
Kevin dan Efi terus mencari Eva sesuai petunjuk yang mereka temukan tadi,biarlah mereka di anggap bodoh hanya menjadi tanaman yang bergoyang menganggap Eva barusan melewati jalan itu tapi tidak ada salahnya mengikuti dulu siapa tau memang benar dan dia bisa segera menemukan Eva.
"Kak kita udah jauh lo mengikuti petunjuk ini atau jangan jangan ini hanya jebakan seperti tadi lagi?!."
Kevin takut terjebak seperti tadi jika saja Efi tidak cepat menyadarkan Kevin sekarang pekerjaan Efi akan bertambah dan bingung harus menyelamatkan Kevin atau terus mencari Eva adiknya.
"Ingat Vin kita harus optimis jangan pesimis sebab orang yang berhasil adalah orang optimis dan berfikir positif."
Efi tidak putus asa dia akan berusaha keras supaya bisa menemukan adik satu satunya itu biar bagaimana pun semua yang dia punya tidak sebeharga adiknya dan tidak akan berguna apa yang dia punya sekarang jika tidak ada Eva di sampingnya.
"Iya kak maaf,mungkin kerena aku begitu mencemaskan Eva dan ingin segera bertemu dia sebab Eva segalanya bagi ku,sumber kebahagiaan ku bersama dia dan bisa di bilang dia wanita pertama yang mengisi hati ku."
Jujur Kevin karena selama ini Kevin tidak pernah dekat dekat perempuan dan hanya sebatas teman itupun saling bicara jika ada tugas kelompok dari Sekolah kalau tidak dia tidak pernah saling interaksi sama perempuan.
Bisa di bilang sejak pertemuan pertama mereka di toko buku saat mulai masuk kampus kehadiran Eva dalam hidup Kevin sedikit demi sedikit mulai mengusik ketenangan Kevin dan hari hari dia di penenuhi sama bayang bayang Eva,yang awalnya berawal dari rasa penasaran hingga timbul rasa beneran dalam hati Kevin hingga harus berjuang keras buat mendapatkan Eva hingga sekarang menjalani hubungan sebagai kekasih dan sudah merencanakan buat bertunangan.
"Kakak ngak tau kalau Eva perempuan pertama kamu Vin,secara kamu orang kota pasti sudah banyak perempuan yang pernah menjadi kekasih kamu dan kenapa malah memilih Eva yang hanya seorang gadis kampung serta yatim piatu."
Efi juga kaget mendengar kejujuran Kevin barusan bagaimana bisa mengatakan kalau Eva perempuan pertama dia jika di lihat Kevin tampan,pintar baik maka tidak akan masuk akal tidak memiliki kekasih selama ini.
Atau Kevin hanya membual saja sebab hatinya sekarang sudah terpaut pada Eva bisa saja hanya mencari perhatian Efi saat ini.
"Kalau kakak masih ragu nanti tanya saja sama Bastian saat kita udah keluar dari sini sebab mengetahui segala hal tentang aku bahkan siapa aja teman aku selama ini.
Memang banyak yang menyukai ku bahkan ada juga yang secara terang terangan menunjukkan rasa suka mereka tapi aku ngak bisa memberi harapan sebab perasaan ngak bisa di paksakan.
Kakak kan tau gimana perjuangan aku buat mendapatkan Eva padahal di luar sana banyak yang ingin menjadi kekasih ku tapi hati ini tidak menginginkan dan malah memilih Eva."
Sambil terus berjalan mereka memilih bercerita biar tidak merasa lelah atau berfikir jelek sebelum tau kenyataan.
Jalan yang mereka lewati sudah semakin dekat sama tempat Eva berada sekarang tapi di antara mereka belum ada yang menyadari terus melangkah saja.
"Kamu tau ngak Vin?kamu cowok pertama juga buat Eva selama ini dia ngak pernah dekat sama cowok dan bisa di bilang di Sekolah lamanya dia banyak teman yang menjauhi dia dan menganggap Eva gadis yang membawa pengaruh buruk buat mereka dan hanya Sandra yang menjadi sahabat dekat Eva.
