
Malan makin larut dan kini sudah berganti menjadi sinar mentari yang menghangatkan bumi.
Satu persatu penghuni kamar mulai keluar tapi pasangan pengantin baru belum menampakkan diri.
Eva dan Sandra membantu membuat sarapan dengan senang hati,kedua gadis cantik itu suka memasak walau dulu Eva sangat jarang memasak kerena di larang sama Efi dan di suruh fokus sama kuliah tapi di samping itu Eva selalu memperhatikan Efi memasak hingga bisa dengan sendiri.
"Duh pagi pagi di suguhkan pemandangan yang mengejukkan mata adem rasanya.
Apa lagi tiap hari mendapat pemandangan kayak gini pasti panjang umur."
David datang menghampiri meja makan walau belum waktunya sarapan tapi dia memilih kesana karena sang pujaan hati lagi di sana.
"Maunya tiap hari mandang yang kayak gini tapi ngak mau gerak cepat malah kalah sama Eva.
Payah lo bang,kasian anak orang di gantung kayak jemuran."
Celetuk Marta mengatai anak sendiri padahal bukan keinginan dia juga seperti itu dan akan segera menyusul setelah orang tua Sandra balik dari kampung.
"Eh punya mama satu kok hobi sekali ngatain anak sendiri,jadi ragu apa bener ni mama abang."
Balas David tidak terima di katain mama sendiri pagi pagi apa lagi di depan pujaan.
"Emang kamu punya berapa mama dan papa mu punya berapa istri?."
Marta tetap fokus sama kerjaan dia tidak terganggu sama sekali dengan aksi adu mulut sama jagoannya.
"Kalau bisa abang mau ganti mama aja."
Setelah itu David segera berlari dari sana sebelum sendok terbang menghampiri dia.
Karena dia sudah melihat gelagat mamanya yang memegang sendok sudah bisa di pastikan tu sendok akan datang menghampiri dia tanpa di minta.
"San kamu yakin mau sama anak mama?ngak akan ada penyesalan di kemudian hari."
Pertanyaan Marta begitu serius ingin tau jawaban Sandra.
Bukan takut tidak bahagia hanya saja takut Sandra ketularan tidak benar David yang suka usil sama seperti dia.
"Aku yakin tan,kalau dapat pendamping seperti bang David pasti rumah akan rame sama ocean dia jadi kita ngak perlu keluar buat cari hiburan karena dengan tingkah konyol dia sudah jadi hiburan."
Sandra tau Marta bertanya itu bukan benar benar ingin merubah pendiriannya memilih David tapi takut tidak bisa menerima tingkah absurd David yang kumat tiba tiba.
"Pengantin baru mana sih mba?kok belum keluar juga."
Yona datang bersama Sarah setelah melihat keadaan kakek baik baik saja takut drop karena acara semalam.
"Kayak ngak pernah merasakan saja sih kalian ini,apa perlu mba ceritakan lagi biar kalian ingat."
Ucapan Marta sontak membuat mereka berdua terdiam sebab kalau Marta sudah bicara yang satu kata bisa menjadi sepuluh kata padahal yang benar hanya dua.
Tidak lama kemudian pasangan yang mereka bicarakan sudah turun menghampiri mereka yang lagi asik membuat sarapan..
Selesai semuanya mereka berkumpul di meja makan tidak lupa David duluan mengambil tempat di samping Sandra.
"Pengantin baru betah amat dalam kamar,ngapain aja udah pagi juga masih ngamar aja."
David melirik Renal yang duduk di samping Efi dengan wajah menunduk malu karena sudah siap buat jadi bahan bulian pagi ini.
"Iya sampai lupa waktu untung kita belum sarapan ya atau di kamar lagi mati jamnya."
Tambah Marta tidak mau ketinggalan kalau soal mengejek orang yang sudah jadi kesukaan termasuk anak sendiri juga boleh.
"Masih anget ya makanya pengen nempel mulu."
Salman tidak mau kalah dari anak istri klop sudah satu keluarga punya mulut suka blong remnya.
"Re udah gol belum?."
Kepo David sama pengantin baru itu.
Membuat Efi kian dalam menunduk malu,walau pertanyaan itu bukan di lontarkan buat dia tapi masih ada sangkut pautnya sama dia.
"Lo mau tau? (David mengangguk) kalau gue kasih tau pun nanti lo ke pengen terus minta sama siapa?
Masa minta Sandra yang ada sebelum itu terjadi masa depan lo udah pindah tempat."
Jawab Renal santai bagi dia tidak malu membahas itu walau terdengar agak fulgar tapi mau gimana dari pada terpojok dan diam tidak membalas.
Jawaban Renal membuat David terdiam tidak tau mau bilang apa lagi,jawaban itu seperti pukulan telak buat dia yang tidak bisa berkutik sama sekali.
"Ha ha kasian ngenes amat nasib lo bang."
Nana tersenyum senang melihat David terdiam gitu,kenapa ujung ujungnya malah balik ke dia umpan yang dia pasang tadi.
