
Baru juga sampai di tepi jalan hendak mencari taksi buat pulang ke rumah tangnan Sisi sudah di tarik seseorang lalu menyuruh dia masuk ke dalam mobil.
Awalnya Sisi berontak saat tau siapa yang menarik tapi dia kalah tenaga sama orang itu hingga memilih mengalah.
Setelah di duduk dan memasang sabuk pengaman mobil melaju.
"Bastian lo mau bawa Sisi kemana?ini sama saja dengan penculikan."
Orang yang menarik paksa Sisi tadi Bastian dia memang ada niat mendatangi Sisi dan kesempatan itu datang menghampiri dia dengan sendiri.
Baru mau menuju kos Sisi orang yang dia tuju sudah berdiri di tepi jalan.
"Ke suatu tempat dan lo ngak akan bisa berontak."
Bastian terus melajukan mobilnya menuju jalanan sepi hingga mobil itu berhenti.
"Bastian lo ngapain berhenti,lo ngak akan nurunin Sisi di sini kan?."
Sisi takut melihat tempat sekitat yang sepi membuat badan Sisi bergetar.
"Kenapa lo takut? mana keberanian lo selama ini yang dengan terang terangan menolak gue? apa kurang gue apa karena gue play boy lo nolak gue hah jawab."
Intonasi suara Bastian tinggi selama ini Bastian selalu mengejar Sisi tapi dengan terang terangan di tolak.
"Sisi Sisi."
Ucap Sisi takut melihat Bastian marah dan itu pertama kali di depan Sisi.
"Apa ngomong yang jelas lo ngak gagu kan."
Mendekat ke arah Sisi yang sangat ketakutan melihat amarah Bastian.
Rasanya sakit di bentak sama orang yang dia sayang bahkan lebih sakit saat melihat dia menggombali cewek lain.
Badan Sisi bergetar menahan tangis tidak sanggup melihat Bastian memarahi dia,jika itu bukan jalanan sepi mungkin dia sudah memilih turun dan berlari sejauh mungkin.
Bastian menarik nafas kasar merutuki kebodohan yang dia buat memarahi orang yang dia sayang bahkan cuma Sisi yang bisa membuat dia hilang akal dan dadanya berdebar.
Perjuangan Bastian hampir sama dengan Kevin tapi sifat Sisi yang sulit di tebak serta sulit menaklukan hatinya.
"Maaf gue ngak maksud membentak lo Si,gue cuma ngak bisa lo giniin terus lo tau kan gue sayang sama lo dan lo bisa lihat gimana perjuangan gue yang ngak lo anggap."
"Lo kan lihat selama ini gue udah berubah demi lo tapi apa lo tetap gini, lo tidak lihat ketulusan gue bahkan lo pernah menganggap gue ada."
Memegang tangan Sisi yang masih diam menahan tangis,seorang perempuan paling anti jika di bentak atau di marahi.
__ADS_1
"Sekarang jawab pertanyaan gue lo suka ngak sama gue?."
Bastian ingin memastikan jika perasaan dia tidak bertepuk sebelah tangan dan tentu akan sakit jika cinta sepihak.
"I iya Sisi sayang Bastian."
Jawab Sisi pelan namun Bastian masih dapat mendengar ucapan Sisi hingga senyum terbit di wajah tampannya.
"Kalau sayang kenapa selalu menolak, apa mau langsung di lamar aja."
Goda Bastian senang jika Sisi malu malu mau gitu membuat dia makin sayang.
"Ngak mau, Sisi masih ingin Sekolah."
Tolak Sisi menunduk belum mau menatap Bastian hingga dagunya di angkat Bastian hingga pandangan mereka bertemu.
"Sisi mau kan jadi kekasih aku?."
Bastian tidak akan melepaskan gadis yang sudah mengusik fikiran dia selama ini.
"Jawab jangan diam saja,kalau ngak jawab ya udah jangan salahkan gue jika."
Sisi diam belum menjawab ungkapan hati Bastian tapi mendengar ucapan Bastian yang ada maksud lain Sisi dengan cepat menjawab.
"Iya Sisi mau."
"Udah sekarang jangan nangis lagi, sekarang kita pergi makan sudah laparkan habis nangis."
Membantu Sisi mengeringkan air mata Sisi dengan tisu lalu memberikan air minum yang selalu tersedia di mobil Bastian.
"Tadi mau kemana buru buru gitu?."
Tanya Bastian,tadi Sisi memang buru ingin cepat pulang dan ternyata di cegat Bastian.
"Mau pulang udah rindu rumah."
Pandangan Sisi lurus ke depan memperhatikan jalanan yang ramai karena malam minggu.
Dan malam minggu kali ini Sisi tidak jomblo lagi sudah mendapatkan tambatan hati.
"Ya udah selesai makan aku antar pulang ya sayang."
Langsung mengubah nama panggillan pada Sisi membuat pipi Sisi marona dan tangan Bastian menggenggam tangan Sisi.
Mobil melaju ke sebuah restoran lalu mereka makan dengan tenang masih ada rasa canggung di antara mereka bisa di bilang kencan dadakan.
__ADS_1
Selesai makan Bastian mengantar Sisi ke rumah orang tuanya tapi Bastian tidak mampir.
"Makasih ya sudah ngantarin, mau mampir dulu?."
Tawar Sisi basa basi kalau Bastian mau mampir ya juga tidak apa.
"Lain aja yank sudah malam juga, masuk gih baru aku pergi."
Suruh Bastian pada Sisi agar masuk duluan sebelum dia pergi ingin memastikan Sisi masuk dulu.
"Iya kamu hati hati baliknya,kabari jika sudah sampai."
Sisi masuk tidak lupa melambaikan tangan pada Bastian lalu menutup pintu.
"Assalamu'alaikum si cantik mama comeback."
Teriak Sisi masuk rumah di lihatnya orang tuanya lagi duduk santai di ruang keluarga.
"Wa'alaikumsalam masih ingat rumah sayang, kirain bakal ngak pulang."
Sindir mama memang Sisi jarang pulang padahal rumah dia dekat tidak akan menghabiskan waktu sehari baru sampai.
"Mama mah gitu anaknya pulang bukan di sambut malah di sindir.Pah lihat mama nih."
Adu sisi pada papanya jika kalah debat sama mamanya.
"Udahlah Sisi mau ke kamar dulu."
Sisi menuju kamar yang sudah lama dia tinggali.
Sisi sampai rumah Renal belum sampai juga padahal dia sudah agak telat sampai karena pergi dulu sama Bastian.
"Ah Bastian kok Sisi makin sayang aja deh,Sisi kira dia bakal nurunin Sisi di tempat sepi tadi.
Turun lagi aja bosan kalau di kamar."
Sisi turun lagi hanya sebentar di kamar menghampiri kedua orang tuanya.
"Sisi bikinin minum ya pa ma."
Keduanya hanya menganggukkan kepala, Sisi pergi ke dapur membuat minuman buat mereka bertiga tidak lama terdengar Renal pulang.
\=\=\=\=\=
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
__ADS_1
Tbc.