
Semalam setelah Sisi masuk kamar dia mengirim pesan pada Efi mengabarkan kalau Renal pulang larut malam dengan pakaian kusut dan wajah kusam.
Tentu saja Efi merasa bersalah telah membuat kekasihnya itu cemas karena kehilangan dia padahal cuma sehari saja.
Pagi menyapa sinar mentari sudah mulai tampak, setelah shalat subuh Efi pergi ke dapur buat menyiapkan sarapan buat semua anggota keluarga walau tidak semuanya hadir tapi mereka cukup rame.
Efi berencana akan mengunjungi Renal membawa sarapan buat menebus rasa bersalahnya yang dia lakukan semalam,jika bukan karena usul tantenya mungkin dia juga tidak tega melakukan itu.
"Sayang kamu sudah di dapur saja,biar bibi saja yang masak,sini kita duduk aja bentar lagi juga siap."
Marta datang menghampiri membawa Efi duduk di kursi,di rumah itu para pembantu sudah memiliki tugas masing masing.
"Ini aku sengaja buat Renal Bu,semalam Sisi ngabari kalau Renal pulang dengan wajah kusut dan berantakan aku jadi merasa bersalah."
Efi melanjutkan membuat sarapan buat Renal,dia ingin Renal memakan makanannya bukan masakan orang lain.
"Bu kalau Efi ngak ikut sarapan bersama ngak apa kan?aku mau ke rumah Renal dulu."
Izin Efi merasa tidak enak kalau tidak bergabung sama yang lain padahal ini dia juga baru berkumpul.
"Ngak apa sayang nanti Ibu bilang sama yang lain,berangkat sana sebelum siang."
Suruh Marta agar Efi cepat pergi sebelum orang yang di tuju sarapan duluan.
Efi selesai sama masakannya lalu memasukkan dalam kotak makan dan siap pergi.
Setelah pamit Efi menuju rumah Renal yang hanya di depan saja.
Tok...
Tok...
Tok...
"Assalamu'alaikum tante,maaf pagi pagi udah bertamu."
Pintu terbuka menampakkan mama Renal yang membuka dia tersenyum melihat Efi datang setelah semalam tau kalau Efi kekasih anaknya.
"Wa'alaikumsalam yuk masuk kita sarapan bersama."
Ajak mama Renal menarik masuk kedalam membawa ke meja makan disana sudah ada papa dan Sisi tapi Renal belum kelihatan.
"Kak Efi pagi pagi udah datang, baru semalam ngak ketemu udah rindu ya."
Goda Sisi membuat Efi malu padahal dia belum memberi tau kalau dia kekasih Renal.
"Siapa yang rindu ngak kok."
Elak Efi walau sebenarnya iya tapi lebih tepatnya merasa bersalah.
"Ngaku aja kak,sini Sisi antar ke kamar bang Re dia belum bangun. Mungkin semalam ngak tidur."
Menarik Efi menuju kamar Renal dengan sedikit malu masa seorang gadis ke kamar laki laki yang bukan suaminya.
"Ngak apa tante ?."
Efi meminta pendapat mama supaya di izinkan, setelah mendapat izin Efi mengikuti Sisi ke kamar Renal dan bekal tadi masih Efi pegang.
Saat membuka pintu nampak Renal tertidur dengan lelap.
"Masuk aja kak ngak apa."
__ADS_1
Mendorong Efi masuk mendekati Renal dengan takut takut Efi melangkah,Sisi melihat saja dari pintu.
"Re bangun !."
Memegang pundak Renal supaya bangun tapi Renal tidak terpengaruh sama sekali,mungkin masih ngantuk.
"Re bangun kalau ngak bangun aku balik lagi nih."
Efi terus mengguncang bahu Renal hingga Renal bangun membuka mata perlahan.
"Honey ini kamu, ini beneran kamu? kok bisa ada disini kamu tau dari mana rumah aku?."
Cerca Renal dengan banyak pertanyaan membuat Efi bingung mau jawab apa dan hanya tersenyum mendengar itu semua.
"Udah nanti aku jawab sekarang cuci muka sana,tuh ilernya masih ada."
Mendorong Renal ke kamar mandi tinggal Efi menunggu Renal selesai dan untuk Sisi sudah balik lagi ke bawah melanjutkan sarapan.
"Honey kamu kemana semalam aku hubungi ngak bisa,di kos juga ngak afa?."