"Makanya bang lo ngak pantas mengejek yang pas tu lo jadi bahan ejekan."
Tambah adik durhaka David yaitu Kesyi yang sama sekali tidak mendukung dia malah ikut menjatuhkan.
"Udah sekarang sarapan ngak baik ngoceh di depan sarapan dan berangkat menuju tempat masing masing jangan sampai telat."
Lerai kakek merasa sudah cukup perdebatan pagi ini jika di biarkan terus yang ada makanan terabaikan saking asiknya bicara.
Menurut sama ucapan kakek buat memulai sarapan karena berdebat tidak akan membuat perut kenyang.
Sarapan selesai yang mau berangkat kerja,kuliah atau Sekolah sudah berpamitan tinggal para orang tua serta pengantin baru masih di rumah.
Di depan gerbang Kevin sudah menunggu Eva buat berangkat bersama seperti biasa.
"Maaf sayang aku lama ya?."
Menghampiri Kevin lalu masuk mobil di ikuti Kevin juga.
"Ngak sayang aku juga baru sampai."
__ADS_1
Mengendarai mobil menuju kampus mengantarkan Eva terlebih dahulu.
Sandra juga berangkat bersama David yang mengantarkan sebelum pergi ke kantor.
"Nanti pulang kuliah kita beli cincin ya."
Kevin mulai mengurus segala persiapan buat acara pertunanganan mereka mulai dari hal kecil seperti membeli cincin.
"Harus nanti ya ngak bisa besok besok gitu sayang."
Eva merasa dadakan Kevin mengajak mencari cinci,acara masih satu bulan lagi.
"Lebih cepat lebih baik sayang."
Tutur Kevin lembut tapi tak terbantahkan,baginya menunda hal baik itu yang tidak boleh harus segera di laksanakan.
Kadang hal kecil yang kita anggap remeh itu sangat perlu apa lagi cincin sebagai bukti pertunanganan mereka.
"Iya jemput seperti biasakan."
Juga tidak mau menolak ajakan Kevin lagian itu acara mereka berdua jadi tidak salah segera di cicil segala keperluan.
Mobil melaju sampai di depan gerbang kampus Eva.
"Aku kuliah dulu,nanti kabari kalau sudah sampai,assalamu'alaikum."
Pamit Eva keluar dari mobil Kevin lalu menunggu mobil itu menghilang dari pandangan setelah itu di susul Sandra datang.
Mereka berdua masuk kampus sebentar lagi kelas akan mulai.
Seminggu ke depan Renal mengambil libur dan sudah ada dosen pengganti selama dia tidak ada.
Beberapa jam telah berlalu jam kuliah juga sudah usai kini ke tiga perempuan cantik itu duduk di kursi taman sambil menunggu jemputan masing masing.
"San,Si hari ini kita ngak bisa bareng pulangnya.
Aku sama Kevin mau cari cincin."
Sela Eva di saat mereka lagi asik sama kegiatan masing masing.
Bukan mengerjakan tugas kuliah tapi asik membaca buku cerita sambil mengisi waktu luang dan juga kalau tugas kuliah mereka memilih mengerjakan di rumah sambil bersantai.
"Iya ngak apa Va,kita senang ternyata kalian udah mau serius menjalin hubungan."
Sandra maklum dan juga sudah mendengar kalau Eva akan melangsungkan pertunanganan sama Kevin.
"Iya Sisi juga senang ternyata sahabat kita ini udah ada yang mau meminang.
Kita kapan ya San?."
Tambah Sisi karena di antara mereka satu persatu sudah mau di pinang sama pasangan sendiri hanya menunggu waktu yang di tentukan.
"Lah kok nanya aku Si,kalau aku mau setelah orang tua balik kampung juga akan di pinang bang David."
"Jadi cuma Sisi yang belum pasti tentang kelanjutan hubungan kami.
Ngenes amat pacaran sama mantan play boy nasib belum jelas mau di apain."
Wajah memelas Sisi dia tampilkan,apa salah dia menjalin hubungan sama mantan play boy atau si mantan itu lagi dapat karma makanya belum memastikan tentang hubungan sekarang.
"Sabar Si mungkin belum sempat aja Tian ngasih tau atau lagi nyiapkan kejutan.
Kita kan ngak tau rencana dia."
Memberi semangat Sisi supaya fikirannya tidak main jauh takut ke sasar dan lupa jalan pulang.
"Benar Si jangan buruk sangka ingat kita tidak tau kapan kejutan itu datang.
Siapa tau kamu duluan yang tunangan."
Merasa tidak mau di antara bertiga ada yang sedih atau bad mood.
Setengah jam berlalu ke tiga cowok tampan itu datang menjemput bidadari masing masing.
"Aku duluan ya."
Pamit Eva pergi sama Kevin.
Dan yang lain ikut pergi juga di ajak entah kemana sama pasangan mereka.
Ke tiga mobil mewah itu melaju meninggalkan perkarangan kampus.
Kevin mengajak Eva ke sebuah mall terbesar di kita itu.
