TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Honeymoon.


__ADS_3

Menempuh penerbangan yang cukup lama dan berjam jam, akhirnya mereka sampai tujuan mendarat dengan selamat.


Bergandengan tangan keluar jet dan berjalan keluar menuju mobil yang sudah di siap mengantar mereka ke hotel tempat menginap selama di sana.


"Gimana sayang? kamu suka?"


Mereka sampai hotel yang berjarak hanya sekitar tiga puluh menit dari bandara.


"Iya sayang aku suka, makasih ya.


Padahal honeymoon dekat juga nggak apa kok aku suka,"


Eva membereskan baju mereka ke dalam lemari lalu memutuskan buat membersihkan diri.


Tidak lama Eva keluar kamar mandi hanya menggunakan baju santai.


Sebab mereka tidak langsung jalan jalan tapi mau istirahat dulu buat mengembalikan tenaga buat besok jalan jalan.


Dan juga ini sudah malam jadi memilih di hotel dan makan malam dalam kamar.


"Kamu mandi dulu gih airnya udah aku siapkan,"


Duduk di kursi buat mengeringkan rambut lalu memoles sedikit wajah dengan krem malam.


Kevin menurut masuk ke kamar mandi tanpa membawa baju ganti hanya handuk.


Kevin keluar kamar mandi hanya melilitkan handuk di pinggang dan hanya menutup aset berharga serta menampakkan dada bidangnya.


Eva yang sudah pernah melihat dada bidang Kevin sejak malam pertama mereka tetap saja masih malu malu dengan wajah memerah.


Sedangkan yang di lihat dengan jail berjalan ke arah Eva lalu mengambil tangan Eva dan menarik ke dada nya.


"Sayang apa yang kamu lakukan?"


Kaget Eva merasakan dada kekar yang masih mengalir air dari kepala Kevin.


"Apa? aku hanya mengabulkan apa yang kamu fikirkan,"


Tanpa bersalah menjawab pertanyaan Eva.


Padahal Eva bukan menghayal bisa memegang dada Kevin tapi masih suka malu melihat semua itu walau suami sendiri.


"Kamu tu yang berfikir jauh, aku nggak ya.


Udah sana pakai baju,"


Mengambil baju Kevin yang terletak di samping.


Tadi saat Kevin mandi Eva mengambil baju ganti Kevin.


"Kita nggak butuh baju sekarang sayang,"


Melempar baju itu ke sofa dekat ranjang.

__ADS_1


Dengan mengenaskan baju itu teronggok di sana tanpa belas kasihan.


Wajah Eva makin merah mendengar ucapan Kevin.


Tidak membutuhkan baju lalu baju yang di bawa buat apa? begitu fikiran polos Eva mencerna padahal Eva sudah bukan gadis polos lagi dan juga bukan seorang gadis lagi sebab sudah di tiduri oleh Kevin.


"Nanti kamu masuk angin,"


Mengambil baju itu lagi lalu mengasih pada Kevin.


"Kan ada kamu yang angetin,"


Menarik Eva hingga mendekat dan wajah Eva menempel pada bahu Kevin.


Detak jantung Eva tidak bisa di ajak diam, hubungan yang lama mereka jalani tidak menjamin Eva bisa mengontrol detak jantung jika bersama Kevin apa lagi sedekat ini dan Kevin tidak menggunakan baju.


"Makanan kali ah di angetin,"


Melepas rangkulan itu saat Eva merasakan ada sesuatu yang mulai bangun dan Eva tersadar kalau mereka ke sana mau honeymoon dan tidak mungkin tidak melakukan apa apa disana.


"Makan dulu ya, aku lapar nanti kalau pingsan gimana?"


Membelai wajah tampan yang sudah beberapa tahun ini selalu bersama Eva hingga hubungan mereka halal.


Lelaki yang dia temui dengan pertemuan tanpa di sengaja mereka di toko buku hingga Eva bekerja di caffe Kevin dan hingga mereka resmi menjadi pasangan suami istri.


Kevin tersenyum mendengar jawaban Eva dan segera memakai baju lalu memesan makanan.


"Vin!"


Panggil Eva saat mereka lagi duduk bersantai sambil menunggu makanan pesanan mereka datang.


"Vin,"


Beo Kevin merasa panggilan Eva terasa beda di indra pendengaran Kevin.


"Iya nama kamu kan Kevin,"


Balas Eva lagi, entah apa tujuan nya memanggil suami nya itu hanya nama saja.


"Kamu tau aku nggak suka kamu manggil aku nama aja,"


Memeluk Eva dengan erat.


"Sesak Vin lepas,"


Berontak Eva dalam dekapan Kevin.


"Panggil Vin lagi,"


Pinta Kevin.


"Vin,"

__ADS_1


Dengan begok atau polos Eva mengulangi.


"Oh oke selamat bergadang nanti malam.


Jangan harap bakal kau bebasin,"


Mampus hanya satu kata itu yang bisa Eva lontarkan dan merutuki mulutnya yang kelepasan hanya memanggil nama Kevin saja.


Sejak pertama hubungan mereka selalu memanggil Kevin sayang kalau pakai nama pasti ada kata sayang juga.


Bakal encok besok pagi.


Pasrah Eva yang menyesali kelepasan bicara.


Jika di ingat hanya satu kata tapi begitu besar dampaknya.


"Jangan gitu,"


Melas Eva berusaha membujuk suami nya.


"Ini bukan pasar jadi jangan di tawar,"


Lalu mendekat ke wajah Eva dan fokus Kevin tertuju pada bibir yang seolah memanggil dia buat mencium serta ******* di sana.


Eva hanya bisa menerima perlakuan suami nya dan berusaha mengimbangi ciuman itu.


Cukup lama berciuman akhirnya berakhir juga dengan di barengi suara ketukan dari luar.


"Siapkan tenaga buat nanti,"


Berjalan ke arah pintu meninggalkan Eva dengan pakaian berantakan ulah Kevin.


"Kok kayak mau dapat hukuman gitu ya,"


Bergidik sendiri mendengar kata persiapkan tenaga.


Berjalan ke cermin buat merapikan penampilan, meski di dalam kamar itu hanya mereka berdua tapi tetap harus menjaga penampilan agar rapi.


Ya siapa lagi yang ada di sana selain mereka berdua.


Ya kali ada orang ketiga yang ikut kecuali dia yang selalu ada setiap dimana Eva tapi tidak tau sekarang siapa tau dia tidak tau dimana Eva sekarang.


\=\=\=\=\=


Bersambung.


***Aku serius mau nanya mau yang horror lagi atau kisah mereka aja and the geng???


Atau di skip kisah anak anak mereka tapi masih horror juga.


Di jawab ya, jangan jadi pembaca gaib yang hanya baca tanpa meninggalkan jejak minimal like ya😉😉


Ok terima kasih***..

__ADS_1


__ADS_2