TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Masih Suasana Liburan.


__ADS_3

Liburan berakhir hanya untuk ke tiga pria tampan itu yang harus balik kerja lagi yang tidak bisa di tinggalkan lebih lama.


Mereka sampai rumah sebelum magrib menjelang dan di minta mampir dulu,mereka semua masuk rumah kediaman kakek disana mereka lagi siap siap mau shalat berjamaah.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam"


Ucap mereka serentak masuk rumah lalu masuk kamar buat membersihkan diri lalu shalat bersama dan berkumpul lagi di ruang keluarga.


"Gimana liburannya menyenangkan tidak tapi ngak perlu di jawab sudah tau jawabannya."


Tanya Papa Salman yang memperhatikan satu persatu wajah mereka yang terlihat cerah saat pertama masuk rumah.


"Ya senang lah orang kesana bawa pasangan dan ngak ada yang jomblo satu pun."


Tambah mama Marta selama dua hari ini hidupnya kurang berwarna karena David tidak ada buat bahan ledekan dia.


"Kayaknya mama kurang bahagia dua hari ini ya?."


Tebak David pada mamanya yang selalu bahagia jika dia jadi bahan ledekan.


"Maaf semuanya Exel sama Rasya balik dulu,besok juga mau kerja assalamu'alaikum."


Pamit menyalami semua orang di sana lalu keluar di antar Kesyi dan Nana.


"Hati hati baliknya kalau sudah sampai kabari."


Kesyi terasa berat melepas kekasihnya pulang padahal dua hari ini selalu bersama apa masih kurang.


"Iya pasti itu,masuk gih sudah malam ngak baik gadis cantik di luar lama lama nanti ada yang nyulik."


Menyuruh kesyi masuk tapi sebelum itu memberikan kecupan sayang pada dahi kesyi lalu pergi meninggalkan rumah besar itu.


Hal sama juga Rasya lakukan pada Nana pasangan itu selalu romantis jika sudah bersama.


"Ingat jangan lupa kabari."


Pinta Nana sambil memegang tangan Rasya erat sama dengan Kesyi dia juga berat berpisah sama sang pujaan.


"Iya pasti udah jangan sedih gitu pas aku libur kita jalan lagi."


Mencium dahi Nana lama baru melepaskan dan pergi dari sana setelah Nana masuk rumah.


Sedangkan yang lain masih berkumpul sambil menunggu waktu shalat isya baru makan malam.


"Lo berdua ngak pulang ini sudah malam dan lo tetangga depan pulang gih menuhin rumah saja."


Usir David pada kevin dan Bastian dan dengan berat hati mereka pamit juga.


"Kakek semuanya kami pamit dulu karena sudah di usir padahal pengen nginap disini tapi harus bagaimana udah di usir duluan assalamu'alaikum."


Bastian sedikit membuat suaranya seperti orang sedih sambil tersenyum mengejek ke arah David.


"Wa'alaikumsalam hati hati nak,jangan di ambil hati ucapan dia anggap ngak ada orang ngomong."


Mama Marta membela Bastian ke timbang anak sendiri.


Allah hu akbar Allah hu akbar


Terdengar suara adzan mereka semua shalat isya lalu setelah itu makan malam bersama tapi tanpa Sandra karena dia akan menginap di rumah Sisi lagi sebelum besok di antar pulang oleh David.


Selesai makan mereka semua masuk kamar buat istirahat sebab sudah lelah dari perjalanan jauh dan hari sudah malam.


Aku sudah sampai sayang kamu langsung istirahat ya pasti lelah kan jangan lupa berdoa dulu love you ❀️😘


Kevin mengirimi Eva pesan singkat saat baru sampai rumahnya belum membersihkan diri takut Eva menunggu kabar dari dia.


Iya sayang kamu bersih bersih,makan dan istirahat juga love you too❀️😘


Balas Eva setelah itu istirahat,perjalanan yang panjang menguras tenaga yang capek duduk lama di atas motor di tambah mereka santai selama di jalan jadi banyak memakan waktu.


\=

__ADS_1


Pagi sudah menyapa selesai sarapan Efi dan Eva balik kos,Efi harus masuk kerja juga dan dia diantar oleh Renal sedangkan Sandra di antar David sekalian berangkat kerja.


"Honey kapan kamu akan berhenti kerja?."


