TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Harapan Semua Orang.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam mereka akhirnya sampai kos Efi dan jam menunjukkan sudah hampir subuh menandakan kalau mereka mencari Eva semalaman hingga subuh menjelang tapi untung saja waktu disana masih terang jadi tidak merasa takut sudah lama menghabiskan waktu disana.


"Alhamdulillah balik dengan selamat."


Semua orang turun dari mobil dan bisa bernafas lega karena usaha mereka tidak sia sia buat mencari Eva serta balik dengan selamat.


Eva sudah bangun beberapa menit sebelum sampai tadi sehingga Kevin tidak perlu lagi menggendong Eva keluar dari mobil.


Saat baru beberapa langkah Eva keluar semua mata melihat ke arahnya dengan penuh keheranan sebab dari penampilan Eva yang bisa di bilang berantakan dan juga wajah takut melihat mereka semua sontak saja Eva sembunyi di belakang punggung Kevin dengan memegang erat baju Kevin.


"Vin aku takut."


Lirih Eva masih berada di belakang Kevin hingga dengan terpaksa menyuruh yang lain buat menghindar dulu dari pandangan Eva.


"Maaf semuanya sepertinya Eva masih syok jadi aku harap kalian menghindar dulu."


Pinta Kevin dengan berat hati biar bagaimana kondisi Eva yang lebih penting kalau masalah mereka pasti akan mengerti apa yang Eva rasakan.


"Ok."


Mereka semua mengalah dan pergi ke belakang mobil membiarkan Eva dulu buat saat ini dan setelah Eva masuk baru mereka berkumpul di teras kos itu sambil menunggu adzan subuh lalu Efi keluar membawa minuman serta cemilan buat mereka.


"Di minum dulu sambil menunggu subuh dan setelah sarapan baru kalian boleh pulang dan makasih udah bantuin aku buat mencari Eva."


Menaruh nampan yang Efi bawa di hadapan mereka.


"Aku masuk dulu buat membantu Eva membersihkan diri."


Efi masuk lagi tadi ada Kevin dan Sandra yang menemani Eva di kamar sedangkan Sisi hanya bisa mengintip di balik pintu.


"Sabar ya Si,Eva hanya butuh waktu buat pulih lagi dan jangan sedih gitu dong senyumnya mana?."


Menepuk pundak Sisi dari belakang hingga Sisi terlonjak kaget menoleh ke arah Efi yang sudah berdiri di belakang.


"Sisi sedih bukan Eva lupa sama Sisi tapi Sisi sedih sebab kenapa Eva harus mengalami ini,apa cobaan hidup begitu berat ya kak mungkin kalau Sisi berada di posisi Eva mungkin bisa merasa gila terjebak di sana."


Sisi merasa kasihan melihat kondisi sahabatnya yang sudah jauh berbeda hanya bisa berdoa supaya Eva bisa balik lagi seperti dulu dan menikmati masa masa indah mereka lagi.


"Apa lagi kakak Si rasanya dunia kakak hancur melihat kondisi Eva sekarang tapi ini sudah takdir tuhan yang harus kakak terima,tuhan sudah punya rencana sendiri buat umatnya maka sebagai umat kita ngak bisa marah sebab dia tau mana yang baik buat umatnya."


"Jangan kasih tau keluarga yang lain ya Si,biar ini jadi rahasia kita aja apa lagi kalau sampai kakek tau bisa bisa kakek syok mendengar kabar ini."


Efi hanya ingin kakeknya tidak kwatir dan menyebabkan terganggu kesehatan kakek sebab di usia kakek sekarang tidak boleh mendengar kabar yang membuat jantung dia bekerja cepat.


Kalau misalnya kakek tau pasti akan jadi buah fikiran dan akan berfikir jauh kemana mana hingga kesehatan drob dan masuk rumah sakit lagi.


"Iya kak Sisi janji,kakak masuk sana bantu Eva bersih bersih maaf saat kondisi seperti ini ngak bisa bantu."