Setelah sampai Kevin mengajak Eva ke toko perhiasan yang cukup terkenal di mall itu.
Kesana bukan kemauan Kevin tapi atas rekomendasi dari mamanya semalam saat jalan pulang dari pesta Efi.
Toko itu juga langganan mama Kevin kalau lagi mencari perhiasan.
"Kamu pilih yang mana sayang?."
Sekarang di depan mereka sudah ada beberapa pasang pilihan cincin.
Eva bingung buat memilih sebab di matanya semua bagus walau berbeda bentuk atau model.
Apa lagi selama ini Eva tidak pernah datang atau membeli perhiasan sama sekali.
Maka sekarang dia bingung buat memilih.
Pilih yang mana ya semua bagus jadi bingung.
Mana aku belum pernah beli yang beginian lagi se umur hidup.
__ADS_1
Jangankan buat beli mikir kesana aja ngak pernah.
Dulu bisa makan aja udah syukur,nah sekarang di suruh milih yang kayak gini kan jadi bingung.
Apa lagi semua bagus bagus.
Eva masih diam belum menjawab pertanyaan Kevin hingga senyum manis itu terbit dari wajah tampan itu dengan sendiri.
"Kalau bingung pilih semuanya aja sayang."
Ucap Kevin santai seperti tidak ada beban.
Memperhatikan satu satu cincin itu yang memang benar bagus semua.
Lah dia kita aku cewek matre apa di suruh ambil semua.
"Sayang."
Panggil Kevin karena Eva belum menentukan pilihan.
"Yang ini aja Vin."
Tunjuk Eva pada cincin yang mencuri perhatian dia sejak pertama melihat dari pada lama di sana yang ada dia tambah bingung.
Salesai membeli cincin mereka jalan jalan sebentar.
Dirasa cukup lelah Kevin mengantar Eva pulang dan juga sudah sore.
Di rasa Eva sudah masuk rumah Kevin pergi ke cafe buat memantau perkembangan cafe.
Akhir akhir ini cafe Kevin makin rame jadi dia lebih sering kesana buat memantau siapa tau ada suatu hal yang di perlukan atau ada yang ingin dia tambahkan di cafe itu biar makin maju lagi.
Malam hari setelah makan malam Eva memilih mengerjakan tugas kuliah di dalam kamar.
Sedangkan Sandra lagi di rumah Sisi lagi ada perlu.
"Sibuk ya?."
Suara itu menyapa Eva tapi sayang Eva cuekin saja.
"Hey ada aku di sini.Jangan sok ngak tau."
Lanjutnya saat Eva hanya diam saja fokus sama buku dan laptop di atas meja.
"Yah kacang mah emang enak tapi kalau di kacangin yang ngak ada enak enaknya."
Duduk di atas meja di samping laptop Eva masih sama Eva diam saja seperti dia sendiri di sana.
Segala cara dia lakukan buat menarik fokus Eva pada dia hingga ide jahil muncul secara tiba tiba.
Dia berdiri lalu melangkah ke belakang meja Eva dan mendekatkan kepala papa laptop itu hingga keluar lewat depan layar itu.
"Aaa.... "
Teriak Eva kaget tiba tiba kepala muncul dari dalam laptopnya hingga teriakan itu tidak bisa Eva kontrol.
"Va kamu kenapa teriak teriak gini tengah malam?."
Seseorang datang menuju kamar Eva saat mendengar teriakan Eva yang keras untung tidak satu rumah yang dengar.
"Anu itu itu tadi ada kecoak terbang ya ada kecoak."
Jawab Eva seadanya biar tidak ada yang curiga dan juga yang mencoba menakuti Eva tadi sudah tidak ada lagi di sana.
"Oh kirain ada apa,jangan teriak lagi nanti ganggu kakek istirahat."
Orang itu pergi dari kamar Eva saat di lihatnya Eva baik baik saja.
Eva melanjutkan membuat tugas yang belum selesai.
Hingga beberapa saat sebuah angin menerpa belakang telinganya.
"Ngak ada siapa siapa dan juga jendela ngak kebuka kenapa tiba tiba ada angin gini."
Eva menoleh ke belakang yang tidak ada siapa siapa hanya dia sendiri.
Lalu tiupan itu terasa lagi tepat di belakang leher Eva membuat bulu kuduk Eva berdiri.
Eva mengabaikan mungkin cuma perasaan dia saja hingga kejadian itu terulang terus hingga hembusan itu kian terasa.
"Kenapa ini kamar tiba tiba mendadak horror gini ya?."
Eva mengusap belakang telinganya pelan sambil memperhatikan sekeliling kamar yang dia rasa tidak ada beda hanya suasana sedikit mencekam.
Hingga pintu terbuka pandangan Eva tertuju pada pintu itu.
Tidak ada yang masuk dan pintu juga terbuka sedikit hingga mendukung suasana yang terjadi sekarang.
\=\=\=\=\=
*Jangan lupa
like
vote
and
Komen apa aja gitu. buat semangatin.
Makasih.
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😍😘❤*
__ADS_1
Tbc.