
Matahari lagi teriknya Eva dan Sisi baru balik dari kampus setelah mengurus semua keperluan buat kuliah Lusa, segala sudah di siapkan tinggal menunggu hari itu tiba.
Balik lagi ke kosan untuk mengistirahatkan badan yang lelah dari lagi, ini baru awal bagaimana nanti jika sudah mulai kuliah pasti akan jauh lebih lelah dari ini.
Memang jika ingin sukses harus berusaha lebih lagi jika ingin hasil lebih, tidak ada hasil bagus dengan kerja santai itu hanya ada dalam angan saja atau dalam mimpi di dunia ini tidak ada yang kita dapat secara instan padahal mi instan saja harus di masak dulu baru bisa di makan.
Usaha yang kuat, gigih dan pantang menyerah serta doa yang mengiringi sebab usaha tanpa doa sama saja kita sombong seolah olah dengan usaha semua akan tercapai.
"Va gue masuk dulu ya mau istirahat, nanti sore temenin cari buku ya. "
Sisi sudah lelah dari pagi hingga siang di kampus sama dengan Eva mungkin lelah juga tampak dari wajah yang kusut.
"Iya Si nanti panggil kalau aku belum keluar. "
Kadang Eva nyenyak tidur sampai lupa jam, lelah itu seperti virus kalau sudah menyerang apa lagi jika sudah ketemu bantal langsung tidur.
"Oh ok. "
Masuk dalam kosan masing masing setelah berpamitan dan buat janji.
Lusa hari dimana dia akan menyandang status sebagai mahasiswa bukan murid Sekolah menengah lagi dan pasti pelajaran akan bertambah sulit lagi, juga membutuhkan kerajinan lagi buat belajar mengasah kemampuan.
"Sejak aku mau berangkat sampai sekarang Evan belum kelihatan lagi, dia kemana ya kok ngak ada kabar gini.
Sehubung jadwal kuliah pagi jadi sore bisa cari kerja paruh waktu dan juga mau nyicil buat beli laptop dan hp buat komunikasi"
Jika di kampung tidak terlalu membutuhkan hp di karena susah sinyal dan juga tidak tau mau menelpon siapa tapi sekarang di kota besar ini setidaknya hp di gunakan buat petunjuk arah jika tersesat atau panduan jalan orang baru datang seperti Eva.
Eva pergi kedapur di lihat ada bahan buat masak jadi memutuskan memasak makan siang, kakaknya juga belum balik dari pagi mencari kerja.
Dari dulu Eva memang ingin membantu kakaknya bekerja meringankan beban mereka dan sekarang ada kesempatan buat mewujudkan itu jadi tidak akan Eva sia sia kan.
"Masak sudah tinggal nunggu Kakak balik tapi baru makan bareng. "
Selesai memasak menata di atas meja lalu menutup lagi biar tidak ada binatang yang hinggap dan juga tidak baik jika makanan di biarkan terbuka begitu saja.
"Hay,,,!!. "
Suara orang menyapa Eva dari arah jendela lalu Eva melangkah ke sana untuk melihat siapa yang memanggil dia.
"Hay, aku disini . "
__ADS_1
Panggil dia lagi, Eva melihat tidak ada siapa siapa disana cuma kosong tapi kenapa ada suara orang.
Rasa takut itu menyelimuti diri Eva, belakangan ini dia sudah jarang di teror lagi bahkan bisa di bilang tidak ada.
Dia sudah senang dengan kehidupan tenang damai tidak perlu hidup mewah yang penting bahagia dalam kedamaian.
"Aku disini masa kamu ngak lihat ?. "
Aneh dulu saat Evan datang dia bisa lihat dan dengar suara Evan tapi sekarang malah cuma suara yang terdengar, merinding mendengar itu kenapa sampai ikut dia kesana apa tidak bisa membiarkan Eva menikmati masa kuliah dengan tenang baru semalam sampai dan sekarang malah di sambut sama penghuni kosan.
"Per gi a aku ngak ak an ganggu ka mu kok. "
Jika dulu Eva akan lari jika baru mengalami seakan itu seperti mencabut nyawa dia jika tidak lari tapi sekarang dia punya keberanian buat melawan.
"Pergi kamu aku ngak takut sama kamu asal kamu tau, muncul kamu jika berani. "
Eva menantang sosok itu keluar dari sembunyiannya, bukan dia berani akan ektrim lagi jika cuma suara saja yang ada .
