
"Melamunkan apa sih "
Orang yang membuyarkan lamunan Eva tadi yaitu Revan dia tau Eva fokus kemana cuma ngak mau bilang cukup menjaga dengan caranya sendiri.
Revan dari tadi selalu memperhatikan Eva dari jauh dan juga melihat sosok yang sedang berdiri dekat pohon itu, dia juga tau maksud sosok itu menampakkan diri padahal masih siang hari.
"Revan kamu datang mengagetkan aku aja "
Memegang dadanya karna kaget dia sedang fokus malah di kagetkan apa ngak bisa bicara pelan.
Padahal bukan salah Revan juga cuma Eva aja yang sibuk dengan lamunannya ngak fokus sama sekitar, seharusnya dia beruntung Revan datang kalau tidak pasti sosok itu bisa merasuki Eva jika terlalu fokus pada sosok yang berdiri agak jauh itu.
"Lagi melihat apa sih sampai aku datang kamu ngak sadar ? "
Pura pura melihat sekitar dan te ternyata sosok itu sudah menghilang saat Revan datang walau bagaimana pun mereka pasti merasa kalau berasal dari dunia yang sama dan juga akan merasa jika itu akan membahayakan.
"Ngak melihat apa apa kok, cuma nunggu Sandra tumben dia lama datang "
Sejak kejadian aneh menimpa dirinya Eva sudah pintar mencari alasan jika di tanya dan berusaha tenang.
Hening diantara mereka mungkin karna mereka baru kenal dan Eva juga ngak mau terlalu dekat sama teman lelaki di Sekolah entah apa penyebabnya sampai sekarang belum ada yang tau alasannya. Sandra yang sudah berteman lama saja bingung sendiri dengan sahabatnya itu, ada suatu hal yang belum bisa Eva ungkapan kan.
"Masuk yuk Va udah bel, tadi aku dengar ada guru baru yang akan mengajar kita nanti"
Guru baru menggantikan guru matematika di kelas mereka sebab guru yang lama melanjutkan kuliahnya untuk mendapatkan gelar lagi, dan guru baru ini ngak tau apa sifatnya nanti akan menyenangkan atau galak seperti guru Fisika.
Kelas yang tadinya ramai mendadak sepi sebab masuk orang yang tinggi, langsung, cantik sorot mata tajam siap membidik dengan tatapannya saja dan jangan lupa tampang seramnya.
"Selamat siang anak anak perkenalkan nama Ibu Sarah, sekarang Ibu guru pengganti kalian semoga suka"
Setelah perkenalan singkat itu pelajaran dimulai semua murid memperhatikan dengan seksama tanpa ada satupun bermain sambil belajar sebab dari tampang saja sudah kelihatan garangnya makanya tidak ada satupun yang berani melawan.
"Baiklah sekarang kerjakan tugas halaman 50 dan kumpulkan hari ini"
__ADS_1
Memberi tugas sambil berkeliling kelas melihat murid mengerjakan tugas mereka saat sampai di tempat duduk Eva guru itu fokus sekali dia lupa disana ada Revan yang memperhatikan dia juga dari sejak masuk Revan sudah curiga dengan gerak geriknya yang sesekali mencuri pandang pada Eva.
Sepertinya guru ini agak mencurigakan dari gerakannya kenapa cuma Eva saja yang di perhatiannya dari tadi padahal banyak murid lain.
Merasa di perhatikan Revan guru itu mengalihkan perhatiannya pada murid lain yang kebetulan lagi bertanya, selamat tentu saja guru itu selamat dari perhatian Revan lalu menuju temannya yang bertanya dan menjelaskan.
Murid laki laki itu kenapa memperhatikan ku kayak melihat seorang tersangka saja, apa dia curiga aku ini siapa, aku harus hati hati sama dia mulai sekarang.
Berperang sama fikirannya berusaha menghindar dengan pura pura bertanya pada siswanya apa masih ada yang belum di pahami, masuk dalam kehidupan gadis itu tidak semudah yang dia bayangkan, berfikir gadis incarannya itu sudah tidak ada lagi pelindung setelah Evan pergi tapi masih ada yang lain lagi.