Makanya saat tau Sandra juga kuliah di sini dia sangat bahagia sekali mereka sudah lama berteman hingga perpisahan itu tiba dan baru sekarang mereka bertemu lagi."
Efi tau semuanya tentang Eva mulai hal biasa hingga hal pribadi hanya saja tentang Evan yang selama ini Eva tidak pernah ceritakan pada kakaknya,bukan tidak mau bercerita hanya saja akan di anggap mengarang cerita dan di anggap tidak waras apa lagi dia pernah menghilang beberapa hari dan itu hanya akan membuat orang berfikir yang tidak tidak tentang dia.
Berarti memang benar Eva ngak pernah menceritakan tentang si Evan itu pada kakaknya padahal saudara sendiri atau takut ngak percya ya.
Aku aja awalnya juga ngak percya sama cerita Eva tapi dia bisa meyakinkan aku.
Kevin melamun sebentar mencerna ucapan Efi,bahkan kakaknya sendiri tidak tau tentang Evan dan kenapa mau menceritakan sama dia yang bisa di bilang orang baru dalam hidupnya.
"Aku percaya kok kak karena bisa di lihat dari sifat Eva yang susah buat di dekati dan bisa di bilang menghindar jika ada cowok yang mencoba mendekati dia."
Selama ini bukan perkara mudah bagi Kevin bisa mendekati Eva bahkan bisa memenangkan hati Eva.
Eva walau gadis dari kampung bukan berarti dia dengan mudah bisa percaya dan dekat dengan orang.
Banyak yang menganggap kalau gadis kampung itu lugu dan polos memang benar adanya tapi bukan berarti mudah buat di dekati karena mereka hanya memasang wajah polos saja.
"Kakak merasa kalau Eva semakin dekat sekitar sini Vin."
Efi dapat merasakan keberadaan Eva berada sekitar sana.
"Iya kak hati ku juga bilang gitu,berarti sebentar lagi kita akan menemukan Eva."
Kevin juga ikut bisa merasakan apa yang Efi rasakan tentang keberadaan Eva sekitar sana.
Sedikit demi sedikit mereka sudah bisa menemukan titik terang keberadaan Eva hanya tinggal sedikit lagi mereka akan bertemu.
Terus berjalan hingga melihat orang yang mereka cari berada di dekat sana.
"Kak coba lihat kesana kemari,itu Eva bukan?."
Tunjuk Kevin pada orang yang berjalan ke arah mereka,Efi mengarahkan pandangan pada arah yang Kevin tunjukkan.
__ADS_1
"Iya Vin itu seperti Eva tapi kita pastikan lebih dekat lagi."
Mengajak Kevin lebih dekat lagi pada orang yang mereka maksud.
\=\=
Tidak Eva sangka ternyata dia berjalan sudah cukup jauh masuk ke dalam dan sekarang rasa lelah itu menghampiri Eva lagi dan mengharuskan Eva istirahat sejenak.
"Andai makhluk itu ngak muncul tadi mungkin sekarang aku sudah dekat menuju jalan keluar dan sekarang gara gara dia aku harus berusaha keras lagi mencari jalan keluar.
Setidaknya aku masih bisa bersyukur walau tersesat di dalam sini tapi ngak semenakutkan saat aku tersesat waktu Sekolah yang harus di hadapkan pada kejadian yang begitu menakutkan."
Eva berhenti duduk meluruskan kaki di atas tanah tidak peduli kalau baju yang dia kenakan akan semakin kotor.
Bagi dia sekarang masalah kotor atau tidak bukan jadi hal penting lagi tapi memulihkan tenaga dan melanjutkan perjalanan keluar dari sana.
Memijit mijit kaki yang terasa tegang kerena berjalan terlalu lama dan jauh,sekitar betisnya terasa sedikit lebih keras dan sedikit sakit.