Renal ingin Efi fokus pada acara persiapan pernikahan mereka saja.


"Akhir bulan ini Re kan tinggal satu minggu."


Efi juga sudah tidak bisa lagi memberi Renal alasan apa kenapa dia tetap ingin bekerja.


Segala alasan sudah di utarakan tapi lelaki tampan itu punya banyak jawaban hingga Efi kehabisan kata kata.


Pantas dia menjadi seorang dosen yang di takuti sama mahasiswanya kalau tidak maka banyak alasan mahasiswa membantah ucapan dia jika tidak mengerjakan tugas yang dia berikan.


"Ok akan aku tunggu tapi jika lewat dari itu jangan salahkan aku yang bertindak."


Mereka berdua terus berbicara lupa jika masih ada satu orang lagi berada di sana sebagai pendengar setia.


Gimana tidak jadi pendengar setia mau turun juga ini berada di jalan raya ingin protest tapi sadar diri kalau dia yang kecil jadi memilih diam.


Mereka sampai kos Efi dan segera siap siap di antar Renal ke tempat kerja dan tinggal Eva sendiri di kos sambil membereskan rumah dan mencuci pakaian kotor.


"Sendiri lagi tadi di kacangin (kacang memang enak tapi kalau di kacangin yang ada sesak) sekarang di tinggal,liburan masih lama lagi mau kerja ngak di bolehin,Sisi belum balik."


Eva bicara tidak jelas sendirian sambil beres beres,jika saja dia masih bekerja setidaknya rasa bosan itu tidak akan menghampiri dia yang ada rasa bosan itu yang bosan mendekati dia yang sibuk.


"Selesai ini pergi ke toko buku buat beli novel sambil mengisi waktu luang."


Eva segera menyiapkan pekerjaan dia lalu mandi dan siap pergi keluar ya walau sendiri mau bagaimana lagi tapi tidak saat dia sudah berada di luar.


"Berada jomblo lagi kalau keluar sendir."


Eva mengunci kos tidak sadar jika omongan dia ada yang dengar.


"Kamu berharap putus dari ku sayang?."


Kevin datang dari tadi tapi memilih menunggu di luar sampai Eva muncul tapi malah mendengar kata yang membuat dia kesal.


Balas Eva menghampiri Kevin yang bersender di pintu mobilnya.


"Kamu yang bilang siapa lagi atau kamu sudah bosan bersama ku atau sudah ada ganti ku."


Ucapan Kevin yang terdengar lucu di telinga Eva,bagaimana bisa Kevin menyimpulkan sendiri ucapan Eva barusan.


"Hey kamu kenapa jadi sensitive gini sekarang? apa lagi ada masalah hhmm?."


Ini bukan seperti Kevin yang biasa,ada apa dengannya apa?apa yang dia fikirka?apa ada yang mengganggunya?.


"Jawab pertanyaan ku bukan ngasih pertanyaan balik."


Nada suara Kevin mulai meninggi kala Eva tidak menjawab pertanyaan dia.


"Kamu kenapa sayang apa aku salah?liat aku kenapa nada bicara mu seperti itu jika ada yang mengganjal hatimu bilang jangan bicara pakai emosi."


Eva masih belum mengerti sama Kevin jelas jelas dia bicara gitu hanya sendiri di rumah tidak ada teman bukan karena ada yang lain.


"Jawab saja jangan banyak tanya."


Bukannya menjawab Eva malah meninggalkan Kevin sendiri lagian dia tidak mau bicara kalau masih ada emosi di antara mereka bukan menyelesaikan masalah yang ada nambah masalah.


"Hey kamu mau kemana aku belum selesai bicara?."


Teriak Kevin menyusul Eva jalan kaki meninggalkan mobilnya disana.


"Aku akan membuktikan ucapan mu barusan."


Jawab Eva saat Kevin sudah berjalan di sampingnya mengikuti langkah Eva.


"Jadi benar sudah ada yang lain?."


Ujar Kevin pada Eva hingga mereka sampai di sebuah taman dekat kampus Eva.


"Kamu pernah mikir ngak sih,gimana aku mau mencari yang lain jika yang baik sudah aku dapatkan,buat apa mencari yang belum tentu baik buat ku,apa kamu lupa jika kita selalu banyak menghabiskan waktu bersama jadi kapan aku ada waktu buat yang lain.

