TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Mencari Jalan Keluar.


__ADS_3

Eva masih betah dalam suasana pingsan dan dalam gendongan Kevin,terasa nyaman berada dalam dekapan orang terkasih dan itu berlaku sekarang saat Eva belum sadarkan diri tapi kalau sudah sadar nanti pasti akan sangat malu harus bersentuhan secara langsung dengan lawan jenis tanpa ikatan resmi.


Gaya pacaran mereka selama ini tidak pernah melampaui batas selain pegangan tangan dan itu mereka lakukan biar tidak tertinggal satu sama lain.


Andai Eva terbangun saat Kevin masih menggendong dia mungkin sudah berteriak sekencang kencangnya dan minta di turunkan.


"Jangan di liatin terus Vin,fokus sama jalan aja nanti jatoh kan tambah repot."


Efi tau kalau Kevin suka mencuri pandang pada Eva dan hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah Kevin.


"Ini juga fokus kak."


Elak Kevin memperhatikan jalan supaya tidak di ciduk lagi memperhatikan Eva.


Biar sudah ketahuan Kevin tidak merasa malu karena apa yang dia lakukan tidak melebihi batas wajar dan kalau hanya sekedar memandang tidak ada salahnya.


"Iya fokus Vin tapi bukan sama jalan tapi sama wajah Eva."


Ledek Efi hingga Kevin memilih diam saja dari pada menjawab lagi yang ada dia akan kalah karena apa yang Efi bilang benar adanya.


"Vin."


Tegur Efi berjalan sejajar di samping Kevin.


"Apa kak?."


Balas Kevin tidak menoleh ke arah Efi dia tetap fokus sama jalan yang di lewati sambil mencari tanda yang mereka tinggalkan tadi.


"Apa kamu akan tetap bersama Eva kalau misalnya kondisi Eva ngak seperti dulu lagi,kamu kan bisa liat sendiri tadi kalau Eva begitu ketakutan saat melihat kamu.


Bisa aja dia troma sama kejadian ini."


Efi hanya ingin memastikan apakah perasaan Kevin pada Eva hanya sebatas seperti pasangan muda mudi lainnya yang mudah berubah ubah.


"Maksud kakak apa?aku ngak ngerti."


Kevin masih bingung sama ucapan Efi barusan.

__ADS_1


"Kakak hanya takut kamu akan meninggalkan Eva karena kondisi Eva yang ngak bisa balik lagi seperti semula,kita ngak tau apa yang Eva lalui didalam sini sebelum kita menemui tadi,semua hal bisa aja terjadi termasuk kemungkinan terburuk Vin."


Jelas Efi akan seperti apa nanti kalau Eva sembuh dari kondisinya itu dan mendapati Kevin tidak lagi bersama dia pasti akan terpuruk lagi dan mengurung diri.


Perasaan seseorang kita tidak ada yang tau bagaimana aslinya,bisa saja perasaan di antara mereka tidak begitu dalam dan hanya sebatas masih mencari jati diri sebelum pendewasaan diri.


"Jadi kakak berfikir aku akan meninggalkan Eva kalau seandainya kemungkinan terburuk menimpa Eva."


Bagaimana bisa Efi berfikir sampai sejauh ini apa Kevin selama ini seperti memainkan Eva saja atau sebagai mengisi hari hari sebelum menemukan yang Kevin inginkan.


"Kakak hanya kwatir Vin."


Selama ini Efi akan selalu memastikan apa yang terbaik buat Eva hingga sampai sempat mengabaikan kebahagiaan dia asal adiknya bahagia dulu.


"Kalau aku berniat akan meninggalkan Eva mungkin aku ngak perlu repot harus mencari dia sampai sejauh ini dan membahayakan diri.


Kalau aku hanya ingin mempermainkan Eva buat apa berjuang datang tiap pagi ke kos berdiri di depan sana seperti satpam hanya untuk bisa menarik perhatian dia.


Jika aku ingin menyakiti dia buat apa aku menjauhi semua perempuan yang ingin mendekati ku kalau bukan karena ingin menjaga perasaan Eva.


