
Beberapa hari telah berlalu,sesuai janji Eva dia akan datang menemui mama Kevin buat menepati janji buat jalan bersama di hari minggu ini.
Pagi hari setelah sarapan Eva langsung masuk kamar buat siap siap jadi pas Kevin datang menjemput tidak perlu menunggu lama lagi.
Saat Eva lagi merapikan penampilannya Efi sang kakak memasuki kamar Eva nampak sang adik berdiri di depan cermin terlihat jelas penampilan Eva berbeda dari biasa.
"Dek."
Menghampiri Eva lalu duduk di kasur memperhatikan gerak gerik adiknya itu yang tampak masih meneliti penampilan yang sudah rapi itu.
Efi bingung sendiri dengan apa yang dia lihat penampilan sudah rapi gitu masih mau di rubah rubah.
"Eh kakak."
Kaget melihat kakaknya sudah duduk saja di ranjangnya dan kapan masuk fikir Eva.
Eva masih sibuk melihat pantulan dirinya di cermin takut ada yang kurang atau penampilan dia berlebihan.
"Mau kemana sih dek,tumben dandan juga lagi?biasanya jalan ama Kevin dandan biasa aja."
Efi belum tau aja adiknya itu akan jalan seharian ini sama calon mertua tidak mungkin tampil biasa saja,sudah cukup pertemuan pertama mereka yang kurang berkesan di mata Eva.
"Mau jalan sama mama Kevin kak."
Jawab Eva mengambil tas kecil buat tempat hp dan dompet setelah selesai sama penampilannya.
"Oh mau ketemu calon mertua ya!."
Ternyata hubungan adiknya sudah sampai pasa tahap saling kenal berarti tidak lama lagi akan ada yang menyusul dia juga.
"Iya kak,aku ngak mau tampil biasa cukup sekali aku bertemu mama Kevin tampilan aku biasa aja."
Masih ingat di fikiran Eva saat tidak ada persiapan bertemu orang tua Kevin,untung pakaian Eva sopan jadi tidak terlalu segan di depan orang tua Kevin waktu itu.
"Lebih baik tampil apa adanya dek tapi ini juga ngak berlebihan juga masih ngak menghilangkan diri kamu apa adanya."
Efi tidak mau adiknya merubah tampilan atau berlebihan saat bertemu orang tertentu
Bagi dia tampil apa adanya di depan orang maka orang akan menerima kita apa adanya juga.
Jangan sampai kita di terima orang karena berpenampilan menarik atau mencari perhatian.
"Iya kak makasih udah ingatin,aku juga ngak mau terkesan jelek di mata mama Kevin kak.
Mama Kevin udah baik banget sama aku sampai sampai hampir tiap hari nanyain kabar aku,mau ngalah ngalahin Kevin juga kayaknya."
Eva akan senyum senyum sendiri jika mengingat Ibu dan anak itu yang selalu menanyai kabar Eva sekarang Eva seperti mempunyai dua kekasih saja.
Bahkan Eva akan dapat cercaan beberapa pertanyaan jika jarang datang ke rumahnya atau telat membalas chatnya akan ngambek seperti orang pacaran padahal Eva dan Kevin saja tidak pernah sampai seperti itu.
Mungkin itu sebagai bentuk kasih sayang mama Kevin pada Eva jadi Eva bisa memaklumi semua itu.
"Syukur deh kalau mama Kevin menyukai mu dek,kadang ada juga orang tua pacar yang sulit menerima kekasih anaknya atau ada juga yang udah nyiapin perempuan buat anaknya."
Sebagian kecil orang tua ada juga yang sudah mempunyai kriteria tersendiri buat mencari calon menantu tapi itu tidak berlaku buat orang tua Kevin mereka akan menerima siapa saja pilihan anaknya asal bisa membuat anaknya bahagia dan mau menerima segala kekurangan yang ada dalam diri pasangan.
