TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Menyadari Kesalahan.


__ADS_3

Setelah semua sahabat Bastian pulang tinggal dia berdua saja dengan Kevin yang menemani malam ini dan juga besok sore sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.


Selesai makan malam belum ada satu pun di antara mereka yang akan tidur,mereka masih setia terjaga mungkin belum mengantuk atau tidak biasa tidur cepat.


"Lo kenapa bisa sampai tabrakan gini Tian?."


Kevin masih penasaran kenapa sahabat sejak oroknya bisa mengalami hal seperti ini padahal pagi masih baik baik saja.


"Tadi terjadi salah paham sama Sisi,pas kami lagi berada di sebuah tempat wisata tiba tiba ada cewek ngaku cewek gue,marah marah sampai ngehina Sisi apa lagi liat Sisi memakai pakaian serba tertutup dia bilang itu bukan selera gue cewek seperti Sisi.


Sisi yang mendengar pasti marahlah mana mau dia di hina gitu ya dia pergi ninggalin gue terus gue kejar pas dia mau nyebrang ada mobil lewat gue ngak mikir panjang langsung dorong dia kata tepi dan alhamdulillah gue yang tidur disini."


Jelas Bastian panjang mana mungkin orang yang dia sayang akan terluka apa lagi di depan mata dia sendiri,sebagai cowok pasti selalu berusaha melindungi walau dengan nyawa sendiri.


"Oh gue kira lo mau uji kekuatan siapa tau badan lo udah kuat."


Ledek Kevin pada sahabatnya itu,ya kali Vin uji kekuatan menabrakkan diri bukannya enak malah meninggal kalau parahnya.


"Ah lo mah sama dengan yang lain,bahagia liat gue menderita."


Bastian tidak marah sama ucapan Kevin mereka sudah tau sifat satu sama lain jika tidak akan tersinggung atau marah.


"Kena karma juga kan lo di tinggal cewek itu yang mereka rasa dulu saat lo ninggalin mereka semua."


Mengingatkan Bastian pada sifat dia yang dulu yang mempermainkan perasaan cewek siapa tau di antara mereka ada yang menyayangi dengan tulus namun Bastian hanya jadikan sebagai mainan.


"Iya sekarang gue baru tau rasanya di sakiti padahal mungkin ini bagian kecil saja bagaimana dengan mereka yang gue tinggal tanpa alasan."


Sesal Bastian mengingat dulu bagaimana dia memperlakukan semua cewek sama tidak menggunakan perasaan beda dengan Sisi sekarang.


"Mulai sekarang jangan ulangi lagi jika terjadi lagi mungkin lo akan merasakan lebih dari ini,mending sekarang lo ngak parah siapa tau nanti lo koma atau ngak bangun lagi."


Stop Vin ucapan kamu sama dengan mereka yang sudah pulang tadi bicara cuma manis di awal saja ujung ujungnya nyakitin.


"Lo nasehati gue atau mau nyumpahin gue sih Vin,perasaan punya sahabat satu kok mulutnya gini amat sekarang.


Kayaknya lo ngak bisa lama bergaul sama David ikut tercemar otak lo yang bersih itu."


Bastian heran kenapa semua orang suka sekali nyumpahin dia apa lagi calon kakak iparnya itu.


"Bukan nyumpahin tapi menyadarkan lo bahwa yang lo lakukan selama ini salah.


Oh ya gue mau ngasih tau lo gue berencana sama Eva akan bertunangan ya walau masih agak lama sih."


Kevin akan selalu berbagi cerita sama Bastian tentang apa saja yang dia rasa masih pantas buat di ceritakan bersama.


"Kok mendadak gini lo udah ngebet pengen nikah gitu,ingat kuliah yang bener dulu udah mikirin anak gadis orang aja."


Bastian kaget sama ucapan kevin kuliah saja mereka tinggal satu tahun setengah lagi udah mikirin yang lain juga ya walau tidak ada salahnya juga.


"Gue mau hubungan yang jelas bukan sekedar pacaran aja dan kenapa lo yang sewot sih Eva aja setuju.


Kalau lo mau bisa ajak Sisi juga kayak jomblo aja dengar orang tunangan malah panas tu kuping."