Merasa tidak berguna sebagai seorang sahabat saat sahabatnya butuh tapi tidak bisa berbuat apa apa.


Tapi setidaknya Sisi ikut membantu mencari Eva tadi hingga sampai bertemu walau harus menerima kenyataan Eva melupakan dia.


"Ya udah kakak masuk dulu,dari pada kamu bengong di sini mending gabung sama yang lain di luar."


Biar Sisi tidak terus sedih melihat Eva tapi tidak bisa di dekati.


Setelah Sisi beranjak keluar baru Efi masuk kamar Eva dan Kevin keluar bergabung juga dengan yang lain membiarkan Efi dan Sandra yang membantu Eva membersihkan badan serta ganti baju.


"Dek sekarang mandi dulu yuk,sini kakak bantu."

__ADS_1


Menuntun Eva masuk kamar mandi tapi Eva menolak karena dia masih bisa sendiri.


"Aku masih bisa sendiri kak,aku bukan orang sakit dan ngak bisa jalan."


Eva masuk kamar mandi sambil membawa baju ganti meninggalkan Efi dan Sandra menunggu di luar sampai Eva keluar kamar mandi.


"Kak apa Eva bisa balik kayak dulu lagi ngak ya?."


Takut Sandra kalau sahabatnya itu tidak bisa melupakan kejadian itu dan terus menghantui fikirannya.


"Kita harus yakin San kalau Eva pasti sembuh kok hanya butuh waktu aja."


Efi tidak mau berfikir negatif dan menghasilkan hal yang negatif juga makanya dia selalu berfikir positif.


"Iya kak,harusnya aku berfikir positif juga bukan malah berfikir jauh gini."


Jangan pernah memikirkan suatu hal yang hasilnya belum pasti lebih baik berdoa meminta yang terbaik saja.


"Dulu saat Eva hilang tidak sampai seperti ini apa kejadian sekarang sungguh sangat menyeramkan.Andai kakak bisa menggantikan posisi Eva mungkin biar kakak saja yang merasakan."


Jika pun posisi itu di balik pasti Eva akan meminta hal yang sama dengan Efi inginkan sekarang.


"Eva pasti akan menolak kalau kakak yang mengalami itu juga,jika meminta itu jangan menggantikan posisi kak tapi berharap kejadian ini ngak terulang lagi.


Bukannya itu yang kakak ajarkan."


Sanggah Sandra menolak argumen Efi yang ingin menggantikan posisi Eva sekarang,tidak ada yang ingin seperti itu termasuk Eva sendiri.


Biar bagaimana pun sebagai manusia kita hanya ingin hidup tenang menikmati kehidupan yang hanya datang satu kali dan kesempatan kedua tidak ada maka lebih baik menikmati semua itu tanpa harus menerima beban hidup terlalu berat.


Beban hidup serta cobaan akan datang silih berganti tapi kita hanya bisa berdoa semoga cobaan yang datang tidak terlalu berat dan masih bisa cepat di selesaikan.


"Kak aku lapar."


"Kamu makan apa dek?."


Sebisa mungkin akan memanjakan Eva supaya lupa kalau kejadian menakutkan pernah dia alami.


"Aku juga ngak tau kak tapi lagi pengen makan yang pedas."


Dia yang minta makan tapi tidak tau mau makan apa juga kenapa sifat Eva sedikit aneh tapi bagi Efi tidak apa yang penting Eva sudah mau di ajak bicara.


"Ya udah kakak bikin asam pedas sama tumis kangkung aja gimana?itukan makanan kesukaan kamu."


Tawar Efi untuk memasakkan makanan kesukaan Eva dari kecil Eva sangat suka dua masakan sederhana itu tapi memiliki cita rasa yang sangat nikmat di lidah Eva.


Jika kebanyakan orang menyukai makan mewah sebagai makanan kesukaan beda dengan Eva hanya makanan sederhana yang bisa mengembalikan mood Eva atau lagi dalam kondisi kurang baik.