Kalau aku ngak serius sama perasaan ini ngak mungkin aku tau keadaan Eva dalam bahaya dan panik saat dia hilang kontak.


"Aku kan sudah pernah bilang Eva orang pertama yang mampu menarik perhatian ku tanpa dia berusaha mencari perhatian ku.


Dia yang biasa aja saat melihat ku dan bahkan berusaha menghindar saat aku dekati.


Dia yang berani menghindari ku di saat semua orang mencoba mendekati ku."


Ucapan Kevin membuat Efi terdiam apa sebegitunya Kevin menyayangi Eva hingga mampu melakukan hal sampai sejauh ini.


Kebanyakan seorang kekasih akan lepas tangan jika ada yang membuat dia repot atau mengganggu dia tapi ini hampir tiap hari bukan hampir lagi namun setiap hari datang buat mendatangi sangat pujaan hanya untuk sekedar mengantar ke kampus yang jaraknya tidak menghabiskan waktu lebih dari lima menit.


"Maaf Vin kakak hanya ingin memastikan kebahagiaan Eva aja,bagi kakak ngak ada yang lebih penting dari kebahagiaan Eva di hidup kakak.


Sebelum kalian semua ada di antara kami hanya Eva yang kakak punya dan itu ngak akan terganti sampai kapan pun."


Sekarang Efi sudah tau sedalam mana perasaan Kevin pada adiknya jadi tidak perlu ada yang di cemaskan lagi.

__ADS_1


Kini yang perlu dia fikirkan segera cepat keluar dari sana dan berdoa supaya Eva baik baik saja baik fisik maupun.


Efi salah menilai Kevin tapi sebagai seorang kakak tidak ada salahnya buat hati hati takut adiknya akan terluka nanti jika menaruh hati terlalu dalam.


Setelah cukup jauh melangkah rasa lelah itu mendera apa lagi dengan Kevin yang lagi menggendong Eva pasti akan cepat lelah biar badan Eva terbilang tidak cukup besar tapi kalau kelamaan di gendong akan terasa berat juga.


"Vin kalau kamu capek kita istirahat dulu ya."


Saran Efi tidak tega melihat Kevin yang sudah kelihatan lelah,beban dia bertambah jadi akan cepat lelah karena tenaga terkuras.


"Iya kak."


Lalu mereka berhenti buat mengumpulkan tenaga lagi,Efi mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang dia bawa tadi.


Mengeluarkan kotak makan dan minuman ini sudah Efi siapkan tadi sebelum berangkat untuk mengantisipasi ke adaan yang sulit di tebak.


Seperti sekarang tidak menyangka akan menemukan Eva cepat dan dalam ke adaan pingsan jadi mereka harus punya bekal jika seandainya nanti lama di sana.


"Makan dulu Vin biar punya tenaga lagi,perjalanan masih jauh."


Menyodorkan kotak makan dan minuman buat Kevin,Efi membawa dua bekal jadi bisa sama sama makan.


Mereka makan dengan Eva masih belum sadar,kepala Eva berbantal paha Kevin dan masih enggan membuka mata.


Mungkin tenaga Eva sudah terkuras jadi menyebabkan dia lama buat sadar lagi tapi setidaknya memudahkan mereka membawa Eva dari pada sadar yang hanya akan memberontak.


Aku ngak tega melihat kamu seperti ini sayang,kenapa semua ini harus menimpa kamu.


Aku sakit melihat kamu ngak berdaya seperti ini,aku harap kamu segera sadar dan berkumpul lagi bersama kita.


Aku ngak mau ceroboh lagi menjaga kamu, kejadian ini membuat aku semakin waspada menjaga kamu lagi.


Kamu tau nyawa ku serasa meninggalkan raga ku saat tau kamu menghilang.


Selesai makan Kevin terus memperhatikan Eva yang tertidur itu,ada rasa bersalah menghampiri hatinya.


Bagaimana bisa dia lalai menjaga Eva,andai saja hubungan mereka sudah resmi mungkin tidak akan melepaskan Eva dari pandangan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2