Sedangkan di lantai bawah Kevin baru sampai buat menjemput Eva,yang mana pagi pagi sekali mamanya sudah membangunkan Kevin buat segera ke rumah kakek padahal hari masih sangat pagi.
Bagaimana jika nanti mereka berdua sudah menikah apa Kevin harus merelakan Eva banyak menghabiskan waktu bersama mamanya atau memilih pindah rumah biar tidak ada yang menganggu mereka lagi.
Sungguh kasih sayang mama Kevin kini sudah terbagi dua sama Eva.
Setelah kepindahan kakaknya Kevin mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya tapi kini harus berbagi sama kekasih sendiri namun Kevin senang mamanya bisa menerima baik kehadiran Eva.
"Assalamu'alaikum."
Kevin mengetuk pintu tidak lupa mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam sini Vin masuk."
Panggil Sarah yang lagi berada di ruang tamu bersama kakek karena yang lain sudah pergi keluar ada urusan.
"Iya tante makasih."
Duduk di depan Sarah dan kakek bagi yang belum terbiasa pasti akan merasa gugup duduk di depan keluarga kekasih tapi Kevin tidak karena sudah terbiasa.
"Mau kemana Vin?pagi pagi udah jemput Eva aja."
Semua orang sudah tau kalau kedatangan Kevin pasti akan menjemput Eva kalau mau keluar maka dari itu kehadiran Kevin di sambut hangat karena setiap kali mengajak Eva keluar pasti akan meminta izin dulu.
"Iya tante mau ngajak Eva pergi soalnya beberapa hari yang lalu udah janji mau pergi sama mama."
Jelas Kevin yang jarang absen mengajak Eva keluar walau kadang hanya sekedar jalan jalan di taman atau pergi ke toko buku.
Bagi keduanya tidak perlu kencan mewah buat menghabiskan waktu bersama cukup jalan jalan sebentar sudah cukup.
Karena hal sederhana mempunyai kesan sendiri bagi setiap orang dan ada juga orang yang tidak terlalu suka akan hal mewah karena akan berfikir menghabiskan uang dan lebih baik di berikan pada yang membutuhkan.
"Tunggu bentar lagi juga turun mungkin lagi siap siap.
Maklum mau bertemu calon mertua pasti mau tampil beda."
Sarah ingat dulu kalau mau bertemu calon mertua pasti selalu repot sama penampilan bahkan sampai menghabiskan waktu berjam jam buat dandan.
"Iya tante ngak apa.
Kakek apa kabar gimana kondisi kakek?udah lama Kevin belum bertemu kakek."
Kalau mau menjemput Eva berangkat kuliah Kevin selalu menunggu Eva di luar jadi jarang bertemu kakek dan yang lainnya.
Beda kalau di luar waktu kuliah baru Kevin akan mampir buat menjemput Eva.
"Kabar kakek baik.Kamu yang ngak mau mampir kalau jemput Eva kuliah jadi ngak bisa bertemu kakek.
Lain kali kalau jemput Eva mampir dulu jangan kayak tukang ojek jemput penumpang hanya menunggu di depan aja."
Sindir kakek sama Kevin yang di tanggapi senyum saja sebab dia tau salah juga.
"Iya kek untuk selanjutnya kalau mau jemput Eva Kevin akan mampir dulu."
Tidak bisa menolak ucapan kakek apa lagi sampai di bilang tukang ojek mana ada tukang ojek ganteng gini kalau pun ada pasti penumpang akan mengantri buat naik.
"Tuh Eva udah turun.
Yang mau bertemu calon mertua dandannya lama amat!."
Goda Sarah saat Eva menghampiri mereka bertiga hingga Eva senyum senyum malu di buatnya.
"Mama."
Tegur Eva takut Sarah meneruskan jika tidak di ingatin maka dia akan tambah malu.
"Kita langsung pergi ya kek tante assalamu'alaikum."
