TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Merasa Kesal.


__ADS_3

Jika hari Minggu seperti sekarang Eva masuk kerja lebih cepat dari hari biasa.


Eva sudah rapi menggunakan seragam caffe tempat dia bekerja nama caffe itu K'cafe .


Eva bersyukur dapat kerja dekat dengan tempat tinggalnya jadi tidak perlu buang waktu untuk cepat cepat datang kerja.


Setelah di rasa rapi penampilannya Eva keluar kos lalu mengunci pintu.


"Va sudah mau berangkat ya ? . "


Tegur Sisi yang lagi duduk santai di luar sambil membaca buku.


"Iya Si, aku pergi dulu ya. Bye!. "


Pamit Eva sambil melambaikan tangan meninggalkan Sisi sendiri melanjutkan membaca buku di tangannya.


Saat hendak mau nyebrang jalan Eva melihat pemandangan yang membuat dia kesal sendiri, entah apa alasannya dia juga tidak tau tapi dia tidak suka melihat itu.


"Dasar sama saja. "


Kesal Eva melanjutkan langkah menuju caffe tidak mempedulikan apa yang ia lihat barusan, bukan urusan dia juga tidak ada hubungan sama dia juga lagian mereka tidak punya hubungan apa apa.


Hari ini Eva harus menggantikan temannya yang tidak masuk kerja karena kurang sehat.


Kalau hari Minggu pengunjung caffe rame tidak seperti hari biasa yang bisa sedikit santai hingga hampir semua meja penuh.


Melihat ada pengunjung datang Eva menghampiri meja itu dengan membawa buku menu dan catatan untuk mencatat pesanan pelanggan.


"Permisi mba dan masnya mau pesan apa? . "


Eva menyerahkan buku menu sambil menunggu apa yang akan di pesan pelanggan.


"Kita mau pesan ini, ini dan ini ya mba, kamu mau pesan apa Vin ?. "


Tanya cewek itu pada cowok di sampingnya yang duduk membelakangi Eva, dia sama sama tidak tau, si cowok fokus sama HP di tangannya.


"Samain aja. "


Jawab cowok itu tanpa melihat lawan bicara.


"Samain aja ya mba. "


Jawab cewek itu sambil menyerahkan kembali buku menu.


"Iya mba, mohon di tunggu pesanannya. "


Kevin .Batin Eva lalu pergi dari sana hingga nama yang di sebut menoleh namun Eva sudah pergi berlalu meninggalkan Kevin yang sadar kalau mba mba tadi itu Eva.


Kok dia tau gue ini ya, Kenapa ngak nyapa ya..Memperhatikan Eva yang sudah menjauh dari pandangannya.


Kenapa rasanya sesak ya, kok aku ngak suka liat dia sama cewek lain. Ada apa sama aku ini. Eva termenung duduk di dapur sambil menunggu pesanan tadi hingga lamunannya buyar saat makanan sudah siap.


"Va ini pesanannya. "


Panggil chef menyerahkan pesanan yang Eva bilang hingga Eva menerima lalu pergi.


"Makasih chef. "


Eva mengantar pesanan tadi walau dengan perasaan sedikit kesal tapi harus professional dalam bekerja.


"Ini pesanan mba dan mas selamat menikmati . "


Menata makanan di atas meja lalu pergi tapi di panggil lagi.


"Va . "


Panggil Kevin heran kenapa Eva cuekin dia apa sekedar nyapa saja tidak bisa.


"Ya mas apa ada yang kurang ? . "

__ADS_1


Sopan Eva karena keramahan no satu jika saat dalam bekerja.


"Tadi aku chat kenapa ngak di balas ?. "


Melenceng dari fikiran Eva, dia kira mau bertanya tentang pesanan tapi hanya chat yang tidak di balas.


"Maaf kalau tidak ada lagi saya permisi, selamat menikmati. "


Undur diri Eva, dia rasa tidak ada yang perlu di bahas jika saat bekerja apa lagi masalah pribadi.


Kevin menelan kecewa dengan perubahan sifat Eva tanpa angin tiada hujan sudah berubah saja.


Nanti perlu dia tanyakan saat pulang kerja nanti, mungkin ada alasan lain atau juga bisa karena dia lagi kerja.


Waktu berlalu cepat hingga waktu pulang kerja Eva siap siap membereskan sisa pekerjaan dia juga sudah capek karena caffe rame sekali hingga dia tidak istirahat sama sekali.


"Aku duluan ya. "


Pamit Eva pada rekan lain yang masih siap siap untuk pulang juga, ini juga pergantian shift. Minggu Eva ambil shift pagi karena tidak ada jam kuliah dan pulang cepat untuk menghabiskan waktu bersama kakaknya yang libur hari Minggu.


"Iya hati hati Va. "


Balas semuanya kompak, Eva melangkah keluar.


Baru beberapa langkah sampai luar Eva melihat Kevin menunggu sambil bersender pada mobilnya dan memainkan hp.


Eva mengabaikan keberadaan Kevin berjalan terus melewati Kevin dan menulikan telinga saat Kevin memanggil.


