagi sama dia. "
Keluh Eva kenapa dia mau saja tadi pergi saat Eva menyuruh pergi padahal dia bisa saja cari alasan kalau dia juga mau belajar jadi tidak perlu pergi.
"Kok kamu malah ninggalin sendirian sih dia, Yuk kita susul perpustakaan juga mau tutup tu. "
"Aku takut dia kenapa napa, sejak dia pernah hilang saat camping aku jadi takut dia hilang lagi walau ini di lokasi Sekolah. "
Sejak Eva pernah menghilang dulu Sandra jadi takut Eva kenapa napa, rasa solidaritas Sandra tinggi sama Eva.
__ADS_1
"Emang Eva pernah hilang, kapan ?. "
Evan pura pura tidak tahu padahal dia sendiri yang mencari, menemui dan mengantar Eva hingga ke tepi hutan biar gampang di temukan.
"Dulu sebelum kamu masuk sini, kita pernah camping dekat sini lalu Eva pergi mengambil air tapi ngak balik balik hingga besoknya baru ketemu, untung saja dia ngk apa. "
"Apa lagi aku merasa bersalah banget karna waktu itu aku yang minta bantuan Eva buat ambil air tapi aku ngak tau itu bakalan terjadi dan juga aku ngak tau kalau hutan dekat sana angker dan menyeramkan. "
Cerita Sandra sepanjang jalan menuju perpustakaan, dia ingat sekali kejadian itu, sejak saat itu dia mulai khawatir jika Eva pergi sendiri tanpa ada teman.
Sampai di sana penjaga perpus sudah mau menutup dan mengunci pintu untuk bersiap pulang.
"Maaf Bu sudah mau tutup ? apa sudah ngak ada orang lagi di dalam sana?. "
Evan bertanya saat sudah sampai perpustakaan tapi kalau dia lihat sudah tidak ada orang lagi di dalam sana.
"Sudah keluar semua makanya Ibu mau tutup pintu, kalau masih ada masa Ibu tega ngurung mereka. "
Jawaban yang tepat, mana mungkin mengunci murid sendiri di dalam sana, memang nya dia sudah tidak waras lagi sampai harus berbuat begitu.
"Ya udah kalau gitu, makasih Bu. "
"Iya sama sama. "
Setelah mengunci pintu Guru tadi meninggalkan Eva dan Sandra yang masih berdiri sana sambil memikirkan dimana Eva sekarang.
Mana Sekolah mulai sepi lagi, kalau gini rasanya seram. "
Sandra mulai takut dia paling benci sepi entah kenapa kalau sepi aura tempat itu mulai terasa berbeda.
"Kamu jangan takut, kan masih ada aku disini. "
Kalau Evan mana mungkin dia takut, sudah biasa berada di kondisi seperti ini bahkan lebih ekstrim saja sudah menjadi makanan dia.
"Mending kita cari saja, mungkin berada di suatu tempat jadi ngak dengar kalau bel pulang sudah bunyi. "
Mulai menyusuri Sekolah yang bisa di bilang cukup luas itu dan mungkin membutuhkan waktu beberapa saat baru bisa selesai untuk mengelilingi.
Kamu dimana sih Va bikin khawatir saja, semoga kamu baik baik saja Va dimana pun berada.
Kenapa ngak balik kelas saja tadi jika sudah selesai belajar nya.
Aku janji ngak akan bikin kamu kesal lagi dan ninggalin kelas.
Evan sangat mencemaskan keberadaan Eva sekarang, kenapa dia bisa ceroboh lagi coba meninggalkan Eva sendiri, padahal baru tadi pagi dalam situasi menegangkan.
Kamu buat aku makin khawatir dan bersalah Va, maaf Va aku janji ngak akan buat kamu kesal lagi.
__ADS_1
Semoga kamu baik baik aja Va.
Sama hal Sandra dengan Evan sangat mencemaskan Eva juga, dia teman Sandra yang paling baik dan juga selalu membantu dia saat jika ada pelajaran yang sulit buat Sandra mengerti hanya Eva yang sabar mmengajari Sandra hingga bisa paham.
"Gimana ini Van hampir semua penjuru Sekolah kita telusuri tapi Eva belum ketemu juga, kemana dia pergi ya ?. "
Semakin bertambah kekhawatiran Sandra bahkan semua lorong Sekolah sudah mereka cek tapi belum menemukan keberadaan Eva sama sekali atau tanda tanda saja.
"Aku juga bingung San, ngak biasanya dia menghilang begini. malah hari makin sore lagi belum dia jalan pulang jauh. "
Mereka terus mencari walau belum mendapatkan hasil sama sekali.
Teman rasa saudara yang Sandra rasakan buat Eva membuat dia makin khawatir.
Dia sangat prihatin sama kehidupan Eva yang hanya berdua bersama kakaknya saja , pasti dia banyak melewati hari yang sulit selama ini.
Dia saja yang masih mempunyai kedua orang tua kadang ada saja yang dia keluhkan dan ada tempat buat mengadu tapi kalau Eva tidak mungkin sama kakaknya.
kakaknya harus Sekolah sambil bekerja sampingan dan tamat Sekolah pun tidak melanjutkan lagi ke bangku kuliah.
"Kamu ingat lagi Van, mungkin ada tempat kalian berdua saja yang tau, bisa saja dia disana. "
"Atau mungkin dia sudah pulang. "
"Ngaco kamu San, gimana dia mau pulang tasnya saja masih dalam kelas. Kadang otak kamu ngak sampai ya San. "
Aneh memang Sandra mana mungkin dia pulang meninggalkan tas di Sekolah terus besok buku buku tarok dalam kantong kresek gitu.
"Iya juga Van, he he kok aku bisa loading begini ya. "
Sandra cengengesan menanggapi ucapan Evan yang benar itu. Jika sekali pun tas itu tidak ada isinya pasti akan di bawa pulang juga tidak mungkin di tinggalkan begitu saja dia fikir itu tas tidak di beli apa.
"Oh aku ingat San, mungkin Eva lagi disana. Ayo San kesana. "
Setelah lama berfikir akhirnya Evan ingat suatu tempat yang belum dia datangi dan mengajak Sandra kesana, mungkin saja ada dia disana.
\=\=\=\=\=\=
Author *ngak akan pernah bosan buat minta dukungannya berupa like, rate, komen and vote.
Semoga makin suka dan di usahakan akan up tiap hari yang penting jangan lupa kritik dan sarannya.
Makasih.
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc.
__ADS_1