Renal keluar dari kamar mandi masih penasaran kemana Efi semalam.
"Aku ada kok pergi sama Ibu kesini ketemu sama kamu juga."
Jelas Efi membuat Renal kaget bahkan Efi sudah kenal dan bertemu mamanya.
"Kesini dimana terus Ibu siapa?."
Tanya Renal,dia belum tau kalau Marta itu keluarga Efi.
"Nanti kamu juga tau,nih aku bawain sarapan sebagai permintaan maaf sudah buat kamu cemas."
"Kamu lapar apa doyan sih makan ngak pelan gitu?."
Efi tersenyum senang Rental menghabiskan makanan yang dia bawa hingga tak tersisa.
"Dari kemarin aku belum makan mikirin kamu."
Renal minum lalu mmenarok kotak itu ke atas meja lalu memandang Efi dengan intens.
"Apa, kenapa melihat ku seperti itu?."
Efi gelagapan di pandang Renal dengan serius membuat dia sedikit takut.
"Sepertinya kamu harus segera aku nikahi biar ngak menghilang kayak kemarin."
Ucap Renal serius melihat Efi tanpa berkedip,tapi lebih tepatnya seperti ingin memakan hidup hidup.
"Ke kenapa ngomong gitu Re,aku aku belum siap."
Efi terbata menjawab ungkapan Renal yang terkesan dadakan.
"Aku ngak butuh persetujuan kamu honey yang aku butuh restu keluarga kamu terus kita nikah,tapi kayaknya ngak akan lama lagi."
Felling Renal yakin jika kedua keluarga mereka akan setuju permintaan Renal.
Jika Renal sudah bicara maka semua itu akan terjadi dengan segera.
"Seenaknya saja putuskan sendiri memang kamu nikah sendiri apa,nikah sana sama tembok."
Efi beranjak hendak keluar namun Renal menahan hingga terduduk lagi lalu Renal membisikkan sesuatu ke telinga Efi hingga.
__ADS_1
"Renal mesum."
Teriak Efi lantang sedikit berlari keluar kamar Renal hingga tawa Renal terdengar hingga ke bawah.
"Kak kenapa lagi lagi gitu?."
Heran Sisi melihat Efi berlari turun ke bawah.
"Ada singa di atas,kamu kenapa ninggalin kakak sendirian?."
Keluh Efi dengan nafas memburu karena berlari.
"Sisi lapar kak makanya pergi, maaf ya."
Sisi menangkupkan tangan ke depan dada tanda permintaan maaf.
"Om tante maaf ya aku pamit dulu, nanti main lagi kesini."
Pamit Efi tidak enak lama lama disana bisa saja nanti Renal aneh aneh lagi sama dia walau masih di batas wajar.
"Sarapan dulu nak,kapan lagi tante makan bareng calon mantu."
Ajak mama menarik Efi duduk di samping Sisi,lalu mereka makan bersama.
Selesai makan Efi membantu membereskan meja hingga selesai beberapa saat melihat Renal turun Efi buru ingin pamit.
"Tante aku pamit dulu, singanya sudah keluar assalamu'alaikum"
Menyalami mama cepat lalu melangkah keluar menghindari Efi bukan marah tapi sedikit memberi pelajaran pada Renal.
"Honey kamu mau kemana,aku baru turun kamu sudah pergi aja."
Teriak Renal mencegah Efi namun Efi pura pura tidak dengar terus berjalan.
"Jangan teriak kayak di hutan Re, kalau mau ketemu susul sana.Orang cuma depan rumah kok."
Cegah mama malas mendengar teriakan pagi hari itu.
"Kamu tu pintar cari calon mantu Re,cantik, pintar masak, sopan, rajin dan pasti hanya depan rumah."
Mama tersenyum melihat wajah Renal sudah berseri lagi tidak seperti semalam yang kusut.
"Maksud mama apa?."
Renal belum tau kalau keluarga Efi tetangga dia.
"Pacar kamu kan ponakan tante Marta masa kamu ngak tau Re."
"Mama serius ponakan tante Marta?."
Mama menganggukkan kepala tanda iya membuat dia senang jadi dekat mengunjungi Efi setiap saat.
"Kalau gitu aku mau kesana."
Renal ingin menemui Efi yang berada di depan rumahnya tapi di cegah mama membuat Renal mengurungkan niatnya kesana.
\=\=\=\=\=
LOVE YOU ALL 😍😘😍😘❤
Tbc.
__ADS_1