__ADS_1


Waktu buat bersama mu saja kadang aku merasa masih kurang bagaimana bisa aku kasih waktu ku buat yang lain.


Jangan berfikir terlalu jauh dan ingat ucapan adalah doa jadi jangan asal bicara.


Jangan asal ambil keputusan sendiri apa yang kita dengar belum tentu itu kenyataannya.


Aku tau rasanya disakiti bagaimana maka aku tidak akan melakukan itu pada mu,ingat disini (menunjuk dada sendiri) hanya ada kamu seorang."


Jelas Eva panjang lebar agar Kevin mengerti jika hanya dia yang Eva sayangi tidak ada yang lain.


Jangankan mencari yang lain terfikirkan saja tidak pernah,jika ada yang mendekati saja Eva memberi jarak pada orang sebab jika dia merespon orang itu sama saja memberi harapan walau Eva tidak ada maksud begitu.


"Maaf sayang aku hanya takut kehilangan mu."


Balas Kevin sambil memegang tangan Eva,dia sudah tenang mendengar penjelasan Eva barusan.


Kevin melakukan itu merasa jika Eva akan pergi meninggalkan dia.


"Jika ada apa apa kita bicarakan langsung jangan ambil keputusan sendiri ingat hubungan ini kita berdua yang jalani jadi apa pun yang terjadi harus kita selesaikan berdua juga."


Pinta Eva tenang dia bisa mengerti maksud Kevin tadi jika dia di posisi Kevin akan melakukan hal yang sama,tidak salah bukan mempertahankan milik kita walau belum ada ikatan resmi.


"Sayang aku ingin bicara serius."


Kevin memandang Eva serius dengan masih menggenggam tangan Eva.


"Bicara lah jika masih ada yang mengganjal."


Eva akan mendengar jika itu bisa membuat Kevin tenang.


"Aku ingin kita segera bertunangan apa kamu mau tanpa menunggu kamu wisuda dulu."


Ucap Kevin hati hati tidak mungkin Eva langsung akan menyetujui ajakan Kevin.


"Kenapa tiba tiba ngajak tunangan?apa tidak terlalu cepat kita masih kuliah?."


Eva kaget mendengar Kevin mengajak dia tunangan bahkan terkesan buru buru.


"Ini bukan dadakan sayang tapi aku ingin mengusulkan dulu,aku ingin mengikat hubungan kita dan juga sebentar lagi kita akan magang dan wisuda jadi ngak ada yang salahkan."


Jelas Kevin tidak lama lagi mereka akan selesai kuliah jadi tidak ada salahknya jika mereka memperjelas hubungan mereka dari pada sekedar pacaran saja.


"Baik aku akan setuju tapi setelah pernikahan kakak dan bang Renal ya sayang.Tidak mungkin kita bahas ini sama mereka juga sedangkan mereka sekarang lagi sibuk."


Jika sudah ada niat baik agar segera di laksanakan lagian pacaran lama juga tidak baik buat mereka tidak selamanya mereka tidak akan ada gangguan dan tidak tau kapan gangguan itu datang.


"Baiklah jika kamu sudah setuju sayang tapi sebelum itu nanti kamu aku kenalkan pada papa dan mama.Sekarang ayo aku antar tadi kamu mau kemana?."


"Aku mau ke toko buku buat beli novel."


Menuju toko buku tempat di mana mereka pertama kali bertemu saat baru di sana.


"Kamu masih ingat sama toko ini?."


Tanya Eva saat mereka sudah masuk toko lalu menuju rak yang terdapat banyak pilihan novel.


"Aku ngak ingat."


Kevin menggeleng tanda dia tidak ingat apa pun.


"Ini tempat pertama kali kita bertemu dan kamu yang pasang wajah bengong saat aku sangka kamu itu Evan."


Jelas Eva sambil memilih novel yang dia suka.


"Iya sekarang aku ingat dan gara gara kamu aku makin penasaran sama kamu,hingga aku susah tidur karena memikirkan ucapan kamu tiap kali kita bertemu."


Kevin sudah ingat sama gadis yang mengusik fikiran dia sampai beberapa bulan baru dapat jawaban atas kegundahannya.


\=\=\=\=\=


I LOVE YOU ALL πŸ’•πŸ’žπŸ’–πŸ’—πŸ’πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜˜β€


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2