
Segala acara yang membuat capek dan pusing telah usai kini kembali pada rutinitas seperti biasa mulai kuliah lagi.
Eva setelah acara pertunanganan dengan Kevin besoknya dia di ajarkan Kevin buat belajar mengemudi seperti permintaan Sarah waktu itu.
Dan di rasa Eva sudah mahir mengemudi dan punya surat izin mengemudi maka sesuai janji Sarah maka dia yang akan membelikan Eva mobil.
Walau awal Eva menolak di belikan dan ingin memaka mobil yang ada saja di rumah kakek sebab beberapa mobil masih ada yang tidak menggunakan makanya Eva mau menggunakan yang ada saja tapi tidak bagi Sarah dia ingin Eva menggunakan mobil baru bukan barang bekas seperti yang sudah terpajang rapi di bagasi rumah kakek.
Karena setiap anggota keluarga yang sudah bisa mengemudi mobil maka sudah di pastikan akan punya mobil pribadi sendiri baik beli sendiri atau di belikan makanya Sarah ingin Eva punya mobil pribadi sendiri.
Kini di sini mereka berada sekarang di sebuah so roam mobil (anggap benar aja ya penulisannya author juga ngak tau cara nulis yang benar seperti apa) setiap keinginan selalu harus dengan cara paksaan Eva baru mau menurut.
Eva yang biasa hidup sederhana dari kecil maka hal seperti itu dia anggap hanya buang buang uang apa lagi masih ada yang bisa di gunakan jadi buat apa beli baru.
"Ma pake yang ada aja ngak apa ma."
Untuk kesekian kalinya Eva menolak dan menganggap itu pemborosan.
Eva berfikir sayang uangnya harus keluar banyak hanya untuk satu mobil dan lebih baik di gunakana pada keperluan lain.
"Kalau nolak lagi ini semua mobil mama pindahin ke rumah biar kamu berhenti bicara terus."
Ancam Sarah yang sudah mulai bosan mendengar rengekan Eva menolak,biasanya orang lain akan senang di belikan sesuatu ini malah tidak mau.
"Tapi ini pemborosan ma."
Tolak Eva masih belum menyerah juga.
Bukan mau menolak rezeki tapi masih ada yang bisa di gunakan jadi tidak perlu beli yang baru.
"Pokoknya mama ngak mau tau,sekarang pilih mana yang suka mama tunggu di situ."
Sarah memilih duduk di kursi yang telah di sediakan dan menyuruh Eva memilih mobil yang di suka.
Dari pada terus mendengar rengekan Eva yang tidak akan ada hasilnya itu lebih baik menghindar.
Eva berkeliling mencari yang di rasa cocok sama dia sambil seorang pendamping menemani Eva menjelaskan tentang mobil yang Eva tanya.
"Kamu itu aneh Va di kasih enak malah nolak,kalau aku di posisi kamu ngak perlu cari cara buat nolak langsung terima aja kapan lagi coba."
Celoteh dia berjalan di samping Eva bukan mbak pendamping itu yang bicara tapi dia yang suka sekali selalu ngintilin kemana Eva pergi.
Sejak dia kembali hampir tiap hari mendatangi Eva walau kadang Eva cuekin saja tapi tetap datang lagi.
"Itu kan kamu,kalau kamu mau ambillah buat kamu itupun kalau orang bisa liat kamu.
Kalau pun orang bisa liat kamu emang orang kenal sama kamu?ngak kan.
Jadi diam aja jangan berisik."
Bisik Eva membalas ucapan dia yang sedari tadi mengekor kemana Eva melangkah.
Terpaksa dengan nada suara kecil Eva bicara kalau orang lain lihat Eva bicara bisa di sangka gila bicara sendiri.
"Aku ngak butuh mobil buat pergi,kecepatan ku melebihi mobil kalau kamu lupa,aku ingatkan lagi."
Sombong dia membalas Eva jika hanya mobil dia tidak butuh toh buat apa juga dia pakai mobil mau di kira orang mobil bisa jalan sendiri.
"Ya ya ya terserah kamu."
Eva melanjutkan langkah hingga pandangan tertuju pada sebuah mobil yang terbilang mungil dari mobil yang lain.
Sungguh mobil itu cocok buat Eva dan juga Eva tidak mau mobil yang sedikit besar karena hanya akan membawa dia seorang.
"Mbak aku pilih yang ini aja ya,aku tunggu dekat mama tadi."
Setelah itu Eva menghampiri Sarah lagi yang lagi asik membaca majalah yang tersedia di sana sambil menunggu Eva selesai tidak lupa dengan sebotol minuman.
