TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Kevin Yang Membingungkan.


__ADS_3

Sejak pulang di antar Kevin kemarin Eva tidak ada pergi kemana mana lagi hanya di rumah saja hingga malam kakaknya balik di antar Renal.


Eva jarang keluar sendiri jika tidak ada yang mengajak dan juga Sisi balik malam serta Sandra tidak ada main ke kos alhasil Eva sendirian saja sampai malam tiba.


Bagi Eva itu tidak masalah dan akhirnya dia memutuskan buat istirahat full seharian tanpa ada yang mengusik hanya saja perbedaan Kevin yang dia fikirkan sekarang.


\=


Pagi menjelang Eva sudah bangun dan membantu Efi buat sarapan dan suasana makan bersama Sisi masih berlangsung hingga sekarang walau Sisi sudah mulai belajar masak dengan Efi tapi kalau buat masak sendiri dia belum mau karena kalau masak sendiri maka akan makan sendiri juga.


"Kakak kapan ngak kerja lagi?."


Selesai makan mereka masih stay di meja makan sambil menunggu perut agak mendingan dulu baru bergerak.


"Minggu besok ngak kerja lagi,kan bosan kalau di rumah aja."


Keluh Efi,harus bagaimana lagi semua orang mendukung usulan Renal dan Efi tidak bisa membantah.


"Justru kakak bersyukur punya calon suami yang pengertian ngak ingin kakak capek dan juga udah saatnya kakak santai menikmati masa muda."


Eva juga harus ikut mendukung keputusan yang lain menyuruh Efi berhenti kerja dan juga Efi sudah terlalu lelah serta sudah banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja jadi sekarang tidak ada salahnya sekarang berhenti kerja dan sudah ada juga orang yang akan menjamin hidupnya serta adiknya.


"Selama ini kakak menikmati masa saat bekerja,kakak merasa bekerja ngak membuat kakak lelah justru kakak senang bisa bertemu orang baru dan banyak teman juga."


Bagi Efi bisa dia bilang begitu karena sudah dari dulu biasa bekerja tapi bagi orang melihat dia dari dulu juga merasa sudah saatnya dia santai dan memanjakan diri.


Andai dia bisa melawan semua orang yang menyuruh dia berhenti kerja mungkin sudah dia lakukan tapi apa daya tidak mungkin satu lawan banyak pasti sudah kalah jumlah dan tidak akan ada yang mendukung.


"Aku ngak tega kalau kakak harus kerja terus sampai sekarang sudah waktunya kakak bersantai dan pergi jalan jalan menikmati dunia ini kak.


Hidup ini jangan cuma di habiskan buat kerja dan balik rumah tapi sesekali harus keluar dari zona itu dan lihatlah betapa indahnya dunia ini sayang jika harus di abaikan begitu aja."


Eva saat mulai berada di sini jadi banyak mengetahui bermacam hal termasuk sesekali harus melihat kesamping jangan hanya fokus ke depan.


"Benar kata Eva kak,biarlah bang Re yang bekerja buat kakak jadi kakak bisa melakukan hal lain seperti memanjakan diri ke salon anggap saja kakak melakukan buat suami kakak nanti.


Jika bang Re sudah melarang kakak berarti dia sudah sanggup menanggung semua biaya kakak ya walau kalian belum nikah anggap saja sekarang dia lagi belajar punya tanggung jawab lebih."


Sisi juga mendukung jadi Efi bisa apa lagi sekarang selain bisa menerima semua keputusan yang satu pun tidak ada yang mendukung dia.


Sesuatu yang sudah lama kita lakukan dari dulu akan berat meninggalkan buat sekarang dan hal itu harus Efi terima sekarang.


"Kenapa sih kalian ngak ada yang dukung kak,udah lah kakak berangkat kerja dulu."


Efi berdiri beranjak ke kamar mengambil tas dan keluar lagi siap berangkat kerja.


"Karena kita sayang kakak."


"Iya kita sayang kakak,semangat kak saat terakhir kerja."


Ke dia adiknya senang melihat wajah cemberut Efi pagi pagi,ah Efi aneh orang senang tidak sibuk ini dia malah kesal di suruh bersantai.


"Pagi honey!."


Sapa Renal sudah berada depan kos Efi menunggu Efi berangkat kerja.


"Pagi,tumben pagi pagi di sini Re?."


Kaget Efi tidak seperti biasa Renal berada di depan kosnya pagi pagi.


