TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Sesuai Keinginan.


__ADS_3

Siang yang tadi terik kini sudah mulai redup sedikit cahaya matahari yang bersinar menandakan petang tidak akan lama lagi akan menjelang.


Semua siswa yang mengikuti Pertandingan tadi sudah berkumpul lagi di lapangan tempat berlangsung acara tadi, semuanya menunggu hasil akhir dengan harap harap cemas.


Berharap akan kemenangan yang akan mereka bawa pulang dan cemas juga jika hasilnya nanti mengecewakan.


Tapi itu lah kompetisi pasti sudah ada yang menang dan juga kalah.


Jika kalah pun semuanya belum berakhir sampai disini masih ada banyak kesempatan di lain waktu untuk membuktikan lagi.


Menang pun itu bukan hasil akhir juga tapi masih perlu lagi mengasah kemampuan agar lebih baik lagi karena masih ada langit di atas langit begitulah pula dengan kemampuan masih ada orang yang lebih pintar lagi dari kita.


"Bagaimana hasilnya ya, aku cemas sekali. "


"Aku deg deg an loh. "


"Semoga menang ya kita. "


"Rasakan tangan gue dinginkan. "


Banyak terdengar bisik bisik pembicaraan siswa dari Sekolah lain menunggu pengumuman yang akan mereka dengar nanti. Memantapkan pendengaran agar tidak salah dengar.


Eva sudah berdiri di antara kerumunan itu sama hal nya dengan yang lain harap harap cemas menunggu pengumuman sepertinya panitia membuat mereka semua menunggu biar makin penasaran.


"Ternyata kita semua merasakan hal yang sama juga, aku deg deg an banget menunggu hasilnya takut mengecewakan nanti. "


Eva bicara sama teman beda mata pelajaran yang ikut bersama dia juga yang berdiri di tengah kerumunan itu.


"Iya aku juga Va, takut hasil mengecewakan nanti, Sekolah berharap banyak sama kita, sebab selama ini kita belum pernah pulang dengan wajah lesu. "


Teman Eva sama pintarnya dengan dia tapi beda kelas cuma disini mereka dekat cuma mereka berdua creek yang ikut karena yang lain cowok semua, masih beruntung ada teman disana walau cuma satu setidaknya ada teman yang bisa di ajak bicara.


"Baiklah anak sudah tidak sabar ya menunggu hasilnya sama Bapak juga penasaran. Kira Kira siapa yang akan menang ya ? . "


Suara dari atas panggung mulai terdengar semua siswa antusias mendengarkan tidak mau terlewat satupun pengumuman itu.


"Iya Pak. "


Mereka semua menjawab dengan kompak dan semangat.


"Karna semuanya sudah tidak sabar mari kita mulai saja membacakan hasil di mulai dari pelajaran IPS,,,,,,,,, "

__ADS_1


Guru itu membacakan satu persatu hasilnya dan perwakilan Sekolah naik ke atas panggung, kini tinggal pelajaran sains yang belum di sebutkan membuat Eva makin penasaran.


"Dan untuk kelas sains (menjeda ucapan sebentar) seperti nya harus kecewa kali ini sebab jika tahun kemarin dia menang tapi tidak kali ini(memasang wajah sedih) dan selamat kepada Sekolah Harapan (dengan suara lantang). "


Eva syok hampir saja menangis tidak percaya kalau dia akan menang lagi di lomba kali ini.


Bagaimana tidak takut yang dia rasakan kalau Guru tadi bilang dengan jelas jika Sekolah tahun kemarin yang menang sekarang tidak lagi walau kurang yakin sama apa yang dia dengar tapi di hatinya ada sedikit filing kalau itu Sekolah dia. Sebab setiap dia ikut pasti pulang dengan wajah ceria kalau hari ini gagal dia tidak tau harus bilang apa.


"Di persilahkan untuk perwakilan Sekolah Harapan naik ke atas panggung. "


Eva melangkah ke depan dengan pasti jika tadi dia cemas beda lagi sekarang dia melangkah dengan percaya diri maju ke depan.