Pamit Kevin menyalami keduanya di ikuti Eva lalu melangkah keluar menuju mobil Kevin.
"Iya hati hati wa'alaikumsalam.
Jagain Eva ya Vin."
Tanpa di minta Kevin pasti akan selalu menjaga Eva semampu dia.
Mobil Kevin melaju meninggalkan perkarangan rumah kakek menuju rumah kedua orang tuanya.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam mereka berdua sampai dengan selamat.
"Assalamu'alaikum."
Kedua masuk rumah di ruang keluarga mama kevin dan papanya sudah menunggu kedatangan keduanya.
"Wa'alaikumsalam.
Akhirnya yang di tunggu datang juga,sini sayang dekat mama duduknya."
Ajak mama memanggil Eva buat duduk di sampingnya tapi malah Kevin yang mendekat.
__ADS_1
"Bukan kamu Vin,kalau kamu mama udah bosan tiap hari bertemu."
Tolak mama mendorong Kevin agar menjauh lalu menarik Eva duduk.
Dengan berat hati Kevin harus duduk di sofa lain,jika sudah begini maka Kevin harus siap di nomor duakan.
"Anak mama itu Kevin kalau mama lupa."
Gerutu Kevin sambil duduk memasang wajah cemberut tidak pantas memang tapi harus bagaimana lagi mulai sekarang harus berbagi mama sama kekasihnya sendiri.
"Maaf kamu siapa ya?
Pa ini anak siapa ya kok bisa masuk rumah kita?."
Malah sekarang tidak di anggap lagi,sabar Vin sabar lebih baik masih nomor dua dari pada no Lima kan kejauahan.
"Papa juga ngak tau ma."
Papa Kevin ikut ikutan saja apa tidak tau apa Kevin lagi kesal.
"Udah lah Kevin masuk dulu,kalau mama mau pergi panggil Kevin ya."
Kevin melangkah pergi menuju kamarnya dari pada ke tindas lebih lanjut lagi.
Satu jam lebih mereka bertiga mengobrol hingga jam sudah mau pukul sebelas siang,mama Kevin sengaja pergi agak siang biar bisa makan siang bareng sama Eva.
"Yuk sayang kita pergi,pa kita pergi dulu ya nanti to long bilang sama Kevin ya kita pergi."
Mama memang berencana hanya akan pergi berdua saja dengan Eva tidak mengajak dua pria tampan beda usia itu.
Ingin menghabiskan waktu berdua saja seperti Ibu dan anak di hari minggu yaitu pergi jalan jalan sambil berbelanja.
"Iya ma hati hati nanti papa sampaikan."
Papa setuju saja mama Kevin pergi berdua sama Eva tapi tidak tau kalau Kevin mungkin akan ikut untung Kevin lagi di kamar.
Kedua perempuan itu pergi menghabiskan waktu berdua saja tempat pertama yang akan mereka datangi yaitu salon.
Sejak kakak Kevin pindah ikut suaminya mama Kevin kalau pergi ke salon pasti sendiri beruntung anaknya membawa kekasih jadi ada teman.
Di salon mereka melakukan perawatan yang awalnya Eva menolak sebab tidak enak sama Kevin tapi selalu di paksa Eva mau juga.
Satu jam lebih mereka berada dalam ruang perawatan setelah selesai mama Kevin mengajak Eva buat makan siang di sebuah mall.
"Mau makan apa sayang?."
Eva melihat buku menu dan harga yang membuat Eva takut buat makan di sana.
Bagaimana tidak harga satu porsi saja bisa buat Eva makan dua minggu,Eva yang biasa hidup sederhana harus berfikir dua kali buat makan di sana.
"Ma kita cari tempat makan yang lain aja ya,ini makanannya mahal semua."
Tolak Eva tidak biasa makan di restaurant mahal,biasanya sama Kevin jarang atau terpaksa ke restaurant makan palingan juga ke cafe.
"Ngak apa sayang,sesekali ini kita jalan jalan jadi jangan sungkan ya."
