
Cuma selang beberapa hari saja pasangan paruh baya itu datang lagi ke kosan Efi dan Eva.
Mereka datang kali ini pagi hari bahkan Eva saja belum berangkat kuliah .
Heran dengan mereka datang lebih cepat dari yang Efi fikirkan sebelumnya.
Jika boleh bilang lebih baik mereka tidak datang saja lagian kedatangan mereka tidak akan merubah segalanya.
Tok,,
Tok,,,
Tok,,,,
Pintu di buka dari dalam Kempersilahkan mereka masuk lalu menyuguhkan teh hangat sebagai menghormati tamu dan orang yang lebih tua dari dia.
"Ada apa ya pagi pagi ini om dan tante datang ?. "
Efi pura pura tidak tau saja apa lagi bertamu pagi gini membuat mood dia jelek.
Kalau pagi orang sibuk dengan aktifitas rumah tidak baik juga mendatangi rumah orang.
Iya kalau orang itu baik kalau tidak yang ada di usir, pagi itu waktu berkumpul sama keluarga sebelum memulai kegiatan masing masing apa lagi kalau orang itu pulang kerja malam maka pagi waktu yang pas buat kumpul keluarga.
"Kami datang kesini ingin menanyakan apa keputusan kalian apa ikut kami atau tidak ?."
Langsung bicara menyampaikan maksud datang kesana.
Ada apa dengan mereka kenapa begitu cepat meminta keputusan Efi dan adiknya.
"Apa ini tidak terlalu cepat om tante ?. "
Sanggah Efi merasa kalau orang di depannya itu seperti ingin cepat membawa mereka hingga hanya memberi waktu buat mereka berfikir.
"Tidak ini tidak terlalu cepat. Sekarang atau nanti kan sama saja . Jadi bagaimana keputusan kalian ?. "
Mendesak Efi untuk menjawab di lihat dari cara mereka maka keputusan Efi sudah tepat.
"Maaf sebelumnya tapi kami sudah putuskan untuk tetap disini. "
Jawab Efi pasti dia juga tidak nyaman sama mereka toh tanpa mereka mereka bisa hidup dengan baik.
"Kenapa ? apa alasannya ? kami sudah jelaskan kalau kami . "
Suaranya agak tinggi mendengar jawaban Efi hingga Efi menyela perkataan itu.
"Maaf sekalilagi, ini keputusan kami dan kami tidak bisa . "
Tegas Efi dia merasa ada unsur paksaan disini maka penolakan adalah hal yang tepat saat ini.
"Coba fikirkan lagi . "
Pintanya dengan suara memohon, apa yang mau di fikirkan lagi datang tiba tiba entah dari mana asalnya saja sudah menjadi tanda tanya yang besar buat mereka walau alasan itu bisa saja di cerna.
__ADS_1
"Tapi maaf tetap tidak bisa, maaf aku harus berangkat kerja. "
Usir halus Efi pada mereka tidak mau berlama lama lagi ada disana.
Semua sudah jelas mereka tidak mau ikut bersama jadi tidak ada yang perlu di bicarakan lagi.
"Baik kami permisi dulu, jangan salahkan kami jika suatu hal terjadi pada kalian. "
Pamit dengan perasaan kesal bagaimana bisa mereka tidak mau ikut bersama apa masih kurang yang mereka imingkan waktu datang pertama kali.
Itu apa lagi ancama, mereka mengancam akan melakukan sesuatu, rencanakan saja jika tuhan tidak mengizinkan maka semua tidak akan terjadi.
"Sudah lah buat apa memikirkan mereka cuma orang asing yang datang sambil ngarang cerita, lebih baik siap siap berangkat kerja, yuk dek . "
Selepas kepergian tamu tak di undang itu, mereka siap untuk kerja dadan kuliah.
Eva melangkah menuju kampus di dampingi Sisi seperti biasa.
Pagi ini Kevin tidak datang menunggu Eva mungkin dia lagi ada kelas pagi mungkin makanya tidak datang, itu bagus untuk Eva jadi merasa nyaman tidak ada yang ganggu.
\=\=
Eva hanya ada satu mata kuliah hari ini selesai kelas Eva dan Sisi duduk di taman kampus sambil memangku laptop masing jika ada waktu luang seperti sekarang mereka lebih memilih mengerjakan tugas kampus dari pada di rumah nanti.
