
Eva mengerjapkan mata merasa tidak terjadi apa pun pada dirinya bahkan sedikit pun tidak merasa sakit apa yang sebenarnya terjadi, apa dia sudah tidak berada di dunia nyata lagi atau sudah tidak dapat bertemu kakaknya lagi, sungguh malang nasib gadis cantik itu.
"Aku dimana ? kenapa sekarang tempatnya berbeda lagi, apa aku sudah berakhir. "
"Kenapa jalan hidup ku ngak selalu mulus Tuhan, apa salah ku selama hidup hingga terlalu sakit untuk ke kenang"
Masih meratapi nasib yang sama sekali belum berakhir, sebegitu pendek pemikiran Eva, tidak merasa kalau dia masih berada di bumi.
Kadang takdir hidup tidak ada yang tau kapan datangnya waktu itu, lagi asik menikmati hidup malah takdir berkata cukup sampai disini atau sebaliknya saat kita sudah jenuh sama kehidupan fana malah takdir bilang semua ini belum berakhir malahan ini awal dari semuanya.
"Sudah pasrah saja sama jalan takdir hidup ku, mungkin ini sudah jalan yang harus ku tempuh tapi kok tempatnya ngak jauh beda dari yang tadi. "
"Apa tujuan mereka membawa ku, sampai sekarang saja aku masih belum tau maksud semua ini. "
Sosok yang membawa Eva tadi meninggalkan dia seorang diri dalam kamar tanpa pengawasan. Dia pergi dengan urusan mendesak tapi sudah memastikan kalau keadaan aman tidak ada gangguan.
"Sepertinya aku masih hidup deh, coba dulu siapa tau masih napak. "
Bangun dari tidur nyaman, duduk lalu menurunkan kaki kelantai dan ternyata tidak melayang menandakan dia masih hidup.
"Ha aku masih napak berarti aku masih hidup ye ee. "
Eva menutup mulut tidak menyangka kalau dia masih hidup hingga sekarang.
Bersyukur Tuhan masih sayang sama dia memberikan kesempatan umur panjang.
"Tapi siapa yang menyelamatkan ku bukankah mereka semua menginginkan ku selama ini dan cuma Evan penolong ku tapi sekarang dia dimana kenapa ngak muncul saat aku membutuhkan dia. "
"Van aku benci kamu, ngak nepatin janji kamu selama ini yang bilang akan selalu lindungi aku tapi apa nyatanya sekarang menghilang lagi, jangan pernah muncul lagi aku di hadapan ku. "
Terkadang hidup tidak boleh selalu bergantung atau berharap pada seseorang sebab tidak selamanya dia ada buat kita. Dia punya kehidupan sendiri, punya kesibukan sendiri dan punya tugas yang harus di lakukan intinya buatlah diri kita bertopang pada kedua kaki kita hanya itu penyangga kita agar bisa berdiri tegap.
"Harus cari jalan keluar ngak mau lebih lama lagi, gimana jika kakak pulang dan aku ngak ada dirumah. "
Menyusuri bangunan itu cklek pintu terbuka ternyata tidak di kunci dari luar. Melangkah meneliti bangunan itu bangunan tua tapi masih bisa di bilang layak pakai cuma sepi tidak ada penunggu satupun.
"Kok ngak ada orang ya disini jadi siapa yang bawa aku ke sini. "
Wwuuusss,,,
Terdengar orang melintas dari belakang Eva dengan cepat seperti hembusan angin, Eva menoleh tapi tidak ada orang cuma kosong saja.
"Perasaan tadi ada orang lewat di belakang ku. "
__ADS_1
"Mungkin perasaan ku saja. "
Melanjutkan langkah lagi sampai depan pintu luar bangunan itu Eva menoleh lagi lagi kebelakang dia melihat kepala orang membelakangi dirinya cuma kepala saja yang terlihat jelas.
"Untung udah sampai luar jadi ngak terlalu takut lagi. "
Mengelus dada karena kaget melihat kepala tanpa badan barusan ketakutan Eva berkurang sudah berada di luar.