Kevin memakan buah yang ada disana kalau bukan dia yang makan siapa lagi.

__ADS_1


Kalau lagi ada orang sakit pasti yang jenguk bawa buah tangan dan yang makan orang yang sehat seperti kevin.


"Belum kefikiran gue kesana."


Balas Bastian singkat sambil menghembuskan nafas pelan.


"Iyalah belum kefikiran sama lo yang ada dalam fikiran lo kan nyari yang lain buat lo permainkan lagi."


"Bacot lo tau ngak mana ada gitu kalau Sisi dengar ntar di mikir benar lagi.Udah lah gue mau tidur."


Membelakangi kevin yang masih asik makan buah seolah yang dia ucapkan barusan hanya sekedar angin lalu.


\=\=


Di sebuah rumah besar wanita paruh baya itu emosi mendengar kabar Efi akan menikah dan keluarganya tidak ada satu pun yang memberi tau dia apa sudah tidak di anggap keluarga lagi atau sudah di lupakan begitu saja.


Dia bukan anak kecil yang bisa di bohongi dengan berita besar begini,walau dia kurang suka sama anak Sena tetap saja dia masih anggota keluarga itu tapi mereka menganggap dia tidak ada.


"Bagaimana bisa papa atau yang lain ngak mengabari ku sedikitpun tentang berita ini.


Besok aku harus ke rumah papa walau bagaimana pun aku masih anak mereka dan berhak tau tentang ini."


Sarah emosi tidak di anggap keluarga saat seperti ini.


"Mama tenang dulu mereka punya alasan ngak memberi tau kita bisa saja lupa atau belum ada waktu."


Suami Sarah sedikit sudah mulai berubah sejak mengikuti kemauan gila Sarah menghancurkan rumah peninggalan Sena tanpa belas kasihan.


Berharap mereka akan ikut bersama malahan mm di temukan oleh Marta dan mertuanya.


"Papa bagaimana sih bukannya belain mama malah bela mereka,papa di kasih apa sama mereka sampai bela mereka gini?."


"Ingat ma apa mama lupa apa yang sudah mama lakukan pada anak Sena mungkin saja mereka sudah tau makanya ngak mau mengabari mama."


Mengingatkan sang istri bahwa apa yang dia lakukan selama ini salah.


Sebagai suami dia bertanggung jawab membawa istrinya ke jalan yang benar lagi bukan ikut menjerumuskan lebih dalam lagi.


"Mama masih benci sama Sena pa dulu dia bisa mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah dan sekarang anak dia juga mengalami hal yang sama mama ngak rela."


Marah Sarah dari dulu dia selalu iri sama apa yang Sena gapai bahkan dengan mudah Sena miliki maka itu yang membuat dia benci sama adiknya itu.


"Ingat ma dalam diri mama mengalir darah yang sama dengan Sena coba mama fikir apa Sena dulu pernah iri sama mama dengan papa selalu menuruti keinginan mama yang ngak mau berusaha keras seperti Sena."


Memperingati Sarah supaya tidak terlalu jauh membenci adiknya itu bahkan ikutan sama anak yang tidak tau apa apa sama kisah mereka.


"Ingat ma kita semua keluarga Jangan ada dendam diantara kita yang akan memperburuk keadaan.


Berdamai sama masa lalu ma perbaiki diri jadi lebih baik lagi apa mama ngak rindu berkumpul sama keluarga mama lagi dan apa mama lupa jika mereka ngak pernah membenci mama walau sifat mama begini dari dulu berarti mereka juga menyayangi mama.


Setidaknya dengan adanya anak Sena disini mama bisa menebus kesalahan mama dulu sama Sena lewat anaknya.


Apa mama ngak rindu sama Sena apa mama ngak merasa bersalah telah membuat Sena pergi meninggalkan kita semua bahkan di akhir hayatnya kita ngak bisa melihat dia.


Sadar ma minta maaf sama mereka hanya keluarga yang ngak akan memiliki dendam sama kita bahkan kalau orang lain kita perlakukan seperti itu mungkin sudah membalas kita ma.

__ADS_1


Apa mama mau hidup dalam kesalahan terus bahkan minta maaf langsung sama orang itu ngak bisa karna dia sudah ngak ada hanya lewat anaknya mama bisa perbaiki semuanya.


