
Mata indah itu mulai bergerak perlahan memyesuaikan dengan cahaya yang dengan santai meneeobos masuk tanpa permisi.
Di lihatnya sekelilin dia masih berada di kamar yang di tempati kemarin saat sampai untuk Olimpiade
Kosong cuma dia seorang di dalam sana lalu siapa yang mengangkat dia ke atas ranjang seingat dia kemarin setelah bayangan putih itu mendekat lalu dia pingsan dan tidak ingat apa pun lagi.
"Kenapa aku sudah baring disini aja, semalam aku lihat bayangan putih lalu setelah itu ngak sadarkan diri dan aku cuma sendirian disini lalu siapa yang angkat aku.
Tapi syukur aku masih disini. "
Lalu bangun pergi ke kamar mandi membersihkan diri sebab saat sampai belum mandi langsung ketiduran.
Keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan juga sudah ganti baju.
Tok,, Tok,,
"Iya ada apa?. "
Membuka pintu ternyata karyawan sana membawa makan malam, memang sudah waktu makan malam juga.
"Ini makan malamnya yang di pesan oleh pihak Sekolah. "
Setelah mengatakan itu lalu berlalu pergi dari kamar Eva.
"Makasih ya mba. "
Membawa makanan itu kedalam lalu langsung memakannya karena dari siang belum makan.
Tidak butuh waktu lama makanan itu sudah habis tidak tersisa.
"Enak makanannya sampai ngak nawarin aku. "
Evan muncul dan duduk di belakang Eva yang baru selesai makan.
"Enaklah di tambah aku belum makan dari tadi. "
Menjawab tanpa melihat lawan bicara karena tanpa dilihat sudah tau itu siapa dari mendengar suara saja.
"Kamu udah baikan,kenapa semalam tidur di lantai ?. "
"Apa kamu bilang tidur di lantai? aku ketakutan lalu pingsan kamu bilang tidur di lantai kurang kerjaan kali. "
Emosi Eva naik saat di bilang tidur di lantai, tidak tau saja apa yang dia rasakan saat sendirian dalam kegelapan.
"Aku datang semalam kamar kamu gelap lalu aku dekati kamu saat aku mendekat kamu terjatuh lalu ngak sadarkan diri aku kira kamu lagi ngigau saat tidur lalu jalan. "
Menjelaskan pada Eva apa yang terjadi.
Ya semalam yang datang itu Evan mengenakan baju kaos putih mendekat Eva tanpa memanggil namanya menyebabkan Eva ketakutan lalu pingsan .
"Jadi yang tadi itu kamu datang menakuti aku, sudah puas belum untung masih hidup aku. Rasain ini. "
Melemparkan ssendok yang Eva pegang pada Evan dan BUK tepat mengenai lengan Evan.
"Jorok kamu Va, itu sendok kotor tau main lempar aja. "
Memungut sendok itu di letakkan lagi dalam piring.
__ADS_1
"Sorry aku lupa manggil kamu saat masuk. Aku kira kamu masih tidur takut ganggu makanya aku diam aja. "
Dimana mana kalau masuk kamar orang minimal ketuk pintu atau manggil bukan langsung masuk kayak maling yang takut ketahuan.
Memang sudah mulai jadi kebiasaan Evan masuk kamar Eva tanpa permisi atau mau ngerjain lagi.
"Alasan kamu, kebiasaan jelek kamu hilangkan.Masuk kamar tu ketuk pintu.
Guna pintu untuk di ketuk bukan buat pajangan atau cuma menghalangi jalan. "
Mengambil contoh soal dari dalam tas buat tambahan latihan.
Mengerjakan dengan teliti dan penuh ke hati hatian tidak mau ada kesalahan dan berharap menenangkan perlombaan ini. Selama ikut Olimpiade Eva belum pernah mengecewakan Sekolah dengan hasil jelek.
"Va . "
"Va fakus amat sih. "
"Va di ajak bicara malah diam aja. "
"Udah aku keluar. "
Di cuekin Eva sekali masih mendingan tapi dua kali, tiga kali dan seterusnya malah bikin sesak sendiri di dada.
Memutuskan pergi pilihan terbaik dari pada di cuekin bikin kesal saja.
Eva cuma melihat sekilas dan tersenyum lalu geleng kepala tidak habis fikir sama kelakuan Evan ternyata dia bisa juga kesal.
