TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Keusilan Dadakan.


__ADS_3

Waktu akan terus berputar,hidup akan terus berlanjut,pahit manis akan tetap kita terima,sesekali kita boleh melihat ke belakang itu buat acuan agar kita tidak akan pernah melakukan hal yang sama di masa depan.


Ambil yang baik tinggalkan yang jelek,setiap cobaan datang menerpa jangan sampai kita tumbang tunjukan bahwa kita bisa lewati semuanya tanpa mengeluh atau hanya sekedar mengeluarkan kata hah.


Jika cinta bisa mengubah kehidupan maka sudah dari dulu juga mencari itu tapi dulu yang pernah terbesit dalam fikiran hanya berada di masa nyaman dan tenang.


Kapan aku akan bisa membawa dia kembali,kenapa dia betah sekali di sini dan kenapa dia tidak bisa merasakan keberadaan ku di sini.


Sosok itu muncul lagi memperhatikan orang yang sudah lama dia cari kini dia temukan disini dengan kehidupan yang sudah berbeda.


Kenapa dia memilih tinggal di sini di bandingkan dengan yang lain dan kenapa seolah dia sudah terbiasa dengan semua itu.


"Aku akan membawa dia lagi bersama ku."


Bisik dia ke telinga seseorang lalu pergi dari sana sebab dia belum bisa menemukan cara sebab orang yang dia maksud tidak tau keberadaannya dan juga ada hal lain lagi yang perlu dia lakukan.


"Sepertinya barusan aku mendengar orang bicara tapi mana ya kok ngak ada."


ucapnya terus berjalan ke tempat tujuan.


\=\=


Hari ini Kevin tidak datang menjemput Eva pulang kuliah seperti biasa, dia me ngabarin lagi ada urusan hingga tidak datang.


Eva akan pergi juga ke sebuah mall untuk membeli gaun buat acara Efi beberapa hari lagi,dia pergi bersama ke dua sahabatnya.


"Si, Sankita beli gaun yuk buat acara nanti!."


Seru Eva pada dua sahabatnya sebab dia tidak punya baju yang pas buat acara nanti dan juga ini kali pertama dia pergi ke sebuah acara.


"Iya ya Va kok Sisi hampir lupa ya kalau abang Sisi yang tampan itu akan tunangan."


Sisi baru ingat juga acara itu mungkin karena sibuk sama tugas kuliah jadi sedikit lupa tentang acara itu.


"Sekarang aja yuk peeginya mumpung para cowok ngak ada jadi kita bebas."


Ajak Eva keluar kampus buat mencari taksi pergi ke sebuah mall.


Taksi yang mereka tumpangi melaju hanya beberapa menit sudah sampai sebelum turun membayar ongkos lalu masuk mall.


"Gimana kalau kita beli gaun sama aja,biar serasi."


Usul Sandra memberi masukan dan juga akan terlihat kompak jika mereka memakai yang sama.


"Ide bagus kita pakai baju seragam."


Mereka masuk ke dalam sebuah toko baju muslim,mencoba satu persatu baju yang mereka anggap cocok dan nyaman buat di pakai hingga pilihan mereka jatuh pada gaun warna merah muda yang simple tidak terlalu ribet.


"Bagus ya bajunya ukurannya cocok lagi,kita ambil ini aja."

__ADS_1


Eva membolak balikkan baju yang mereka pilih,lalu membayar dan keluar dari toko itu.


"Makan dulu yuk,lapar nih."


Sisi memegang perutnya yang terasa keroncongan sebab sudah waktunya makan siang,mereka memutuskan buat makan di salah satu resto dalam mall itu.


Resto itu kebanyakan para anak muda yang mengunjungi sebab memang konsep resto itu bergaya ceria dan banyak spot buat berfoto.


Ketiga cewek itu duduk di kursi paling ujung menghadap pintu masuk jadi bisa melihat pengunjung yang datang.


"Mau pesan apa mba?."


Seorang pelayan datang menghampiri meja mereka.


"Aku pesan nasi goreng seafood dan minumnya greentea.Sisi sama Sandra pesan apa?."


"Sisi sama aja Va,Sandra apa atau sama aja?."


"Aku sama tapi minumnya es jeruk aja."