Mama Kevin belum tau saja bagaimana hidup Eva dulu,baginya harga makanan itu sangat mahal.
Jika pun suatu hari nanti dia punya uang lebih akan berfikir ulang kali makan di sana.
"Aku ngak biasa makan di sini ma.
Harganya aja bisa buat makan aku dua minggu kalau tinggal di kampung.
Mending uangnya mama sumbangkan pada orang yang membutuhkan."
Jelas Eva jujur yang biasa hidup sederhana,Eva tidak akan malu mengungkapkan apa yang dia rasa,bagi dia makan mahal seperti itu hanya akan membuang uang saja.
Beruntung kamu Vin punya calon istri seperti Eva,mama akan desak Kevin agar segera mengikat Eva biar tidak di salip orang.
Mama Kevin bangga sama sifat Eva yang peduli sama orang lain.
Beruntung anaknya sekali dapat perempuan langsung yang baik luar dalam,udah bicara sopan dan juga cara pakaiannya menunjukkan perempuan baik baik.
"Ya udah kalau itu mau mu sayang.
Mereka berdua keluar dari restaurant itu mencari tempat makan yang biasa saja.
Bagi Eva tidak akan malu mengungkapkan apa yang dia rasa benar selama itu baik menurutnya.
Dapat tempat makan yang Eva mau keduanya memesan makanan,selesai makan mama Kevin mengajak Eva berbelanja dengan berat hati Eva nurut saja.
Eva senang hari ini dia benar benar seperti mempunyai Ibu lagi,menghabiskan waktu bersama melakukan hal yang dulu tidak pernah dia alami tapi sekarang semua bisa dia rasakan.
"Sayang kamu coba baju ini ya,kayaknya cocok deh."
Sekarang mereka ada di sebuah toko baju,mama Kevin sengaja tidak membawa Eva ke butik mungkin lain kali saja saat mereka bersama lagi.
"Tapi ma dari tadi mama udah banyak bayarin aku."
Tidak enak hati harus menerima semua perlakuan mama Kevin yang sangat menyentuh hati Eva.
Belum jadi menantu saja sudah sangat di sayang bagaimana jika udah beneran jadi istri Kevin.
"Ngak ada penolakan sayang,kalau kamu nolak mama sedih lo."
Memasang wajah pura pura sedih sehingga Eva harus menerima baju yang di sodorkan.
Mencoba lalu memperlihatkan sama mama Kevin yang ternyata baju itu pas di badan Eva.
Beberapa baju mama Kevin belikan buat Eva yang sangat cocok sama Eva hingga lagi lagi tidak bisa menolak.
Sore menjelang keduanya memutuskan buat pulang setelah di rasa cukup lama menghabiskan waktu berdua hingga kini mereka harus mengakhiri kesenangan itu dan lanjut di hari lain.
Sampai rumah ternyata Kevin sudah menunggu di luar dengan wajah kesal memandang keduanya turun mobil tapi apa yang Kevin terima malah di cuekin dan mama menarik tangan Eva masuk ke dalam.
"Mama kok ngak manggil Kevin mau pergi.
Kenapa Kevin di tinggal?."
Mengekori mama yang meninggalkan dia sendiri di luar.
"Mama kan pernah bilang mau jalan sama Eva bukan bertiga sama kamu Vin."
Kevin yang lupa atau mama yang sengaja tidak mau di ganggu waktunya berdua sama Eva.
"Tapi Kevin juga mau ikut ma."
Balas Kevin masih belum terima di tinggal seperti anak kecil saja.
Saat Kevin keluar kamar tadi ruang keluarga sudah kosong saat Kevin menghampiri papanya di ruang kerja yang mengatakan mamanya sudah pergi dari tadi.
Kevin harus mengurut dada dan perbanyak sabar menghadapi mamanya yang lupa kalau Kevin masih anaknya.