"Ha ha kesal sendiri dia. "
\=\=
Dirumah Eva, kakaknya lagi beres beres memindahkan barang dan bajunya ke kamar sebelah sesuai permintaan Eva semalam yang minta pisah kamar.
Mulai mengangkat satu persatu barang ke kamar sebelah menata dengan rapi tapi sebelum itu sudah di bersihkan lagi biar enak di pandang mata.
"Kenapa adek minta pisah kamar ya, apa karna merasa udah besar jadi ngak mau tidur bareng lagi tapi ngak apa cuma beda kamar aja ngak masalah juga. "
Bergerak kesana kemari walau barangnya tidak terlalu banyak namun cukup melelahkan juga jika di kerjakan sendiri.
"Lelah juga padahal barang ku ngak banyak tapi kok capek banget ya.
Apa karna dua hari ini aku kerja full jadi kurang istirahat makanya cepat lelah.
Habis ini istirahat dulu biar pulih lagi ini tenaga. "
"Sepi juga kalau adek ngak ada di rumah. Mungkin ini yang dia rasakan saat aku ngak pulang semalam.
Maafkan kakak dek buat kamu sendirian dirumah tanpa teman. "
Merasa bersalah maninggalkan adik tersayangnya sendirian di rumah bukannya maksudnya juga tidak balik hari itu memang ada Kendala membuat dia menunda balik.
Tapi Efi tidak tau saja kalau Eva akan selalu ada yang nemanin kemana saja dia pergi walau dari penglihatan normal dia sendirian tapi tidak untuk dia, dia selalu ada teman di sisinya.
"Semua sudah selesai saatnya istirahat dulu. "
Di rasa semua sudah rapi Efi berbaring di atas ranjang tidak lama dia tertidur pulas menuju alam mimpi untuk berkelana entah kemana.
__ADS_1
Kadang alam mimpi itu sama dengan dunia nyata tidak selalu mimpi itu indah ada kalanya mimpi itu buruk juga sama dengan nyata tidak akan selalu bahagia pasti ada saat sedih juga.
\=\=
"Selesai juga semuanya. Tapi Evan mana kok ngak balik lagi apa dia marah beneran, tapi ngak mungkin juga dia mana pernah marah apa lagi sampai ngak mau ketemu aku lagi. "
Membereskan meja yang berantakan karena Eva belajar tadi, cukup banyak juga dia membawa buku panduan belajar mulai dari lembaran soal sampai kumpulan buku tebal yang berisikan soal tentang Olimpiade.
"Tidur lagi aja biar besok segar saat bangun tidur. "
Masuk kamar mandi buat gosok gigi lalu mencuci muka tidak lupa mengunci pintu kamar.
"Biar saja dia masuk lewat mana yang dia mau. Kalau perlu jangan numpang tidur disini. "
"Dia itu sebenarnya baik cuma sifat jailnya entah sejak kapan muncul apa itu sifat dia sebenarnya ya .
Tapi aku bersyukur punya teman seperti dia. "
Lalu Eva memejamkan mata memang antara Eva dan Efi di saat lelah mereka cepat sekali ketiduran mungkin ada faktor keturunan.
"Iya aku tau aku baik kok Va. Kalau ngak baik ngak mungkin aku berteman sama kamu apa lagi sampai mau lindungi kamu bahkan sampai ikutin kamu kesini. "
"Va.. "
"Va."
"Cepat sekali kamu tidurnya bahkan barusan masih bicara apa kecapekan ya. Semoga mimpi indah ya. "
Dari tadi Evan sudah ada disana tanpa Eva sadari cuma tidak menampakkan diri saja membiarkan Eva fokus belajar sama Olimpiade yang akan dia ikuti.
Tadi saat dia keluar kamar cuma sebagai alibi saja lalu masuk lagi melalui tempat lain biar tidak ketahuan.
\=\=\=\=\=
Makasih buat dukungannya selama ini jangan pernah bosan ya.
Author mau bikin cerita baru lagi tapi masih bingung menentukan karakter tokoh cowok nya bagaimana.
Ada ide tidak Kalau ada komen ya.
Kalau tokoh ceweknya secara garis besar saja menceritakan tentang dia yang kembali hijrah.
Jangan lupa
like
rate
komen and
vote
Makasih
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc.
__ADS_1