
Banyak orang berfikir selama Sekolah menunggu waktu libur tiba dan sudah libur pun bertanya kapan akan masuk Sekolah lagi.
Ternyata liburan tidak selamanya enak cuma sebentar saja lebihnya bosan yang mendera libur paling lama enaknya cuma seminggu lebihnya ingin balik lagi ke kampus selain tidak bosan kita bisa juga berjumpa teman lagi.
"Rasa bosan sejak pulang libur kemarin di rumah aja,mending balik kos bisa berjumpa Eva,iya balik kos aja."
Sisi bosan di rumah saja tidak ada teman orang rumahnya pergi semua tinggal dia bersama asisten rumah tangga.
"Bi nanti kalau papa mama nanya bilang Sisi balik kos ya assalamu'alaikum."
Pamit Sisi pada asisten rumah lalu pergi keluar buat nyari taksi balik kos.
"Iya non waalaikumsalam."
Sampai luar setelah gerbang terbuka ternyata berpapasan dengan Bastian yang baru datang ingin menjemput Sisi.
"Sweety kamu mau pergi kemana sudah rapi gini?."
Menghampiri Sisi yang baru keluar gerbang rumahnya.
"Sisi mau balik kos,bosan di rumah ngak ada teman semua orang pada pergi.Antar Sisi yang sweety."
Di angguki Bastian tanpa di minta akan dengan senang hati Bastian akan mengantarkan.
"Kenapa ngak kabari kalau mau keluar sweety kan bisa aku jemput."
Mobil Bastian sudah melaju meninggalkan rumah besar itu menuju ke suatu tempat tapi bukan kos Sisi.
"Ngak mau merepotkan saja,ini kita mau kemana bukan jalan menuju kos."
Sisi tersadar kalau jalan yang mereka lewati bukan menuju kos dan jalan itu berbeda dari biasa.
"Kita lanjutkan liburan kemarin sweety,sekarang aku mau ngajak kamu ke tempat wisata yang baru buka."
Jelas Bastian saat mobil itu sudah masuk tempat yang di tuju sebuah wahana air dan masih banyak lagi yang terdapat disana.
"Kamu yakin ngajak aku kesini dengan pakaian seperti ini."
Sisi melihat tempat yang di tuju tidak cocok buat dia yang pakai gamis yang ada bikin ribet.
"Kita bukan main air sweety tapi kita santai biasa saja,aku mau coba makanan sini kata temanku di sini enak makanannya."
Mengajak Sisi turun masuk ke dalam setelah membeli karcis buat berdua menuju .
Menuju tempat makan yang terbuat dari papan kayu yang di buat seperti rumah pohon di bawahnya ada sungai yang mengalir deras.
"Tempatnya indah sweety Sisi suka."
Sisi berdiri di pinggir tempat itu sambil berpegangan pada pinggiran kayu.
"Iya tapi ngak ada yang bisa ngalahin keindahan kamu."
Gombal Bastian berdiri di samping Sisi setelah memesan makanan buat berdua.
"Receh tau ngak."
"Kalau ada yang besar kenapa minta receh."
Menanggapi ucapan Sisi lalu diam diam mengambil foto Sisi yang lagi tersenyum.
"Lihat cantik ngak?."
Menunjukkan foto yang di ambil barusan pada Sisi hingga Sisi ingin merebut hp itu karena melihat wajah dia terlihat jelek disana.
"Itu apaan balikkin ngak, jelek gitu di bilang cantik."
Hp itu di angkat tinggi hingga Sisi tidak bisa menggapainya,Sisi memasang wajah cemberut karena tidak mendapat apa yang dia mau.
"Siapa bilang jelek,lucu gemasin lagi."
Menyimpan lagi hp dan makanan sudah datang buat di santap tapi tidak berlangsung lama.
"Wah semalam bilang sayang sama aku,sekarang jalan sama yang lain."
Datang seorang cewek saat mereka lagi ingin makan membuat nafsu makan Sisi hilang seketika.
"Kamu siapa?maksudnya apa ngomong gitu?."
Tanya Sisi tidak jadi makan.