"Jangan kayak anak kecil Vin yang kemana mama harus ikut."
Ledek mama pura pura tidak tau maksud Kevin barusan.
"Sayang ayo aku antar pulang,pa ma Kevin antar Eva pulang dulu takut kemalaman assalamu'alaikum."
Sebenarnya hanya alasan Kevin saja ingin berdua sama Eva karena masih sore jadi masih ada waktu buat jalan sebentar.
"Jangan alasan deh Vin mau antar Eva pulang,nanti saja setelah makan malam."
Mama Kevin sudah tau itu hanya alasan saja tapi tidak keberatan melepas Eva pulang.
"Pa ma aku balik dulu lain kali aku mampir.Makasih ma belanjaannya.
Kasian Kevin yang ngambek tuh."
Menyalami keduanya lalu menyusul Kevin yang sudah jalan duluan keluar menunggu Eva di mobil.
Di perjalanan Kevin masih mendiamkan Eva karena masih kesal karena di tinggal tadi.
Eva juga turut diam belum mau buka suara membiarkan Kevin menenangkan diri dulu.
__ADS_1
Ngambek gini aja masih tampan ya,kapan jeleknya kalau gitu.
Untung sayang kalau ngak udah pergi aku dari tadi.
Ngak cocok tau kamu ngambek sayang buat aku makin sayang aja.
Eva senyum senyum sendiri sesekali melihat Kevin yang belum mau melihat dia.
Lucu saja melihat Kevin ngambek dan Eva masih diam tidak mau bicara duluan,dia mau melihat akan sampai mana Kevin mendiamkan dia.
Kevin memberhentikan mobilnya di tepi jalan tapi masih belum mau bicara juga,sekarang Eva baru tau kalau Kevin sudah ngambek akan betah lama lama diam.
"Mau kemana?."
Cegah Kevin saat Eva membuka pintu.
"Mau pulang.'
Jawab Eva sambil mengambil barang belanjaan tadi,jika di diamkan sebentar Eva masih maklum tapi ini sudah terlalu lama jadi Eva berfikir Kevin lagi butuh waktu sendiri.
" Kan belum sampai!."
Eva juga tau belum sampai rumah kakek tapi masih bisa baik angkutan umum.
"Ngak apa aku naik taksi aja.
Mungkin kamu lagi butuh waktu sendiri."
Jawab Eva hendak keluar tapi tanagnnya masih di pegang Kevin sehingga gerakan Eva tertahan.
"Maafin aku yang mendiamkan kamu sayang,kamu kan tau aku ngak bisa jauh dari kamu lama lama tapi tadi malah ninggalin aku sendiri di rumah."
Mengungkapkan isi hatinya yang sedari tadi dia pendam sendiri.
Egois memang tapi Kevin tidak bisa berbohong jika dia tidak bisa lama jauh dari Eva.
"Aku pergi sama mama kamu sayang dan juga kita belum pernah pergi berdua sedangkan kita tiap hari bertemu.
Jangan cemburu ngak jelas gitu masa sama mama sendiri cemburu.
Kamu itu gemas tau kalau lagi cemberut."
Menarik pipi Kevin pelan tidak tahan dari tadi melihat wajah tampan yang cemberut itu.
"Kalau tadi aku ikut pasti ngak akan kangen sama kamu sayang,ngak akan uring uringan di rumah nunggu kamu balik."
Sabar Va sabar sekarang Kevin lagi dalam mode ngambek harap maklum saja.
"Sekarang kita mau kemana biar kamu senang sayang?mumpung ini masih sore."
Eva sudah tau maksud Kevin mengajak dia balik cepat tidak akan mungkin mengantar Eva pulang sore karena batas mengantar Eva sebelum magrib.
"Kita ke taman ya sayang sore ginikan rame di sana."
Mood Kevin akan mudah balik baik karena Eva sudah tau keinginan Kevin.
"Iya sayang."