Biasanya Kevin yang suka nunggu pagi di sana setelah itu di susul Bastian dan sekarang Renal juga ikutan apa kebiasaan bisa menular juga.


"Emang ada yang salah honey,aku ke sini ingin mengantar kamu kerja saat saat terakhir."


Ini penjelasan atau ledekan pagi buat Efi jelas namun menusuk juga.


"Udah ah aku ngak mood pagi ini,minggir."


Kesal Efi tadi di dalam sudah bahas itu dan sekarang di ulangi lagi siapa yang tidak akan marah coba.


Hal yang kita sukai di paksa harus meninggalkan akan terasa berat.


"Eh honey kok aku di tinggal sih,aku mau antarin ini."


Mengejar Efi yang jalan duluan,sudah biasa jalan kaki berangkat kerja tempatnya tidak jauh juga hanya butuh waktu lima menit akan sampai.


\=

__ADS_1


Siang hari Eva lagi bersantai sendiri setelah di tinggal lagi sama Sisi pergi ke rumah Bastian buat menjenguk lagi katanya itu sih katanya saja padahal kangen tapi tidak bilang.


"Ah bosen sendiri lagi di rumah,jalan keluar bentar ngak apa kali."


Eva berdiri bersiap buat keluar mencari suasana baru menghilangkan rasa bosan.


"Andai aku masih kerja pasti ngak akan merasa bosan juga di rumah,ih kesal sama mereka yang nyuruh aku berhenti kerja."


Menutup pintu tidak lupa mengunci juga lalu melangkah siap pergi.


"Ada yang bosan ternyata?."


Suara Kevin mengagetkan Eva tapi Eva melirik sekilas lalu lanjut jalan lagi tidak peduli ada Kevin di sana.


"Sayang kok aku di cuekin sih?."


Kevin menyusul Eva berjalan menuju taman dengan jalan kaki,tadi Kevin juga baru sampai ingin menunggu Eva keluar saja tanpa meminta ternyata tidak lama Kevin baru duduk pintu terbuka menampakkan Eva yang mau pergi.


"Sayang! kamu manggil aku sayang?."


Eva ingin memastikan kalau yang dia dengar tidak salah.


"Iya memangnya kenapa kalau aku panggil sayang kan biasanya juga gitu."


Ada yang salah dari pertanyaan Eva barusan,bukannya sudah biasa Kevin memanggil dia dengan sebutan sayang.


"Bukannya kemarin kamu manggil aku dengan nama aja."


Jelas Eva bingung dengan Kevin sekarang,kemarin manggil nama tapi sekarang manggil sayang lagi,apa ada yang salah sama kepala Kevin kenapa manggilnya suka beda gitu.


"Kemarin?."


Beo Kevin ikutan bingung.


"Udahlah ngak perlu di bahas lagi mungkin kamu lupa."


Sampai taman Eva duduk di kursi bawah pohon di ikuti Kevin namun sebelum itu Kevin tadi sudah beli minum buat mereka berdua.


"Sayang kamu kenapa sih?kok kesal gitu sama aku,kalau menyangkut kamu mana mungkin aku bisa lupa."


"Iya ngak lupa terus kenapa kemarin manggil aku pake nama aja eh tunggu(memegang tangan Kevin) kok beda lagi?."


Memegang tangan Kevin yang terasa beda juga dari kemarin apa Kevin demam kemarin begitu fikir Eva.


"Kamu kemarin demam ya?."


Semakin menambah kebingungan Eva pada Kevin kenapa bisa berubah gitu.


"Demam!ngak kok aku sehat aja dari kemarin emang kenapa sih sayang?."


Orang sehat saja di bilang demam bagaimana kalau demam beneran pasti sudah di bilang sekarat.


"Tapi kemarin pas kamu megang tangan aku tangan kamu dingin loh!."


Tidak mungkin menyimpan rasa penasaran sendiri saja dan dulu mereka juga sudah pernah bilang akan membahas apa saja yang mengganjal di hati mereka masing masing.


"Kemarin apa?."


"Sudah ngak apa mungkin kamu kecapekan kemarin jadi ngak ingat apa apa."


Eva mengalah saja kalau di bahas lagi tidak ada hasilnya juga,mungkin memang benar kemarin Kevin sakit makanya tangan dia dingin.


"Sayang buat dua hari ini kita ngak bisa bertemu deh kayaknya."