"Aku(menunjuk dirinya) pacar dia."
Menunjuk Bastian yang duduk di samping Sisi hingga dengan cepat Bastian memegang tangan Sisi biar tidak pergi.
__ADS_1
"Jangan di dengar sweety itu ngak benar kamu tau kan aku ngak ada main perempuan lain lagi dan kamu sudah tau itu."
Masih memegang tangan Sisi tidak ingin melepaskan.
"Jadi kamu lebih milih dia di bandingkan aku,selera kamu sudah jatuh banget sih apa cantiknya dia."
Sinisnya memandang Sisi yang memakai baju serba tertutup berbeda dengan dia yang berpakaian seksi.
"Sisi mau pergi."
Melepas paksa genggaman Bastian beranjak dari sana,tidak sanggup mendengar lebih jauh lagi.
"Ingat urusan kita belum selesai."
Mengejar Sisi yang sudah mulai menjauh meninggalkan Bastian hendak ingin keluar dari sana.
Sebagai perempuan pasti sakit mendengar orang yang dia sayang menduakan dia dan ceweknya mendatangi dia juga.
\=\=
Tok...
Tok...
Tok...
"Sandra sini masuk untung kamu datang aku bosan sendiri Sisi belum balik lagi."
Ternyata Sandra yang datang saat Eva lagi sendiri di kos.
"Kok lama Sisi balik aku udah kangen ngumpul bareng,aku kira dia udah balik makanya kesini."
Mengikuti Eva masuk kedalam lalu duduk di ruang tamu.
"Jadi kalau tau Sisi belum balik ngak bakal kesini,mau aku ngak restui sama bang Dave hhmm."
Canda Eva membuatkan Sandra minuman lalu bergabung lagi.
"Siapa kamu ngak restui aku mak dia juga bukan jadi ngak ngaruh ya."
Balas Sandra meladeni Eva sambil meminum minuman yang Eva buat sedangkan Eva hanya tersenyum saja.
"Ingat aku bisa saja pengaruhi Ibu biar ngak restui kamu."
Tidak akan mau kalah sama Sandra soal debat,ya Eva hanya akan mau debat jika sedang berdua saja kalau depan yang lain dia tidak mau melakukan apa lagi ada Kevin.
Balas Eva masa dia akan kalah tidak semudah itu fikir Sandra.
"Hey ingat Kevin sudah cinta mati sama akau.Kamu ngak tau aja kemarin dia marah padahal aku cuma bilang gini' seperti jomblo aja pergi sendiri' dan ternyata dia ada di luar jadi dengar.
Padahal kemarin aku mau ke toko buku mau beli novel gara gara itu dia marah marah dia bilang aku sudah ada ganti dia hingga akhirnya kamu tau apa yang dia bilang."
Jeda Eva belum melanjutkan ucapan dia tapi tersenyum manis namun Sandra yang melihat senyum itu biasa saja karena dia masih normal dan masih suka cowok.
"Dia ngajak aku tunangan tau ngak."
Senang Eva memeluk Sandra tapi tidak berlangsung lama Sandra melepaskan pelukan itu.
"Aku masih normal Va jangan asal peluk peluk gini kalau ada yang lihat gimana."
Menyingkirkan Eva yang memeluk dia tidak mau ada yang lihat mereka pelukan.
"Terus kamu jawab apa?."
Sandra penasaran juga sama cerita Eva.
"Aku jawab kita bahas nanti sama yang lain setelah pernikahan kakak."
Jelas Eva tampak tersenyum bahagia.
"Aku kapan ya di ajak tunangan juga."
Keluh Sandra menekuk wajahnya terlihat murung,walau diantara mereka hubungan dia yang masih terbilang baru tapi tidak ada salahnya berharap lebih.
"Jadi ada yang berharap di ajak tunangan juga nih."
Eva melihat David baru datang berdiri di pintu luar dan Sandra membelakangi pintu jadi tidak tau kalau David datang.
David memberi isyarat supaya tidak memberi tau kalau dia datang pada Eva.
"Iya siapa juga yang ngak mau Va,setiap hubungan pasti ingin kejelasan bukan hanya sekedar pacaran saja."
