
Waktu berlalu begitu cepat kurang lebih dua bulan lagi Eva serta sahabatnya akan melaksanakan magang.
Mereka memutuskan magang di kantor papa Kevin begitu juga dengan Sandra yang tidak mau pisah magang dari sahabatnya padahal David mengajaknya magang di kantor kakek tapi Sandra menolak dengan halus karena tidak mau sendirian di sana.
Begitu juga dengan persiapan pernikahan Renal dan Efi hanya tinggal kurang lebih dua minggu lagi,semua segala persiapan hampir selesai tinggal beberapa yang belum seperti souvenir serta beberapa undangan yang belum di sebar.
Siang ini pulang dari kampus mereka semua berencana akan pergi ke kantor papa Kevin ingin melihat lihat saja seperti apa tempat yang akan menjadi tempat magang mereka nanti.
Seperti biasa serta di tempat biasa ketiga cowok tampan itu sudah menunggu sang pujaan hati keluar dari kelas.
Beberapa saat menunggu yang di nanti keluar juga menghampiri mereka.
"Udah lama ya sayang?."
Eva menghampiri Kevin yang berkumpul sama David dan Bastian juga.
"Ngak apa sayang nunggu bentar juga."
Ujar Kevin yang sudah biasa nunggu Eva selesai kelas dan Eva tidak pernah mendapati Kevin telat menjemputnya.
"Kita makan dulu abuse itu langsung aja ya."
Ajak Kevin pada semuanya lalu memasuki mobil masing masing menuju tempat makan dan Kevin memilih mengajak mereka makan di restaurant dekat kantor papanya.
Di dalam mobil Davis suasana terasa sunyi karena tidak ada yang mengeluarkan suara sama sekali.
David bingung kenapa Sandra sekarang jadi pendiam begini apa dia ada masalah atau lagi banyak fikiran.
"Hun kamu kenapa diam aja dari tadi?."
David tidak bisa jika saling diam berada sendiri dalam mobil itu padahal dia lagi berdua.
Diam Sandra seperti aksi protes mogok bicara.
"Aku ngak apa bang tapi aku bingung minggu depan orang tua ku mau pulang kampung buat menjenguk nenek yang lagi sakit.
Aku ngak bisa ikut karena kuliah ngak libur terus kalau mereka pulang aku sama siapa nanti di kontrakan."
Itulah yang Sandra fikirkan dari tadi hingga lupa kalau masih ada David yang duduk di sampingnya,apa sebegitu besar masalah yang dia hadapi atau tidak mau berbagi sama David sebagai kekasihnya.
"Kamu ngak perlu kwatir kalau soal itu hun,nanti ikut nginap di rumah kakek kalau orang tua mu pulang."
Usul David dia juga cemas membiarkan Sandra sendirian di kontrakan tidak aman apa lagi dia perempuan.
"Tapi aku ngak mau kita tinggal satu atap sebelum ada ikatan bang."
Tolak Sandra,mereka tinggal di sana bukan hanya berdua tapi rame juga sama keluarga yang lain,apa yang Sandra takutkan.
"Kamu ngode terus hun,apa perlu kita nikah besok aja biar kamu tenang.
__ADS_1
Aku ngajak kamu tinggal di rumah kakek yang rame hun bukan ngajak tinggal berdua aja."
David tersenyum mendengar ucapan Sandra kadang kekasihnya itu masih suka polos atau pura pura polos.
Bagaimana mungkin dia akan mengajak anak gadis orang tinggal bersama kalau belum menikah.
Kalau mamanya tau bisa di gantung dia dan di keluarkan dari kartu keluarga.
"Maaf bang aku lupa kalau di rumah kakek rame."
Sandra tersenyum malu merutuki kebodohan dia yang mengira David mengajak dia tinggal berdua saja.
"Kecuali kamu mau kita tinggal berdua aku ngak nolak lo hun."
Goda David memandang Sandra sekilas.
Hingga sampai di sebuah restaurant mereka masuk lalu memesan makanan yang sama dengan pasangan masing maaing.
Selesai makan pergi beranjak menuju kantor papa Kevin yang tidak jauh dari sana,hanya membutuhkan waktu beberapa menit sudah sampai di perusahaan yang besar dan tinggi.