"Kenapa?Kamu mau kemana emang sampai kita ngak bisa jumpa?."


"Aku ngak kemana mana sayang hanya saja papa nyuruh aku buat ikut dia ke kantor katanya di suruh belajar."


Wajah Kevin berubah murung sebab dia tidak minat dunia perkantoran dan jurusan yang dia ambil sekarang atas paksaan kedua orang tuanya saja sebab hanya dia anak laki laki.


"Jangan sedih gitu dong,ingat kamu harapan mereka jadi jangan buat mereka kecewa ok."


Memberi pengertian pada Kevin bahwa orang tuanya berharap cuma pada dia sebagai anak laki laki yang akan meneruskan usaha mereka.


"Iya tapi akunya ngak bisa bertemu kamu sayang."


Keluh Kevin yang tidak bisa seharian saja tidak bertemu Eva,kebiasaan dia selalu mendatangi Eva setiap hari tapi buat dia hari ke depan tidak bisa maka akan terasa beda.

__ADS_1


"Hey aku ngak akan kemana mana jadi apa yang kamu cemaskan."


Bingung sama sifat Kevin dua hari tidak bertemu saja sudah mengeluh lalu bagaimana dengan orang lain yang menjalani LDR.


"Tapi kalau aku rindu bagaimana?."


Eva hanya bisa tepuk jidat melihat kelakuan Kevin sekarang,apa dia tidak bisa mikir kalau pulang kantor masih bisa bertemu atau mungkin kantor dia pulang tengah malam.


"Pulang kerja bisa datang jadi apa yang di cemaskan atau sebelum ngantor mampir dulu."


Memberi solusi pada Kevin yang fikirannya tidak sampai sana.


"Iya juga ya sayang kok aku ngak mikir sampai sana ya tapi nanti kalau kamu magang tempat papa aja ya,kayaknya kita akan sama waktu magang nanti."


Kevin tersenyum mendengar ide Eva barusan kenapa dia sampai tidak mikir kesana.


"Kenapa harus sama tempatnya kan masih banyak perusahaan lain."


Jika Eva magang disana bisa saja jika orang tau akan di perlakukan istimewa kalau dia calon mantu pemilik perusahaan.


"Pokoknya ngak ada penolakan sayang."


"Terserah kamu sayang,percuma debat kalau ujung ujungnya akan kalah juga."


Eva malas berdebat sama Kevin,udah buang waktu dan tenaga di tambah kalah juga akhirnya.


"Nah gitu nurut,kan aku tambah sayang.Balik yuk udah sore juga."


Menggandeng tangan Eva balik ke kos dengan jalan kaki lagi setelah sampai Kevin pamit pulang sudah kesorean juga.


\=


Sehabis magrib Eva bersantai bersama Efi di ruang tengah,tapi tiba tiba ada ketukan dari luar.


"Biar aku aja kak yang buka."


Membuka pintu untuk melihat siapa yang datang malam malam begini.


"Sayang kamu balik lagi,padahal tadi sore kita udah jumpa?."


Kaget Eva melihat Kevin datang lagi padahal tadi sore udah jumpa juga.


"Masa iya tapi aku rindu."


Eva terdiam tidak tau jawab apa bagaimana bisa rindu kalau baru dua jam yang lewat baru bertemu.


"Kita keluar bentar yuk."


Mengajak keluar lagi padahal tadi siang udah aneh fikir Eva.


"Sekarang ngak bisa sayang ini udah malam."


Tolak Eva halus dia juga tidak mau keluar malam malam terlalu sering,biarlah Kevin marah yang jelas dia tidak bisa.


"Ya udah besok aja aku jemput ya,bye"


Kevin pergi dari kos Eva dengan wajah kecewe padahal sudah menyempatkan waktu buat Eva.


"Ada apa sama Kevin?kok aneh udah dua hari ini."


Sejak kemarin memang keanehan Kevin sudah terlihat namun Eva belum bisa menemukan jawaban atas ke anehan Kevin.


Eva yang di buat bingung sendiri dengan perubahan sifat Kevin terhadap dia.


\=\=\=\=\=


*Ngak tau mau ngomong apa lagi yang penting tetap suka sama cerita author ya.


Yang horor akan author keluarkan lagi ya,sudah ada tanda tanda ngak akan seram banget kok tapi lumayanlah kita liat nanti aja.


Tetap tinggalkan jejak ya.


Makasih 🤗🤗


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2