
Waktu berjalan tidak terasa dan kini masa masa mereka bekerja di kantor itu harus berakhir dan siap mempersiapkan diri buat acara wisuda serta menyiapkan segalanya sebelum waktu itu.
Kini di kantor mereka lagi semangat mengerjakan tugas akhir dari kantor yang tidak sebanyak hari hari yang lalu,kini hanya menyelesaikan beberapa hal sebelum meninggalkan kantor itu.
Selama itu juga hubungan Eva dan Kevin tidak ada orang kantor yang tau kecuali hanya teman dekat saja.
Siang ini mereka lagi bersiap buat makan bersama dan akan memilih makan di luar.
Tapi niat itu akhirnya batal karena mama Kevin sudah datang duluan membawa bekal makan siang buat mereka semua.
Bukan tanpa alasan tapi mama Kevin dulu pernah berjanji akan mengajak Eva makan siang bersama di kantor maka hari ini lah yang di pilih anggap saja merayakan selesainya acara magang mereka.
"Sudah mau istirahat ya,ikut mama makan bareng di kantin ya,mama udah bawa makanan buat kita semua."
Datang tiba tiba mengagetkan semua orang yang ada di sana apa lagi mereka tau kalau itu istri bos mereka dan kenapa tiba tiba datang.
"Mama ngapain ke sini?."
Kevin menghampiri mamanya yang lagi berdiri di depan meja Eva sambil tersenyum.
"Mengajak anak anak mama dan calon menantu mama makan siang."
Jawab mama santai dan sukses membuat semua orang bertanya tanya tentang calon mantu bos mereka karena waktu pertunanganan tidak mengundang karyawan kantor hanya rekan bisnis saja.
Tentang calon menantu mereka pasti ingin tau karena Kevin tidak terlalu menampakkan diri kedekatannya sama Eva dia bicara dengan Eva sama dengan teman yang lain hingga mereka tidak tau hubungan mereka.
"Kita mau makan di luar ma."
Merasa sedikit keberatan sama ajakan mamanya apa lagi yang mengajak tiba tiba tanpa memberi tau dulu.
"Kalau kamu mau makan siang di luar udah pergi aja sana,mama mau makan siang sama calon menantu mama,ayo sayang."
Mengajak Eva pergi dari sana sambil menarik tangan Eva hingga gerakan itu sukses membuat mereka semua terkejut saat tau kalau anak magang itu tunangan anak bos mereka tapi kenapa beberapa bulan ini mereka tidak tau atau karena mereka berdua sengaja menyembunyikan hubungan itu.
"Mama ngak boleh asal bawa dong,sayang kamu kok ninggalin aku sih,ayok susul mama."
Teriak memanggil mamanya yang sudah jalan duluan dan mengajak juga teman temannya menyusul.
Setelah ke pergian mereka semua ruangan itu riuh dengan suara mereka yang terkejut sama kenyataan hari ini.
"Aku ngak nyangka kalau Eva anak magang itu tunangan anak bos kita."
"Aku kira mereka semua hanya teman biasa sebab tidak ada tanda tanda kalau mereka memiliki hubungan bahkan sudah bertunangan,waktu itu aku cuma tau kalau anak bos tunangan tapi tidak tau siapa tunangannya."
"Mereka juga cocok kalau di liat liat tampan dan cantik juga mereka semua ramah dan baik."
"Ngak salah bos mempunyai calon mantu baik,ramah,sopan,tutur katanya sangat menghargai orang yang lebih tua dari dia."
"Liat aja tadi bu bos lebih sayang tunangan dari pada anak sendiri."
__ADS_1
Di kantin Eva sudah duduk bersama mama Kevin lalu membuka makanan yang dia bawa tadi dan menata di atas meja di bantu Eva.
"Mama padahal ngak perlu repot repot bawa makanan segala."
Ucapnya sambil menata makanan itu merasa tidak di bawakan makanan segala apa lagi itu kantor akan banyak pasang mata yang memperhatikan kedekatan mereka.
"Ngak repot sayang,mama malah senang bisa makan bareng kamu di sini udah lama kita ngak makan bareng."
Orang yang lagi makan siang disana menatap ke arah mereka dengan penuh tanda tanya juga,ada hubungan apa mereka berdua atau masih satu keluarga.
"Mama kenapa tinggalin Kevin sih,anak mama tu Kevin bukan Eva ma.