Pelayan itu pergi untuk membawakan pesanan mereka sebelum pesanan mereka datang seseorang yang mereka kenal masuk ke tempat yang sama dan duduk membelakangi.


"Itu bukannya pacar kalian."


Sandra melihat siapa yang datang dan tidak mungkin salah lihat juga serta jarak duduk mereka tidak terlalu jauh.


Sisi menoleh pada orang yang Sandra tunjuk begitu juga dengan Eva tapi cuma sebentar lalu memalingkan wajah lagi.


"Udah biarin aja kalau mereka macam macam liat aja nanti,udah jangan di lihat terus nanti mereka tau kalau kita ada di sini juga."


Eva berusaha tenang walau dalam hatinya terasa sesak sama yang dia lihat di depan matanya dan itu tampak jelas sekali.


"Emang kamu ngak cemburu Va?."


Sisi heran melihat Eva yang santai saja sedangkan Sisi sudah kesal menahan marah ingin sekali melabrak pacarnya itu tapi dengan alasan apa jika cuma lihat tanpa alasan.


"Nanti kita balas mereka yang ngak jujur pergi kemana sama kita,kita chat aja biar kita tau dia jujur atau bohong."


Sandra cuma geleng geleng kepala melihat tingkah ke dua sahabatnya itu yang asik chatan sama pasangan masing masing,padahal bisa ditanya Langsung ngapain harus repot chatan segala.


"Tuh kan Va jawabannya ngak jujur,kenapa ngak bilang lagi disini."


Kesal Sisi mendapat balasan chat dari Bastian begitu juga dengan Eva yang makin sesak menahan amarah.


"Nanti kita balas setalah makan tapi kita pura pura ngak lihat mereka."


Entah dari mana asal sifat jahil Eva datang mungkin karena sering melihat Ibu Marta yang jahil pada semua orang makanya jadi ikutan.


Pesanan mereka datang lalu makan dengan lahap melupakan sejenak tentang kekasih mereka tapi tidak dengan nanti sudah ada balasan yang mereka siapkan.

__ADS_1


"Kenyang juga ni perut kayak sudah lama ngak makan aja."


Sisi mengelus perutnya yang sudah kekenyangan,pesanan dia habis tidak tersisa.


"Aku bayar dulu kalian tunggu disini."


Sandra beranjak dari duduknya setelah merasa perutnya sedikit tenang.


"Yuk balik."


Mengambil belanjaan mereka yang di taruh di bawah kaki mereka lalu siap keluar.


"Si tadi aku lihat ada yang nembak kamu ya?gimana diterima ngak lumayan kan tampan gitu."


Ucap Eva pas melewati tempat Kevin duduk dan sengaja mengeraskan suaranya.


"Nanti Sisi fikirkan lagi Va,iya dia juga tampan dari pada sama orang yang ngak jujur iyakan."


Sisi ikut mengeraskan suaranya biar terdengar oleh Bastian .


Setelah itu mereka mempercepat langkah sebelum di cegat sang pujaan biarlah para lelaki jadi bingung sendiri dan takut sendiri.


"Tian itu bukannya."


Kevin menoleh pada Bastian dengan dapat anggukan,belum sales Kevin bicara Bastian sudah berdiri siap menyusul Sisi.


"Ayo kejat Vin,jangan jangan mereka lihat kita dan ngambek lagi."


Mengambil tas di ikuti Kevin juga ikut menyusul Eva entah kenapa tiba tiba perasaan Kevin jadi tidak enak.


"Kok ngak ada lagi sih,perasaan baru keluar cepat kali jalan mereka."


Kevin dan Bastian kehilangan jejak ketiga gadis tadi padahal mereka berdua sudah cepat menyusul tetap saja tidak bertemu.


"Kos."


Seru keduanya berlari pergi ke parkir mengambil mobil buat menyusul Eva dan Sisi sedangkan yang di cari tertawa melihat kepanikan Kevin dan Bastian.


"Takut juga mereka,yuk kita jalan jalan lagi."


Ketiganya menikmati kesenangan di atas ketakutan Kevin dan Bastian yang pergi ke kos padahal orang yang di cari masih di sana.


Itu namanya karma di bayar tunai tidak perlu menunggu entar atau nanti.


\=\=\=\=\=


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2