Setuju sama usulan Kevin yang sebenarnya Eva sudah capek seharian ini menemani mama Kevin dan sekarang harus menemani Kevin juga.
Jika tidak di turuti yang ada mode ngambek on lagi bisa bisa mereka akan terus saling diam sampai Eva di rumah.
Benar kata Kevin taman itu sudah mulai ramai pengunjung dari berbagai macam usia mulai dari anak kecil sampai orang dewasa.
Kedua turun menuju sebuah kursi yang masih kosong,tidak lupa kevin membeli cemilan buat berdua.
"Gimana sayang kamu udah senang?."
Kini keduanya duduk bersebelahan memandang ke depan melihat anak kecil saling kejar.
"Aku selalu senang jika berada di samping mu sayang."
Kevin ikut memperlihatkan anak kecil yang lagi lagi itu.
Pandangan keduanya tertuju pada sekumpulan anak kecil itu yang sudah menyita perhatian mereka seakan enggan buat melihat objek lain.
"Mereka lucu ya?."
Ujar Kevin masih fokus ke depan tanpa melirik Eva
"Iya lucu sekali,aku suka melihat mereka seperti itu masih polos tanpa beban."
Itu kode atau apa yang Eva lontarkan,sengaja atau terucap dengan sendiri.
"Kamu ngode sayang mau punya anak kecil juga."
Kevin tidak salah dengar yang menganggap Eva mengode dia buat cepat cepat di halalkan.
"Hah aku bilang apa barusan?."
Berarti iya Eva tidak sadar sama apa yang di ucapkan barusan padahal belum satu menit sudah lupa saja.
"Kamu bilang suka sama anak kecil,jangan ngode gitu kalau mau secepatnya aku halalin."
Eva tersenyum malu mendengar ucapan Kevin,padahal bukan maksud begitu tadi.
Dia memang suka sama anak kecil sehingga spontan bilang gitu.
"Jangan aneh aneh sayang,selesaikan kuliah dulu baru fikirkan itu."
Jika membahas itu sekarang tidak ada salahnya tapi Eva yang masih suka malu malu.
"Ok kalau itu mau mu sayang selesai kuliah ngak ada penolakan lagi."
Tegas Kevin yang sudah mantap sama pilihannya yang mendapatkan perempuan baik seperti Eva.
"Nanti aku fikirkan lagi,yuk pulang udah mau magrib."
Eva pergi duluan menuju mobil Kevin di parkiran menunggu di sana dari pada membahas hal tadi.
"Malu malu mau."
Menyusul Eva lalu masuk mobil menuju rumah kakek,setengah jam berlalu mereka sampai juga.
"Sayang aku langsung balik ya ngak enak mampir kalau mau magrib gini."
Kevin hanya mengantar Eva sampai pintu saja dan memilih langsung pulang.
"Iya ngak apa hati hati balik nya jangan ngebut."
Eva keluar dari mobil Kevin tapi di tangannya di pegang Kevin.
"Yang tadi ingat ngak ada penolakan."
Mengingatkan Eva sama pembahasan di taman tadi.
"Iya kalau aku ngak lupa,hati hati."
Keluar dari mobil itu segera sebelum Kevin bicara lebih jauh lagi.
Setelah memastikan Eva masuk rumah Kevin juga pergi dari sana menuju cafe karena sejak Eva tidak bekerja disana lagi Kevin sudah jarang lagi kesana jika tidak ada keperluan.
\=\=\=\=\=
*Maaf buat yang pm di sini ngak apa tapi tolong sebelum itu komen jalan ceritanya dulu biar kita sama sama enak.
Makasih pengertiannya.
Sekarang author bingung ada yang dukung ada juga yang tidak soal Evan jadi bagaimana enaknya tetap seperti ini atau Evan keluar lagi.
Jangan lupa like komen and vote
Makasih
I LOVE YOU ALL 💕💞💖💗💝😍😘😙😗🤗*
__ADS_1
Tbc.