"Kamu tunggu disini dulu ya kakak masakin."


Pergi meninggalkan Eva dan Sandra berdua saja lebih baik Efi secepatnya memasak buat Eva karena sudah seharian belum makan pasti sudah sangat lapar.


Di luar kos para lelaki dan Sisi masih setia mengobrol sebab Efi sudah melarang mereka semua buat pulang dan akan pulang setelah sarapan bersama anggap saja sebagai ucapan terima Efi pada mereka yang sudah mau membantu mencari Eva ya walau hanya menunggu di luar tapi setidaknya peran mereka sangat penting.


"Gimana Eva Vin?."


David sangat kwatir sama adiknya itu tidak menyangka Eva akan mengalami itu semua.


"Udah baikan dari tadi hanya menunggu waktu biar bisa menerima kita semua lagi."

__ADS_1


Kevin secara perlahan bisa memulihkan kondisi Eva entah mengapa bersama Kevin Eva bisa tenang apa karena sosok itu masih berada di hati Eva hingga cepat luluh bersama Kevin.


"Jadi gimana apa kita kasih tau keluarga yang lain,biar bagaimana pun yang juga harus tau kondisi Eva."


Renal belum tau apa apa tentang permintaan Efi pada semua orang.


"Kak Efi bilang buat sekarang jangan memberi tau siapa pun apa lagi sampai kakek tau takut kondisi kakek drop."


Sisi menyampaikan pesan Efi bahwa buat merahasiakan kejadian pada semua orang sampai Efi sendiri yang akan menceritakan pada keluarganya.


"Ah rasanya mata gue seperti ada lemnya."


Keluh Bastian sambil mengusap matanya yang terasa perih menahan kantuk.


Sebenarnya bukan hanya dia yang merasakan tapi mereka semua juga tapi tidak bisa pergi dari sana jika sang punya tempat belum memberi izin pergi.


"Emang lo aja Tian ni mata gue kayak ada beban yang kasat mata."


Balas David yang juga sudah ngantuk.


Wajar mereka sudah merasakan ngantuk sebab semalam belum tidur bahkan rebahan saja belum dan kini sudah mau subuh belum bertemu kasur juga.


"Kalau lo Dav bukan beban mata aja beban hidup lo juga banyak."


Timpal Renal buat mengubah suasana biar mereka sedikit melupakan rasa kantuk yang di rasakan.


Mereka terus mengobrol hingga suara adzan berkumandang hingga mereka semua membubarkan diri.


Para lelaki pergi ke masjid terdekat buat shalat subuh berjamaah dan Sisi masuk kosnya buat shalat juga.


Pukul tujuh pagi mereka berkumpul buat sarapan bersama hanya Eva dan Sandra yang tidak ikut bergabung bersama mereka,Sandra tidak mau meninggalkan Eva sendiri dalam kamar.


"Wih akhirnya sarapan juga setelah itu baru bisa bertemu guling."


David senang melihat menu sarapan yang di buat Efi buat mereka semua.


"Kayak orang susah lo bang,liat makanan iler lo langsung keluar."


Ledek Bastian yang geli melihat tingkah David seperti anak kecil yang lagi di kasih makan.


"Sirik aja lo."


David tidak peduli sama ocehan Bastian dia langsung mengambil makanan dan memakan tanpa di minta.


"Ngak punya sopan santun yang punya belum nyuruh udah nyerobot aja."


Tambah Renal bagaimana bisa dia nanti punya keluarga yang tingkahnya kayak David.


"Lo lupa kalau yang punya adek gue."


David tetap lanjut makan bodo amat sama omongan mereka yang dia rasa tidak ada yang lebih penting dari makan sekarang.


\=\=\=\=\=


*Jangan lupa like,rate,komen and vote ya reader.


Makasih.


Buat yang ingin Evan di munculin lagi akan author pertimbangkan dulu ok yang penting ngak akan bikin kecewa kok

__ADS_1


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*


Tbc.


__ADS_2