
Siang Efi terasa berbeda saat ini dia lagi memasak bersama Marta istri dari paman dia. Walau belum terlalu percaya tapi mulai dari sifat dan cara mereka jauh berbeda dari Sarah.
"Sayang kamu pintar juga masak ya. "
Puji Marta melihat Efi begitu lincah mengolah bahan makanan.
"Makasih Bu, aku sudah biasa sejak kecil memasak gini."
Jelas Efi tetap fokus pada masakannya hingga beberapa saat masakan sudah jadi terhidang di atas meja.
"Ibu panggil paman sama kakek dulu ya. "
Marta beranjak menuju ruang tamu memanggil suami dan mertuanya.
Mereka semua sudah berkumpul di meja makan siap untuk menyantap hidangan yang terlihat menggugah selera.
"Maaf hanya masakan sederhana yang bisa kami suguhkan."
Efi tidak enak juga sama tamu mereka hanya hidangan sederhana yang ada..
"Tidak apa nak, kami suka kok. Yang terpenting bagi kami kalian mau menerima kehadiran kami saja sudah senang. "
Balas Salman senang bukan hidangan yang mereka fikirkan tapi kehadiran mereka yang takut di tolak.
"Kakek jadi ngak sabar buat makan pasti rasanya sama dengan masakan Sena. "
Antusias kakek mencium aroma masakan yang terhidang di depan mereka.
"Kalau gitu kita langsung makan saja gimana, kita buktikan apakah benar dugaan kakek atau tidak."
Ajak Marta mengambilkan nasi dan lauk buat mertua dan suaminya.
"Hhhmmmm ternyata benar masakan ini sama persis dengan masakan Sena , jadi rindu sama adikku satu itu. "
Puji Salman sama masakan Efi sungguh rasa masakan itu membuat dia ingat akan adiknya yang sudah lama menghilang.
"Makasih paman pujiannya tapi ini hanya masakan sederhana paman terlalu menyanjung aku. "
Rendah hati Efi, dia merasa tidak pantas mendapat pujian itu cuma itu yang bisa dia hidangkan.
"Lanjut dulu makannya puji pujinya nanti saja. "
Lerai kakek sangat menikmati makan siang mereka sekarang yang sangat berbeda dari biasanya.
__ADS_1
Mereka diam menikmati makanan itu bahkan kakek sampai nambah makan saking enaknya, bukan karena makanan tapi rasa rindu dia yang bisa terobati bertemu cucu yang sudah lama mereka cari.
Kakek tidak pernah membedakan kasih sayang di antara anak mereka hanya saja Sarah yang mempunyai sifat iri pada saudara lainnya membuat dia tidak puas dengan apa yang dia miliki.
Selesai makan mereka berkumpul lagi di ruang tamu memanfaatkan waktu mereka yang berharga.
"Sudah berapa lama Sena meninggal sayang?. "
Tanya Marta hati hati takut menguapkan kembali rasa sedih yang Efi alami.
"Sudah lama Bu saat Efi mau masuk Sekolah Dasar dan setelah itu di susul Ayah. "
Lirih Efi menahan tangis jika membahas tentang Bunda mereka, bukan belum ikhlas hanya saja rindu itu terus terasa.
"Maafkan kami sayang tidak ada di saat masa sulit kalian. "
Marta merangkul Efi menyalurkan kasih sayang buat anak Sena,ikut merasakan kesedihan Efi yang harus berjuang sendiri.
"Aku ngak apa Bu kami sudah ikhlas melepas Bunda, hanya saja rindu ini tidak tau kemana kami lepaskan."
Isak Efi menahan tangis jika mengingat semua itu, ada sesak di dada yang harus di lepaskan.
"Sekarang sudah ada kami yang akan menemani kalian disini, jika belum mau ikut tinggal bersama kami biar Ibu yang tiap hari mengunjungi kalian. "
"Kamu sama dengan Sena sayang sangat baik hati, pintar masak, cantik. Ibu masih ingat saat baru nikah sama paman, Sena yang paling bahagia saat menyambut kedatangan Ibu bahkan dia tidak menganggap Ibu kakak ipar melainkan seperti saudara.