"Sekarang aku pilih jalan yang mana, kenapa banyak cabang jalannya?. "
Masing berdiri bingung memilih jalan yang akan di lewat takut salah dan akan tambah tersesat lagi.
Menimbang pilihan yang tepat dan tidak salah.
"Jalan ini kayaknya, filing ku juga bilang begitu. "
Memilih jalan yang agak bersemak dengan menuruti kata hati.
Dari arah belakang ada sosok yang mengikuti tanpa mengeluarkan suara mencurigakan. Sosok itu menatap luruh kedepan dengan pandangan sulit di artikan.
Menampilkan aura sedikit berbeda dari yang lain, aura itu terasa lebih dingin dari biasanya. Entah apa yang dia rencanakan tapi sampai sekarang belum bertindak juga.
*Dia ngak sadar saya ikuti, pantas saja selalu banyak kesempatan mereka membawanya.
Tunggu waktu mu untuk ku ngak lama lagi*.
Satu langkan Eva satu langkah dia juga saat Eva memastikan keadaan belakang apa aman atau tidak dia malah menyembunyikan diri dari pandangan Eva. Bukan dia tidak bisa menyembunyikan diri dari pandangan Eva tanpa harus berpindah tempat tapi pandangan Eva bisa melihat itu.
"Perasan ku ada yang mengikuti dari belakang tapi kok ngak ada ya. "
Waspada sudah Eva rasakan. Memasang pendengaran dengan teliti sedikit saja lengah mungkin nasib akan berkata lain lagi.
"Apa mereka belum jera padahal selalu gagal selama ini. "
Sekarang yang perlu di lakukan adalah pura pura tidak menyadari kalau ada yang mengikutinya cukup pasang ekpresi tenang dan rileks.
"Aku sekarang harus tenang sambil waspada. "
"Jika dia bisa main bersih aku juga harus bisa. "
Wwwwuuussss,,,
Hembusan itu terdengar lagi di belakang Eva terasa dekat perlahan makin dekat sampai meniup telinga Eva hingga bulu kuduk Eva merinding
__ADS_1
"Evaaaaa,,,. "
Panggilang pelan itu terdengar jelas di telinga Eva seperti bisikan lirih tapi cukup membuat merinding .
"Evaaaaaa,,,,. "
Terdengar lagi manakuti Eva dia tau jika pemikiran dan hati Eva goyah akan mudah untuk menangkap
Jantung Eva berdegup kencang menandakan kalau mulai ketakutan wajah pucat menghiasi kulit cantik gadis itu. Uji nyali terlalu ekstrim untuk gadis remaja seusia dia
"Siapa itu ?. "
Mencari sosok yang memanggilnya tapi tidak ada satu orang yang berada disana.
"Jangan main main ya, kalau berani keluar. "
Padahal aku sebenarnya juga takut tapi kalau di nampakan akan menambah semangat mereka menakuti ku, batin Eva.
"Hey keluar kalau berani. "
Meneriaki menyusuh sosok itu keluar, jika di tanya sekarang Eva sudah setengah mati ketakutan.
"Evaaaa,,.! "
"Kamu cuma main belakang saja. "
Meneruskan langkah kaki makin cepat dua kali lipat hampir seperti berlari.
*Berlarilah sekuat yang kamu bisa, menjauhlah semampu langkah kaki mu pergi, dan sembunyilah jika ada tempat yang tidak saya gapai untuk menemukan mu.
Jalan, berlari, bersembunyi itupun kalau bisa kamu lakukan menghindari ku saat ini sangat mustahil kamu ngak tau sekarang berada dimana.
Ha ha bikin capek saja kamu menghindar percuma juga menyerah lah maka aku akan mempermudah semuanya*.
"Sekarang aku dimana lagi dari tadi terus berjalan kok ngak ketemu jalan keluar juga, apa makin tersesat ya.? "
"Pokoknya ngak boleh putus asa harus tetap semangat dan tetap tenang. "
*Keras kepala mu hingga membawa mu hingga kesini, kamu ngak tau apa ini makin bahaya buat kamu lalui, untung aku bisa segera menemukan mu kalau tidak sudah menjadi santapan dia.
*Jangan lupa like, komen, rate and vote
Tbc.
__ADS_1