Apa perlu Tuhan langsung menegur mama dengan cara dia sendiri mungkin dengan cara menyakitkan baru mama sadar ingat ma umur kita ngak ada yang tau jadi papa harap mama segera memperbaiki diri sebelum terlambat."


Melangkah masuk meninggalkan Sarah duduk terdiam di kursi ruang keluarga seorang diri.


Hanya itu yang bisa dia lakukan sebagai suami supaya Sarah sadar akan kesalahan dia selama ini.


Sebagai suami dia juga merasa bersalah telah menuruti keinginan Sarah selama ini membuat Sarah di liputi rasa iri benci pada orang lain.


Mungkin Tuhan mau menyadarkan Sarah masih lewat suaminya jika itu tidak berhasil maka dengan cara kasar biar Sarah sadar.


"Entah apa yang yang merasuki ku selama ini hingga mempunyai sifat seperti ini bahkan sama saudara sendiri aku tega apa ini karma ku hingga keluarga ku sendiri menjauhi ku selama ini walau mereka ngak membenci ku tapi dengan mereka memberi jarak membuat ku merasa kalau mereka membenci.


Sena maafkan kakak yang sudah membenci mu selama ini bahkan kamu adik ku yang paling baik di antara yang lain kamu juga penurut ngak pernah iri sama yang lain tapi aku selalu mencari cara menyingkirkan mu."


Sarah masih terdiam memikirkan sifat dia selama ini bahkan sama anak yang tidak tau apa apa juga menjadi pelampiasan dia.


Rasa bersalah itu sedikit mulai menggerogoti hatinya.


Bagaimana bisa dia seorang kakak tidak bisa jadi panutan buat adiknya,yang ada dia hanya bisa membuat masalah dan sekarang dia bisa merasakan bahwa dia butuh keluarga, dianggap keluarga juga bukan seperti sekarang jangankan di saling mengabari di anggap saja tidak.


"Besok aku harus menemui anak Sena mungkin dia masih tinggal di tempat dulu aku harus datang pagi biar mereka ada di rumah."


Keputusan Sarah sudah bulat selain merasa bersalah dia juga rindu adiknya itu setidaknya dengan adanya anak Sena bisa sedikit mengobati rasa rindu pada adiknya.


Sarah masuk kamar manemui suaminya yang sudah menyadarkan dia tadi beruntung dia punya suami yang baik dan bisa membawa dia ke jalan yang benar lagi.


"Pa."


Panggil Sarah mendekati suaminya yang tidak menjawab panggilan dia.


"Pa mama minta maaf."


Menggenggam tangan suaminya dengan erat takut jika di lepaskan secara paksa.


"Kenapa minta maaf sama papa?mama ngak ada salah sama papa tapi sama mereka."


Senang mendengar nada lembut suara istrinya menandakan ada perubahan.


"Iya mama tau tapi besok temani mama menemui anak Sena ya pa,mama mau minta maaf dan juga mama akan membangun rumah peninggalan Sena lagi pa jadi jika kita ada waktu libur kita bersama kesana dengan yang lain untuk mengunjungi Sena pasti dia senang jika kita semua menemui dia."


Pinta Sarah pada suaminya dia ingin memperbaiki diri lagi,ingin berkumpul sama keluarga lainnya sudah cukup perbuatan dia selama ini.


"Iya akan papa temani sekarang kita tidur ya sudah malam juga."


Menuntun Sarah keranjang merasa bersyukur bahwa istrinya sudah sadar apa yang dia lakukan selama ini salah.


Jika menyadarkan orang lain dari kesalahan ada beberapa cara yang bisa kita lakukan seperti menegur langsung kalau apa yang dia lakukan salah,memberi peringatan dan mendoakan supaya dia sadar dan kembali pada jalan yang benar.


Kadang manusia secara tidak sadar sudah melakukan kesalahan dan terus melakukan bahwa yang dia lakukan sudah benar tapi berdampak buruk bagi orang lain.


\=\=\=\=\=


Tinggalkan like,rate,komen and vote Makasih ✅

__ADS_1


I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗


Tbc.


__ADS_2