"Sudah ma,bentar lagi mbaknya ke sini."
Duduk di samping Sarah sambil menunggu segala keperluan menyangkut mobil selesai dan bisa Eva bawa pulang.
Tapi Eva tidak langsung masih ada keperluan yang akan Eva urus tapi itu sendiri tanpa Kevin karena tadi Eva sudah mengabari kalau dia akan pergi bersama Sarah makanya Kevin izinkan kalau Eva pergi sendiri jangan harap akan Kevin biarkan.
Biarlah Kevin di katakan over pada Eva tapi Kevin lakukan demi kebaikan Eva dan juga tidak mau Eva kenapa napa.
"Semua sudah selesai ini kunci untuk mobil sudah ada di luar dan untuk surat yang lain akan kami kirim ke alamat yang sudah be berikan.
Terima kasih sudah mampir semoga pelayanan kami tidak mengecewakan."
Ramah mbak tadi yang mengurus segalanya hingga selesai.
"Terima kasih mbak, kalau gitu kami peemisi."
Sarah dan Eva keluar dari sana menuju mobil baru Eva terparkir di depan.
"Gimana sayang suka mobilnya?dan cukup bagus pilihannya imut gimana gitu."
Kagum Sarah sama mobil pilihan Eva yang terbilang cukup imut karena mobil itu kecil dan memang pas buat cewek.
"Iya ma suka,makasih ya ma.
Mama udah baik banget sama kami mulai dari membangun kembali rumah bunda dan sekarang belikan aku mobil pastinya ngak murah kan ma."
Memeluk Sarah dengan perasaan haru tidak tau mau bilang apa lagi.
Kehidupan Eva sekarang seperti Cinderella dalam kehidupannya yang dulu pas pasan,kini segala kebutuhan Eva terpenuhi tidak perlu cemas memikirkan soal biaya hidup buat besok.
Walau hidup Eva sudah berkecukupan dia selalu berfikir ulang kalau ingin membeli barang dan berfikir itu ada manfaat atau tidak.
Menemukan keluarga yang begitu menyayangi dia,punya tunangan yang sangat perhatian serta penyayang dan punya calon mertua rasa punya orang tua kembali semua kehidupan Eva sekarang sudah terasa sempurna.
Rasa syukur tidak pernah putus Eva ucapkan atas apa yang Eva miliki sekarang sebanding dengan apa yang Eva lalui dulu jalan terjal penuh rintangan maka tidak salah Eva miliki itu sekarang.
"Ya sudah mama pulang dulu,kamu hati hati nyetirnya.
Kalau urusannya udah selesai cepat pulang sebelum Kevin datang kamu ngak ada di rumah jangan lupa kabari dia biar ngak kwatir."
Sarah pergi duluan bersama supir yang sudah menunggu.
"Bismillah semoga lancar,amin."
Eva mulai melajukan mobil itu memasuki jalan raya yang terbilang tidak terlalu ramai karena ini masih siang.
Mobil itu melaju bukan menuju kampus atau pulang ke rumah kakek tapi ke suatu tempat sesuai ajakan orang yang sudah duduk di samping Eva.
"Sekarang bilang mau kemana?jangan bertele tele aku ngak bisa lama lama di luar bisa bisa Kevin kebakaran jenggot kalau tau aku pergi sendiri."
Tanpa basa basi Eva tidak mau berlama lama di luar seorang diri.
"Lurus aja ngak jauh kok,disana ada tempat bagus pasti kamu akan suka."
Dia tadi lebih dulu masuk mobil Eva sebelum Eva masuk, memang teman Eva yang satu ini suka seenak hati tapi Eva tidak masalah lagian tidak mengganggu juga.
Tidak lama kemudian mereka sampai pada tempat yang di tuju sebuah taman bunga yang indah tapi tidak ada satu orang pun di sana walau tempat itu indah.
"Kenapa sepi ngak ada orang disini?."
Heran Eva seharusnya tempat seindah itu pasti banyak pengunjung tapi ini tidak hanya ada mereka berdua.
"Emang tempat ini ngak ada orang yang tau."
__ADS_1
Mengajak Eva masuk ke dalam taman bunga itu,di dalamnya terdapat berbagai macam bunga serta wangi bunga itu sudah tercium sejak berdiri di pintu masuk taman.
"Kok kesannya horror gini ya Van."
Ya orang itu yang selalu mengikuti Eva adalah Evan yang dulu sempat menghilang kini kembali lagi menemui Eva lagi.
"Kenapa kalau horor?bukannya udah biasa ya?."
Ledek Evan sama Eva seolah mengatakan kamu takut ya?hanya saja cara menyampaikan beda.