"ka ka mu si apa. "
Sosok itu muncul sesuai keinginan Eva tadi muncul dengan bentuk mengerikan bahkan badan tembus pandang ke belakang menampilkan benda yang ada di belakang dia.
\=\=\=\=\=
Keluar dari mobil dengan gaya cool dan elegan tapi tidak dengan Bantian temannya yang baru turun sibuk tebar persona menarik perhatian para cewek di sana.
Tiada hari tebar pesona dan cewek cewek mungkin akan hampa jika itu tidak di lakukan.
Manusia punya sifat masing masing mungkin melakukan itu untuk hiburan semata, mengisi waktu luang atau sebagai memang sudah jadi kebiasaan.
"Yuk masuk jangan sibuk tebar pesona terus, sakit mata gue liat lo kayak gitu. "
Melangkah pergi meninggalkan Tian sendiri yang masih sibuk sendiri, menyelesaikan tugas itu yang lebih penting sekarang jika urusan cewek dia akan datang sendiri jika sudah waktunya.
"Woy Vin sialan kenapa gue lo tinggal sih, dasar teman kampret. "
Sadar jika di tinggal maka akan keluar kata mutiara buat Kevin yang pergi duluan.
Biasa memang sudah biasa itu terjadi Kevin yang ninggalin Bastian yang sibuk dengan dunia sendiri.
Jika mau milih mungkin Kevin ada rasa kesal jika Bastian punya sifat gitu tapi semua itu tidak berlaku mereka sudah bersama sejak kecil bahkan sampai tumbuh besar selalu bersama sudah tau baik buruk masing masing atau mungkin kebiasaan yang orang lain tidak tau mereka saling tau dan akan jadi rahasia mereka berdua.
__ADS_1
"Kenapa punya teman suka kali ninggalin gue, oh mama apa salah hamba hingga dia berbuat tega (jangan nyanyi juga Tian). "
Jika kita kesal punya teman kadang kurang waras maka kita akan merasa rindu jika dia meninggalkan sifat itu, sebab rasa kehilangan akan tiba jika sesuatu itu sudah tiada (seperti lagu'bila sudah tiada baru terasa jika kehadirannya begitu berharga'∆∆tuh kan jadi nyanyi author).
Jadikan setiap sifat dan prilaku seseorang sebagai hiburan buat kita, jangan jadikan beban yang saat kita mendengar akan sakit telinga, ada rasa bahagia jika di nikmati ada rasa tenang yang memunculkan senyum tanpa di sadari jika tidak percaya maka belum pernah merasakan atau mengalami.
"Habis ini mau kemana Vin ? ".
Selesai sudah tinggal menunggu waktu kuliah tapi kampus tidak sama dengan tempat Eva kuliah.
Cuma jarak berdekatan dan searah juga, disini jika ingin kuliah tinggal pilih mana yang di suka saja tapi keuangan harus memadai untuk masuk kesana.
Hidup di kota serba ada tinggal kita saja harus menjalani seperti apa dan harus siap secara mental juga materi.
Semakin hari biaya hidup juga semakin besar harus bisa menampatkan diri serta bergaul sesama disana.
Bisa membedakan mana teman mana lawan jangan sampai ke balik teman jadi lawan atau teman makan teman.
Bertahan hidup itu sulit dan harus berjuang keras agar tidak tersingkir dan balik ke asal.
" Ke toko buku , gue mau ada yang di beli. "
Waktu sudah sore juga tidak mungkin balik kerumah terus ke toko lagi, buang waktu saja.
"Kalau ngak ada yang mau di beli ngapain kesana, kadang kepala lo minta di pites. "
Gerutu Bastian kesal setiap orang ke suatu tempat pasti ada maksud dan tujuan kalau tidak ngapain kesana tanpa arah.
Menuju toko buku dekat sana tidak butuh waktu lama sudah sampai, memakirkan mobil lalu masuk mencari buku yang di perlukan setelah mendapatkan membayar lalu keluar untuk pulang.
"Kalau jodoh memang ngak kemana ya Vin. "
Senang Bastian melihat dengan wajah berseri seperti mendapat lotre saja, memang kalau masalah satu ini dia selalu garcep.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Author datang lagi tetap tinggalkan like, rate, komen and vote.
Makasih.
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
__ADS_1
Tbc.