Mama sekarang lebih sayang calon menantu mama di bandingkan anak sendiri."
Gerutu Kevin duduk di samping Eva mengabaikan tatapan semua orang yang terkejut mendengar Kevin menyebut calon menantu dan sudah bisa di pastikan kalau Eva calon menantu bosnya.
"Udah jangan kayak anak kecil gitu,sama tunangan sendiri cemburu.
Eh kalian mau kemana sini makan bareng mana bawa lebih juga buat kalian."
Mencegah mereka bertiga hendak memesan makanan dan bergabung bersama mama Kevin.
"Tante ngak perlu repot gini,kita kan jadi enak eh maksudnya ngak enak."
Gurau Bastian karena ini bukan kali pertama makan sama mama Kevin sebab sudah biasa kalau lagi di rumah jika mampir atau menginap.
"Belum juga di makan udah bilang enak aja,ayo di makan jangan di liatin.
Mereka semua makan siang dengan makanan yang di bawa mama Kevin.
Kedua cewek cantik itu merasa sedikit canggung karena harus makan bersama mama Kevin.
Selesai makan mereka semua balik lagi ke ruangan setelah membereskan peralatan makanan dan mama Kevin memilih pulang tidak mampir ke ruangan papa Kevin.
"Sayang mama pulang dulu ya,semangat magangnya apa lagi ini hari terakhir."
Berpamitan pada mereka semua lalu bergantian menyalami dan membubarkan diri.
"Seneng ya di datangi calon mertua,tampak sekali wajah bahagianya."
Teman rusuh Eva datang sedikit terlambat biasanya datang pagi tapi kini sudah siang baru menampakkan diri.
"Nongol kayak jaelangkung aja kamu,sana jauh jauh aku mau kerja."
Usir Eva tidak mau bicara sekarang lagi banyak orang di sana yang bisa melihat dia bicara sendiri.
"Ngak kangen aku apa dari pagi belum bertemu?."
Jitak dikit boleh kali ya kalau tidak ada yang lihat,rasanya tangan Eva udah gatal mau melayangkan jitakan ke kepala Evan
__ADS_1
"Lah kamu siapa?harus di rindukan."
Tidak bertemu sebentar mana mungkin rindu lagian belum sampai satu hari kecuali dulu saat Evan menghilang lama.
Dulu Eva bukan hanya sekedar rindu tapi juga merasakan kehilangan sosok yang begitu berarti buat dia karena selama Evan ada selalu menemani Eva kemana pergi.
Bisa di sebut kalau Evan bayang bayang Eva yang akan ikut kemana pun Eva pergi.
Dan kini setelah dia kembali dia jadi bayang bayang Eva mengikuti kemana Eva pergi.
"Bukan dulu kamu sangat merindukan aku."
Mengikuti Eva melangkah menuju meja lalu Eva melanjutkan pekerjaan yang tinggal dikit lagi.
Menjelang sore pekerjaan mereka sudah selesai lalu mereka semua berkumpul buat sedikit mengadakan acara perpisahan kecil buat mereka semua.
Selesai acara mereka membubarkan diri dan menuju mobil masing dan David sudah menunggu Sandra di depan kantor karena dia juga akan mengajak Sandra buat melayangkan selesainya magang.
"Satpam lo udah nunggu tuh San."
Tunjuk Bastian mengarah pada David yang sudah stay dengan masih menggunakan stelan kantor.
"Kalau satpam nya ganteng gitu ngak apa 24 jam aku ngak bakalan nolak."
Balas Sandra karena baginya tidak apa di julukin apa saja asal masih di batas wajar.
"Lo bilang apa satpam?kalau gue satpam lo apa supir Sisi."
David yang mendengar ucapkan Bastian tidak mau tinggal diam.
Ada rasa senang di hatinya kalau sudah berdebat karena rasa lelah bekerja sedikit berkurang.
"Udah jangan ribut di sini,malu sama tuh jas.
Pakaian berwibawa mulut kayak wanita,yuk balik."
Lerai Kevin pada keduanya yang sulit sekali akur padahal kalau hubungan mereka berlanjut akan jadi keluarga tapi masih saja seperti orang musuhan.
akhirnya mereka pulang bersama tunangan masing masing.
\=\=\=\=\=
*Jangan lupa
like
komen
vote
__ADS_1
Makasih*
Tbc.