"Va tunggu, kenapa lewat saja sih. Gue udah nunggu dari tadi . "


Mengejar Eva mensejajarkan langkah kaki mereka. Eva tetap diam, saat melihat Kevin kelesalan dia muncul lagi.


"Va lo kenapa aneh hari ini. "


Lanjut Kevin tapi Eva hanya diam saja tetap jalan.


Eva berhenti membalikkan badan menghadap ke arah Kevin memperhatikan Kevin sebentar.


"Aku capek mau pulang. "


Meninggalkan Kevin mencerna ucapannya, apa maksud dia bilang gitu setiap orang bekerja pasti capek dan juga Kevin tanya apa jawabnya juga apa tidak nyambung.


"Lain gue tanya lain di jawab juga. Eh Va tunggu . "


Eva sudah jauh dari kevin,mengejar tidak sempat lagi Eva juga lagi mengindari dia, yang buat dia bingung apa dia buat salah hingga mengabaikan Kevin.


"Ada apa sama lo Va kenapa tiba tiba berubah gitu. Ah sekali suka sama orang ada saja rintangannya sih. "


Kevin masuk mobil lalu mengacak rambutnya.


Kevin tidak seperti Bastian yang punya banyak cara meluluhkan hati cewek , kalau menyangkut cewek pengalaman dia minim sekali.


selama ini dia juga belum ada yang terlalu dekat sama cewek hanya sebatas teman saja tidak lebih.


"Apa gue tanya sama pakarnya saja ya, iya benar tanya sama ahlinya saja. Bastian pasti bisa bantu kalau dia ngak bisa lepas aja tuh predikat play boy pada dia. "


Melajukan mobil menuju rumah Bastian cuma dia yang bisa bantu sekarang.


Selain sehabat dia juga orang yang ngerti masalah cewek, cewek sudah menjadi makanan dia sehari hari.


\=\=


Eva sampai kos hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.


Di luar Efi dan Sisi lagi bersantai berdua sambil bercerita sesekali katawa juga.


"Kok aku datang kalian malah ketawa.Lagi membicarakan aku ya . "


Eva duduk bergabung sama mereka yang asik ketawa.

__ADS_1


"Tau aja lo Va kalau kita ngomongin lo. Tapi ngak ada guna juga yang ada nambah dosa. "


Balas Sisi padahal mereka hanya bercerita seputar keseharian mereka saja tidak lebih.


Kenapa Eva datang malah merasa diri dia yang dibicarakan, makanya jadi orang jangan terlalu perasa.


"Siapa tau kan, kita mana tau isi kepala kamu Si. "


Eva tidak terima di katai seperti itu, tidak ada salahnya ngomongin dia asal yang baik saja, jangan kejelekan orang yang di bicarakan tidak baik.


"Lo tau aja tapi itu tadi bukan sekarang.


Gimana kerjanya lancar. "


Mengalihkan pembicaraan yang tidak penting.


"Lancar, tadi rame juga dan. "


Eva berhenti apa harus cerita sama mereka berdua atau tidak.


"Dan apa ?. "


Sisi menunggu lanjutan cerita Eva kenapa dia seperti berfikir dulu buat bercerita.


"Dan tadi ketemu Kevin sama ceweknya. "


Wajah Eva berubah kesal menyebut nama Kevin.


"Kenapa wajah lo kesal gitu. Lo ngak suka liat dia sama cewek lain atau lo mulai suka sama dia. "


Selidik Sisi dia bisa melihat kalau Eva sudah mulai suka sama Kevin hanya saja tidak terlalu di perlihatkan.


Itulah cewek gengsi dia terlalu gede hanya sekedar mengakui perasaan saja, giliran cowok yang dia taksir jalan sama cewek lain dia marah marah tidak jelas.


"Ngak siapa juga yang suka sama dia, dia sama saja dengan Bastian suka nempel sama cewek sana sini. "


Elak Eva dia tidak mau mengakui sekarang biar begini dulu memastikan dulu apakah suka atau hanya sesaat saja perasaan yang dia punya.


"Beneran nih, nanti kalau dia di sambar orang gimana. "


God Sisi menyenggol Eva menyebabkan Eva salah tingkah mendengar kalau Kevin di ambil orang.


"Ya ya ya berarti bukan jodoh. "


Jawab Eva asal biar tidak ketahuan gugup, sebisa mungkin dia akan menutupi perasaan dia di depan siapa pun.


"Yakin nih. "


Kini mencolek Eva , gemas saja melihat tingkah Eva yang malu malu mengakui kalau sudah mulai suka sama Kevin.


Padahal Sisi terang terangan saja bilang kalau dia suka Bastian hanya saja gebetan dia play boy.


"Udah ah aku mau masuk dulu, mau mandi. "


Eva beranjak dari sana takut akan terus di godain sama Sisi.


Sekarang dia baru tau begini rasanya di godain sama orang, biasanya dia yang selalu godain Sisi jika membahas Bastian.


Roda berputar Va kini giliran kamu yang di goda habis habisan sama Sisi.


Hari yang cukup melelahkan buat Eva sudah pekerjaan banyak di tambah kejadian yang membuat mata sakit dan dada sesak.


\=\=\=\=\=\=\=\=


LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤


Tetap dukung terus ya makasih 😍😘😙😗🤗


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2