Sandra memelankan suara dia sudah terlanjur sayang sama David jadi tidak salah jika dia berharap lebih.
__ADS_1
"Emang kamu udah siap?."
Eva memastikan lagi ucapan Sandra bahwa dia tidak salah dengar.
"Iya Va aku sudah yakin dan papa mama juga bilang jangan terlalu lama pacaran ngak baik tapi tanpa mereka bilang aku juga ingin hubungan ini lebih jelas lagi."
Jelas Sandra bersender memejamkan mata berharap keinginan dia terwujud dan tanpa harus bicara langsung yang jelas dia tidak akan punya keberanian buat bicara langsung sama David.
"Iya secepatnya kamu juga akan tunangan kok tenang aja."
Menenangkan Sandra yang tampak berharap.
"Aku juga ngak mungkin bicara langsung sama bang David Va malu lah masa perempuan ngajak duluan."
David yang mendengar ucapan Sandra tersenyum senang bahwa sudah mendapatkan lampu hijau dari Sandra.
"Secepatnya kita tunangan ok hun."
Bisik David ke telinga Sandra lalu duduk di sebelah dengan terus tersenyum.
"Eh bang David sejak kapan datang?."
Kaget Sandra melihat David sudah duduk saja di sampingnya.
"Sejak tadi."
Jawab David singkat membuat Sandra malu pasti David sudah mendengar pembicaraan mereka tadi.
"Hah."
\=\=
Jam pulang kerja sebentar lagi sedangkan Renal baru datang akan menjemput Efi padahal tidak dijemput juga tidak apa jaraknya dekat juga.
"Fi itu tunangan kamu ya ganteng banget eh tunggu kalau ngak salah dia dosen kampus sebelah kan?."
Tanya teman kerja Efi yang melihat Renal sudah datang menjemput.
"Iya dosen kampus sebelah Ra kenapa?."
Heran Efi memang ada yang salah jika dia dosen.
"Ngak apa Fi kan dengar dengar dia galak kok bisa kamu dapatin dia yang galak gitu ngak cocok sama kamu yang baik dan lembut gini."
Nara teman Efi masih belum percaya Efi sama Renal tunangan.
"Siapa yang bilang dia galak?."
Yang Efi tau selama ini Renal baik sama dia tidak pernah melihat sifat galak Renal.
"Semua orang tau kali Fi jika dosen ganteng itu galaknya minta di jitak,udah aku mau siap siap buat pulang."
Efi juga bersiap akan pulang juga tidak enak sama Renal yang sudah menunggu dia kelamaan.
Setelah semuanya selesai Efi menghampiri Renal dengan tersenyum membuat Renal heran sendiri.
"Kamu kenapa honey senyum senyum gitu?."
Tanya Renal penasaran ada apa dengan tunangannya itu apa ada yang lucu hingga dia tersenyum terus.
"Ngak,kamu tau apa teman aku bilang tentang kamu Re."
Efi masih tersenyum mengingat ucapan Nara tadi.
"Apa?kamu kan belum bilang honey."
Gemas Renal sama Efi,dia belum bilang mana Renal tau apa yang teman Efi bilang.
"Dia bilang kamu dosen ganteng tapi galak minta di jitak terus dia juga bilang kamu ngak cocok sama aku yang baik dan lembut ini.
Ada ada saja dia ngak tau aja kalau kamu sudah ngumpul sama yang lain yang ada sifat kamu seperti anak kecil."
Jelas Efi lalu masuk mobil Renal tanpa menunggu di bukakan pintu dulu,Efi terus tersenyum jika mengingat itu.
"Senang banget kamu kalau aku di bilang galak padahal aku ngak galak lo hanya tegas saja,sudah lah terserah orang menilai apa."
"Kita makan dulu honey aku belum makan siang."
Ajak Renal padahal jam sudah pukul tiga sore dan dia bilang belum makan siang yang benar saja.
Selesai makan baru mengantar Efi pulang dan Renal tidak mampir dulu masih ada yang perlu dia urus.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗
Tbc.