Memikirkan cara terbaik agar gadis incarannya itu bisa dekat dengannya , berusaha juga mengalihkan perhatian Revan biar ngak fokus sama Eva terus akan bahaya dan menghambat rencananya.
Pintar juga dia menghindar dari ku tapi jangan harap aku akan terkecoh dengan cara mu itu.
Tet,,, tet,,, tet,,
Bek berbunyi menandakan pelajaran berakhir, tugas dikumpulkan di atas meja guru dengan rapi , giliran Eva yang mendekat guru itu berkata.
"Hey kamu siapa nama mu ? "
"Saya Eva bu "
Jawab Eva sopan.
"Tolong antarkan buku ini keruang Ibu ya "
Pinta guru itu sopan lalu berlalu pergi duluan meninggalkan kelas sedangkan Eva masing mencerna ucapan guru itu kenapa malah dia yang disuruh padahal ada ketua kelas.
Dengan berat hati Eva merapikan buku buku itu lalu mengangkat perlahan sungguh ini pertama kali dia di suruh melakukan itu selama di kelas biasanya tugas ketua kelas melakukan itu semua.
Sepasang mata itu terus memperhatikan kejadian di depan matanya, ada kejanggalan yang di lihatnya mengemban bukan tugas semestinya andai dia dekat tadi pasti akan mencegah hal itu terjadi.Seperti guru itu mulai melakukan pendekatan dengan cara halus tanpa menimbulkan kecurigaan tapi buka untuk orang satu ini.
Eva melangkah menyusuri lorong Sekolah itu dengan buku masih dalam pangkuannya sampai pada pintu bertuliskan nama guru itu lalu mengetuk nya tok,,, tok,,, tok. Mendengar sautan dari dalam Eva memutar knop pintu cklek pintu terbuka tampak orang sedang duduk membelakangi pintu dengan kursi putar itu.
__ADS_1
"Maaf Bu ini buku tugas tadi "
Ucap Eva sambil meletakkan buku yang dibawanya tadi di atas meja.
"Kalau gitu saya permisi dulu"
Orang itu hanya diam saja tapi Eva tetap melangkah keluar ruangan itu tanpa menaruh curiga sedikitpun.
Sampai pintu Eva mencoba membuka tapi tidak bisa seingatnya tadi pintu itu tidak terkunci tapi kenapa sekarang ngak bisa di buka apa ada yang salah dengan pintu itu. Terus memutar knop pintu tapi hasilnya masih sama Eva bingung bagaimana bisa keluar dari dalam ruangan itu.
"Maaf Bu kenapa pintunya ngak bisa dibuka ya? "
Tanya Eva ngak mungkin lebih lama dalam ruangan itu, namun orang itu masih diam sejak awal Eva masuk.
"Bu, kenapa pintunya seperti terkunci ? "
Lanjut Eva mendekat ke arah kursi yang membelakngi membelakangi itu.
Diam tiada jawaban dari pemilik ruangan, apa dia bisu tapi tadi bisa menjelaskan pelajaran dalam kelas tadi kenapa sekarang mendadak diam.
"Kamu ngak akan bisa keluar dari ruangan ini, sudah lama saya mencari kesempatan untuk bisa mendekati mu tapi selalu saja gagal dan sekarang kesempatan itu datang menghampiri ku maka bersiaplah menerima takdirmu yang sebentar lagi tiba"
Suara berat terdengar di telinga Eva, suara itu berbeda dengan suara yang ada dalam kelas tadi, dan juga ngak mungkin dia salah masuk ruangan sudah jelas setiap ruangan guru di kasih nama biar gampang mancari saat di perlukan.
"Ka kamu si siapa, ma mana bu sarah ini kan ruangannya ? "
Walau takut Eva tetap bertanya mana mungkin itu guru baru tadi dari suara saja sudah berbeda.
"Kamu ngak ingat saya, apa perlu saya ingatkan lagi"
Mencerna ucapan orang itu dengan teliti, perkataan yang selalu di ucapkan saat bertemu Eva dulu sampai terjebak di sebuah rumah tua di tengah hutan.
"Saya adalah,,,,,,
__ADS_1
Tbc.