"Hay !. "
Sapaan pada mereka dari seseorang lalu duduk bergabung tanpa disuruh.
"Ya, ngapain kesini. "
Eva malas jika sedang belajar ada yang ganggu, dia tidak akan fokus maka jalan satu satunya di tunda dulu dari pada salah jawab.
"Nemuin lo lah, lanjut aja buat tugasnya gue ngak ganggu kok. "
Saran dia masa dengan kedatangannya mengganggu belajar Eva.
"Ngak apa nanti bisa di lanjut. "
Menghargai orang yang datang kalau berdua sama Sisi tidak apa tapi jika ada orang lain tidak baik berbuat seperti itu kalau kita di positive itu bagaimana perasaan kita.
Kita datang tapi orang yang kita datangi sibuk sendiri.
Eva diam dengan pandangan lurus kedepan bingung apa yang dialami beberapa hari belakangan ini, sulit buat dia terima.
"Lo kenapa Va ? . "
Eva diam saja tidak menjawab pertanyaan Kevin, ya Kevin yang datang barusan.
Aku bingung harus apa ,percaya atau tidak sama mereka .
Mereka sebenarnya siapa sih aku juga ngak tau.
Eva lupa ada Kevin di sampingnya .
__ADS_1
Kevin bingung apa yang Eva bilang, mereka, mereka siapa? Apa ada kejadian yang Eva alami tapi dia tidak tau.
Kenapa Eva tidak cerita juga apa dia tidak percaya sama Kevin lagian menurut Kevin itu hanya masalah kecil tentang Evan saja ceritakan sama Kevin.
Apa harus Kevin tanya langsung mungkin lebih baik begitu.
"Mereka siapa Va? apa ada yang ganggu lo ?. "
Sejak Kevin tau tentang Evan apa yang dia penasaran tentang Eva di tanya langsung saja tidak pernah dia pendam lagi sendiri.
"Aku juga bingung Vin gimana mau cerita sama kamu."
Eva melihat jam masih banyak waktu sebelum berangkat kerja jika dia cerita sama Kevin waktunya akan cukup.
Menimbang dulu mau mulai cerita dari mana , sekarang Kevin sudah jadi tempat Eva cerita apa yang dia rasa berat kalau berbagi sama kakaknya itu tidak mungkin. Beban kakaknya selama ini sudah banyak tidak mau menambah lagi.
"Bingung kenapa, apa tentang dia lagi ? . "
Mungkin dia datang lagi menemui Eva kan bisa jadi Kevin juga tidak tau kebenarannya.
"Bukan dia Vin. Tapi beberapa hari yang lalu ada sepasang paruh baya datang ke kos dan tadi pagi datang lagi."
Jelas Eva pada Kevin yang masih setiap menunggu cerita Eva.
"Lo kenal dia(Eva menggeleng)lalu kalau ngak kenal apa tujuan mereka datang ke tempat lo ?. "
"Aku juga awalnya bingung Vin tapi mendengar cerita mereka aku jadi ragu sama mereka. "
Orang baru datang tidak tau tujuan apa tiba tiba ngajak tinggal bersama walau di sertakan alasan tetap saja sulit ditrima.
"Coba lo cerita biar gue bisa bantu juga!. "
Pinta Kevin agar dia ngerti juga apa permasalahan yang Eva hadapi dan solusi apa yang bisa dia berikan pada Eva.
"Kamu kok makin ke sini makin kepo sama aku Vin? . "
Balik bertanya pada Kevin, ada apa sama cowok yang bernama Kevin ini kenapa begitu penasaran tentang Eva.
"Cerita Va bukan nanya balik gue suruh. "
Kesal Kevin selalu bisa mengulur waktu biar Kevin lupa.
"Kalau aku ngak mau gimana, lagian jadi cowok kepoan amat. "
Sanggah Eva mempermainkan Kevin dulu seperti boleh juga membuat dia kesal.
"Cerita atau ngak (mendekat ke Eva lalu membisikkan sesuatu ketelinga Eva. ) . "
Kevin tersenyum penuh kemenangan setelah mengucapkan itu.
"Itu sih mau kamu. Ok cerita tapi diam jangan di potong kalau belum selesai. "
Eva kaget sama apa yang Kevin bisikan barusan, enak saja dia bicara seperti itu emang dia siapa berani gituan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.