Ini pertama kali kesana bagi ketiga perempuan cantik itu hingga beberapa saat terpana sama gedung yang akan mereka masuki.
"Mba papa ada ngak?."
Kevin menghampiri meja resepsionis menanyakan keberadaan papanya apakah ada di kantor atau lagi keluar.
"Ada mas Kevin,apa mau saya antar?."
"Ngak usah mba makasih,aku bisa sendiri mba lanjut kerja aja."
Kevin tidak mau menganggu pekerjaan mba itu hingga memilih masuk sendiri tanpa di temani.
Mereka semua masuk lift menuju ruang kerja papa Kevin,hingga mereka sampai di, depan ruangan itu sebelum masuk Kevin mengetuk pintu dulu setelah dapat izin baru masuk.
"Assalamu'alaikum."
Salam mereka semua lalu masuk ke dalam,disana juga ada mama Kevin yang mengantar makan siang dan sengaja belum pulang karena tau Eva akan datang kesana makanya menunggu dulu.
"Wa'alaikumsalam."
Jawab keduanya senang terutama mama Kevin yang sudah lama belum bertemu Eva jadi dia rela menunggu Eva hampir satu jam lamanya.
"Eva sini sayang duduk dekat mama,mama kangen tau udah lama ngak bertemu.
Kenapa udah lama ngak datang ke rumah apa Kevin ngak ngajak sayang?."
Menyuruh Eva duduk di sampingnya yang sudah merasa rindu padahal belum juga terlalu lama mereka belum bertemu sudah lebay saja bilang rindu seperti seorang kekasih yang lama berpisah.
"Mama apa kabar?aku juga kangen sama mama.
__ADS_1
Aku lagi sibuk ngerjakan tugas kampus jadi belum sempat mampir ma.
Nanti aku mampir ya ma,mama tenang aja."
Menenangkan mama Kevin yang begitu menyayangi dia padahal hubungannya sama Kevin belum terlalu jauh hanya sebatas sepasang kekasih.
"Janji ya sayang?mama tunggu ya."
Mama Kevin sangat senang karena Eva akan datang lagi ke rumahnya.
Pasti akan menyambut kedatangan Eva dengan sangat spesial karena pertemuan pertama mereka tidak terlalu berkesan.
"Ma udah dulu ya ngobrolnya kita kesini mau liat liat sekitar kantor bukan buat mama kangen kangenan."
Sela Kevin supaya interaksi kedua wanita tersayangnya itu segera sadar bahwa bukan mereka berdua saja yang ada dalam ruangan itu.
Apa keduanya tidak sadar masih ada orang lain yang mau di anggap juga atau sengaja melupakan yang ada di sana.
"Apa sih Vin ganggu aja tau,mama kan masih kangen."
Mama Kevin kesal karena dia di ganggu kesenangannya hingga melihat Kevin dengan tatapan tajam.
"Ma nanti lagi kita ngobrolnya ya,gimana hari minggu ini kita jalan bareng."
Eva sebenarnya tidak tega mengakhiri obrolan itu tapi harus melakukanya karena tujuan kesana bukan itu tapi mau melihat kantor yang akan menjadi tempat magangnya.
"Ya sudah janji ya sayang mama tunggu di rumah jangan sampai lupa datang.
Vin ingat hari minggu jemput Eva bawa ke rumah jangan lupa lo kalau lupa mama ngambek."
Apa sebegitu sayangnya mama Kevin pada Eva hingga mau mengancam anak sendiri tapi bagi Kevin itu malahan bagus berarti keberadaan Eva sudah di terima orang tuanya.
"Iya mama ku sayang,lagian Eva ngak boleh keluar rumah kalau ngak ada teman.
Yuk sekarang kita mulai keliling."
Kevin takut terlalu lama berada dalam ruangan papanya bisa bisa sang Ibu negara khilaf terus mengajak Eva ngobrol lagi.
Akhirnya setelah lepas dari sang mama Kevin dan yang lain mengikuti Kevin berkeliling area kantor menyusuri setiap lantai yang ada mulai paling atas berakhir paling bawah.
Pas sampai lantai bawah mereka bisa langsung pulang tanpa harus bolak balik lagi makanya tadi di mulai dari lantai atas.
\=\=\=\=\=
*Jangan lupa like komen and vote
Makasih
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*
__ADS_1
Tbc.