
Selama dua minggu ini David merasa uring uringan karena jauh dari calon istrinya, hah bagaimana bisa mereka menjauhkan dua orang yang saling mencintai selama itu.
Ingin David marah tapi sama siapa dan juga siapa yang akan mau mendengar keluh kesah dia kali ini.
Bukannya selama ini mereka semua akan merasa senang kalau melihat David menderita, sungguh keluarga tidak punya akhlak tapi David sayang juga.
Dua hari yang lalu semua anggota keluarga itu sudah berangkat menuju kampung halaman Eva dan akan menginap disana selama sebelum acara pernikahan David dan Sandra.
Semua orang turut hadir dalam pernikahan itu, tidak ketinggalan bumil yang satu itu dia paling semangat buat berangkat sebab bisa melepas rindu sama rumah yang sudah lama di tinggalkan itu.
"Bagaimana bang sudah ngak pusing lagi kan?."
Bagaimana tidak pusing, bayangkan saja dua minggu tidak bertemu bahkan komunikasi pun tidak di bolehkan.
"Apanya yang ngak pusing ma, ini masih satu malam lagi."
Segitunya David, tinggal satu malam lagi dan setelah itu malam seterusnya akan selalu bersama bahkan tidur udah di temanin.
"Lebay banget sih lo bang."
"Gitu aja udah kayak orang gila."
"Gue yakin nanti Sandra liat wajah lo yang kayak gini pasti langsung takut, kayak mayat hidup."
"Ah masa gue punya abang jelek gini."
"Ma tukar tambah abang ya biar cakep dikit."
Puas semua anggota keluarga menyudutkan David yang sebenarnya lagi duduk di sudut.
"Bodo ah, abang mau tidur dulu."
Melangkah masuk kamar, kalau makin lama di luar yang ada mereka semua terus meledek David.
"Liat aja nanti giliran kalian semua juga ada."
Lebih baik David memilih tidur cepat biar pagi bangun segar.
\=\=Pagi sekali setelah shalat subuh bersama mereka mulai bersiap sebab pagi ini David akan melangsungkan akad nikah dan di susul dengan acara resepsi.
Kini jantung David berdetak lebih kencang sekarang, bagaimana tidak gugup takut salah nanti melafalkan ijab qabul dan pasti sudah tidak bisa di bayangkan lagi.
"Rileks bang, jangan gugup gitu.
Nih minum dulu."
Ken masuk kamar David yang di tempati sendiri padahal yang lain berbagi kamar.
__ADS_1
"Lo mah ngak bakalan tau kalau belum merasakan."
Meminum air itu dengan sekali tegukan, segitu hauskah atau lagi habis lari maraton.
"Iya bang, tapi jangan sampai tegang gitu wajahnya.
Cukup malam pertama aja ada yang tegang hahaha."
Segera Ken berlari keluar kamar sebelum kena amukan David.
"Iya juga ya, nanti malam pertama nya bagaimana ya.
Udah lah ikutin gimana alurnya aja."
Ikutan bodoh karena ucapan Ken barusan.
Semua anggota keluarga sudah rapi menggunakan seragam masing masing dan pastinya sama pasangan juga.
Saat di rasa semua sudah siap mereka mulai berangkat, jarak dari sana sampai tempat akad tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu satu jam selama di perjalanan.
"Sayang kok wajahnya tegang gitu?."
Kevin sama Eva duduk di kursi paling belakang.
"Ngak tau kenapa aku jadi ikutan deh degan juga sayang."
"Kita kan dua bulan lagi, kenapa sekarang deg degan nya?."
Aneh saja tapi tak apa asal pas momen dia tidak merasakan lagi.
Mobil itu sampai pada tempat tujuan lalu satu persatu dari mereka memasuki aula akad nikah itu.
"Bang mmempelai wanitanya mana? jangan jangan kabur lagi."
Saat tinggal sedikit waktu saja masih sempat meledek David.
"Bicara itu di jaga ya."
Sanggah David karena tidak mungkin juga Sandra kabur di hari bahagia mereka yang sudah di tunggu sejak lama.
"Kalau beneran kabur, bakalan ada yang mau bunuh diri."
"Lo fikir gue lemah iman harus sampai bunuh diri."
Makin kesal saja pada semua orang.
Ucapan mereka tidak ada yang menguatkan sama sekali.
__ADS_1
Acara akan segera di mulai, mempelai wanita mulai memasuki aula itu lengkap menggunakan kebaya yang senada dengan baju David.
Mata David tidak berkedip melihat aura kecantikan yang Sandra pancarkan.
"Awas bang iler netes."
Reflek David mengusap mulutnya dan dapat gelak tawa dari orang yang ada di dalam sana.
Kenapa dia makin cantik aja?baru dua minggu ngak jumpa.
Proses ijab qobul sedang berlangsung David dengan lantang mengucapkan dengan satu kali tarikan nafas.
SAH,,,
Satu kata itu yang di ucapkan semua orang hingga David bernafas lega, kini perempuan cantik yang duduk di sampingnya itu sudah sah menjadi istrinya.
Ingin rasanya David segera membawa pergi dari sana dan melepas rindu.
"Kamu cantik ini love and miss you."
Bisik David ke telinga Sandra tidak peduli sama semua orang yang melihat adegan bisik bisik tetangga itu.
Sandra hanya tersenyum malu malu mau saja.
Dan acara terus berlanjut hingga malam tiba, kini rasa bahagia itu tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata lagi.
"Dav nanti malam pelan pelan aja."
Gurau Renal sebelum mereka semua pulang dan meninggalkan David tidur di sana.
"Pelan pelan ya bang, kasian anak orang ntar."
Rival David ikut bicara.
"San kalau David kasar gigit aja nanti."
Tambah Kevin yang tidak mau ketinggalan.
Yang jadi bahan obrolan hanya bisa menunduk malu mendengar ucapan yang terlampau vulgar itu.
"Udah sana pada pulang.x
Usir David tidak tega melihat istrinya yang sudah malu itu.
Cie istri sekarang sudah punya istri ya, tidak tidur sendiri lagi dong.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.