TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Sebelum Berangkat Liburan.


__ADS_3

Dua hari seperti dua jam saja sekarang lah waktu mereka berangkat Liburan yang sudah di rencanakan jauh jauh hari serta semua perlengkapan juga sudah mereka siapkan sejak semalam dan untuk Sandra dia memilih menginap di rumah Sisi saja.


Bukan tanpa alasan dia sekarang kekasih David dan tidak mungkin tidur satu atap lagi,jika dulu beda dia hanya sebagai sahabat Eva saja tidak masalah.


Dengan senang hati Sisi menerima Sandra menginap di rumahnya papa mamanya juga menerima dengan baik.


"San bagus ngak sisi pakai ini?."


Sisi menunjukkan baju yang akan dia pakai berwarna biru langit selutut dengan bawahan celana panjang.


"Bagus Si lebih cantik dan anggun gitu."


Menilai penampilan Sisi yang sudah memakai baju tadi tinggal menggunakan hijab saja.


"Si ini cocok ngak buat aku?."


Sandra juga melakukan hal yang sama dan tidak lupa berputar memperlihatkan pada Sisi.


"Cocok banget San,yuk sekarang kita turun buat sarapan dulu."


Setelah memastikan penampilan mereka tapi lalu keluar kamar tidak lupa membawa ransel kecil berisi baju ganti mereka dan perlengkapan lainnya.


Disana mereka hanya dua hari jadi tidak banyak barang yang mereka bawa dan akan susah bawa barang menggunakan motor.


"Pagi pa,ma,abang tampan ku."


Sapa Sisi baru turun ikut bergabung sarapan bersama.


"Pagi sayang.


" Pagi bocil."


"Pagi om,tante,bang Re."


"Pagi."


Mereka makan dengan tenang tidak ada perdebatan atau keluar suara.


Di rumah kakek selesai sarapan mereka semua berpamitan sambil menunggu yang lain berkumpul,mereka memutuskan berkumpul di depan rumah kakek bukan tanpa alasan sebab mereka semua paling banyak berada disana dan hanya akan menunggu empat orang lagi baru lengkap.


"Kek kami pamit dulu,doakan kami selamat sampai tujuan dan selamat juga sampai rumah lagi."


Mereka semua menyalami semua orang sebelum berangkat dan saat itu juga kekasih Keysi dan Nana datang menjemput.


"Assalamu'alaikum"


Sapa keduanya menyalami semua orang untuk pertama kali bertemu.


Lelaki tampan itu sangat ramah pada orang yang lebih tua dan umurnya di perkirakan sama dengan David.


"Wa'alaikumsalam,duh tampan sekali."


Puji Yona walau sebenarnya belum tau siapa kekasih anaknya.


"Kenalkan tante saya Exel kekasih Keysi."


Exel memperkenalkan diri lalu berdiri dekat Keysi sebagai kekasihnya.


"Dan saya Rasya tante kekasih Nana."


Lanjut Rasya pada semua orang dengan sopan juga.

__ADS_1


"Duh kalian pada tampan banget,Keysi sama Nana pintar banget nyari pacar sih."


Puji Marta yang mulai keluar jiwa usilnya.


"Makasih tante,justru kita yang beruntung dapatkan anak gadis tante yang cantik ini."


Balas Exel tersanjung dapat pujian dari calon mertua.


Mereka di sambut hangat oleh semua orang.


"Tunggu tapi kalau tante perhatikan lebih tampan calon mantu tante dari pada David."


Melirik David sekilas dengan senyum mengejek tidak peduli tampang kesal David yang penting dia senang.


"Makasih tante pujiannya,mending aku nyusul Sandra dari pada disini lama makan hati."


David pergi dari sana meninggalkan orang yang sebelum jauh lagi mengubah mood dia pagi pagi.


"Assalamu'alaikum."


Datang lagi dua pangeran Eva dan Sisi barengan dengan motor kesayangan mereka yang sudah lama tidak di gunakan dan seminggu terakhir di bawa ke bengkel buat memastikan semuanya baik baik saja saat mereka liburan.


Dengan menggunakan motor ketampanan mereka makin terlihat berbeda jika menggunakan mobil.


"Wa'alaikumsalam."


Setelah di rasa semua lengkap dan aman semuanya bersiap buat berangkat menikmati masa liburan.


Untuk David,Exel dan Rasya mereka harus mengambil cuti libur supaya bisa menemani sang pujaan liburan dan itu tidak mudah mereka dapatkan harus lembur dulu menyelesaikan pekerjaan meraka buat dua hari kedepan.


"Masih ada yang ketinggalan ngak?."


Jawab mereka serempak lalu memberikan helm pada pasangan masing masing dan ingat mereka harus beli helm baru buat para gadis tidak ingin helm yang mereka gunakan helm bekas.


"Berdoa dulu sebelum berangkat."


Suruh mama Yona pada anaknya sebelum berangkat,sebelum melakukan suatu pekerjaan atau aktifitas jangan pernah lupa buat berdoa.


Selesai berdoa mereka menaiki motor masing masing di ikuti sang kekasih duduk di jok belakang.


Berpamitan lagi lalu melajukan motor siap memulai perjalanan mereka yang sedikit memakan waktu dan tidak buru buru.


Mereka akan berhenti jika ada tempat yang di rasa pas buat istirahat atau sekedar menikmati pemandangan saja.


"Sayang kalau kamu lapar atau capek kasih tau aku ya."


Mereka melajukan motor tidak terlalu kencang sebab keselamatan nomor satu.


"Iya sayang,ini baru berangkat mana ada ngantuk apa lagi lapar.Kamu udah sarapan tadi?."


Eva takut jika Kevin tidak sarapan maka konsentrasi membawa motor akan jadi kurang fokus.


"Sudah sayang."


Balas Kevin memegang tangan Eva yang hanya berpegangan pada jacket yang Kevin gunakan.


"Pegangan terus ya yang di lepas."


Pinta Kevin takut Eva oleng jika tidak pegangan sebab jalanan tidak selalu lurus dan datar.


Jika mengingat jalanan seperti itu juga menjalin suatu hubungan tidak akan selalu lancar pasti akan ada kerikil atau batu yang akan membuat kita tersandung dan jatuh.

__ADS_1


Jika kita tidak kuat dan gampang goyah maka kita akan jatuh begitu juga hubungan harus saling percaya satu sama lain.


"Honey nanti pulang liburan kita siapkan buat nikahan kita ya."


Renal ingatkan lagi jika pernikahan mereka akan di adakan lima bulan lagi dan itu butuh persiapan matang.


"Iya aku ingat kok,tenang aja."


Efi selalu di ingatkan keluarga buat segera mengurus hal penting seperti gaun,desain gedung,cincin dan lainnya yang menurut mereka hanya dia yang tau keinginannya sendiri buat undangan sudah di bagi tugas siapa saja yang akan di undang.


"Sebelum nikah kamu ngak usah kerja lagi ya honey."


Pinta Renal sudah lama ingin Efi berhenti kerja.


"Kalau aku ngak kerja terus kalau mau beli sesuatu sama apa."


Keluh Efi yang sudah terbiasa kerja dan membeli semua keinginan dia menggunakan uang sendiri.


"Kan ada aku yang akan mencukupi semua kebutuhan mu honey."


Jelas Renal pada Efi bahwa dia tidak perlu bekerja lagi jika masalah kebutuhan Efi Renal sudah lebih dari mampu memenuhi semuanya.


"Tapi aku udah biasa kerja Re."


Bantah Efi masih mau bekerja padahal semua orang ingin santai dan semua kebutuhan terpenuhi.


"Ngak bantahan honey dan aku sendiri yang akan bilang sama bos kamu nanti."


Renal juga tidak mau di bantah sama apa keinginan dia dan juga demi kebaikan Efi sendiri.


"Terserah deh dari dulu aku ngak pernah menang lawan kamu."


Pasrah Efi sekarang dia tau gimana orang memaksa dia berhenti kerja dan itu yang dia lakukan pada Eva agar mau fokus pada kuliah saja.


"Kalau nurut gini kan makin sayang."


Efi juga pegangan pada jaket Renal sebagai pegangan mereka tau belum saatnya pelukan saat boncengan dan sesekali Renal memegang tangan Efi.


Mereka beriringan sepanjang jalan kadang juga saling bicara dengan yang lain walau harus sedikit teriak karena kurang mendengar.


Yang laki laki hanya bisa tersenyum melihat tingkah para cewek yang kadang ada saja yang mereka jadikan bahan pembicaraan.


Bahagia melihat senyum manis terbit di wajah cantik mereka,bahagia yang sangat sederhana dan dengan mudah di wujudkan oleh mereka tapi kadang ada juga orang yang tidak punya waktu buat orang yang dia sayang.


Sepanjang jalan pemandangan yang mereka lihat sangat asri banyak pohon sepanjang jalan ada juga hamparan sawah,melewati jembatan disana banyak anak anak yang lagi mandi bersama teman sebayanya.


Dalam hubungan tidak perlu banyak menuntut dan harus di ikuti semua keinginan.


Kita harus tau dulu apa pekerjaan kekasih maka akan tau seperti apa kesibukan meraka dan kapan waktu senggangnya.


Jangan pernah marah atau ngambek kalau mereka telat mengabari atau membalas pesan kita.


\=\=\=\=\=


*Cukup kasih like and komen biar author makin semangat nulis.


Makasih 😊😊


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😍😘❤*


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2