TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Pulang dan Jangan


__ADS_3

Melakukan rutinitas mandi dengan santai menikmati sore hari yang tenang, setiap air yang mengalir membasahi badan terasa sangat menyejukkan segala gerah sedari tadi ikut mengalir jatuh ke bawah.Kesejukannya sungguh menyegarkan memberi sensasi rileks rasanya ngak mau berhenti menyiramkan air ke badan jika tidak memikirkan akan ada antrian mungkin mau lebih lama lagi disana tapi harus segera di akhiri.


Selesai membilas badan Eva memakai baju ganti serta membereskan peralatan mandi dan melangkah meninggalkan sumur menuju rumah. Sepanjang jalan Eva bersenandung kecil setiap langkahnya entah kenapa dia merasa agak tenang saja mungkin ngak ada yang mengganggu lagi, ngak tau juga sampai kapan.


Cklek,, pintu Eva buka lalu masuk kedalam meletakkan peralatan mandi tadi ke dapur kenapa Eva masih mandi di tempat umum seperti tadi karna di tempat tinggalnya masih belum banyak yang mempunyai kamar mandi pribadi salah satunya keterbatasan biaya pembuatannya.


"Hhuft selesai juga mandi, segarnya tinggal nunggu kakak pulang semoga pulang dengan selamat"


"Sekarang aku harus ngapain ya kalau sendirian gini, bosan juga mana mau malam lagi"


Yang bisa Eva lakukan sekarang cuma bersantai menunggu malam menjelang hingga Efi pulang dari kerjaannya. Untuk mengusir rasa bosan Eva mengambil buku pelajaran mengerjakan apa yang bisa di kerjakannya. Fokus dengan buku di depan sekarang hingga waktu menunjukan pukul delapan malam.


Tok,,, tok,, tok,, terdengar ketukan dari luar pintu, Eva menghentikan kegiatannya menajamkan pendengaran sebelum membuka pintu takut ada bahaya jika langsung membuka pintu. tok,, tok,, ketukan lagi tapi masih belum beranjak dari posisinya.


"Dek ini kakak buka pintunya"


Panggilan itu yang Eva tunggu dari tadi akhirnya datang juga, perasaan lega menghampiri Eva jika kakak kesayangan sudah pulang.


"Syukur kakak sudah pulang, aku khawatir kakak kalau lama baliknya"


Membuka pintu terlihat Efi berdiri dengan keadaan sehat tanpa ada kurang sedikit pun cuma tampang lelah yang terpancar mungkin karna capek.


"Kenapa lama dek buka pintunya ? "


Masuk ke dalam rumah sambil menenteng kantong kresek entah apa isinya itu yang jelas Eva ngak mau bertanya soal itu.


"Maaf kak aku cuma takut aja kalau ada bahaya, kakak istirahat aja langsung pasti capek kan atau mau aku pijitin biar lega "


Menawarkan pijitin buat Efi cuma itu yang bisa dibantu sekarang.

__ADS_1


"Boleh dek kalau ngak keberatan "


Menerima dengan senang hati kalau ada yang mau mijitin di saat badan pegal apalagi tanpa di minta lagi.


Memulai memijit dari tangan, kaki, punggung, pundak terakhir di kepala. Pijitan dengan lembut tapi akan tetap memberikan kesan rileks setiap gerakannya bahkan jika sambil berbaring bisa ketiduran dan benar saja Efi sudah tertidur saja dengan nafas teratur menandakan jika lelahnya ngak bisa ditahan lagi di tambah rasa kantuk yang mulai menyerang.


"Sudah tidur saja padahal baru di pijitin tapi ngak apa mungkin kakak capek sudah bekerja keras selama ini untuk menghidupi ku tanpa mengeluh sedikit pun"


Melihat Efi terlelap begitu ada rasa ngak tega yang merayap ke hati Eva kapan dia bisa membantu sang kakak.


"Pengen rasanya aku membantu kakak bekerja tapi takut di tolak lagi"


Dulu Eva pernah menawarkan diri membantu Efi bekerja tapi di tolak keras dan di jawab dengan tegas oleh Efi cukup Sekolah serta belajar dengan benar sudah sangat membantu untuk dia. Menurut saja Eva mulai saat itu apalagi dulu Efi harus bekerja sambil sekolah untung saja ada rumah peninggalan orang tua mereka jadi cukup mencari biaya hidup saja lagi.


"Ambilin kakak selimut dulu takut kedinginan nanti, kalau di bangunin takut keganggu"


Tadi Eva mengurut di ruang tengah bukan dikamar. Pergi kekamar mengambil selimut lalu menyelimuti Efi yang sudah tidur nyenyak.


Ikut berbaring di samping Efi dengan selimut berbeda mereka sama sama tidur disana saja tanpa pindah ke kamar. Beberapa saat kemudian Eva ikut terlelap juga tapi tadi sudah mengunci pintu saat Efi masuk rumah tadi.


\=≠\=≠\=≠\=≠\=≠


"Aku dimana sekarang bukannya tadi lagi tidur di samping kakak tapi kenapa aku sendirian, ini dimana lagi kok sepi kayak tempat ngak ada penghuni begini"


Tempat itu seperti kota mati bangunan sudah nampak kuno ngak ada siapa siapa disana hanya rumah sudah tidak layak pakai, setiap sudutnya ada yang mulai roboh, sampah bertebaran dimana mana , angin berhembus agak kencang menerbangi sampah itu.


"Kenapa aku bisa sampai disini dan bagaimana bisa keluarga dari sini"


Raut wajah takut ngak bisa Eva sembunyikan dari wajah cantiknya, sudah berada di tempat asing dengan seorang diri pada siapa akan minta tolong.

__ADS_1


"Kakak "


Suara anak kecil memanggilnya tapi Eva ngak menggubris tetap menulikan telinganya seakan ngak mendengar apa pun.


"Kakak kenapa diam disitu aja, sini kak aku disini "


Suara itu berasal dari balik dinding dalam rumah itu meminta Eva menurutinya supaya masuk ke dalam.


"


Kamu siapa, jangan harap kau akan menuruti mu"


Tolak Eva dia ngak mau kejadian waktu tersesat di hutan terulang lagi dan terjebak dalam bangunan itu.


"Ayo kak sini"


Mulai terdengar dekat suara itu tapi Eva membelakangi rumah itu hendak pergi dari sana. Ngk mau terjebak jauh pada dunia aneh itu fikir nya.


Berusaha melangkah pergi menjauh sejauh mungkin melangkahkan kaki jika perlu ngak usah menoleh ke belakang lagi apapun yang terjadi.


Pulang cuma itu yang ada dalam fikiran nya sekarang bagaimana mencari jalan pulang.


"Kak kenapa pergi"


Makin dekat bahkan sangat dekat suara itu tapi Eva tetap melanjutkan langkah kakinya


"Kakak aku ikut "


Memegang bagian ujung baju Eva, menoleh kebelakang terlihat anak kevin dengan muka pucat, mata putih semua cuma ada setitik hitam di bagian tengah mata, tangan penuh luka dan darah, rambut tampak acak acakan serta baju robek ngak berbentuk lagi.

__ADS_1


"Aaaaaa,, pergi jangan,,,,!!!


Tbc.


__ADS_2