
Eva membuka mata malah yang di lihat ngak ada apa-apa disana cuma dia sendirian, kemana perginya Evan bukannya tadi bersama dia sekarang menghilang lagi suka sekali seperti jelangkung.
"Udah lah ngak usah di fikirkan lagi, mending balik ke kelas aja jam pelajaran mau lanjut lagi "
Melangkah menuju kelas dalam sunyinya langkah sepanjang lorong kelas yang di lewati.
"Awas aja kalau ketemu lagi aku pukul sampai puas, nyebelin Evan kamu "
"Kemana lagi sih menghilang tu anak, tapi kenapa Revan ngak ada malah muncul Evan sih, aneh "
"Untung belum telat masuk kelas "
Saat sampai kelas belum ada masuk guru jadi bisa duduk di kursi samping Sandra menunggu dia sebab Eva dari toilet tidak balik lagi ke taman menyusul Sandra dan Rafa.
"Kemana aja sih Vava ke toilet lama amat, kamu ke toilet Sekolah apa toilet rumah mu sampai jam kosong habis kamu baru balik "
Ucap Sandra panjang lebar, dia jenuh cuma berdua saja sama Rafa di taman menunggu Eva tapi yang di tunggu tidak kunjung balik juga malah menghilang begitu saja.
"Sorry San tadi mampir ke suatu tempat dulu disana sejuk juga suasana jadi ke enakan deh "
Jawab Eva cengengesan sambil menunjukan senyum tanpa dosanya.
Sesudah perbincangan singkat dia sahabat itu guru masuk untuk melanjutkan lagi kegiatan belajar yang sempat terganggu tadi karna ada rapat dadakan. Bersyukur saja buka jam terakhir kalau tidak pasti mereka semua bisa pulang cepat kerumah dan bisa beristirahat lebih lama.
Waktu belajar selama beberapa jam dengan lancar tanpa hambatan hingga jam pelajaran selesai. Tet,, tet,, bel berbunyi semua siswa membereskan peralatan Sekolah memasukan dalam tas dan siap membubarkan diri keluar kelas.
Tampak siswa berhamburan keluar kelas menuju gerbang Sekolah menuju tujuan masing masing. Disana Eva berpisah dengan Sandra karna arah berbeda begitu juga Rafa berpisah disana rumah mereka memiliki alamat beda pula.
__ADS_1
Sampai Eva dirumah ternyata rumahnya sepi lagi, akhir akhir ini Efi sering pulang malam ada kerjaan yang mengharuskan dia pulang telat terus sampai dia punya waktunl sedikit bersama Eva tapi dia melakukan semua itu demi kelanjutan hidup mereka ke depan.
"Hhuuff ternyata kakak ngak ada dirumah lagi, jadinya aku sendirian lagi deh. Semoga selalu dalam lindungannya."
Mengambil kunci di tempat biasa disimpan lalu membuka kunci dan masuk kedalam untuk mengganti seragam Sekolah dengan pakaian rumah. Pergi kedapur apakah ada makanan disana untuk makan siang atau tidak jika tidak ada maka harus bersabar beberapa saat dulu untuk memasak makanan.
"Untung kakak selalu meninggalkan makanan untuk ku jadi ngak perlu menahan lapar lama lagi. "
Eva langsung mengamankan piring lalu memindahkan makanan ke dalam piring secukupnya dan makan dengn lahap.
Perut sudah terisi tinggal membersihkan piring kotor sisa makanan, menyapu rumah hingga ke halaman depan walau dengan tinggal di rumah sederhana jika tampak bersih akan sedap di pandang mata.
Matahari mulai tenggelam warna jingga menghiasi langit senja nampak indak di pandang mata . Eva sudah selesai dengan kegiatannya bahkan mandi sore sampai masak buat makan malam. Sekarang Eva makan sendirian lagi jika menunggu sang kakak tidak tau jam berapa akan pulang dan akan mengakibatkan di kelaparan.
"Semuanya sudah selesai tinggal tugas Sekolah lagi yang belum. "
Masuk ke dalam kamar mengambil buku pelajaran lalu membawa keluar kamar menuju ruang tengah.
"Memangnya kakak kerja dimana sih sampai harus pulang telat begini. "
"Si nyebelin itu mana lagi setelah menghilang tadi siang kenapa ngak muncul lagi dia. "
"Masih kesal tapi aku juga rindu dia sudah lama ngak ketemu. "
Bicara sambil belajar seolah ada orang saja yang akan mendengarkan dia bicara sekarang. Biarlah seperti orang gila yang terpenting mengeluarkan unek unek di kepala terpenting.
"Tok,, tok,, tok,,. "
__ADS_1
Terdengar ketukan dari luar pintu tapi ngak ada suara orang jika itu tamu atau Efi kembali jadi Eva membiarkan saja siapa tau itu cuma ayam yang mematuk pintu.
"Tok,,, tok,,, tok,,. "
Suara ketukan lagi dari luar kini agak kuat dari tadi bahkan seperti orang menggedor pintu saja.
Eva abaikan untuk kedua kalinya mungkin cuma ada yang iseng saja. Kalau Efi pulang pasti akan memanggil sebab semalam pulang memanggil Eva dulu supaya di bukakan pintu.
"Tok,,, tok,, , tok,. "
Eva mulai bosan dengan ketukan pintu itu, dengan perasaan kesal berjalan ke arah pintu sambil nenghentakkan kaki.
Cklek, pintu di buka yang pertama kali Eva lihat cuma kegelapan malam karena malam ini ngak ada cahaya bulan yang menyinari. Dengan kesal Eva menutup pintu lagi tapi baru beberapa langkah ketukan itu terdengar lagi, Eva membuka pintu sama hal dengan tadi ngak ada siapa siapa di luar.
"Siapa sih yang iseng tengah malam ini. "
Brak, Eva menutup pintu kasar dengan perasaan dongkol. Dan pintu di ketuk lagi.
"Kalau iseng itu jangan tengah malam begini ngak luc,,, u. "
Eva melihat ngak ada orang lagi lalu mengedarkan pandangan ke seluruh halaman rumah tetap ngak ada saat dia akan menoleh ke kanan dia melihat sosok. Seketika pandangan Eva kabur lalu kehilangan kesadaran saat itu juga.
Di tempat lain Eva membuka mata di lihatnya dia berada di tempat asing yang dia sendiri ngak tau ini dimana. Ruangan itu rapi bersih tapi dia tidak nyaman berada jika itu bukan rumahnya sendiri.
"Sekarang aku lagi dimana. "
Masih mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi hingga dia bisa berakhir di tempat ini.
__ADS_1
"Oh kamu sudah sadar, ck gitu aja langsung pingsan . "
Tbc.