Untuk meredam rasa itu Eva hanya bisa memijit pelan agar segera reda dan bisa melangkah lagi.
Berusaha dan doa selalu Eva ucapkan agar dia segera keluar dari sana dengan selamat dan berkumpul lagi bersama keluarga yang selama ini dia impikan.
Tidak mau putus asa dan terus terjebak dalam dunia yang tidak dia inginkan.
Berkumpul lagi dengan keluarga sudah lama Eva impikan walau tidak pernah dia katakan tapi jauh dalam lubuk hatinya selalu berharap masih ada keluarga yang bisa dia jadikan tempat sandaran dan berlindung.
Dan sekarang baru saja dia merasakan apa yang dulu dia impikan tapi kini harus terpisah lagi,apakah dia bisa bersama mereka lagi atau tidak.
Jika masih ada kesempatan berkumpul lagi akan banyak hal yang belum mereka lakukan bersama.
"Padahal aku baru aja merasakan bagaimana hangatnya sebuah keluarga dan sekarang harus terpisah lagi.Semoga aku bisa berkumpul lagi sama mereka dan kalau aku keluar dari sini akan menuruti keinginan mereka buat tinggal bersama dan akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka."
Jika bisa memilih dia pasti ingin kehidupan seperti orang orang lainnya yang menjalani hari dengan tenang tidak seperti sekarang yang harus berada dalam situasi seperti ini.
"Di depan sana ada seseorang mencari mu dan kamu harus hati hati apakah benar mereka yang kamu harapkan atau hanya sebuah jebakan saja."
"Siapa itu?."
Teriak Eva memanggil orang yang bicara pada dia atau hanya ilusi saja karena Eva selalu berharap ada orang yang sedang mencari dia.
"Hey keluar jangan sembunyi."
Walau takut Eva akan memberanikan diri buat tau siapa yang telah bicara ke telinga dia.
Disana hanya ada dia tapi ada suara selain dia yang membuat Eva penasaran sekali gus takut tidak mungkin sosok itu cepat berada sekitar dia.
"Kayaknya aku harus melanjutkan perjalanan deh,semakin lama aku istirahat semakin lama juga bisa keluar dari sini.
Balik lagi aja ke jalan tadi semoga ada petunjuk jalan keluar tapi apa maksud suara tadi apa dia tau kalau ada orang yang sedang mencari aku tapi apa maksudnya aku harus bisa membedakan apakah orang itu benar atau hanya jebakan.
Ah iya aku ingat mungkin maksudnya seperti saat aku bersama Kevin tapi nyatanya dia bukan Kevin."
Eva ingat sekarang maksud dia mungkin seperti kejadian dia bersama Kevin yang ternyata sosok lain itu.
Di dunia ini kadang kita sulit membedakan mana yang asli atau palsu sama juga halnya dengan sifat orang terhadap kita kadang cuma baik di depan kita tapi di belakang kita berkata lain.
Yang perlu kita lakukan harus waspada tapi tetap memasang wajah tenang,untuk bisa mengetahui apakah orang itu baik atau tidak kita harus pura pura juga di depan mereka melakukan hal sama dengan yang mereka lakukan.
Kita boleh baik tapi jangan sampai ada orang yang akan memanfaatkan kebaikan kita apa lagi di jalan yang salah.
Maka berikanlah kebaikan kita pada orang yang baik juga pada kita jangan sampai kebaikan kita di salah artikan dan di manfaatkan.
"Sekarang semangat Eva jangan putus asa,ingat di rumah masih banyak orang yang menyayangimu dan mengharapkan kamu kembali jadi tetap semangat,ayo semangat."
Mengangkat tangan tinggi menyemangati diri sendiri sebab hanya diri sendiri yang bisa memberi semangat dan selalu berfikir positif.
Eva melanjutkan lagi kembali ke tempat tadi dan mencari tanda yang dia temukan berharap masih ada sekitar tempat tadi tapi tidak tau pasti dimananya sebab dia berlari sudah lumayan jauh.