Dulu setiap kami akan makan Sena yang akan memasakkan kami semua, dia paling jago dalam hal memasak. "
Cerita Marta pada Efi sedangkan Eva sudah berangkat kerja selesai makan tadi,bisa saja dia libur tapi itu bukan sifat dia dan juga jika dia libur saat itu juga Kevin akan mendatangi dia.
"Saat kami tau Sena meninggalkan rumah nenek kamu langsung jatuh sakit sebab dia paling menyayangi Sena yang penurut. Saat itu Sena lagi mengandung kamu sayang setelah kepergian Sena sebulan berlalu kami mendengar Sarah bicara sama suaminya kalau dia sudah berhasil membuat Sena pergi tapi sampai sekarang kami belum tau alasannya. "
Masih merangkul Efi dengan penuh kasih sayang, dalam dekapan itu Efi merasa nyaman merasakan hangatnya pelukan seorang Ibu.
"Untuk rumah Sena kami akan membangunkan lagi ya sayang kamu tidak perlu kwatir itu, yang penting fikirkan tentang hidup kedepan. "
Marta memang punya sifat keibuan yang kuat sama halnya dengan Sena.
"Makasih Bu atas semuanya aku jadi bisa sedikit mengobati rindu pada Bunda. Selama ini Bunda tidak pernah menceritakan tentang kalian dan aku juga tidak mau bertanya lagian aku masih kecil tidak tau apa apa. "
Hal yang wajar jika Efi tidak tau tentang keluarga Bundanya dulu, dia hanya asik bermain dengan teman seusianya.
"Assalamu'alaikum kakak kenapa ngak panggil Sisi buat makan siang, kakak lupa kalau punya dua adik nanti ngak Sisi restui sama bang Renal. "
__ADS_1
Cerocos Sisi masuk kos Efi tanpa Melihat jika ada tamu disana.
"Waalaikumsalam maaf Si kakak lupa dan juga kakak lagi ada tamu. "
Mengarahkan pandangan pada orang lagi memperhatikan Sisi datang.
"Aaaa ada tante Marta apa kabar tante, tante kok bisa ada disini?. "
Sisi memeluk tante Marta saking senangnya bertemu, sudah lama mereka tidak bertemu saat Sisi mulai kuliah.
"Sisi sayang kamu kenal Efi?. "
Membalas pelukan Sisi, mereka berdua tetanggaan depan rumah rumah orang tua Sisi berhadapan dengan rumah Marta jadi mereka saling kenal.
"Kamu bilang apa tadi sayang Renal, ada apa Renal sama Efi?."
penasaran Marta tentang Renal dan Efi pasti ada apa apanya.
"Kak Efi kan calon kakak ipar Sisi tante. "
Jelas Sisi semangat membuat Efi membulatkan mata ke arah Sisi yang asal bicara bukan tidak mau mengakui hanya saja belum saatnya mengasih tau sekarang.
"Benarkah sayang?."
Tanya Marta ke arah Efi meminta penjelasan membuat Efi terpaksa menganggukkan kepala.
"Ternyata calon cucu mantu papa di depan rumah sendiri ya pa. "
Senang Marta mendengar jika Efi menjalin hubungan dengan Renal yang sudah mereka kenal baik bahkan sampai orang tua Renal.
"Nanti kakek akan minta segera saja di resmikan hubungan kalian. "
"Kakek aku belum mau buru buru. "
Cegah Efi dia masih ingin menikmati masa pacaran mereka hingga beberapa waktu lagi sampai merasa sudah pas memantapkan pilihan hati .
"Lebih cepat lebih baik nak."
Dukung paman jika pilihan Efi itu Renal mereka tidak akan ragu melepaskan Efi ke tangan Renal.
\=\=\=\=\=\=
LOVE YOU All 😍😘😍😘❤
__ADS_1
Tbc.