"Enak aja kamu,aku bukan takut tapi malas aja berurusan lagi sama yang berbau horor.
Lagian kamu ngapain ngajak aku ke tempat sepi gini?."
Kata takut,malas dan trauma memiliki arti sendiri mungkin yang pas buat Eva adalah trauma kalau harus masuk lagi ke dunia yang berbeda itu.
Takut di sana dia harus berjuang sendiri buat bisa keluar dari sana dan malas selama berada di dalam sana waktu dia terbuang sia sia dan harus berurusan lagi sama mereka yang wujudnya tidak jelas serta menyeramkan.
"Kalau aku ajak kamu ke tempat rame terus orang liat kamu bicara sendiri apa yang akan orang fikirkan tentang kamu,cantik cantik kok gila."
Eva terdiam mendengar jawaban Evan yang ada benarnya,kenapa dia tidak berfikir sampai ke sana.
"Tapi ngak harus tempat sepi ini juga kan Van,di rumah juga bisa."
Sanggah Eva tidak mau mengalah sama Evan.
"Di rumah juga banyak orang dan juga di sini aman selama masih ada aku."
Tidak habis fikir,dia masih Eva yang dulu suka berdebat sama Evan walau hal kecil.
Ini yang Evan rindukan suara cerewet Eva yang tidak mau mengalah.
"Yakin aman?siapa tau kamu sendiri yang buat ngak aman."
Sinis Eva,ada satu hal mungkin yang Eva lupakan.
"Kamu lupa selama ada aku kamu selalu aman."
Mengingatkan Eva kembali pada masa di mana Evan selalu berusaha melindungi Eva dari segala bahaya.
"Iya juga sih."
Kilasan memori saat mereka bersama dulu berputar kembali di ingatan Eva.
Saat dimana Evan selalu ada buat Eva hingga masuk Sekolah dimana Eva berada semua Evan lakukan demi Eva jadi tidak perlu di ragukan lagi ucapan Evan.
"Jadi jangan remeh ucapan aku,apa yang aku ucapkan pasti akan aku buktikan."
Kini mereka duduk di tepi Danau kecil di tengah kebun bunga itu.
Air yang hijau,sedikit di tumbuhi bunga teratai serta ada burung kecil yang asik bermain di tepi Danau.
Duduk tanpa alas hanya di atas rumput hijau yang asri.
"Makasih untuk semuanya yang udah kamu lakukan buat aku selama ini.
Kamu memang teman terbaik ku dan selamanya akan tetap seperti itu.
Jangan pernah berubah dan tetap seperti ini."
Pandangan Eva lurus ke depan tidak melihat ke arah Evan yang lagi menatap Eva tanpa berkedip.
Merasa senang masih ada yang mau berteman dengan dia dan mau menerima dia kembali walau dia belum memberi alasan kenapa dia pergi dulu dan Eva tidak terlalu menuntut akan hal itu,menunggu sampai dia sendiri yang memilih bercerita sendiri.
"Aku akan melakukan apa pun buat kamu selama aku bisa dan aku mampu.
Selama kamu mau menerima aku aja aku udah senang jadi ngak perlu berterima kasih gitu harusnya aku yang bilang kata itu."
Pandangan Evan juga jauh ke depan Danau.
Untuk Eva sendiri belum pernah menyampaikan pada Kevin tentang kembalinya Evan sekarang.
Dan menurutnya Kevin tidak perlu tau cukup cerita dulu saja untuk sekarang tidak perlu dan juga tidak bisa melihat kehadiran Evan kecuali Eva.
"Iya kamu selalu menolong kalau kamu ada tapi waktu itu aku harus berjuang sendiri serta harus melawan rasa takut dalam diri ku apa lagi waktu itu yang membawa ku mirip sekali sama Kevin hingga aku bertemu Kevin asli aja was was."
Masih ingat jelas kejadian beberapa bulan yang lalu saat dimana Eva berjuang sendiri keluar dari hutan itu hingga sedikit mengalami troma ringan yang bisa di lawan sendiri.
Waktu itu Eva merasa sangat ketakutan dan juga tidak tau mau minta tolong sama siapa beruntung Kevin dan kakaknya menyusul masuk ke dalam sana entah bagaimana cara keduanya tau Eva ada di dalam dan bisa cepat menemukan Eva.
Awal bertemu Eva mendapat penolakan dari Eva karena masih di permainkan smaa sama mereka hingga dalam keadaan pingsan bisa membawa Eva keluar.
