TEMAN BEDA ALAM

TEMAN BEDA ALAM
Tenang Sejenak


__ADS_3

Jam empat lewat dua bersaudara itu bangun dari tidurnya,Eva membereskan tempat tidur dan Efi memasak buat mereka berdua setelah semuanya selesai mereka pergi mandi serta bersiap melanjutkan aktivitas masing-masing eva yang berangkat sekolah sedangkan Efi ke pasar menjual barang yang sudah di siapkan kemarin.


Pagi menyambut dengan indah pastikan kita dengan senang menjalani hari penuh suka cita, kejadian kemarin jadikan pelajaran lalu berhati-hati untuk hari mendatang. Kita ngak tau apa yang akan terjadi kedepannya apa baik atau buruk cukup mempersiapkan diri.


Baik buruk kita bisa atasi jika tidak tergesa gesa dan mengambil keputusan yang akan membuat kita menyesal nanti jika salah langkah. Berfikir dengan jernih ambil positif dari kejadian itu.


Pukul tujuh lewat Eva sampai sekolah tadi dia berpisah sama Efi di pasar saat melintasi jalan ke Sekolah. Si depan gerbang sudah berdiri Revan dan Sandra yang lagi menunggunya.


"Va Va kenapa lama banget sih datangnya ? "


Gerutu Sandra kenapa sahabatnya itu jarang sekali datang cepat jika bukan ujian Sekolah.


"Ngak apa San, kan belum telat juga kenapa sewot sih pagi pagi"


Balas Eva santai berjalan menuju kelas meninggalkan kedua temannya pada mereka dari tadi sudah menunggu.


"Va tungguin malah kita di tinggal lagi"


Mengejar Eva yang duluan jalan, kenapa punya teman begini amat ya sudah di tungguin malah di tinggal lagi.


Sepanjang jalan menuju kelas mereka cuma diam larut dalam fikiran masing-masing. Sampai Kelas duduk di kursi tempat biasa dengan Revan di belakang mereka.


Kenapa kejadian itu muncul lagi setelah sekian lama padahal aku sudah senang menjalani hari tenang ku selama ini. Bagaimana caranya menghilangkan semua itu dari hidup ku, rasanya ngak sanggup harus di hantui rasa takut sepanjang hari.


Eva melamunkan kejadian kemarian entah kenapa dia jadi kepikiran seakan enggan pergi dari fikirannya. Kapan hari tenang itu akan datang lagi menjalani hari sama seperti orang lain, menikmati hidup tenang dan berjalan sesuai alurnya saja.


"Va kamu melamun ? "


Tanya Sandra melihat Eva duduk menyangga dagu dengan tangannya.

__ADS_1


"Hhmm ngak San,aku lagi capek aja kamu kan tau aku harus jalan jauh biar bisa sampai sini?"


Kilah Eva mencari alasan biar ngak curiga rasanya dia masih enggan cerita sama siapa saja tentang kejadian yang di alaminya.


"Ya udah kalau capek aku mau ke kantin dulu "


Pamit Sandra berlalu pergi dari dalam kelas menuju Sekolah mungkin mau sarapan atau ada keperluan lain.


"Kenapa sosok itu muncul lagi, aku jadi makin takut jika begini pada siapa aku harus cerita kejadian ini, mereka pasti ngak akan percaya jika ngak lihat langsung"


Eva bicara sendiri tapi dia lupa jika Revan masih duduk di belakangnya yang bisa mendengar ucapannya barusan.


"Tuhan aku ngak sanggup harus memikul ini sendiri pada siapa aku harus berbagi"


Melanjutkan gumamnya tidak peduli dengan sekitar kelas sudah mulai rame dengan kedatangan teman sekelasnya.


Ternyata mereka masih suka menganggu mu Va, aku akan menjaga mu lagi mulai sekarang kamu tenang saja tapi aku belum mau menunjukkan diriku pada mu sekarang.


"Va kamu ngomong apa kok sendirian aja ? "


Tegur Revan dia mau mulai lagi mendekatkan diri supaya Eva terbuka pada dia seperti dulu saat mereka bersama.


Mungkin akan sedikit lebih sulit dari dulu karna dia agak kurang menerima kehadirannya walau satu kelas sudah terlihat jelas dengan sifatnya yang acuh saat pertama bertemu beda dengan Sandra menerima dengan senang.


"Oh aku ngak ngomong apa apa Revan, kamu salah dengar kali"


Eva berkilah ngak mungkin cerita pada orang baru dalam hidupnya dan takut akan menjadi bahan lelucon.


"Kalau kamu ada masalah bisa cerita sama aku, itu pun kalau kamu percaya"

__ADS_1


Perlahan saja jangan tergesa-gesa mendekatkan diri sebab dia bukan orang yang mudah buat didekati oleh siapa saja.


"Ngak ada Revan aku hanya kelelahan saja memikirkan untuk hidup besok karna aku cuma berdua di dunia ini"


Cuma itu alasan yang bisa Eva berikan saat ini.


Tidak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi semua murid masuk kelas duduk dengan tenang menunggu guru masuk dan mulai pelajaran.


Beberapa jam telah berlalu bel istirahat berbunyi semua bubar ada menuju kantin, perpustakaan,,berkumpul saja dalam kelas dan ada juga keluar Sekolah mencari menu maka siang yang berbeda. Eva tetap dengan rutinitasnya setiap istirahat pergi ke taman Sekolah memakan bekalnya disana sambil menunggu Sandra balik dari kantin.


"Seperti cuaca mendukung saat ini ngak terlalu panas juga jadi enak banget suasananya"


Eva membuka kotak bekal lalu menyendok makanan ke dalam mulutnya perlahan tapi pasti semua makanan itu sudah berpindah ke dalam perut Eva.


Selesai makan Eva minum lalu bersender di kursi taman itu sambil menunggu Sandra entah kenapa belum balik juga biasanya akan datang saat Eva belum selesai makan tapi sekarang belum menampakkan batang hidungnya.


"Sandra kemana sih kok belum balik juga dari kanti, apa nyasar ya tu anak"


Melihat belum ada tanda Sandra muncul dari arah kantin.


"Eh tunggu siapa itu kenapa dia berdiri disana lagi ngapain coba bawah pohon itu kan pohon ngak ada yang berani mendekat selama aku Sekolah disini"


"Udah biar aja ngak usah dekatin yang ada nanti jadi bomerang sendiri buat aku"


Eva memutuskan ngak akan mendekat apa yang akan terjadi cukup kejadian kemarin sudah membuatnya troma sampai sekarang. Melihat dari jauh saja biarlah orang itu akan berbuat apa pun dekat pohon itu dia ngak akan ikut campur.


"Kamu lagi memperhatikan apa sampai aku datang ngak sadar"


Sebuah suara menyadarkan Eva dari fokusnya dan sadar lagi bahwa dia hampir saja terlena dengan orang itu. Jika tidak ada suara itu mungkin dia akan terjebak dan akan di bawa pergi.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2