__ADS_1
Eva berjalan sambil memperhatikan sekeliling berharap menemukan kembali petunjuk tadi tapi belum ada tanda tanda,Eva menghembuskan nafas pelan saat usaha dia belum membuahkan hasil.
"Mana ya,mungkin kesana lagi."
Jarak mereka semakin dekat antara mereka bertiga hingga pandangan Eva terkunci pada dua orang yang berjalan mendekat pada dia.
"Itu kakak sama Kevin,mereka ada disini?tapi apa iya itu mereka berada di depan ku sekarang."
Lebih dekat lagi hingga jarak mereka semakin dekat sekitar dua ratu meter,terus melangkah hingga jarak mereka semakin berkurang dan saat hanya tinggal sekitar lima puluh meter mereka saling berhenti dan berhadapan.
"Kakak."
Ucap Eva lirik saat melihat siapa yang berdiri di depannya sekarang dan kini pandangannya mengarah pada Kevin yang berdiri di samping Efi.
"Kevin."
Pandangan keduanya bertemu hingga suara teriakan dari Eva menyadarkan mereka dari aksi saling pandang itu.
"Ngak ini pasti salah,pasti mereka lagi mempermainkan ku lagi pergi."
Eva teriak keras menyuruh dua orang itu pergi menjauh dan bagaimana bisa mereka pergi saat orang yang mereka cari sudah ada di depan mata.
"Dek ini kakak masa kamu lupa?."
Efi kaget mendengar teriakan Eva begitu juga dengan Kevin.
Mereka berdua memperhatikan pakaian Eva yang sudah bisa di bilang tidak layak di pakai sebab sudah kotor di mana mana.
Pemandangan yang menyayat hati kedua insan itu,orang yang begitu mereka sayangi melebihi diri sendiri sekarang berpenampilan sangat berantakan dan sangat kotor.
Jangan di tanya bagaimana perasaan keduanya sekarang sungguh jika boleh teriak maka akan melontarkan kata kata pada siapa saja yang sudah membuat Eva berantakan dan bahwa dia sangat membenci orang yang membuat Eva kacau.
"Ngak,ngak pergi."
Eva mengibaskan tangan terus menyuruh dua orang itu pergi menjauhi dia.
"Sayang ini aku,jangan seperti ini kamu tenang dan kita keluar dari sini sekarang ya."
Bujuk Kevin pada Eva yang terus berteriak menyuruh pergi bahkan wajah Eva terlihat pucat sekali.
"Ngak pergi."
Kini malah Eva yang meninggalkan mereka berdua berlari lagi buat menghindari sejauh mungkin lagi.
Yang di tinggalkan terlihat bingung lalu ikut berlari mengejar Eva tidak tau itu Eva beneran atau tidak dan itu juga yang Eva rasakan dia takut terjebak lagi dengan melihat dua orang itu yang mungkin saja hanya tipuan seperti Kevin palsu.
Kenapa bisa begitu apakah ada sesuatu yang menyebabkan Eva menghindari mereka berdua atau memang benar itu bukan Efi dan Kevin melainkan sosok yang menyerupai mereka berdua dan Eva dapat merasakan hal itu.
\=\=\=\=\=
*Author mau ngausih tau tapi ngak tau ini pertanyaan atau pernyataan yang jelas author udah ada rencana buat menamatkan cerita ini.
Jadi menurut reader bagaimana pendapatnya???? π€π€π€
Atau buat cerita baru buat ngelanjutin kisah mereka pada judul yang berbeda atau di judul yang sama.
Dan terima kasih buat reader yang selalu ngelike cerita di setiap up nya.
Dan makasih juga buat yang sering ngevote walau ngak banyak tapi itu sangat berarti.
Di tunggu tanggapannya di komen ya di eps ini.
MAKASIH
I LOVE YOU ALLππππππππππ€*
Tbc.
__ADS_1