
Kini sudah seminggu berlalu sejak kejadian Eva menceritakan semuanya pada Kevin hingga hubungan mereka sedikit lebih baik dari kemarin kemarin.
Tidak bertemu tapi hanya sekedar bertukar kabar sudah cukup bagi mereka semua harus berawal dari pendekatan perlahan tapi pasti.
Kevin sekilas mengingat potongan bayangan yang terlintas dalam fikiran tapi tidak terlalu jelas makin di paksa malah hilang begitu saja, ada sama bayangan itu kenapa tiba tiba datang dan menghilang.
Pagi ini Kevin berniat mengajak Eva lari pagi bersama bukan berdua mengajak teman biar rame.
Tut,,, tut,, tut,, bunyi panggilan terhubung beberapa saat kemudian baru di angkat.
,, Halo assalamu'alaikum Kevin, ada apa subuh gini telpon ?.
,, Waalaikum salam Va, maaf ganggu kamu lagi sibuk ngak ?.
,, Ngak Vin ini baru selesai subuhan, ada apa ?.
,, Aku cuma mau ngajak kamu jogging, mau ngak ?.
,, Bisa, kita ketemu dimana, boleh ajak teman ngak ?.
,, Iya boleh, tempat waktu kita ketemu.
,, Iya.
Sambungan telpon terputus Eva siap siap tidak lupa mengajak Sisi juga ikut bersama tadi juga sudah bilang akan mengajak teman, tidak mungkin mereka berdua saja takut canggung kalau berduaan.
Eva keluar kamar menghampiri kakaknya lagi asik di dapur membersihkan dapur.
"Kak aku izin pergi jogging sama Sisi dan teman lainnya ya, ngak jauh kok kak cuma di taman dekat kampus"
Izin Eva biar kakak tidak nyariin dia nanti kalau tidak ada di rumah.
Selain itu jika ingin keluar rumah harus minta izin jika itu hanya ke kedai dekat rumah biar orang rumah tidak kwatir.
"Iya hati hati, nanti sarapannya kakak simpankan ya . "
Efi tau Eva tidak mau sarapan di luar selain hemat, dia juga tidak ingin membuat kakaknya sedih sudah capek buat sarapan tapi dia makan di luar.
Selesai dapat izin Eva keluar rumah di lihatnya Sisi sudah menunggu dengan wajah cemberut sedikit lama menunggu Eva.
"Lo yang ngajak malah lo juga yang lama. Ngapain dulu Va semedi atau tidur lagi ?. "
Sebenarnya Sisi tidak marah hanya becanda saja ngerjain Eva.
__ADS_1
"Sorry tadi izin kakak dulu, udah jangan cemberut nanti cantiknya hilang. Yuk jalan . "
Eva ingin cepat sampai sebelum Kevin masa dia yang rumah dekat datang terlambat.
Sedekat apa pun tempat janjian jangan di anggap sepele bisa jadi datang terlambat dari yang jauh.
Sampai taman Kevin belum datang Eva menunggu dekat parkir biar camping Kevin nyariin dia jika sudah sampai.
"Sudah lama ya ?. "
Kevin datang dari arah belakang Eva jadi tidak menyadari tiba tiba di kagetkan dengan suara Kevin.
"Ngak kok juga baru sampai . "
Tidak perlu nunggu lama Kevin sudah datang bersama Bastian.
Sisi kaget kenapa Eva tidak bilang kalau ngajak Kevin juga dia fikir hanya berdua.
"Va lo kok ngak bilang sih kalau lo ngajak mereka juga, kalau tau gitu Sisi kan bisa. "
Sisi menutup mulut takut kelepasan bicara jika dia suka Bastian hanya saja dengan sifat Bastian suka gombalin cewek maka dia seolah biasa bertemu Bastian.
"Bisa apa ? dandan dulu mau ketemu dia . "
Menunjuk ke arah Bastian yang berdiri di samping Kevin langsung mulut Eva di bekap Sisi yang ada dia malu jika ketahuan suka Bastian.
Kasian kamu Si sekali suka orang tapi ternyata play boy, aku mau bantu tapi Bastian nya juga gitu takut nanti Sisi tersakiti.
Kevin mendengar Eva bicara kalau Sisi suka pada Bastian ada keinginan membantu tapi apa Bastian suka balik tidak takutnya bertepuk sebelah tangan kan sakit.
"Yuk lari Vin.!. "
Ajak Eva lari duluan meninggalkan temannya menyusul di belakang hingga langkah mereka sejajar.
Hingga akhirnya Eva dan Kevin duluan meninggalkan Bastian bersama Sisi, Eva sengaja meaning mereka berdua.
Kevin yang mengerti maksud Eva menyusul Eva juga yang sudah jauh.
Eva kuat lari mengelilingi taman di ikuti Kevin di sampingnya,dia santai saja dengan Kevin yang memperhatikan dia dengan teliti.
"Va!. "
Panggil Kevin pada Eva di sampingnya yang tetap berlari tanpa berhenti.
__ADS_1
"Beneran Sisi suka sama Bastian ?. "
Ingin memastikan lagi jika tadi dia tidak salah dengar biar dia bisa bicara juga sama Bastian jangan suka lagi gombalin anak gadis orang.
"Eh kok kamu tau(menepuk jidatnya karena lupa) iya dia sendiri yang cerita tapi gimana lagi Bastian orangnya juga gitu yang ada Sisi akan tersakiti. "
Eva tidak mau Sisi hanya akan jadi korban Bastian selanjutnya.
Lebih dia seperti ini saja dari pada harus makan hati menjalani hubungan.
"Tapi kalau kamu suka siapa ?. "
Tanya Kevin pada Eva apa ada orang yang dia suka atau lagi dekat gitu biar Kevin jaga jarak biar nanti tidak akan ada yang terluka. "
"Aku (tunjuk Eva pada dirinya) aku lagi ngak suka siapa siapa cuma yang bikin berdebar ada. "
Jujur Eva pada Kevin tapi tidak mau bilang siapa orang takut kecewa cukup seperti sudah cukup buat dia.
"Kalau gue suka lo boleh tidak ?. "
Entah jujur atau hanya gombalan seperti yang biasa Bastian lontarkan.
Mereka sehabatan bisa saja satu paket tukang gombal habis bikin orang terbang habis itu di biarkan jatuh begitu saja.
"Suka atau tidak itu hak kamu Vin, aku ngak bisa larang.
Eva kaget saat Kevin bilang suka dia, jantung Eva berdetak kencang lagi.
Apa dia mulai suka juga sama Kevin tapi dia mengabaikan perasaan itu. yang ada dalam fikiran dia cepat selesai kuliah dam cari kerja.
Masalah pasangan sudah ada yang ngatur.
Eva lari meninggalkan Kevin tidak ingin Kevin mendengar detak jantung dia yang berdetak kencang.
" Sepertinya dia orang yang di cari bos selama ini. Tapi pastikan lagi takut salah juga. "
Dia sudah sering mengikuti seseorang beberapa hari belakangan ini.
Apa tujuannya juga belum tau sebab belum menunjukan pergerakan apa pun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*Makasih untuk dukungannya selama ini dan masih setiap sama author, jangan bosan ya.
__ADS_1
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc.