
bagi yang berkenan,jangan lupa vote nya:)
selamat membaca...
Matahari kini sudah terbit menyinari bumi.Sinarnya menembus sela sela ventilasi sebagai pertanda bahwa hari sudah terang.
"res bangun woi udah siang" ucap fiska sambil menggoyangkan tubuh resty.
"hmmm 5 menit ya suerr dehh" ucap resty masi memejamkan mata.
"huh resty kebiasaan mentang mentang libur,yauda deh gua mandi dulu" gumam fiska lalu bergegas ke kamar mandi.
Sementara resty masi tertidur,di samping nya sudah ada deni yang stay dengan cemilan nya,dan sasa yang masi tertidur.
"gua ngeliat kalian serasa ngeliat bini sama anak sendiri" Gumam deni.
"heyo gais tante gadis yang cantik dan semok datang yuhuuu" ucap tante gadis yang tiba tiba muncul dari balik pintu.
"astagfirullah tante ngagetin aja,jangan berisik dong nanti mereka bangun" ucap deni sambil berbisik.
"yaampun harusnya anak perawan tuh udah bangun bukan masi ngebo keg gini" ucap tante gadis seperti menasihati anaknya.
Tante gadis pun membuka hordeng kamar lebar lebar dan membiarkan cahaya nya menyilaukan resty.Resty yang merasa tidurnya terganggu itu pun membuang nafas nya secara kasar.
"duhh kenapa sih ganggu aja,masi pagi juga" ucap resty dengan mata masi belum terbuka
"heh anak perawan tuh gabole bangun siang pemali,buruan bangun abistu mandi" omel tante gadis.
"ehh tante gadis hehe sebentar lagi ya,masi ngantuk nih" pinta resty.
__ADS_1
"No" ucap tante gadis seraya menggoyangkan telunjuknya.
"bangun aja res sekalian sasa tuh bangunin" ucap deni.
"saaa sasa bangun woi" ucap resty.
"5 menit lagi kak" ucap sasa.
"kamu mau tante guyur hah?" ancam tante gadis.
"eeh jangan dong tan, iya iya nih sasa bangunn" ucap sasa.
***
Resty,fiska dan mama sudah berada di meja makan untuk sarapan.Kebetulan menu sarapan pagi itu adalah bubur ayam pak jarot langganan ibu.
"iya Pak jarot baru mulai dagang setelah istrinya meninggal di kampung" jelas mama.
"innalillahi wainnailaihi raji'un" ucap fiska dan resty berbarengan.
"yauda di makan keburu dingin,mama mau kerumah tetangga sebelah dulu" ucap Ibu bergegas pergi.
"oh rumah bu Erni itu ya mah?" tanya resty.
"iya yang gapernah keluar rumah itu" ucap Ibu.
"ngapain mama kesana?kalo gua liat sih rumah nya keg rumah dukun gitu.Terus ada rumor yang beredar kalo siapapun yang bertamu disitu dijamin keesokan keesokan nya akan mati" batin resty.
"duh perasaan gua ga enak banget" gumam resty.
__ADS_1
"oh iya mah,kesana mau ngapain?" tanya resty.
"kemarin bu erni ngechat mama,dia bilang besok tolong beliin kue karena anak nya lagi sakit,jadi bu erni ga kemana mana.Lagian juga sekalian bertamu" ucap mama.
"emang mama ga takut sama rumor itu?" tanya resty.
"mama gamau suudzon dulu sama orang,udah ya mama mau kesana.Nanti kalo udah selesai cuci piring ya" ucap mama lalu pergi.
"duh gua suruh deni buat mantau aja lah" ucap resty yang lalu memanggil deni.
Dalam hitungan menit bahkan detik,deni sudah duduk di meja makan dengan piyama hitam dalam keadaan ngantuk.
"ngapain sih resty manggil gua?ngantuk nih" ucap deni sambil menguap.
"hahaha lo pake piyama siapa itu?" tanya resty sambil berbisik.
"punya kakak lo,udah cepet mau ngomong apa?kalo ga penting gua cabut nih" ancam deni.
Resty pun menceritakan semuanya kepada deni,dan dapat membuat deni terkejut.Tanpa resty sadari,fiska yang daritadi merhatiin dia pun menjadi sedikit ngeri.
"lo kenapa sih res?jangan bikin gua takut" ucap fiska.
"gua lagi latihan ngomong sendiri" ucap resty asal.
"yauda gua minta tolong pantau mama gua disana,kalo ada apa apa langsung kesini kais tau gua" batin resty karena ia tau bahwa deni dapat membaca isi hatinya.
bersambung....
stay terus sampai episode berikutnya ya
__ADS_1