TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Kekhawatiran Renal.


__ADS_3

"Sayang kamu mau kan nginap di rumah kakek untuk malam ini saja biar kamu bisa mengenal sepupu mu yang lain juga."


Ajak Marta pada kedua gadis itu, mereka lagi berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati sore yang cerah.


"Gimana ya Bu,aku terserah kakak saja yang penting apa kata kakak aku ikut."


Jawab Eva meminta persetujuan kakaknya dulu,selama kakaknya ikut maka dia akan ikut juga begitu juga sebaliknya.


"Tapi Renal mau datang nanti malam Bu ngak enak kalau aku pergi."


Efi sudah ada janji pergi nanti malam sama Renal menikmati waktu malam minggu mereka.


Di karenakan mereka sama sama sibuk dengan pekerjaan masing masing hanya malam minggu waktu luang yang pas.


"Udah masalah Renal biar Ibu yang urus, dia kan belum tau kalian keluarga Ibu kita kasih kejutan kecil."


Ide jahil muncul di kepala Marta, dia cukup dekat juga sama Renal dan juga tetanggan sesekali boleh lah ngerjain Renal.


"Tapi Bu kalau dia marah bagaimana?."


Takut Efi dia tidak mau berantem sama Renal hanya karena menuruti ide Marta.


Selama mereka bersama Efi sudah mulai suka sama Renal dan nyaman dengan perlakuan Renal terhadap dia.


Ternyata dia tidak salah pilih sekali menjalin hubungan dapat yang perhatian.


"Tenang saja sayang hanya sampai pagi kok,besok pagi kamu boleh mendatangi rumah dia, bawain sarapan sebagai tanda maaf."


Akhirnya usul Marta di setujui Efi mereka siap siap berangkat menuju rumah kakek yang bertetanggan sama rumah orang tua Renal.


Membawa keperluan seadanya mereka juga menginap sehari besok malam kalau tidak pagi juga akan balik lagi jadi tidak banyak barang bawaan.


"Si Sisi."


Panggil Efi menggedor pintu kos Sisi dia ingin pamitan dulu dan memberi wasiat sebelum pergi.


"Loh kakak dan Eva mau kemana bawa tas segala? kalian ngak di usir karena belum bayar kosan kan?. "


Kaget Sisi melihat mereka berdua bawa tas.


"Fikiran mu terlalu jauh Si, kakak mau nginap di rumah kakek makanya bawa baju.Kakak titip pesan ya kalau Renal datang nanyain bilang saja kakak pergi ngak tau kemana."


Efi jadi usil juga sama kekasihnya itu, apa dia tidak tau Renal akan panik jika dia tidak ada di rumah.


"Siap kak, kakak duluan aja nanti Sisi nyusul sudah rindu rumah juga."


"Kakak pergi dulu kamu hati hati nanti assalamu'alaikum."


"Iya hati hati juga kak wa'alaikumsalam."


Efi masuk kedalam mobil disana Marta dan Eva sudah menunggu lalu mobil melaju menuju rumah kakek.


Dan dengan sengaja juga Efi mematikan hp supaya Renal makin panik nanti.

__ADS_1


Baru pukul tujuh Sisi sudah rapi akan berangkat ke rumah orang tuanya menggunakan taksi, Sisi mengunci pintu tiba tiba Renal mengagetkan dia.


"Bocil Efi mana? kok abang panggil ngak nyaut dia mana hpnya ngak bisa di hubungi lagi."


Suara Renal mengagetkan Sisi lagi mengunci pintu,pandangan mengarah pada Renal dengan wajah kesal.


"Salam dulu bang jangan asal nyeplos aja.Sisi ngak tau bang perginya kak Efi kemana tapi yang cuma Sisi lihat dia pergi bersama seorang cowok."


Alasan Sisi memanasi Renal biar kayak orang kebakaran jenggot biarlah yang penting Sisi senang kapan lagi bisa ngerjain abang sendiri.


"Jangan ngarang kamu bocil , tadi saja dia udah janji kita mau keluar."


Tolak Renal tidak percaya ucapan Sisi, dia tau Efi tidak mungkin ingkar janji selama ini selalu menepati janji.


"Kalau ngak percaya ya udah, minggir sana Sisi mau pulang udah rindu rumah."


Usir Sisi ingin melangkah terhalangi Renal yang berdiri di depannya.


"Oh masih ingat rumah, pulang sana merusak pemandangan saja."


Mengacak rambut Sisi yang tertutup hijab hingga berantakan membuat Sisi kesal.


"Tu tangan jahil bisa diam ngak, selamat menikmati mencari kak Efi abang resek bye."


