
Satu jam lari mengelilingi taman mereka berempat memutuskan duduk santai di atas hamparan rumput yang hijau tidak takut kotor karena taman itu selalu bersih membuat siapa saja akan nyaman duduk lama disana.
Hari Minggu seperti sekarang pengunjung taman sangat ramai dengan segala usia mulai dari anak anak sampai orang dewasa dan lanjut usia.
Kevin pergi membeli minuman buat mereka berempat untuk menyegarkan lagi tenggorokan yang kering habis lari.
"Va kenapa tadi main tinggal aj sih, apa lagi di tinggalnya sama dia bikin kesal saja. "
Bisik Sisi duduk di samping Eva dengan kesal dia malas kalau hanya berdua sama bastian yang ada gombalan recehnya keluar semua.
Andai saja Bastian bukan tukang gombal dengan senang hati Sisi di tinggal berdua saja. Tapi kenyataannya berbanding terbalik jika di ladeni akan terlena dan sakit hati.
"Aku kan mau ngasih waktu kalian berdua Si. Kenali dulu ngak salahkan ?. "
Kadang orang itu tidak bisa hanya di lihat dari luar, yang terlihat belum tentu itu yang sebenarnya.
Ibarat buah durian banyak duri di luar, untuk membuka saja tangan harus kena duri dulu tapi setelah berhasil di buka ternyata isinya enak.
"Sudah ngomong kalau orang lagi jatuh cinta. "
Di lihat dari gelagat saja ada rasa di antara mereka berdua, Sisi dapat lihat itu tanpa harus di kasih tau.
"Siapa yang lagi jatuh cinta ? kamu kali Si lagi jatuh cinta . "
Kilah Eva dia juga belum yakin sama perasaan sendiri takut itu hanya perasaan kagum atau hanya sesaat saja.
Jangan langsung di simpulkan kalau itu baru siapa tau hanya tipuan.
"Kamu lah Va sama Kevin !. "
"Va habis ini mau kemana lagi ? . "
Tanya Kevin pada Eva, siapa tau ada waktu luang ingin mengajak Eva jalan jalan.
Kevin ingin lebih dekat lagi sama Eva, sudah mulai ada tumbuh benih benih cinta di hati Kevin.
__ADS_1
"Aku pulang dulu, nanti siang mau kerja Vin . "
Jawab Eva dia tidak mau libur kerja jika tidak ada urusan mendadak yang tidak bisa di tinggalkan dan juga dia dari dulu ingin kerja bantuin kakaknya.
Awalnya Efi menentang Eva bekerja dan menyuruh Eva fokus sama kuliah, sebab masalah biaya Efi masih mampu mencukupi.
Selama ini yang Efi takutkan, takut kalau Eva tidak bisa kuliah bahkan dia sudah sampai menabung untuk biaya kuliah Eva hingga tuhan punya rencana jauh lebih indah dengan Eva dapat beasiswa.
"Gue kira lo ngak kerja, mau gue ajak jalan nanti siang . "
Gimana Kevin akan tau mereka juga baru dekat dan ini obrolan mereka yang kedua , ingin dekat lagi ternyata hanya ada sedikit waktu karena Eva kerja.
"Lain kali aja Vin, kalau aku libur aku kasih tau kamu ya . "
Sesal Eva ingin lebih lama lagi bersama Kevin, setidaknya juga rindu sama Evan terobati juga walau orang yang beda.
"Iya aku tunggu kabar kamu ya . "
Senang Kevin, tak apa jika bukan sekarang yang penting ada kesempatan dekat lagi.
Ingin mencapai sesuatu harus sabar jika ingin hasil memuaskan, jangan buru buru dalam bertindak atau ada paksaan.
Bastian memperhatikan Sisi yang diam tanpa bicara, apa yang menyebabkan gadis cantik itu tidak bicara.
"Lo kenapa ? . "
Lanjut Bastian saat Sisi tidak menjawab pertanyaan Bastian, apa dia lapar atau sakit.
"Lo ngapain tanya tanya Sisi, apa urusannya sama lo teman bukan, sahabat bukan, keluarga juga bukan. "
Kesal saja entah kenapa mood Sisi lagi tidak baik saat di tinggal berdua sama Bastian tadi.
"Semua itu memang bukan tapi gue calon imam lo. "
Pede Bastian pasti ada saja yang akan dia jawab, play boy kan punya segudang kata kata untuk meluluhkan hati cewek.
__ADS_1
"Mimpi lo, dalam mimpi pun gue ngak mau. Lebih baik gue jomblo dari pada sama lo. "
Sanggah Sisi menutupi perasaannya hanya bisa berharap jika suatu hari perasaan sama Bastian belum hilang dia cuma berharap kalau Bastian sudah berubah biar bisa dia pertimbangkan menerima Bastian.
"Kita sama sama berdoa biar jodoh . "
Mendekat ke arah Sisi ingin memegang tangan tapi langsung di pukul Sisi.
"Lama lama lo minta di pukul ya. "
Sisi pindah duduk menjauh dari Bastian yang terus menggoda dia.
\=\=\=\=\=
Di sebuah rumah besar bagai istana terdapat seorang kakek tua dan sepasang paruh baya sedang duduk di ruang keluarga lagi membicarakan sesuatu hingga pembicaraan mereka terpotong dengan kedatangan seseorang.
"Maaf tuan, nyonya saya mau ngasih tau kalau orang yang tuan dan nyonya cari sudan saya temukan."
Lapor orang yang baru datang itu lalu memberikan beberapa lembar foto yang dia ambil secara diam diam.
"Apa benar ini dia, kamu tidak salah orangkan. Ternyata dia sudah besar sekarang jika di lihat dia mahasiswa. "
Memperhatikan foto itu tampak seorang yang lagi berada di taman dan kampus bahkan wajah dia mirip dengan seseorang juga.
"Iya tuan dia kuliah di kampus xx baru juga mau masuk semester dua. Kalau gitu saya permisi dulu tuan nyonya saya akan melanjutkan untuk memantau dia lagi. "
Pamit orang itu berlalu pergi dari rumah itu untuk melanjutkan kerjaan dia yang di tinggal tadi.
\=\=\=\=\=\=\=\=
*Author mohon kalau komen jangan yang menyinggung perasaan ya, komen boleh asal sopan ya dan juga jika baru baca sedikit jangan asal simpulkan jalan ceritanya.
Tetap dukung terusya like and vote.
Makasih
__ADS_1
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*
Tbc.