"Maaf waktu itu aku datang terlambat saat aku mau menghampiri mu ternyata mereka berdua duluan yang menemukan mu tapi aku selalu mengawal kalian dari belakang hingga benar benar keluar dari sana."
Saat Evan tau Eva dalam bahaya dia langsung pergi mencari Eva hanya saja dia kalah cepat dengan Kevin yang menemukan Eva duluan tapi Evan bisa bernafas lega karena Eva baik baik saja.
Kala itu Evan baru kembali buat ingin menemui Eva tapi langsung mendapat kabar yang tidak enak tentang Eva hingga memutuskan mencari Eva langsung.
Jangan tanya mengapa Evan bisa tau dan dimana Eva berada karena itu bagi Evan adalah hal biasa bisa tau dengan mudah.
"Makasih udah kembali lagi,aku senang masih punya teman seperti mu walau kadang suka bikin kesal.
Kamu tau aku marah saat kamu menghilang tanpa kabar dan ketika aku mau berangkat ke sini kamu belum juga kembali.
Aku sempat berfikir kamu hanya mampir sebentar saat kamu lagi butuh teman atau menjadikan aku sebagai tempat pelarian kala kamu sepi butuh teman."
Bicara serius menatap Evan sehingga Evan menatap Eva balik.
Jadilah ajang saling tatap di antara keduanya walau tidak ada rasa tapi cukup lama mereka saling tatap.
"Udah jangan lama lama natapnya nanti kamu suka lagi terus Kevin mau di kemanain.
Ngak mungkin pasang dua kan aku mana mau jadi yang kedua yang jelas jelas datang pertama."
Canda Evan mengalihkan tatapan mata itu pada danau lagi.
"Mimpi kamu kalau aku bakalan suka sama kamu Van.
Jangan ketinggian kalau menghayal ntar jatoh sakit."
Balas candaan Evan dan antara mereka hubungan pertemanan sudah nyaman serta tau posisi masing masing.
Kalau Evan manusia sama seperti Eva mungkin rasa antara mereka pasti akan ada sejak masih bersama Sekolah dulu dan bukan Kevin menempati posisi special di hati Eva.
"Aku juga mikir mungkin ribuan kali baru suka kamu cantik iya bawel,berisik lagi.Kalau sama kamu mungkin hari hari ku ngak akan tenang.
Aku heran kenapa Kevin betah ya sama kamu?
Oh aku ingat kamu kalau depan Kevin kan kalem sikapnya ngak kayak gini suka nyeplos."
Eva diam tidak membela diri karena benar apa yang Evan bilang,Eva memang kalem di depan Kevin bukan apa apa masa sama gebetan tidak menjaga image kan bisa malu.
"Lagian jaga image depan kamu juga ngak ada gunanya cuma kamu yang tau dan kalau kamu mau cerita sama siapa coba."
Kini Evan yang di buat diam,memang benar apa kata Eva lagian Evan mau cerita sama siapa tentang sifat Eva cuma mereka berdua yang tau.
Hingga obrolan mereka terhenti dengan bunyi suara hp Eva siapa lagi yang akan menghubungi kalau bukan tunangan dia yang mulai over itu.
"Pasti yang menghubungi cowok yang udah menduplikat wajah aku tuh.
Dasar di tinggal bentar udah nyariin."
__ADS_1
Ledek Evan mengintip sedikit ke arah hp Eva sehingga dengan cepat Eva jauhkan sebelum Evan membaca isi pesan Kevin.
"Ye sirik aja lo Van."
Eva membalas chat Kevin sebelum mendapatkan spam chat berjejer.
Eva beranjak dari duduk lalu berjalan keluar buat pulang tapi bukan ke rumah kakek dulu namun ke rumah Kevin sebab Kevin meminta dia datang.
"Mau kemana?."
Mengikuti langkah Eva berjalan.
"Balik lah."
Jawab Eva tanpa menoleh karena tau Evan akan mengikuti.
"Emang tau dimana pintu keluar?."
Ingin mengerjai Eva sebentar sebelum menunjukkan jalan keluar dari taman.
"Jangan becanda Van,nanti keburu ngambek Kevin nya."
Lagi malas becanda sama Evan sebab sudah cukup lama menghabiskan waktu bersama.
"Ya elah jadi cowok suka ambekan,ayo."
Ledek Evan menarik tangan Eva keluar dari sana.
Eva melajukan mobil ke rumah Kevin empat puluh menit Eva sampai dan pasti masih di ikuti satpam tak kasat mata Eva.
"Assalamu'alaikum."
Eva mengetuk pintu lalu pintu di buka oleh mama Kevin.
"Wa'alaikumsalam sayang kamu ke sini,kok ngak bilang dulu?kan bisa di jemput Kevin."