Sisi sedikit berlari menuju jalan raya mencari taksi hingga sebuah tangan menarik dia masuk ke dalam sebuah mobil.


"Ikut gue."


Menarik tangan Sisi tanpa menunggu jawaban Sisi mau atau tidak.


"Kamu dimana honey kenapa tiba tiba menghilang gini?kenapa pergi ngak ngasih kabar dulu biar aku ngak kwatir mana ngak bisa di hubungi lagi."


Renal mengacak rambutnya frustasi duduk di kos Efi hingga pukul sepuluh malam namun Efi tidak kunjung pulang.


"Ayo dong honey aktifkan hp mu kasih kau kabar biar aku ngak cemas begini atau jangan jangan kamu pergi seperti waktu itu aaaahhhh ngak itu ngak mungkin kamu sudah janji ngak akan ninggalin aku tanpa alasan lagi tapi tapi sekarang."


Renal semakin cemas memikirkan Efi yang sampai tengah malam belum pulang juga hingga Renal memutuskan pulang dulu dan balik lagi besok.


"Kenapa kamu pergi sih honey apa aku punya salah? apa aku pernah menyakiti mu hingga kamu memilih pergi."


Renal melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya dengan wajah kusut dan rambut acak acakkan.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam Re kamu kenapa kok wajah tampan anak mama jadi kusut gini."


Mama Renal kaget melihat wajah kusut masuk rumah lalu duduk di samping mamanya lalu merebahkan kepala di pangkuan sang mama.


"Efi ngak ada di kosnya ma, dia pergi ngak tau kemana Re hubungi juga ngak bisa ngak aktif no dia."


Lirih Renal dia jika sama keluarga memang sedikit manja seperti anak kecil yang masih butuh perhatian orang tua.


"Alah Bang baru di tinggal bentar udah kusut gitu gimana di tinggal beneran."

__ADS_1


Sisi datang dari dapur membawa minuman dan cemilan buat papa mamanya untuk teman mereka bersantai tapi malah di kejutkan sama wajah kusut Renal.


"Kamu mana tau bocil, kuliah aja yang benar jangan ikut campur."


Kesal Renal bukannya di bantuin malah dapat ledekan.


"Udah jangan sedih gitu masih banyak gadis lain atau mau mama kenalin sama ponakan tante Marta tadi baru aja mereka datang kamu tinggal pilih di antara mereka berdua."


Usul mama pada Renal, saat mereka datang mama Renal lagi di luar jadi langsung di kenalin sama Marta tapi tidak bilang jika Efi kekasih Renal.


"Ngak mau ma, Re maunya Efi bukan yang lain kalau mama mau buat papa saja."


Renal bangkit dari tidurnya menuju kamar dia di lantai dia, meninggalkan orang tuanya yang sama sekali tidak memberikan solusi malah bikin dia tambah pusing.


"Eh papa hanya punya mama ngak akan di bagi."


Teriak mama lalu memeluk papa erat dia tidak suka mendengar anaknya bicara seperti itu.


"Sayang kamu tau siapa pacar abang mu itu?."


Pandangan mama ke arah Sisi yang sibuk sama hpnya sambil senyum senyum sendiri.


"Tau ma."


Jawab Sisi singkat dengan pandangan masih di layar hp.


"Siapa apa dia cantik, baik atau gimana?."


Cerca mama ingin tau kekasih putranya yang lagi galau di tinggal kekasihnya itu.


"Penokan tante Marta yang datang tadi."


Setelah menjawab Sisi beranjak menuju kamarnya juga dengan masih senyum senyum sendiri.


"Sayang kamu serius?."


Teriak mama ingin memastikan lagi jika yang dia dengar tidak salah.


"Sejak kapan Sisi pernah bohong ma."


Teriak Sisi juga yang sudah berada undakan anak tangga,kamar dia bersebelahan sama Renal yang berada di lantai dua.


"Kamu dimana honey kenapa belum ngasih kabar sama aku?


Apa aku ngak berarti lagi buat kamu hingga kamu lebih memilih pergi meninggalkan ku tapi bukan begini caranya, cara mu sungguh sakit buat aku."


Di kamar Renal masih memikirkan Efi yang tidak tau dimana sedangkan yang di fikirkan lagi asik berkumpul sama keluarganya yang hanya bersebelahan dengan rumah Renal.


Malam terus bergulir Renal masih belum tidur memikirkan Efi yang membuat hati dia tidak tenang.


Hingga subuh hampir menjelang Renal baru mulai memejamkan mata karena tidak kuat lagi menahan kantuknya.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tbc.


__ADS_2