Seharusnya dia yakin dengan kemampuan sendiri entah kenapa sekarang dia kurang yakin.


Eva akan ikut lomba apa saja jika dia mampu dan Sekolah percaya jika dia bisa membuat Sekolah bangga mungkin itu bentuk bakti pada Sekolah yang mana dia bisa bersekolah dengan gratis.


"Terima kasih kepada Sekolah yang telah mempercayakan aku untuk mewakilkan pergi ikut lomba dalam tahun ini, mungkin ini lomba terakhir aku di tingkatan menengah atas sebab akan fokus pada pelajaran sekarang karna aku sudah mau naik kelas tiga dan mempersiapkan diri untuk ujian akhir.


Kemenangan ini aku persembahkan pada Guru yang sudah membimbing selama ini dengan sabar dan juga terima kasih untuk semua ilmu yang sudah di berikan, sekali lagi terima kasih. "


Eva turun dari panggung menuju tempat Guru mereka yang sedang menunggu dengan wajah ceria.


Tidak sia sia mereka memilih Eva dan teman teman yang lain sebab hasil yang tidak membuat mereka kecewa dan juga tidak menyesal meninggalkan keluarga mereka untuk menemani murid nya ikut lomba.


"Iya Pak. "


"Sekarang semuanya istirahat dan besok pagi setelah sarapan kita pulang dan untuk Eva sampai Sekolah besok temui kepala Sekolah ya. "


Mendengar ucapan Guru barusan membuat Eva penasaran apa yang akan kepala Sekolah sampaikan pada dia.


Kalau soal lomba hasilnya juga sudah jelas tapi ada masalah lain tidak tau juga.


Mereka memasuki kamar masing masing untuk istirahat wajah bahagia mereka tampak jelas.


Masuk kamar lalu mandi sebab sudah seharian di luar apa lagi cuasa panas dan keringat jika tercium baunya lumayan bikin pusing.


"Alhamdulillah hasilnya memuaskan ngak bikin kecewa Sekolah tapi kau penasaran apa yang akan kepala Sekolah bicarakan besok. "


"Mandi dulu lah urusan besok lihat besok aja. "


Ritual mandi Eva kali agak lama sebab badan sudah bay matahari dan perlu di bersihkan.

__ADS_1


Keluar dengan wajah fress dan di sambut dengan wajah yang bikin kesal tadi.


"Main masuk aja kamu Van, kalau aku lagi ganti baju gimana. "


Kesal Eva sebab Evan suka nongol tanpa suara.


Pas lihat wajah Evan sudah emosi duluan apa lagi tadi gangguin dia lagi lomba.


"Marah mulu sih Va kerjaan kamu. Aku punya salah apa sama kamu ?. "


Sadar diri Van salah kamu itu sudah tidak bisa di hitung jari lagi saking banyaknya mulai yang kecil, sedang, besar, sengaja atau tidak sengaja.


"Banyak Van kalau kamu lupa atau kamu pura pura lupa ya.


Eh tunggu kamu kan emang pelupa juga udah tua "


Ledek Eva membuat muka Evan cemberut dan berubah masam.


"Iya aku pelupa dan udah tua juga, puas kamu. "


Marah di katakan tua jika di bilang pelupa masih bisa di terima akal sehat tapi jika tua masa wajah tampan gitu di bilang tua.


"Puas banget malah Van.


Ada yang ngambek kayaknya nie. Uluh uluh makin tua kalau ngambek gini. "


Makin senang meledek Evan kapan lagi coba balas dia jarang jarang ada kesempatan.


Mumpung sekarang ada kesempatan puas puasin saja dulu.


"Rese."


Balas Evan tapi tidak di tanggapi Eva sebab dia sudah berbaring dan siap untuk tidur dan tidak mau telat bangun pagi besok.


\=\=\=\=\=


*Mampir di judul baru ya masih dikit upnya nanti di tambah lagi.


Dan jangan lupa like, rate, komen and vote


Makasih

__ADS_1


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤*


Tbc.


__ADS_2