Mama tidak tau saja kalau Kevin yang nyuruh Eva datang.
"Kevin yang nyuruh datang ma dan kebetulan aku lagi di luar juga."
Jawab Eva di giring masuk ke dalam rumah.
"Sebentar ya biar mbak panggilkan Kevin turun.
Mbak tolong panggil Kevin dan bilang ada Eva."
Pinta mama pada salah satu ART disana.
Beberapa saat Kevin turun dengan baju santai karena hari ini tidak keluar rumah dan mau mengajak Eva ternyata sudah ada janji sama Sarah.
"Sayang kamu udah datang,aku kangen tau."
Menghampiri duduk di samping Eva tidak peduli ada sang mama di sana selagi tidak berbuat aneh aneh jadi tidak masalah.
"Jadi kamu nyuruh calon mantu mama ke sini jauh jauh hanya karena kangen,kenapa ngak kamu sendiri yang nyamperin kesana."
Kesal mama mendengar kata kangen dari mulut anaknya.
Tega sekali sama calon menantu kesayagannya yang di suruh datang jauh jauh.
"Mama ngak tau aja tadi Kevin udah mau ajak Eva jalan tapi udah keburu ada janji sama tante Sarah.
Ya udah Kevin minta Eva ke sini mama tenang aja nanti Kevin antar pulang kok."
Sekarang Kevin tidak bisa berbuat aneh sama calon menantu mamanya karena sudah ada pembela Eva,dan anehnya yang jadi objek biasa saja malah mamanya yang marah.
"Memang harus gitu,ngak baik nyuruh nyuruh anak orang datang sendiri bahaya.
Kalau kangen datangi ke rumahnya,awas ya kalau di ulang lagi mama sunat lagi kamu."
Ancam mama yang lebih sayang Eva ketimbang anak sendiri.
"Ya jangan di sunat juga ma,kalau habis gimana nanti mama ngak dapat cucu dari Kevin."
Balas Kevin nyengir kuda tidak terbayang saja kalau harus di sunat lagi mana umur tidak mendukung.
"Udah ngak apa ma,kan kebetulan aku lagi di luar sekalian mampir juga.
Emang mama ngak kangen aku juga?.
Sejak malam pertunanganan itu mama Kevin belum ada bertemu Eva lagi.
" Iya mama juga kangen sama kamu sayang,temani mama makan yuk dari tadi mama malas makan sendiri papa lagi di kantor dan Kevin ngak mau keluar kamar dari habis sarapan kayak anak perawan lagi di pingit di kamar terus."
Mengajak Eva ke meja makan buat makan bersama sudah pasti dengan sedikit paksaan apa lagi tadi Eva sudah makan.
"Sayang kamu ngak ngajak aku makan juga."
Mengekori keduanya menuju ruang makan.
"Kamu ngak makan juga ngak apa Vin,yang penting udah bertemu Eva."
Si mama tau aja kalau Kevin sudah baik baik saja kalau bertemu Eva walau tidak makan satu hari yang penting ada Eva di sampingnya.
Ah lebay Vin emang Eva bisa bikin kenyang apa tetap saja butuh makan juga.
Kini mereka makan bersama di siang menjelang sore ini.
Kedatangan Eva membawa sampai baik buat mereka berdua sehingga makan dengan lahap.
"Ma aku pulang dulu ya,udah mau sore juga takut orang rumah nyariin."
Pamit Eva setelah selesai makan dan berbincang sedikit jadi ingin memutuskan pulang.
"Kenapa ngak nginap aja sayang biar mama minta izin."
Ingin sekali Eva me nginap disana dan ingin lebih lama berbincang.
"Maaf ma ngak bisa buat sekarang dan juga kalau kita udah nikah pasti kita akan tinggal bersama jadi mama sabar dulu ya."
Menenangkan mama Kevin yang sangat berharap supaya Eva mau menginap.
Lagian Eva sedikit takut kalau menginap disana apa lagi disana orang tidak banyak takut timbul fitnah.
Dengan berat hati mama Kevin melepas Eva pulang dengan di antar Kevin sedangkan mobil Eva di antar supir keluarga Kevin.
Walau Eva bisa pulang sendiri jangan harap akan Kevin biarkan selama dia ada.
\=\=\=\=\=
*Yang pada nanya Evan udah aku keluar kan sejak beberapa up yang lalu ya hanya saja baru di sini aku sebut namanya cie eleh kayak judul lagu ya.
Seperti biasa jangan lupa
Like
Komen
Vote
Makasih
__ADS_1
I LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤💕💞💖💗💝*
Tbc.